MOMMY

MOMMY
S2. Tiga perusuh



"Apa maksudmu Bilqis?" tanya Faisal kepada Bilqis.


Aruna langsung menyenggol kaki putrinya itu, dia melirik kearah putrinya yang membuat Faisal menarik tangan sang istri.


"Ada apa Sayang?" tanya Faisal kepada Aruna l.


"Tidak ada apa-apa Mas." jawab Aruna bohong.


"Kamu bohong ya?" tanya Faisal dengan tatapan mata yang begitu tajam.


Tentu saja hal itu membuat Aruna benar-benar tidak bisa mengeluarkan sepatah kata pun,


"Faisal, kamu saja setiap hari dikerumuni sama para wanita, lalu Kenapa istrimu tidak boleh dilirik oleh pria lain?" sindir kakek Fajar yang membuat orang-orang yang ada di ruang makan nampak menatap Pria tua yang berpenampilan sangat nyentrik.


"Kakek kalian saja sekarang penampilannya sangat kece, pasti ada seseorang yang dia lirik di perusahaan." sindir Bu Yanti balik yang membuat Aruna menutup mulutnya.


"Cie-cie kakek dan nenek saling cemburu nih ye....," canda si kembar.


"Habibie, Haikal. jangan seperti itu sama nenek, Apa kalian mau kena karma gara-gara bersikap seperti itu kepada orang tua?!" seru Aruna yang membuat kedua putranya langsung terdiam.


"Gitu aja kok marah mam." ucap Haikal.


"Tentu saja Mami marah, kalian itu selalu begitu. mami sudah bilang kan tidak boleh seperti itu!!" seru Aruna kembali.


Terlihat Haikal dan Habibi pergi bersama ibunya, sedangkan Hanifah pergi untuk membuntuti ayahnya. ketiga bocah kembar yang sudah berusia 14 tahun itu nampaknya bisa melakukan sesuai perintah dari Bilqis.


"Kak, nanti aku beliin sesuatu ya." pinta Hanifah.


"Memangnya kamu mau minta apa?" tanya Bilqis.


"Coklat gitu." jawab Hanifa.


"Nggak usah coklat, nanti kamu gendut. jadi wanita kok sukanya makanan seperti itu, kalau kamu gendut nanti kamu enggak punya pacar." canda Bilqis yang membuat Hani langsung melengos ke arah ayahnya.


"Masa' wanita gendut tidak laku sih, Memangnya wanita kurus aja yang laku? kalau di seluruh dunia wanita kurus semuanya Memangnya mereka enggak mau makan?" guman Hani yang masih didengar oleh Bilqis.


Hal itu membuat Aruna hanya menggelengkan kepalanya, 4 anaknya selalu saja bertengkar mulut di depan Aruna. walaupun itu hanya bercanda semata Hal itu membuat Aruna selalu saja senam mulut di saat pagi.


"Sudah, sudah. kalian nggak usah bertengkar seperti itu, Hani. sekarang kamu ikut ayah mami akan pergi sama ke dua saudara mu, Jangan banyak bertingkah nanti kalau Ayah sampai macam-macam langsung kasih pelajaran wanita yang mau menggodanya." perintah Aruna yang membuat Faisal hanya terdiam.


"Sayang, aku tidak mungkin melakukan hal itu. kenapa kamu malah percaya omongan anak-anak sih?" tanya Faisal yang membuat Hani hanya terdiam.


"Ayah kan matanya jelalatan, kalau Ayah mau berani macem-macem lihat aja nanti bakal mencongkel mata Ayah biar ayah tidak macam-macam!!" seru Hani yang membuat Faisal hanya menganggukkan kepalanya sembari menatap sang istri.


"Ya udah kalau begitu, sayang. mas pergi dulu sama ayah, nanti kalau ada sesuatu telepon Mas." ucap Faisal.


"Baiklah mas, Oh ya. bilang sama Mas Rudi hari ini kan ulang tahun putrinya, nanti Putri nya mau minta apa? sekalian aku belikan." ucap Aruna.


"Kenapa kamu tidak telepon Rudi saja, kan dia lebih tahu. Mas ini sibuk Sayang nanti malah dikira Mas kepo lagi." jawab Faisal.


"Ya sudah kalau begitu, nanti aku telepon armala saja." jawab Aruna.


** Satu jam kemudian **


Di sebuah perusahaan yang sekarang dipegang oleh Faisal, nampak perusahaan itu dari hari ke hari semakin besar.


Selamat pagi tuan Faisal?!" seru seorang wanita yang tidak lain adalah pekerja Faisal.


"Selamat pagi." jawab Faisal.


Sengaja Faisal tidak mencari sekretaris wanita untuk dirinya, Dia meminta Rudi untuk menghandle segala keperluan Faisal karena Faisal tidak ingin Aruna siap siaga atau tidak percaya dengan pria itu.


"Bagaimana Pak Faisal, Apakah permintaan saya waktu itu diterima?" tanya seorang wanita.


Liliana Dia adalah seorang wanita yang suka sekali mengejar-ngejar Faisal, lamun Faisal selalu tidak memperdulikan Liliana.


"Ayolah pak Faisal, aku kan minta kamu untuk menjadikan aku sekretaris mu." ucap Liliana.


"Dengarkan aku Liliana, aku sudah bilang kan padamu waktu Itu, sekretarisku adalah Rudi Aku tidak akan mengambil sekretaris dari manapun dan untuk apapun." jawab Faisal.


"Ayolah pak Faisal, kita segera masuk untuk melakukan rapat." pinta kakek Fajar.


"Baiklah." jawab Faisal.


Saat mereka memasuki lift, terlihat kakek Fajar menatap putranya. "Aku dengar kalau sekarang Surya sudah keluar dari penjara?" tanya kakek Fajar kepada Faisal.


"Ayah sudah tahu ya?" tanya Faisal.


"Tentu saja Ayah sudah tahu, Faisal. kau harus berhati-hati agar pria itu tidak mengganggu kita, Aku tidak ingin Surya melakukan sesuatu kepada kita.


"Aku tidak ingin kebahagiaan kita diganggu dengan semua permasalahan yang akan dibuat oleh pria itu." jawab kakek Fajar.


"Entahlah Ayah, sewaktu aku bertemu dengannya yang aku lihat dia masih tetap saja sama. dia bersikap begitu egois, 15 tahun dipenjara tidak membuatnya menyesali apa yang dia lakukan." ucap Faisal.


"Pria seperti itu tidak akan mudah untuk berubah, Faisal. apapun yang dia inginkan dia harus mendapatkannya, kita harus sebaik mungkin menjaga keluarga kita. Aku tidak ingin keluarga kita yang sudah bahagia ini hancur karena kedatangannya." ucap kakek Fajar yang kemudian masuk terlebih dahulu ke ruang rapat .


Tentu saja Faisal tidak akan membiarkan hal itu, Faisal akan mempertahankan keluarganya. dia akan mempertahankan Semua yang dia miliki sekarang ini.


Di tempat lain terlihat Surya membantu Seorang Pria tua yang bernama dokter Harlan, seorang dokter yang sangat sabar yang selalu menuntun Surya untuk menjadi orang yang lebih baik.


"Bagaimana Surya? Bagaimana kondisi pria itu?" tanya Dokter Harlan kepada Surya.


"Kelihatannya kondisinya sudah baik, dokter. detak jantungnya normal dan kondisi kejiwaannya juga sudah normal." jawab Surya.


"Baguslah kalau begitu, berarti 2 hari lagi aku akan mengoperasi nya, terima kasih ya karena sudah merawatnya." ucap dokter Harlan.


"Sama-sama dokter, Aku ingin berubah menjadi orang yang yang bisa bermanfaat bagi orang lain." jawab Surya.


Seorang wanita yang berusia 40 tahun nampak mendatangi Surya, Gadis itu hampir mengalami kecelakaan namun Surya berhasil menyelamatkan wanita itu walau dengan beberapa luka yang sedikit serius.


"Maaf mas!" panggil si wanita kepada Surya.


"Iya." jawab Surya.


"Terima kasih ya karena kau sudah menolongku, tadi aku berbicara sama dokter Harlan." jawab si wanita.


"Iya, tidak apa-apa. sama-sama, Bagaimana kondisi mu Apakah kau sudah baik?" tanya Surya kepada wanita yang bernama Sania.


"Aku sudah lebih baik Mas, ini semua karena mas mau merawatku. Mas mau bersabar saat menjaga ku." jawab Sania.


"Tidak apa-apa, ini semua berkat dokter Harlan yang merawatmu dan memberikan obat yang terbaik." jawab Surya.


Saat mendengar kata terima kasih dari orang lain hati Surya begitu bahagia, ada ketenangan di hatinya saat orang lain membutuhkannya dan meminta perhatian kepadanya.


"3 hari lagi aku kan mau pulang dari sini Mas, nanti bisa tidak Mas mengantarku ke kantin?" tanya Sania.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- Jangan sakiti aku


- ijinkan aku bahagia bersamamu