
"Di mana anakku?" tanya Surya.
"Kembalikan rumahku seperti semula, Lagian aku kan sudah bilang kalau aku tidak mengerti di mana anakmu. tapi kalau kau bertanya mengenai anakku, tuh.., ada di sana," jawab Aruna. Gadis itu memang bisa dikatakan luar biasa, karena dia tidak takut sama sekali dengan pria yang ada di hadapannya.
"Brakk!!"
Surya menggebrak meja, karena dia sudah merasa kesal menghadapi sikap seorang gadis yang terlihat berbeda umur lumayan jauh dengannya.
"Apakah kau marah?" tanya Aruna kepada Surya.
"Kau mau mempermainkan ku!" seru Surya.
"Sabarlah Tuan dan santai saja. Memangnya kau kira aku juga tidak marah, apa kau dan anak buahmu tiba-tiba datang dan menghancurkan rumahku. kau kira aku mendapatkan semua ini secara cuma-cuma apa," ucap aruna dengan nada suara seperti sedang tidak terjadi sesuatu. Gadis itu bahkan dengan sangat santainya membuat minuman untuknya dan sang bos besar.
"Di mana anakku itu!!" seru Surya.
BRAKKK!!
Surya menggebrak meja tempat Mereka duduk, pria itu sudah benar-benar kehilangan kesabaran karena gadis yang ada didepannya seperti mengejek dirinya.
"Aku kan sudah bilang kalau aku tidak tahu, jadi tolong selesaikan dahulu pekerjaan kalian. Aku akan menunggu kalian di sini, kalau perlu Kita menginap di tempat ini," ucap Aruna kepada Surya.
"Kenapa wanita ini tidak takut sama sekali dengan Ku." ucap Surya dalam hati.
"Kalian bekerjalah dan tolong kau berikan perabotan ku yang rusak itu, aku akan membuatkan kalian makanan dahulu," ucap Aruna.
"Mommy, siapa mereka?" tanya Bilqis kembali.
"Mereka tukang renovasi, sayang." jawab Aruna.
"Tukang renovasi? dia bilang aku tukang renovasi?" guman Surya dalam hati. pria itu benar-benar naik pitam saat dirinya dikatakan sebagai tukang renovasi oleh wanita yang ada di depannya itu. "Tampan-tampan begini dibilang tukang renovasi, wanita ini benar-benar menyepelekan aku." ucap Surya dalam hati. pria itu terus melihat keakraban gadis kecil yang ada bersama dengan wanita galak itu.
Surya belum mengetahui kalau dia mempunyai seorang putri, yang dia tahu kalau dia mempunyai anak, namun sebelum buat teman ibu Bilqis dibunuh mereka hanya bilang kalau anak surya adalah bayi laki-laki. mereka tidak ingin wanita yang merawat bayi malang itu juga mendapatkan kemalangan.
Akhirnya Yuna meninggalkan Surya beserta anak buahnya, Gadis itu mulai memasak makanan di dapur.
"Jika kalian berani merusak perabotan ku lagi, maka jangan salahkan aku, jika aku memberikan kalian stempel di mata kalian!" seru Aruna kepada anak buah Surya.
Langkah kaki Bilqis nampak mendekati Surya, bocah kecil itu tidak merasakan takut kepada pria yang benar-benar menakutkan itu.
"Om, apa Om benar-benar mau merenovasi rumah mommyku?" tanya Bilqis kepada Surya.
Tentu saja Surya hanya menghela nafasnya dengan begitu dalam, karena dirinya dikatai oleh Aruna sebagai tukang renovasi.
Sesaat Kemudian Wanita itu sudah mulai melakukan aktivitas masak untuk para pekerja yang telah merusak rumahnya.
Terlihat Surya sudah mengambil ponselnya, pria itu menelpon salah satu toko furniture yang sangat terkenal di kota itu.
"Kirim segera perabotannya. kalau tidak..tutup toko kalian!" seru Surya.
Sekitar 2 jam kemudian, akhirnya perabotan yang dipesan oleh Surya telah datang di depan rumah Aruna.
"Segera bawa masuk barang-barang itu!" seru Surya.
Aruna menatap barang yang telah dibeli oleh pria yang ada di hadapannya.
"Kalian tata seperti semula!" seru Surya.
Tak lama kemudian, Yuna keluar dan melihat barang barang yang datang di depan rumahnya.
"Kenapa banyak sekali!" seru Aruna kepada Surya.
"Aku sudah membelikan semua barang-barang yang telah dirusak anak buahku, maka segera berikan anakku!" seru Surya.
"Heh..., Aku kan sudah bilang Tuan, kalau aku tidak tahu di mana anakmu. Memangnya anakmu itu bayi perempuan? kalau bayi perempuan berarti itu anakku dong." ucap Aruna.
"Tidak, bayiku itu adalah bayi laki-laki." jawab Surya.
Terlihat Surya menatap wajah Aruna, Gadis itu tidak terlihat berbohong kepadanya. "Tapi informasi yang aku dapat kalau bayi itu dibuang di sini?" tanya Surya.
"Aku tidak tahu Tuan, kalau bayi mau dibuang di sini jelas itu adalah bayi perempuan, tapi kalau bayi laki-laki aku tidak punya. Entahlah kalau ada yang mengambil bayi itu sebelum aku menemukannya." jawab Aruna yang terlihat begitu tenang tanpa ada beban sama sekali. padahal di dalam hatinya jantungnya terus berdebar karena takut semua kebohongannya akan terbongkar.
Aruna masuk ke dalam dapur untuk memasak, Gadis itu mengambil bahan makanan untuk di masak.
"Apakah kau tau wajah anakmu?" tanya Aruna.
"Tidak." jawab Surya.
"Kok gak tau, katanya dia anakmu?" tanya Aruna.
"Memangnya kenapa, kenapa aku tidak boleh tidak tahu wajah anak ku? memangnya apa salahnya?" tanya Surya.
"Ya nggak salah apa-apa sih.., yah aneh aja masa ada Ayah kok enggak tahu wajah anaknya. Memangnya waktu istrimu hamil itu kau di mana aja." cibir Aruna. padahal di dalam surat yang ada di tubuh Bilqis dahulu surat itu mengatakan kalau Ayahnya tidak menginginkan bayi itu. dia meminta wanita itu untuk menggugurkannya.
"Sudah-sudah, kau gak usah banyak bicara. kau itu wanita yang menyebalkan." ucap Surya.
"Sudah sudah enggak usah banyak bicara, cepat bersihkan rumahku." jawab Aruna yang kemudian duduk bersama Bilqis di ruang tamu. terlihat dua wanita berbeda umur itu nampak saling bercanda gurau, sedangkan Surya sendiri terlihat pria itu menatap kedekatan anak dan ibunya.
"Mommy, nanti Bilqis mau jalan-jalan ya." pinta Bilqis.
"Memangnya kau mau kemana?" tanya Aruna.
"Bilqis mau ke tempat juragan tampan." jawab Bilqis.
"Memangnya mau apa ke sana?" tanya Aruna.
"Di sana kan ada ada pemandangan yang bagus Mommy, Bilqis mau kesana." Jawab Bilqis.
"mommy tidak janji ya, kau tahu sendiri kan mommy harus bekerja. ini karena kamu tidak enak badan jadi mommy izin 2 hari." jawab Aruna.
"Mommy, Mommy." Panggil Bilqis.
"Ada apa Sayang?" tanya Aruna.
"Kenapa pria itu dari tadi melihat kita?" tanya Bilqis kepada ibunya.
Terlihat pria itu langsung memalingkan wajahnya, Entah kenapa Surya merasa kalau dua wanita itu membuat hatinya begitu tenang. ada sesuatu yang membuat Surya merasakan kehangatan ketika melihat pembicaraan antara wanita dewasa dan gadis kecil itu.
"Berikan Makanan ini untuk mereka, pasti mereka melihat makanan ini karena mereka kelaparan." ucap Aruna.
Bilqis turun dari kursi, gadis kecil itu mendekati surya dan menyodorkan kue yang ada di piringnya.
"Om mau kue ini nggak?"tanya Bilqis.
Surya menatap gadis kecil bermata coklat itu, rambutnya sedikit ikal dan kulit yang tidak terlalu putih
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu