
Setelah selesai dengan rapatnya Terlihat Faisal memasuki kantornya, pria itu mengambil ponselnya dan melihat ponselnya.
"Aruna." ucap Faisal yang melihat ponselnya penuh dengan panggilan dari Aruna. sesaat kemudian Faisal langsung menelfon Aruna kembali.
TUT....
TUT...
"Ya, hallo." jawab Aruna dari tempat lain.
"Kenapa kau tidak kemari?" tanya Faisal.
"Maaf mas, ada kecelakaan kecil." jawab Aruna
"Ada apa, apa yang terjadi?" tanya Faisal yang sudah panik mendengar kabar dari Aruna.
"Tidak apa-apa, Mas. aku hanya mendapatkan kecelakaan kecil saja." Jawab Aruna.
"Kau sekarang di mana?" tanya Faisal yang sudah bergegas meninggalkan kantornya.
"Aku berada di salah satu tempat, Lebih baik aku mengirim lokasinya pada mas Faisal saja." ucap Aruna.
Faisal benar-benar kebingungan, pria itu langsung berlari menuju lift perusahaan. sekitar 10 menit kemudian Faisal sudah turun ke lantai dasar, pria itu meminta salah satu sopir untuk membawa mobilnya.
"Pak Faisal." ucap supir perusahaan.
"Bawa aku ke tempat ini, cepat!!" seru Faisal.
Akhirnya Faisal pergi ke tempat Aruna, sekitar 15 menit kemudian Faisal sudah sampai disebuah tempat sesuai dengan arahan Aruna.
"Permisi, permisi!!" seru Faisal yang sudah berada di depan toko perlengkapan sehari-hari.
"Iya Pak, ada apa?" tanya salah satu pekerja tokoh.
"Tadi ada seorang wanita yang mengalami kecelakaan, Apakah dia berada disini?" tanya Faisal kepada si pria.
"Iya, tadi ada seorang wanita yang katanya mengalami perampokan. dia bersama dengan pemilik toko ini." jawab si pria.
"Di mana dia?" tanya Faisal.
"Dia dirawat sama ibu pemilik toko ini." jawab si pria.
Sesaat kemudian ibu pemilik toko keluar dari ruangannya, dia melihat seorang pria tampan sudah berada di dalam tokonya.
"Iya, ada apa? Anda mau membeli apa?" tanya pemilik toko.
"Saya mencari seorang wanita yang katanya mengalami kecelakaan?" tanya Faisal.
Tatapan mata Ibu pemilik toko nampak menatap Faisal, sesaat kemudian mengajak Faisal masuk ke dalam ruangannya.
"Aruna!" panggil Ibu pemilik toko.
Aruna menoleh, wanita itu melihat seorang wanita pria sudah berada di sana.
"Mas Faisal." jawab Aruna.
"Kenapa, ada apa denganmu?" tanya Faisal yang memutar tubuh Aruna.
"Nanti aku ceritakan." jawab Aruna.
"Bu, terima kasih karena sudah menolongnya." jawab Aruna.
"Sama-sama, jaga wanita ini baik-baik." pinta ibu pemilik toko.
"Baik, nyonya." jawab Faisal.
Akhirnya Faisal pergi bersama Aruna, pria itu pergi meninggalkan toko.
* Satu bulan kemudian *
"Apa yang kau lakukan!" seru Surya.
"Aku tidak melakukan apa-apa, Memangnya kenapa?" tanya Aruna.
"Aku benar-benar sangat tidak menyukai keberadaanmu di sini." jawab Surya.
"Aku tidak bekerja dibawah pimpinan mu, aku bekerja kepada kakek Fajar. Jadi kalau kau tidak menyukai kehadiranku maka aku tidak bisa berbuat apa-apa." jawab Aruna.
"Kau ini benar-benar wanita yang sangat menyebalkan." ucap Surya.
"Aku tidak perduli." jawab Aruna.
"Dasar pria gila." jawab Aruna yang kemudian pergi meninggalkan Surya.
"Huh..., kenapa wanita itu sangat menyebalkan." guman Surya yang terlihat marah-marah.
* Dua jam kemudian *
Terlihat Surya keluar dari kamarnya, pria itu benar-benar sangat terkejut saat dia keluar dari pintu rumahnya, malah Aruna masuk. hal itu membuat Surya menabrak Aruna, pria itu tersungkur di atas tubuh Aruna.
BRUKK..
Tatapan mata Surya menatap wajah Aruna yang berada di bawah tubuhnya, tatapan mata mereka berdua nampak saling beradu. entah apa yang terjadi, namun Surya merasakan debaran yang tiba-tiba di jantungnya.
DEG..
DEG..
DEG..
Terlihat Surya menatap Aruna, pria itu menatap wajah Aruna dengan begitu intens. wajah yang begitu cantik dengan polesan make up yang begitu sederhana, namun kecantikan Aruna begitu memikat matanya.
"Awas!" seru Aruna yang kemudian mendorong tubuh Surya. wanita itu nampak berdiri dan membersihkan tubuhnya.
"Dasar pria tidak tahu diri, Apakah kau tidak bisa melakukan sesuatu yang baik, kau itu malah menabrak orang tanpa meminta maaf sama sekali." ucap Aruna.
"Itu bukan salahku, salahmu sendiri yang tiba-tiba masuk kemari." jawab Surya.
"Dasar pria tidak tahu diri, sudah menabrak orang malah menghinaku. kau itu manusia apa tidak!!" bentak Aruna.
Terlihat Surya menatap wajah Aruna kembali, jantungnya kembali berdebar dengan begitu cepat.
"Apa-apaan ini, kenapa tiba-tiba jantungku berdebar seperti ini." ucap Surya dalam hati.
"Apa-apaan kau, kenapa kau melihatku seperti itu, Kau kira aku akan takut saat kau mengatakan hal itu padaku!!" seru Aruna.
"Dasar wanita sinting!!" seru surya yang kemudian dan pergi meninggalkan Aruna. saat pria itu berada di luar rumahnya Entah mengapa Surya merasakan debaran yang begitu cepat. Surya merasakan sesuatu yang benar-benar sangat berbeda, Hal itu membuat Surya begitu merasakan keanehan.
"Kenapa jantungku terus berdebar seperti ini, padahal aku tidak melakukan apapun. aku hanya terbayang wanita itu tapi jantungku sudah berdebar seperti ini." guman Surya dalam hati.
Surya merasakan sesuatu yang berbeda kepada seorang wanita, pria playboy itu nampak Salah tingkah ketika bertemu dengan Aruna. suara canda tawa terdengar di sebuah rumah mewah, suara canda tawa Helena bersama orang tuanya.
"Aku sudah melakukan sesuatu untuk membuat Faisal menerima pernikahan ini." ucap Ayah Helena.
"Memangnya Apa yang Ayah lakukan?" tanya Helena.
"Tenang saja, Ayah pasti akan melakukan sesuatu." jawab Ayah Helena.
"Tapi yang penting aku harus melakukan sesuatu agar Faisal menjadi suamiku!" bentak Helena.
"Aku sudah bilang waktu itu padamu kan, kalau kau harus berhati-hati dengan semua perbuatanmu. bodohnya dirimu melakukan sesuatu yang begitu menyebalkan, kau berhubungan dengan saudaranya. kalian berdua tertangkap basah oleh Faisal sendiri, lalu apa yang harus kau lakukan, tidak pernah sekalipun kau memikirkan apapun mengenai perbuatan mu, sekali kau melakukan kesalahan.., dua kali kau melakukan kesalahan kembali. Hal itu membuat Faisal tidak akan mungkin untuk memaafkan mu." ucap Ayah Helena.
"Bukan salahku kalau aku tertarik pada pria lain, salahkan saja Faisal yang tidak pernah memberikan aku cinta sama sekali." jawab Helena yang begitu menyepelekan semua penghianatan nya.
"Aku benar-benar tidak pernah melakukan sesuatu itu seperti yang kau lakukan, Helena. berani sekali kau mengatakan hal itu kepada ayah!" seru ayah Helena.
"Aku tidak perduli, ayah." jawab Helena.
Orang tua Helena terlihat menatap putri mereka, apapun akan dilakukan oleh kedua orang tua Helena untuk putri mereka, karena mereka hanya mempunyai seorang putri.
"Aku sudah capek dengan semua kelakuanmu!!" bentak ayah Helena.
"Aku pasti melakukan sesuatu kepada wanita itu, pasti aku akan membalasnya, keempat pria itu tidak bisa membunuh wanita itu, namun pasti aku akan melakukan sesuatu kepada wanita sialan itu!" seru Helena.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu