
"Aku mengerti jika Mbak Aruna tidak mau menerima saya, karena saya paham betul Di mana posisi saya. saya tidak mempunyai harta Saya tidak punya kemewahan untuk saya janjikan sebagai kebahagiaan Putri Mbak Aruna. tapi saya hanya bisa menjanjikan kalau saya akan menjaga Putri Mbak Aruna, berusaha membahagiakannya dan akan selalu bertanggungjawab padanya." ucap Arjuna yang terus berusaha untuk memberikan pengertian kepada Aruna.
"Untuk saat ini aku belum bisa memberitahukanmu Juna, tapi bisakah aku meminta tolong padamu?" tanya Aruna.
"Memangnya ada apa Mbak?" tanya Juna.
"Ada seorang pria yang mempunyai niat buruk kepada putriku, aku harus menjauhkannya dari putriku." jawab Aruna.
"Memangnya dia siapa Mbak?" tanya Juna kepada Aruna.
"Sebenarnya ceritanya sangat panjang Juna, untuk saat ini aku tidak punya waktu untuk menceritakannya. aku harus segera kembali karena kalau tidak supir suamiku akan mencariku kemari. jadi mungkin lain waktu aku akan bertemu denganmu, aku minta padamu untuk tidak menjauhi Putri ku, jaga selama dia bersamamu." pinta Aruna.
"Tentu saja Mbak, saya akan menjaganya lagipula apa yang sebenarnya terjadi kepada Bilqis saya belum mengetahuinya. karena Bilqis masih takut untuk menceritakannya padaku." ucap Juna.
"Mungkin lain waktu aku akan menceritakannya kepadamu, namun untuk saat ini aku belum bisa mengatakannya. aku harus segera pergi agar tidak ada orang yang mengikutiku terus-menerus." jawab Aruna.
Memang diam-diam Fahrul memerintahkan salah satu anak buahnya untuk selalu mengikuti kemanapun Aruna pergi. sore itu Aruna dan Bilqis harus segera kembali ke rumah mereka, Arjuna pun harus segera kembali ke pekerjaannya. mereka berdua nampak harus berpisah jalan ke tempat tujuan masing-masing.
Bilqis dan Aruna keluar dari restoran, mereka berdua nampak bercanda gurau sembari melempar senyum.
"Karena hal itu kah kau tidak pernah melirik pria lain, Bilqis?" tanya Aruna.
Bilqis tidak menjawab, gadis muda itu nampak hanya tersenyum.
"Mommy pernah muda, Bilqis. Jadi kau tidak usah bersikap seperti itu, kau kira Mommy langsung menikah dengan ayahmu? bahkan kau sendiri mengertikan Bagaimana pertemuan Mommy dan ayahmu." ucap Aruna yang membuat Bilqis tersenyum.
Beberapa saat kemudian saat mereka hendak menunggu mobil mereka yang sedang diparkirkan, sebuah mobil Mercedes berwarna hitam nampak melaju begitu kencang ke arah Bilqis dan Aruna. Arjuna yang masih berada tidak jauh dari tempat itu nampak pria itu menatap mobil berwarna hitam yang melaju kencang ke arah Bilqis dan Aruna.
"Ada Apa dengan mobil itu." ucap Juna yang terus menatap mobil melaju kencang ke arah Bilqis dan Aruna, seketika Arjuna berlari begitu kencang. dia nampak berusaha untuk menyelamatkan Bilqis dan Aruna. sesaat kemudian....,
BRAKK...
Sebuah mobil terlihat menabrak pembatas jalan tempat Aruna dan Bilqis berdiri.
"Huff...," Arjuna nampak menghela nafasnya dengan begitu kasar.
DEG...
Betapa terkejutnya Aruna dan Bilqis saat tiba-tiba ada mobil yang melaju ke arah mereka, untung saja dengan begitu sigapnya Arjuna langsung menarik kedua wanita itu hingga tersungkur menjauh dari tempat kejadian.
"Kalian tidak apa-apa?" tanya Arjuna kepada Bilqis dan Aruna.
"...," Tak Ada jawaban dari Aruna. wanita itu nampak menghela nafasnya dengan sedikit kasar. nafasnya terlihat ngos-ngosan saat barusan dia mengalami insiden hampir tertabrak oleh mobil.
"Nyonya!!!" seru seorang pria yang sudah datang di depan mereka. pria itu berlari kearah Aruna, sedangkan Aruna sendiri terlihat dia mengangkat tangannya tanda bahwa dia tidak apa-apa.
"Kau tidak apa-apa Mbak?" tanya Juna yang kemudian membantu Bilqis duduk.
Begitu pula dengan Bilqis, Gadis itu nampak ketakutan saat dirinya hampir tertabrak oleh mobil Bersama sang ibu.
"Apa-apaan itu mobil, dia hampir mau merampas nyawa Ku." ucap Aruna.
"Nyonya!!" seru supir Aruna.
"Ambil...,Carikan aku minuman!!" seru Aruna.
Beberapa pejalan kaki yang ada di depan restoran nampak mereka mengerumuni Aruna dan Bilqis, mobil yang hendak menabrak mereka langsung melarikan diri.
"Pak!!!" seru Aruna.
"Ya nyonya." jawab supir Aruna.
"Cari tahu mobil yang hendak menabrak kami itu?!!" seru Aruna.
"Baik nyonya." jawab supir Aruna.
2 botol air mineral sudah berada ditangan Aruna dan Bilqis, kedua wanita itu nampak begitu lemas. mereka benar-benar sangat ketakutan saat mereka hampir terbunuh karena insiden tabrak lari.
"Kau tidak apa-apa?" tanya salah satu pejalan kaki.
"Tidak apa-apa, kami baik-baik saja." Jawab Aruna.
"Apa kami teleponkan ambulans?" tanya pejalan kaki yang lain.
"Tidak usah, Terima kasih. kami baik-baik saja." jawab Aruna. "Apa-apaan pria itu, berani sekali dia berusaha untuk menabrak kami." ucap Aruna.
"Tenang Mbak, tenang. minumlah dahulu agar kalian tidak terlalu terkejut." pinta Juna.
"Mas, Mas Faisal!!" seru Rudi yang berada di perusahaan.
"Ada apa Rudi, Kenapa kau berteriak-teriak seperti itu?" tanya Faisal.
"Mas ada sesuatu..," ucap Rudi.
"Ada apa Rudi?" tanya Faisal yang masih tenang karena pria itu belum mengetahui kabar mengenai sang istri yang hampir ditabrak oleh mobil.
"Kita harus segera pergi dari perusahaan, Mas." pinta Rudi.
"Ada apa Rudi, Memangnya ada masalah dengan proyek kita?" tanya Faisal.
"Bukan Mas, barusan Aruna telepon katanya Mereka hampir ditabrak oleh mobil." jawab Rudi yang membuat Faisal langsung berdiri.
"Apa maksudmu Rudi?!" seru Faisal.
"Cepat Mas, cepat." pinta Rudi yang benar-benar takut terjadi sesuatu kepada Aruna dan putrinya.
Seketika Faisal langsung berlari tanpa menggunakan jas kerjanya, dia langsung meninggalkan perusahaan dengan terburu-buru.
"Sebenarnya apa yang terjadi Rudi?" tanya Faisal kepada Rudi.
"Aku tidak tahu Mas, tadi Aruna cuma telepon katanya ada mobil yang hampir menabraknya." jawab Rudi.
Sekitar 35 menit kemudian mereka sudah sampai di tempat kejadian, Faisal keluar dari mobil dengan begitu terburu-buru. dia menatap sang istri yang masih duduk di kursi tepi jalan.
"Sayang!!" seru Faisal yang menghampiri sang istri.
"Mas." jawab Aruna.
"Bagaimana, apa yang terjadi? kamu terluka, Coba lihat Mas..,mau lihat kondisimu." ucap Faisal yang terlihat memutar tubuh istrinya dan mencari luka yang ada di tubuh sang istri
"Aku tidak apa-apa Mas." jawab Aruna.
"Bagaimana denganmu Bilqis, mana Yang terluka sayang?" tanya Faisal.
"Tidak apa-apa ayah, kami berdua selamat." jawab Bilqis.
Tatapan mata Faisal nampak menatap Juna yang berdiri di depan Bilqis. "Apakah kau yang tadi mau menabrak istri dan putriku?!" seru Faisal.
"Mas jangan main tuduh sembarangan, dialah orang yang menyelamatkanku dan putrimu!!" seru Aruna yang sedikit marah.
"Bagaimana kondisimu Sayang?" tanya Faisal.
"Kami baik-baik saja Mas, berkat pria ini kami Selamat." jawab Aruna.
"Heh...," Faisal menghela nafasnya begitu kasar. Dia memegang jantungnya yang berdebar begitu kencang, kedua kaki Faisal nampak begitu lemas. dia terduduk dikursi pinggir jalan sembari memeluk sang istri.
"Aku hampir mati saat mendengar kau tertabrak mobil." ucap Faisal.
"Gimana sih Mas, aku kan bilang tadi ada mobil yang hampir menabrak ku bukan menabrakku." jawab Aruna.
"Pokoknya Mas hampir mati saat mendengar kau kecelakaan, Mas benar-benar tidak bisa menerimanya." jawab Faisal.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Black Rose
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu
- jangan sakiti aku