
Tatapan mata Surya menatap seorang wanita muda yang sudah berada di rumah sakit milik dokter Harlan.
"Kau mencari siapa?" tanya Surya kepada seorang wanita muda yang belum dilihat wajahnya.
Bilqis menoleh, gadis itu menatap wajah seorang pria yang ada di depannya.
"Tentu saja aku kesini karena aku ingin menemuimu." jawab Bilqis.
Surya sudah mengira kalau orang yang ingin menemuinya adalah putrinya.
"Putriku..," ucap Surya.
Tatapan mata Surya nampak menatap wajah Bilqis putrinya.
"Bilqis..," panggil Surya.
"Jangan mendekat, aku kesini cuma ingin mengatakan sesuatu kepadamu." ucap Bilqis.
"Putriku..," ucap Surya.
"Dengarkan aku, jangan coba untuk mendekati keluargaku. jangan coba untuk menghancurkan keluargaku, Apakah kau tidak pernah merasa bersalah dengan semua yang telah kau lakukan kepada kami semua? pernahkah kau menyesali semua yang kau lakukan itu." kata-kata yang keluar dari gadis muda itu seketika membuat jantung Surya benar-benar hancur. kata-kata yang keluar dari putrinya seolah bagaikan kiamat yang akan meruntuhkan Surya.
"Aku tidak pernah berusaha untuk menghancurkan mereka, Aku hanya ingin mendapatkan sesuatu." jawab Surya.
"Apa yang ingin kau ambil, sesuatu yang tidak boleh kau ambil? sesuatu yang tidak seharusnya menjadi milikmu?" tanya Bilqis yang membuat Surya kembali terdiam.
"Jangan pernah berusaha untuk muncul dihadapan keluargaku, Jangan pernah berusaha untuk menghancurkan dan menyakiti kami." ucap Bilqis yang kemudian pergi dari rumah sakit.
Tatapan mata Surya nampak menatap putrinya yang sudah keluar dari rumah sakit, dunianya benar-benar sudah hancur ketika dia melihat penolakan yang begitu besar dari Bilqis untuknya. memang dahulu Surya selalu bersikap begitu kasar kepada Bilqis dan Aruna. dia selalu menghina Aruna dan Bilqis, tidak pernah sekalipun Surya mengeluarkan kata-kata yang sopan kepada Aruna. semua ingatan Itu terpaut diingatan Bilqis kecil hingga dewasa.
"Maafkan aku, selama ini aku telah membuat kalian terluka. maafkan aku karena aku selalu membuat kalian menderita." ucap Surya.
Apa yang bisa dilakukan oleh Surya semuanya sudah terjadi sesuai Apa yang dia lakukan, semua penolakan semua sakit hati dan kebencian keluarganya yang selalu dia sakiti.
Seorang wanita nampak menatap Surya, tatapan matanya benar-benar merasa kasihan kepada Surya. Tak ada kata yang keluar dari mulut Sania, wanita itu nampak menatap surya yang begitu lemah.
"Mas." Panggil Sania yang mendekati Surya.
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Surya kepada Sania.
"Apa kau tidak diberitahu oleh dokter Harlan kalau sekarang aku membantu di rumah sakit ini." ucap Sania.
"Benarkah?" tanya Surya kepada Sania.
Sania berusaha untuk mengalihkan pembicaraan, wanita itu ingin Surya teralihkan dari gadis muda yang tadi berbicara dengannya.
"Bagaimana kalau kita ke kantin Rumah Sakit, mas. kita bicara di sana." pinta Sania.
Surya menganggukkan kepalanya, dia berjalan begitu lemah. Sania yang melihat hal itu seketika wanita itu mamapah Surya.
"Bagaimana kondisimu?" tanya Sania.
"Sudah lebih baik.":jawab Surya.
"Kemarin kata dokter Harlan kau pingsan dijalan ya?" tanya Sania.
"Surya menganggukkan kepalanya, dia hanya bisa tersenyum tanpa mengatakan apapun. tak berselang lama mereka berdua sudah sampai di kantin Rumah Sakit.
"Kau mau makan apa Mas?" tanya Sania kepada Surya.
"Ya sudah kalau begitu, aku pesankan ya. kau mau teh hangat?" tanya Sania.
Surya menganggukkan kepalanya, akhirnya Sania memesan 2 mangkok bubur ayam serta teh hangat 2 gelas untuk mereka berdua.
"Boleh aku bertanya tidak?" tanya Sania.
"Ada apa." jawab Surya dengan nada yang begitu lemah.
"Siapa gadis muda tadi?" tanya Sania sembari menatap wajah Surya.
Surya terdiam, pria itu tersenyum kepada Sania yang bertanya seperti itu kepadanya. "Bisakah kita makan dulu, nanti aku akan ceritakan sesuatu kepadamu." jawab Surya.
Dua mangkok bubur ayam sudah datang beserta dua gelas teh hangat, Surya makan dengan begitu lahap walaupun tubuhnya yang lemah harus dia lawan, agar dia bisa bertahan hidup untuk mendapatkan Maaf dari keluarganya.
Beberapa menit kemudian mereka berdua sudah selesai makan bubur ayam, Surya meminum teh hangat sembari menghela nafasnya begitu dalam.
"Kau mau tahu Masa laluku, Sania?" tanya Surya kepada Sania.
Sania terdiam, wanita itu menatap pria yang ada di depannya. perlahan-lahan Surya mulai menceritakan mengenai dirinya, dia menceritakan mengenai masa lalunya yang begitu buruk. Sania menatap Surya dengan tatapan mata yang begitu pilu, ada kepahitan juga ada kehancuran yang dibuat sendiri oleh Surya.
"Jadi gadis muda itu putrimu dari wanita yang kau ajak berkencan?" tanya Sania.
Surya menganggukkan kepalanya, dia menatap Sania sembari tersenyum. "Masa laluku sangat kelam kan, begitu buruk bahkan masa laluku bisa dibilang sebagai pria paling bejat di dunia ini." ucap Surya.
Sania hanya bisa terdiam, dia menatap Surya tanpa bisa mengeluarkan sepatah katapun.
"Dunia ini begitu luas Mas, Mau mengatakan apapun dan Mau mengatakan bagaimanapun kita tidak akan sanggup, masa lalu hanyalah masa lalu, masa depan hanyalah masa yang harus kita jalani. jangan ada masa yang kelam, kita menjalani kehidupan sesuai dengan takdir kita. Apa yang harus kita lakukan jika tiba-tiba sesuatu yang sudah kita hancurkan ternyata dia adalah sesuatu yang paling berharga bagi kita." jawab Sania.
Surya tidak bisa lagi mengatakan apapun, dia hanya bisa menghela nafasnya perlahan-lahan. sakitnya begitu parah, dia harus berusaha sebaik mungkin untuk menetralkan kesehatannya.
"Kau tidak tahu bagaimana masa laluku, kebejatan ku dan juga semua yang sudah aku lakukan." ucap Surya.
"Kita ini sama saja Mas, aku juga mempunyai masa lalu yang begitu kelam. masa lalu yang benar-benar membuatku menjadi wanita yang begitu dibenci oleh para wanita, berulang kali aku melakukan kesalahan. berulang kali aku melakukan sesuatu yang membuatku hancur sendiri. Aku adalah seorang wanita yang selalu menghancurkan rumah tangga wanita lain, Aku adalah seorang wanita yang membiarkan pria lain menjamah tubuhku setiap malam. Aku adalah seorang wanita yang menjijikkan. Aku adalah seorang wanita yang tidak pantas untuk disebut sebagai wanita, sudah berapa kali aku menggugurkan janin ku, untuk mendapatkan kebahagiaan ku sendiri. aku tidak tahu bagaimana dicintai. Aku tidak tahu bagaimana mencintai, bagiku uang adalah segalanya, kemewahan adalah segalanya. Namun waktu terus berjalan dan membuatku baru menyadari kalau sendirian adalah sesuatu yang sangat menyakitkan. Aku ingin dicintai, Aku ingin dihormati. Aku ingin mendapatkan cinta dari seseorang." ucap Sania.
Kata-kata yang keluar dari mulut Sania membuat Surya begitu tersentak, Ternyata wanita yang dia tolong adalah wanita pekerja malam.
"Kita berdua adalah orang-orang yang sangat menjijikkan, Mas. orang-orang yang penuh dosa, kita hanyalah manusia yang selalu menginginkan kebahagiaan orang lain kita benci saat melihat mereka bahagia." ucap Sania yang membuat Surya nampak terdiam seribu bahasa, ternyata kehidupannya dan Sania sama-sama saja terperosok di lubang hitam yang mereka buat sendiri.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Black Rose
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu
- Jangan sakiti aku