MOMMY

MOMMY
S2. Mencelakai Aruna



"Apa!!" seru Fahrul saat dia di beri informasi mengenai Bilqis dan Aruna yang bertemu Surya. "Aku tidak pernah mengira kalau pria itu akan menemui putrinya." ucap Fahrul.


"Bagaimana,tuan?" tanya anak buah Fahrul.


"Aku harus melakukan sesuatu dengan cepat." jawab Fahrul.


"Apa yang akan Anda lakukan, Tuan?" tanya anak buah Fahrul.


"Aku harus menyingkirkan wanita itu agar semua jalanku mulus." jawab Fahrul.


"Apakah itu tidak terlalu berbahaya,tuan?" tanya anak buah Fahrul.


"Akan lebih berbahaya jika wanita itu mengetahui siapa diriku dan akan lebih berbahaya jika sampai wanita itu menghancurkan semua rencana ku." jawab Fahrul.


"Lalu, Bagaimana jika Wanita itu sudah mengetahui rencana Tuan?" tanya anak buah Fahrul kembali.


"Yang jelas aku akan mendekati Tuan Faisal agar segera menikahkanku dengan putrinya, dengan begitu Aku akan melakukan sesuatu sesuai rencanaku." jawab Fahrul.


Beberapa saat kemudian akhirnya pria itu pergi dari tempatnya, dia mencari informasi mengenai Aruna atau masa lalunya.


"Apa yang akan terjadi jika aku bisa menemukan masa lalu dari wanita itu, pasti suaminya akan sangat murka." ucap Fahrul yang terus mencari informasi mengenai Aruna.


"Percuma saja Fahrul melakukan hal itu, karena Aruna tidak mempunyai masa lalu kelam. hal itu akan membuat Fahrul seperti orang bodoh yang mencari jarum ditumpukan jerami.


Siang itu Aruna terlihat sudah ada di toko kue, dia melakukan semua pekerjaannya.


"Mbak Aruna Ada telepon dari Pak Faisal." ucap salah satu anak buah Aruna.


"Oh ya aku lupa tidak membawa ponsel ku, mana." Jawab Aruna yang kemudian meminta ponselnya. "Iya Mas, ada apa." jawab Aruna.


"Assalamualaikum dulu gitu Sayang, masa langsung seperti itu jawabannya." ucap Faisal yang membuat Aruna tersenyum.


"Ya Mas Assalamualaikum, Ada apa?" tanya Aruna.


"Oh ya Sayang, nanti mas akan pulang malam karena ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan." ucap Faisal.


"Memangnya mas ada pekerjaan apa?" tanya Aruna kembali.


"Mungkin Mas akan pergi ke Bogor atau ke mana gitu, karena mas harus menyelesaikan beberapa pekerjaan Mas." jawab Faisal.


"Ya sudah kalau begitu, kalau Mas nanti sudah sampai di sana tolong kabari aku ya. karena aku juga harus menyelesaikan beberapa pekerjaanku." ucap Aruna yang kemudian mematikan ponselnya.


"Mbak!" panggil pekerja Aruna.


"Ada apa?" tanya Aruna.


"Nanti mbak Aruna ke tempat pak Budi, tidak?" tanya pekerja Aruna.


"Memangnya kenapa?" tanya Aruna kembali.


"Isteri Pak Budi bilang menunggu mbak Aruna di tempat biasa." jawab pekerja Aruna.


"Ya sudah, nanti aku ke sana, tolong kabari satu jam lagi aku sampai." ucap Aruna.


Sekitar satu jam kemudian akhirnya Aruna pergi ke tempat yang sudah di janjikan kepada isteri pak Budi. saat Aruna meminta supirnya untuk membelokkan mobilnya saat itu juga tiba-tiba mobil Aruna sudah di tabrak sebuah mobil truk besar.


BRAKKK...


suara tabrakan yang begitu keras di sebuah jalan yang cukup ramai, hal itu membuat orang-orang yang ada di jalan raya langsung berhamburan.


"Aaa!!!" suara teriakan dari orang-orang yang berjalan di jalan.


"Cepat tolong mobil itu!" seru para pejalan kaki.


Mobil Aruna terlihat sudah mengeluarkan asap, hal itu membuat orang-orang berusaha untuk menyelamatkan mobil yang ditabrak oleh truk yang bermuatan batu.


"Cepat bantu mobil itu! cepat bantu orang yang ada di mobil itu!!" seru ibu-ibu.


Para pria berusaha untuk menolong orang yang ada di dalam mobil hitam yang sudah mengeluarkan asap. seorang wanita cantik bersama sopirnya yang sudah bersimbah darah .


"Panggil ambulan!" seru para pria.


Beberapa pejalan kaki langsung menelepon ambulans untuk memberikan bantuan kepada seorang wanita bersama supirnya yang sudah terluka parah. terlihat Aruna sudah tidak sadarkan diri mengeluarkan darah yang cukup banyak, tangannya nampak terhimpit oleh kursi dan berdarah, kakinya pun begitu, kakinya mengeluarkan darah cukup banyak. cepat kita tolong wanita ini!!" seru orang-orang.


Aruna yang masih bisa mendengar suara teriakan Orang-orang nampak dia berusaha untuk membuka matanya. namun apalah daya ternyata kecelakaan itu sangat parah hingga membuat kepala Aruna terluka parah.


Beberapa jam kemudian para dokter yang ada di rumah sakit yang ternyata adalah Rumah Sakit Dokter Harlan, tempat yang tidak jauh dari tempat Aruna mengalami kecelakaan.


"Siapkan ruang operasi, kita harus mengoperasi dua orang ini!!" seru dokter Harlan yang langsung menyuruh para dokter dan suster untuk membawa Aruna dan sopirnya masuk kedalam ruang operasi.


"Dua orang ini mengalami kecelakaan mobil, mereka ditabrak oleh truk." jawab beberapa orang yang mengantarkan Aruna dan sopirnya.


"Kalian Tunggu lah di sini dan beri pernyataan, jika ada sesuatu kepada dua orang ini kalian bisa membantunya!" seru dokter Harlan.


Para orang-orang yang menolong Aruna dan supirnya nampak memberikan surat pernyataan di salah satu meja resepsionis.


"Keadaan wanita ini benar-benar parah, bahkan sopirnya lebih parah." ucap dokter Harlan.


"Apa yang harus kita lakukan dok?" tanya Seorang perawat.


"Kalian berikan oksigen kepada wanita ini, aku akan menolong supirnya dahulu, dia dalam kondisi sekarat karena terhimpit." jawab dokter Harlan yang mulai mengoperasi supir Aruna. dokter Harlan harus segera menyelamatkan nya untuk memberikan kehidupan kedua kepada pria itu.


Akhirnya Aruna mendapatkan perawatan, wanita itu melakukan operasi ringan pada kaki dan tangannya.


"Bukankah ini wanita yang diceritakan oleh Surya." guman dokter Harlan yang terlihat sangat terkejut.


"Ada apa Dok?" tanya perawat.


"Kita operasi wanita ini, kelihatannya tulangnya mengalami luka parah." jawab dokter Harlan.


Sekitar 4 atau 5 jam Aruna di operasi


Faisal yang berada di tempat jauh nampak pria itu hatinya terus gelisah.


"Ada apa mas?" tanya Rudi kepada Faisal.


"Entahlah, Rudi. perasaanku benar-benar tidak enak." jawab Faisal.


"Mungkin itu cuma perasaan Mas Faisal saja." jawab Rudi.


"Semoga saja, Entah mengapa pikiranku terus memikirkan istriku." ucap Faisal yang kemudian mengambil ponselnya untuk menelpon sang istri. sekitar 10 menit kemudian belum ada jawaban dari wanita yang dia cintai. Faisal nampak gelisah, pria itu terus berusaha melakukan panggilan kepada sang istri.


"Ada apa mas?" tanya Rudi kembali.


"Kenapa ponselnya tidak bisa dihubungi ya." ucap Faisal.


"Coba aku hubungi bisa tidak." ucap Rudi yang kemudian menelepon ponsel Aruna. namun tetap saja ponsel itu tidak bisa dihubungi.


"Aku telepon supirnya aja ya, Mas." ucap Rudi yang kemudian menelepon ponsel milik supir Aruna.


Tak berselang lama ponsel itu terangkat.


"Diangkat Mas." ucap Rudi. "Halo kamu di mana?" tanya Rudi kepada supir Aruna.


"Maaf pak ini siapa ya?" tanya salah satu perawat rumah sakit.


"Kamu ini siapa?" tanya Rudi kembali.


"Maaf Pak, pemilik ponsel ini mengalami kecelakaan. Dia bersama seorang wanita sudah berada di rumah sakit milik dokter Harlan." jawab perawat.


Seketika ponsel Rudi terjatuh, pria itu langsung menatap Faisal yang ada di depannya.


"Ada apa Rudi?" tanya Faisal.


Tak ada jawaban dari Rudi, pria itu tidak tahu harus menjawab apa saat dia mengetahui Aruna mengalami kecelakaan.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- jangan sakiti aku