
"Ya sudah kalau begitu, kalau sampai anak buah kakek melakukan sesuatu kepada kalian berdua. Lihat saja pasti kakek akan menjewer telinga mereka." ucap kakek Fajar yang membuat Bilqis tertawa terbahak-bahak.
"Kakek lucu deh." ucap Bilqis yang kemudian memegang tangan kakek Fajar.
"Oh ya Hadi, tolong kau persiapkan semuanya. aku akan menunjukkan kepada dua wanita baik ini kamar mereka." ucap kakek Fajar.
Di salah satu ruangan yang ada di lantai satu, terlihat kakek Fajar mengajak Aruna dan Bilqis. mereka nampak begitu terpukau saat kakek Fajar menunjukkan sebuah ruangan yang begitu besar.
"Kakek, ini kamar siapa?" tanya Bilqis.
"Mulai sekarang Bilqis sama ibumu akan tinggal di sini, mulai sekarang ini adalah kamar kalian." jawab kakek Fajar.
"Besar banget, ini kamar apa lapangan sepakbola, kakek." ucap Bilqis yang begitu terpukau saat melihat kamar yang akan ditempati bersama ibunya. kamar yang begitu luas, peralatan yang begitu canggih di dalam kamar itu. tentu saja ini untukmu dan mommy mu, karena mulai sekarang kalian berdua akan menjadi bagian dari keluarga kakek." jawab kakek Fajar.
Aruna hanya terdiam, wanita itu begitu terpukau dengan semua isi dari kamar itu.
"Maaf kakek Fajar, bisakah saya dan putri saya tinggal di kamar sederhana atau di kamar pembantu saja?" tanya Aruna.
Kakek Fajar menatap Aruna. "Memangnya kenapa? Apakah kurang bagus?" tanya Kakek fajar.
"Bukan begitu kek, kamar ini terlalu bagus untuk saya dan putri saya." jawab Aruna.
Kakek fajar tersenyum, memang Aruna sangat suka dengan kesederhanaan bukan kemewahan.
"Kamarmu ini bersebelahan dengan kamar kakek, Jika kamu tinggal di tempat lain..,lalu bagaimana kau akan mengurus ku, kau tahu sendiri kan Kakek itu habis operasi dan kakek perlu orang untuk merawat kakek." jawab kakek Fajar.
Aruna tidak bisa mengatakan apapun wanita itu nampak mengiyakan semua perkataan kakek Fajar.
"Baiklah kalau begitu, kek. Aruna akan tinggal disini lalu apa yang harus Aruna lakukan?" tanya Aruna.
"Memangnya Kalian sudah makan, Ayo kita makan. sebenarnya kakek belum makan dari tadi karena menunggu kalian." ucap Kakek Fajar yang kemudian mengajak Aruna dan Bilqis ke ruang makan.
Wajah kakek Fajar begitu sumringah, begitu bahagia seolah dia mendapatkan harta karun yang luar biasa. Langkah kaki Bilqis nampak mengikuti kakek Fajar, pria tua itu menggandeng tangan Bilqis dengan begitu erat .
"Tuan." Panggil salah satu pembantu.
"Apakah makanannya sudah siap semuanya?" tanya kakek Fajar.
"Sudah Tuan, makanannya sudah siap semuanya." jawab para pembantu.
"Baiklah kalau begitu, Panggil Hadi kemari dan Panggil cecunguk menyebalkan itu." ucap kakek Fajar yang membuat Aruna nampak kebingungan.
"Cecunguk siapa kek?" tanya Aruna.
"Siapa lagi kalau bukan putra kakek, pria menyebalkan dan super idiot itu." jawab kakek Fajar.
Aruna sangat kebingungan karena ada seorang ayah yang mengetai anaknya seperti itu, sesaat kemudian terlihat seorang pria turun dengan gagahnya. berpakaian kemeja yang dilapisi jas hitam dan begitu menawan. langkah kakinya turun dari tangga, tatapan matanya menatap seorang wanita berdiri bersama dengan ayahnya.
"Apa yang Ayah lakukan, Kenapa ayah bersama gadis kecil dan seorang wanita?!" seru Surya.
Seketika kakek Fajar dan Aruna saling menatap satu sama lain.
"Ya Allah.., kenapa orang menyebalkan ini yang harus hadir." guman Aruna dalam hati. raut wajah Aruna seketika berubah total saat melihat wajah Surya.
"Kenapa raut wajahmu seperti itu, ditekuk seperti cucian mau diperas saja." ucap Surya yang benar-benar mengejek Aruna.
Aruna hanya menghela nafasnya, wanita itu tidak ingin terlihat seperti gadis bodoh yang melawan seorang pria menyebalkan seperti Surya.
"Jangan banyak bicara, Surya. Ayo Aruna, Bilqis. Ayo makan sama kakek." ajak kakek Fajar kepada Aruna dan Bilqis.
Mereka berdua nampak duduk bersebelahan.
"Oh ya Hadi, beberapa pekerjaan yang ada di perusahaan Tolong bawa ke sini semuanya. aku akan mengerjakannya di rumah." ucap kakek Fajar.
"Baik Tuan." jawab Paman Hadi yang kemudian melanjutkan makan.
Tak ada kata yang keluar dari orang-orang yang ada di ruang makan, tatapan mata Surya nampak menatap wanita yang ada di depannya.
"Jangan banyak bicara, cepat makan. mulutmu itu selalu saja seperti aliran sungai yang tidak ada henti-hentinya." jawab kakek Fajar yang membuat Surya mencibir ayahnya.
Sesaat kemudian nampak salah satu pekerja yang ada di rumah kakek Fajar berlari memasuki rumah.
"Tuan-tuan!!" seru salah satu pekerja.
"Ada apa, Kenapa kau berteriak-teriak saat ada orang makan!" teriak Kakek Fajar.
"Tuan.., ada seseorang, ada seseorang Tuan!!" seru sipekerj.
"Memangnya ada siapa? Kenapa kau berteriak-teriak seperti itu!" teriak Kakek Fajar.
"Itu Tuan.., itu..," ucap si pekerja kembali.
Terlihat pria itu terengah-engah saat ingin membicarakan sesuatu, langkah kaki yang begitu gagah sudah memasuki rumah mewah milik kakek Fajar.
"Selamat pagi, Ayah!!" seru seorang pria.
Aruna yang sedang makan nampak mendongakkan kepalanya, mendengar suara seorang pria yang menyapa kakek Fajar. tatapan mata Aruna menatap pria yang memanggil kakek Fajar. Betapa terkejutnya Aruna karena ketika melihat sosok Faisal sudah berada di rumah kakek Fajar.
"Faisal." ucap kakek Fajar yang ikut terkejut saat melihat putranya sudah kembali.
Sudah beberapa tahun Faisal pergi meninggalkan rumahnya karena perdebatan dengan ayahnya yang tidak kunjung henti. ayahnya meminta Faisal untuk menikahi Putri rekan kerjanya, namun Faisal Tidak pernah menginginkannya. Helena selalu pandai berbicara dan pandai berakting di depan kakek Fajar. Hal itu membuat Faisal benar-benar membenci Helena.
"Apa yang kau lakukan di sini, bang?" tanya Surya.
"Kelihatannya kau tidak suka sekali kalau Abang sudah pulang." jawab Faisal
Sedangkan Aruna nampak wanita itu langsung terdiam, salah satu tangannya mengucek matanya. Dia kira ini semuanya adalah halusinasi atau mimpi belaka.
"Pak Faisal." Panggil Aruna.
Faisal nampak tersenyum, sedangkan Kakek fajar juga ikut terdiam.
"Selamat pagi Aruna." ucap Faisal yang kemudian duduk di kursi meja makan itu dan langsung mengambil makanan dan ikut makan.
Aruna benar-benar kebingungan, siapa sebenarnya Faisal ini dan apa hubungannya dengan kakek Fajar dan pria menyebalkan.
"Mimpi apa kau tadi malam, Faisal. hingga kau tiba-tiba pulang?" tanya kakek Fajar yang seketika menghentikan aktivitas makannya.
"Memangnya aku tidak boleh pulang, Ayah? ini juga kan rumahku, aku berhak untuk pulang juga." Jawab Faisal.
"4 tahun, 4 tahun lebih kau meninggalkan rumah dan mengasingkan diri. lalu tiba-tiba kau kembali dengan wajah tidak berdosa mu itu, memangnya ada apa Faisal?" tanya kakek Fajar.
"Aku pulang karena aku harus pulang, Ayah." jawab Faisal tanpa memperpanjang perkataannya.
Kakek Fajar ikut senang karena Putra pertamanya sudah pulang, namun ada sesuatu yang membuat kakek Fajar kebingungan. Entah mengapa tiba-tiba Putra pertamanya itu mau kembali, padahal sudah ribuan kali pria itu mengancam putranya namun tidak berhasil.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu