
** Dua tahun kemudian **
Tiga nama anak Aruna dan Faisal
- Habibie Syarif
- Haikal Syarif
- Hanifah Syarif
"Stop!!!!" teriak Aruna.
"Heh...,pagi buta begini Mommy sudah teriak-teriak." guman Bilqis.
"Ada apa Sayang?" tanya Faisal kepada Bilqis.
"Lihatlah Ayah, setiap pagi Mommy selalu senam mulut, aku jadi sedikit terkejut Jika setiap pagi Mommy selalu berteriak-teriak." jawab Bilqis.
"Sudahlah sayang, tentu saja Mommy seperti itu, kau lihat sendiri kan kalau 3 saudaramu itu terlalu aktif." ucap Faisal.
"Ayah, lebih baik ayah antar Aku pergi ke sekolah dahulu. Kalau aku menunggu Mommy. aku nanti telat, Ayah tahu sendiri kan kalau sekarang Aku sudah kelas 3." ucap Bilqis.
"Tentu saja ayah akan mengantarkanmu, nanti ayah ajak adik-adikmu agar tidak mengganggu Mommy terus." jawab Faisal.
"Ya sudah kalau begitu, nanti ajak si kembar ke sekolah Bilqis aja karena kasihan mammy." ucap Bilqis.
"Sayang!!" seru Faisal kepada sang istri.
"Ada apa mas." jawab Aruna.
"Mas akan mengajak si kembar untuk jalan-jalan!" seru Faisal kepada istrinya.
"Ya udah kalau begitu Mas ajak mereka, Kalau Mas bisa membuat mereka diam." jawab Aruna.
Sebenarnya Faisal tidak terlalu bisa membuat anak-anaknya diam, Tapi entah mengapa ketika bocah kembar itu selalu menurut kepada ayah mereka.
"Mami...," panggil Habibie.
"Ya sayang." jawab Aruna.
"Minta uang." ucap Habibie dengan begitu lugu.
"Ni bocah, mata duitan banget." ucap Aruna.
"Duit mam." pinta Habibie lagi.
Setelah mendapatkan uang, terlihat tiga bocah kembar itu langsung pergi. kegaduhan dan keceriaan benar-benar membuat rumah Aruna begitu ramai.
** Sepuluh tahun kemudian **
"Bilqis, kamu mau kemana?" tanya Bu Yanti.
"Bilqis mau ke toko kue Mommy, Nek." jawab Bilqis.
"Heh..., nenek ikut dong." rengek Bu Yanti.
"Nenek mau apa ke sana?" tanya Bilqis.
"Mau mencari kakek mu." jawab Bu Yanti.
"Memang kakek ke mana?" tanya Bilqis.
"Gak tahu." jawab Bu Yanti yang kemudian pergi mengikuti Bilqis.
Di tempat lain terlihat Faisal mendapatkan kabar dari Rudi kalau Surya akan keluar dari penjara.
"Apa kamu yakin?" tanya Faisal kepada Rudi.
"Ya mas, aku yakin. salah satu petugas kepolisian sudah memberi informasi ini." jawab Rudi.
"Aku akan ke penjara, aku tidak ingin Surya merusak kehidupan ku." ucap Faisal yang kemudian meminta Rudi untuk pergi bersamanya.
"Mas yakin?" tanya Rudi.
"Tentu, nanti tolong jangan bilang kepada isteriku. aku tidak ingin dia kepikiran dengan hal ini." jawab Faisal.
Faisal sudah sampai di penjara tempat Surya dipenjara. Faisal tidak akan membiarkan Surya terus menerus merusak semua kebahagiaan nya, kebahagiaan yang sudah dia jalani selama 10 tahun lebih.
Di sebuah ruang tunggu terlihat Faisal sudah menunggu kedatangan Surya, beberapa menit kemudian terlihat seorang pria dengan raut wajah yang benar-benar begitu menyedihkan. dengan raut wajah yang begitu berantakan.
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Surya kepada saudaranya itu.
"Tentu saja aku ke sini karena aku mendengar kalau kau akan terbebas dari penjara, kelihatannya Kau benar-benar sangat takut jika aku keluar dari penjara." sindir Surya dengan raut wajah yang benar-benar sangat menyebalkan. Hal itu membuat Faisal ingin sekali menghajar wajah adiknya itu.
"Hem..., Ternyata kau benar-benar tidak berubah Surya. kau dipenjara selama 10 tahun lebih tapi kenapa wajah menyebalkan darimu itu masih tetap saja ada. Apakah kau masih belum bertaubat di dalam penjara?" tanya Faisal yang membuat Surya terpancing emosinya.
"Jangan pernah mengatakan hal itu padaku, dengarkan Aku baik-baik Faisal. kita sudah tidak ada hubungan darah mulai saat itu, aku tidak akan membiarkanmu hidup tenang dengan semua yang sudah kau rampas dariku." ucap Surya.
Ternyata Surya belum mengetahui kalau Tuan Hamilton adalah Faisal. Hal itu membuat Faisal akan sedikit tenang jika suatu saat nanti Surya tiba-tiba keluar dari penjara maka status sebagai pengusaha kaya raya itu akan dipakai lagi oleh Faisal.
"Pergilah dari tempat ini, aku tidak Sudi melihat wajahmu, Faisal." bentak Surya.
"Seharusnya aku yang mengatakan hal itu padamu, Surya. kenapa kau harus terbebas, seharusnya masa penjaramu masih 10 tahun lagi. lalu, apakah kamu lakukan sesuatu?" tanya Faisal kepada Surya.
"Itu semua adalah urusanku, kau tidak usah ikut campur dalam semua urusan ku. jika aku sudah terbebas dari penjara aku akan menjemput putriku, aku yakin kalau sekarang putriku sudah dewasa." ucap Surya.
Kata-kata yang keluar dari mulut Surya membuat Faisal benar-benar tersentak, ternyata selama ini Surya tidak pernah sekalipun berubah. pria itu selalu mencari cara untuk membuat Faisal terluka.
"Baiklah kalau begitu Surya, jika itu keputusanmu maka aku tidak bisa melakukan apapun. tapi yang jelas aku akan membuatmu menderita Jika kau berani melakukan sesuatu padaku." ucap Faisal.
Surya hanya bisa terdiam, pria itu tidak bisa melakukan apapun. 15 tahun masa penjara itu adalah waktu yang sangat lama, memang Surya masih memiliki masa penjara 10 tahun. tapi entah apa yang terjadi Surya mendapatkan kebebasan bersyarat mengenai sesuatu.
"Aku tidak ingin sendirian di dunia ini, aku akan merampas sesuatu yang harus jadi milikku." ucap Surya yang kemudian masuk ke dalam kamarnya. di sebuah ruangan tempat Surya dipenjara selama 15 tahun waktu yang dia jalani.
UHUKK..
UHUKK..
suara batuk berulang kali keluar dari mulut seorang pria seharusnya kau tetap beristirahat tubuhmu itu sudah sangat parah Surya ucap seorang dokter yang bertugas di kantor sipir.
"Aku baik-baik saja dokter, jangan khawatir." jawab Surya.
"Apakah tadi kau bertemu dengan keluargamu?" tanya si dokter.
"Iya aku tadi bertemu dengan kakakku, dia ke sini untuk melihat kondisiku." jawab Surya.
"Kelihatannya kakakmu sangat takut jika kau keluar dari penjara." ucap dokter.
Tak ada kata yang keluar dari mulut Surya, namun apa yang dikatakan oleh dokter benar adanya. memang Faisal sangat takut kalau Surya tiba-tiba keluar dari penjara dan merusak hidupnya lagi.
"Aku sangat mengerti Bagaimana ketakutan dari saudaramu itu, aku yakin kalau saudaramu takut kau akan menghancurkan kehidupannya lagi." ucap dokter.
"Aku sudah menghancurkan seluruh kehidupan keluargaku dan orang-orang terdekatku. tentu saja mereka takut jika aku keluar dari penjara akan merusak kehidupan mereka kembali." jawab Surya.
"Bertobatlah Surya, Apakah kau tidak takut jika ajal menjemputmu tapi kau akan sendirian?" tanya Dokter.
"Tentu saja aku takut, dokter. selama 15 tahun aku di penjara mereka hanya datang beberapa kali saja. aku tidak pernah menerima kedatangan mereka, tentu saja beberapa tahun kemudian mereka tidak pernah sekalipun mendatangiku. memang akulah yang bodoh, aku menghancurkan kebahagiaan ku sendiri. aku ingin sekali melihat putriku, Aku ingin sekali menyentuh Putri kecil yang tidak pernah aku dapatkan itu." ucap Surya.
"Bersabarlah, dekati keluargamu perlahan-lahan. kau tidak boleh menunjukkan sikapmu seperti ini, Apakah kau tidak ingin semakin waktumu sempit kau akan sendirian seterusnya hingga ajal menjemputmu." ucap dokter.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Black Rose
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu