MOMMY

MOMMY
Keadaan di rumah besar



* Keesokan hari *


"Mas pergi dulu." ucap Faisal.


"Apa mas jadi kerumah ayah?" tanya Aruna.


"Tentu saja Mas Jadi ke rumah ayah, mas ingin tahu apa yang terjadi di sana." jawab Faisal.


"Apa jadi bersama Mas Rudi?" tanya Aruna.


"Tentu saja aku akan kesana bersama Rudi." jawab Faisal yang kemudian pergi meninggalkan rumah dan berpamitan kepada istrinya.


Di sana terlihat Aruna berdoa agar suaminya baik-baik saja. Entah mengapa pikiran-pikiran Aruna sedikit mencemaskan sesuatu.


Sekitar 2 jam lamanya melakukan perjalanan bersama Rudi ke rumah besar, terlihat di sana ada beberapa orang yang sangat terkejut saat melihat kedatangan Faisal dan Rudi.


"Mas Faisal!" seru seorang pembantu.


"Bibi, apa kabar?" tanya Faisal.


"Baik." jawab si pembantu.


"Faisal!" seru bibi tua.


"Bibi." sapa Faisal.


"Ya Allah Faisal!!" seru bibi tua yang langsung memeluk Faisal.


"Aku ke sini karena mau bertemu dengan ayah." jawab Faisal.


DEG..


bibi tua tersentak saat mendengar perkataan Faisal.


"Oya, Bik. di mana ayah?" tanya Faisal kepada bibi tua.


Mulut bibi tua seperti terkunci saat Faisal bertanya di mana keberadaan ayahnya.


"Eee..., itu...," bibi tua tidak bisa melanjutkan perkataannya.


"Ada apa bik?" tanya Faisal.


Tak ada jawaban dari bibi tua saat Faisal bertanya kepada dirinya, terlihat Faisal menatap wajah bibi tua yang berkata dengan raut wajah kebingungan.


Seketika Faisal langsung berlari ke tempat ayahnya.


CEKLEK..


Faisal langsung membuka pintu kamar kakek Fajar, saat Faisal memasuki kamar itu kedua bola mata Faisal benar-benar membulat sempurna. terlihat di sana seorang pria mengalami sesuatu yang begitu buruk, dia duduk di kursi roda sembari menghadap jendela kaca dan memejamkan matanya.


"Ayah." Panggil Faisal yang seolah tidak percaya orang Ayah ada di depannya itu adalah ayahnya


Kakek Fajar yang Mendengar hal itu pria itu menoleh, menatap seseorang yang sedang memanggilnya. kakek pacar benar-benar terkejut saat melihat putranya berada di sana.


"Faisal." ucap kakek Fajar dalam hati. pria itu tidak bisa membuka mulutnya, ingin sekali kakek Fajar berteriak dengan semua kondisinya saat melihat Putra sulungnya sudah berada di kamarnya.


"Ada apa ini ayah?" tanya Faisal yang benar-benar tidak percaya kalau ayahnya sekarang berada di kursi roda. Tak ada kata yang bisa diucapkan oleh kakek Fajar, pria itu hanya menggerakkan tangan dan tubuhnya saja.


"Ayah, apa yang terjadi? kenapa Ayah jadi seperti ini?" tanya Faisal yang menatap ayahnya.


Tetap saja tak ada suara yang bisa keluar dari mulut kakek Fajar, pria itu semakin hari mengalami stroke yang sangat parah. Surya dengan sengaja memberikan suntikan sesuatu yang membuat kakek Fajar dari ke hari mengalami kondisi yang benar-benar sangat mengerikan.


Kedua bola mata kakek Fajar terlihat berkaca-kaca, ingin sekali pria itu mengatakan sesuatu kepada putranya mengenai Putra bungsunya yang benar-benar sangat brengsek.


"Ayah, apakah ini semua ulah dari Surya?" tanya Faisal.


Ada seribu kali pertanyaan pun tidak bisa dijawab oleh kakek Fajar, pria itu hanya bisa mengeluarkan air matanya. tak ada yang bisa dikatakan atau diucapkan oleh kakek Fajar, semua kendali di rumah itu sudah berada di tangan Surya.


Sesaat kemudian bibi tua terlihat memasuki kamar Kakek Fajar.


"Faisal." Panggil bibi tua.


Faisal menoleh menatap wanita tua yang dulu selalu merawatnya. "Ada apa ini, bik? kenapa keadaan Ayah menjadi seperti ini?" tanya Faisal kepada bibi tua.


"Sebenarnya di mana otak Surya, berani sekali dia melakukan hal itu kepada ayah." ucap Faisal.


"Surya benar-benar tidak mempunyai pikiran sama sekali, Faisal. dia sudah membuat kami semua dalam posisi yang serba salah, jika kami melakukan sesuatu Ayah mu semakin kesulitan. jika kami tidak melakukan sesuatu seperti inilah jadinya." jawab bibi Tua.


"Kemana pria itu sekarang pergi, bik?" tanya Surya kepada bibi tua.


"Yang aku tahu sekarang dia sedang keluar kota untuk menjalankan beberapa perusahaan ayahmu." jawab bibi tua.


"Aku benar-benar tidak pernah mengira kalau Surya akan melakukan hal itu, Aku benar-benar tidak bisa berpikir apa yang ada di otaknya. kenapa dia harus seperti ini dan kenapa dia menjadi pria yang benar-benar sangat tidak bermoral seperti ini." ucap Faisal.


"Dari dulu sampai sekarang Surya tidak pernah berubah, Faisal. bahkan otaknya yang hanya sebesar jari itu benar-benar membuat dia menjadi pria yang sangat brengsek." ucap bibi tua


"Aku harus segera membawa Ayah pergi dari sini, kalau seperti ini terus dari hari ke hari ayah semakin dalam kondisi yang lebih memprihatinkan." ucap Faisal.


"Di rumah ini begitu banyak anak buah Surya, kau tidak akan mudah untuk mendapatkan jalan untuk keluar dari sini."'ucap bibi tua.


"Aku harus mencari cara untuk membuat seluruh anak buah Surya tidak mengetahui hal ini, bibi dan yang lain harus membantuku. aku akan membawa Ayah pergi jauh dari sini, aku akan mengabari Aruna biar dia bisa membantuku juga." ucap Faisal.


"Baiklah kalau begitu, aku akan membantumu semoga saja rencanamu itu berhasil." jawab bibit tua.


Setelah melihat kondisi ayahnya, akhirnya Faisal berpamitan kepada ayahnya untuk pergi dari tempat itu.


Dengan segera Faisal pergi dari rumah besar itu, di luar pagar terlihat Rudi sudah menunggu kedatangan Faisal.


"Apa yang terjadi Mas Faisal?" tanya Rudi.


"Kalau aku menceritakan padamu kau tidak akan percaya, lebih baik kita pulang dahulu." jawab Faisal.


Dua jam kemudian akhirnya Faisal dan Rudi sudah berada di rumah di kebun teh.


"Assalamualaikum!!" seru Faisal yang sudah memasuki rumah.


"Waalaikumsalam." jawab Aruna yang sudah berada di depan pintu. "Sudah pulang Mas?" tanya Aruna.


"Iya, Mas sudah pulang. Oh ya Rudi masuklah dan kunci pintunya, mulai sekarang kau akan tinggal di sini. aku akan meminta beberapa pekerja yang lain untuk menjaga rumah ini." ucap Faisal.


"Memangnya ada apa Mas?" tanya Aruna.


"Nanti akan ku ceritakan, Oh ya Di mana putri kecilku itu?" tanya Faisal kepada Aruna.


"Dia sudah tidur Mas, ini kan sudah agak malam." jawab Aruna.


"Baiklah kalau begitu, kita segera masuk dulu dan aku akan menceritakan semuanya." jawab Faisal.


* Sekitar 30 menit kemudian *


Akhirnya Faisal menceritakan apa yang terjadi di rumah besar itu, Aruna benar-benar sangat terkejut saat mengetahui kalau Ayah mertuanya sekarang sakit stroke, lumpuh dan tidak bisa melakukan apapun.


"Bagaimana ini bisa terjadi, Mas?" tanya Aruna.


"Ini semua gara-gara Surya, Aku tidak pernah mengira kalau dia bisa melakukan hal ini kepada Ayah." jawab Faisal.


"Kalau saya mungkin akan percaya, karena dari dulu saya selalu melihat kekejaman Tuan Surya. bahkan sebagai anak buahnya pun saya selalu melihat tuan Surya bersikap kejam kepada beberapa anak buahnya." jawab Rudi.


"Kalau seperti itu lebih baik kita berhati-hati, kita harus mencari cara untuk membawa Ayah pergi dari sana." ucap Faisal yang diangguki oleh Aruna.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu