
* Perusahaan INF *
"Bagaimana Mas, Apakah semuanya berjalan sesuai dengan rencana mu?" tanya Aruna kepada sang suami.
"Tentu saja sayang, tapi kau harus berhati-hati dengan pria brengsek itu, kelihatannya dia mengincar mu." jawab Faisal.
"Tenang saja, kalau dia berani berbuat macam-macam padaku akan buat tulangnya remuk satu persatu." jawab Aruna.
"Apakah kau pernah berurusan dengan pria itu?" tanya Faisal kembali.
"Tentu saja Mas, aku pernah berurusan dengan pria itu. bahkan dulu pria itu pernah ku tolong waktu di perusahaan nya ada pergolakan dengan beberapa preman." jawab Aruna.
"Sudah berapa kali kalian bertemu?" tanya Faisal kembali.
"Jarang si mas, Memangnya Kami mau ketemu di mana. kecuali aku sudah merawat ayah. Aku aja sangat muak melihat wajahnya, kesombongan dan sok tampan dari wajahnya itu membuatku benar-benar ingin membuatnya terlempar ke dunia lain." jawab Aruna sambil tersenyum.
"Oh ya sayang, Aku mempunyai kabar yang akan membuatmu sangat sedih." jawab ucap Faisal.
"Memangnya ada apa?" tanya Aruna yang sedikit penasaran dengan kata-kata yang diucapkan oleh suaminya.
"Kita harus berhati-hati agar Surya tidak bisa menemukan keberadaan Bilqis." jawab Faisal.
"Bilqis, Memangnya ada apa?" tanya Aruna yang sedikit kaget sekaligus takut jika terjadi sesuatu terjadi dengan Bilqis.
"Sebenarnya kau tahu sendiri kan kalau Surya sudah mengetahui kalau Bilqis adalah putrinya, jika sampai dia bisa menemukan keberadaan gadis kecil itu.., dia akan merebutnya." jawab Surya.
"Apa maksudmu sebenarnya?" tanya Aruna yang sudah marah sekaligus tidak suka dengan kata-kata yang diucapkan oleh suaminya itu.
"Kau tahu sendiri kan kalau Surya sudah mencari tahu mengenai Bilqis semenjak masih di rumah besar. Pria itu sudah melakukan tes DNA sebelum dia mengalami kecelakaan, Jadi mungkin sewaktu-waktu pria itu akan menyerang kita dengan kebenaran tentang Bilqis." jawab Faisal.
"Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi, Mas. Jika sampai pria itu berusaha untuk mengambil Bilqis dari ku lihat saja akan kubunuh dia. aku tidak akan membiarkan pria brengsek itu mencoba untuk menyentuh putriku walaupun seujung jari." jawab Aruna yang sudah terlihat marah.
"Kau tidak usah marah seperti itu, sayang. mas hanya memberitahumu kalau Surya sudah mengetahui mengenai Bilqis, jadi kita harus berhati-hati. aku tidak ingin pria itu tiba-tiba mengambil Bilqis seperti di sekolah dulu." jawab Faisal yang terlihat menenangkan istrinya.
Raut kesedihan dan amarah yang ditunjukkan oleh Aruna bagaikan api yang membakar Aruna tanpa tersisa sama sekali.
"Dia adalah putriku Mas, aku merawatnya semenjak aku masih sekolah. dengan bantuan para tetangga Aku berusaha membuat gadis kecil itu hidup layak, sudah berulang kali aku menangis sendiri saat Bilqis selalu menanyakan mengenai Ayah yang tidak dia miliki, aku berusaha untuk membuatnya senang. aku tidak peduli walaupun aku sendiri, Aku hanya ingin membuat putri kecilku itu hidup layak. tapi jika sampai Surya berusaha untuk mengambil Putri ku maka aku akan melakukan sesuatu yang tidak akan dapat dipikirkan oleh pria itu." ucap Aruna.
"Kau Tenanglah, mas tidak akan membiarkan pria itu mengambil Putri kita. maka dari itu kita harus berhati-hati, kita harus mencari bukti-bukti mengenai beberapa wanita yang sudah dihancurkan oleh Surya. Dengan begitu kita bisa melawannya untuk mendapatkan hak asuh penuh pada Putri kita." ucap Faisal.
"Kita sudah memiliki hak asuh penuh pada Bilqis, Mas. apalagi yang dibutuhkan?" tanya Aruna kepada suaminya.
"Mungkin kita sudah memiliki hak asuh Bilqis sepenuhnya, bahkan Putri kecil kita sudah masuk dalam kartu keluarga kita. tapi jika suatu saat Surya menunjukkan bukti-bukti dan mencari bukti palsu untuk merebut Bilqis dari tangan kita. kita harus bersiap-siap dengan semua keadaan itu." ucap Faisal.
Aruna tidak pernah memikirkan hal itu, dia berpikir kalau Surya belum mengetahui Bilqis adalah putrinya. tapi setelah mengetahui hal itu tentu saja Aruna tidak akan membiarkan pria brengsek seperti Surya mengambil Bilqis dari tangannya.
"Apakah Ayah sudah tahu kalau Bilqis itu cucunya?" tanya Aruna.
Faizal menganggukkan kepalanya. "Ayah juga berpesan jangan sampai Surya mengambil Bilqis dari tangan kita. Ayah tidak ingin Bilqis menuruni sifat brengsek Dari ayahnya." jawab Faisal.
"Tentu Mas, aku tidak akan pernah membiarkan hal itu. Bilqis adalah putriku sampai kapanpun dia akan menjadi putri Ku." ucap Aruna yang terlihat begitu tegar.
Dia tidak akan membiarkan Surya mendapatkan Bilqis dengan cara apapun. sesaat kemudian suara pintu mulai berbunyi, seseorang sudah mengetok pintu kantor Faisal.
TOK..
TOK...
"Masuk!!" seru Faisal terlihat disana seorang wanita sudah memasuki kantor Faisal dengan wajah yang begitu ceria.
"Selamat pagi, Tuan Hamilton!!" seru seorang wanita kepada Faisal.
Tatapan mata Faisal menatap Aruna, tatapan mata itu seolah menanyakan apa yang dilakukan wanita genit super tidak tahu malu itu di perusahaannya.
"Selamat pagi, Ada apa ya nona Helga?" tanya Aruna kepada seorang wanita yang bernama Helga.
Helga adalah salah satu putri dari pengusaha yang bekerja sama dengan Faisal, seorang wanita yang begitu terus terang ingin mendekati Faisal walaupun dia sudah tahu kalau Faisal sudah beristri.
"Begini Nyonya Felicia, Saya kesini karena saya ingin berbicara empat mata dengan Tuan Hamilton." jawab Helga.
"Maaf ya nona Helga, saya masih ada banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan. Jadi kalau ada sesuatu silakan kau bicarakan, segeralah..., karena saya harus keluar untuk mengurus beberapa perusahaan bersama istri saya." ucap Faisal yang terlihat benar-benar tidak menyukai para wanita genit yang selalu terus terang berusaha untuk mendekatinya.
"Kenapa Tuan Hamilton mengatakan itu, saya kesini karena saya ingin mendiskusikan mengenai perusahaannya yang sedang bekerja sama dengan anda." jawab Helga.
"Kalau kau ingin mengatakan sesuatu silakan katakan, Saya akan dengarkan bersama istri saya." jawab Faisal.
"Tapi saya ingin berbicara empat mata dengan anda," ucap Helga.
Aruna dan Faisal benar-benar dibuat pusing oleh wanita muda yang ada di depannya itu, mungkin usia Helga dan Aruna sebanding. tapi kelakuan mereka berdua sangat bertolak belakang.
"Maafkan saya Nona Helga, jika kau tidak ingin segera berbicara Maka segeralah pergi dari tempatku. saya sangat sibuk jadi saya tidak bisa menunggu Anda berbicara dengan kelakuan tidak menyenangkan seperti itu." ucap Faisal yang terlihat berdiri dan ingin pergi dari kantornya.
"Jangan seperti itu Tuan Hamilton," rangek Helga sembari mendekati Faisal.
Faizal langsung mundur, pria itu menatap Helga dengan Tatapan yang begitu marah.
"Kau punya sopan santun tidak Nona Helga? kalau kau tidak mempunyai sopan santun maka benar kalau kau bersikap seperti ini, kau tahu kan wanita yang ada di depanmu itu adalah istriku. bersikaplah sopan dan Jangan melakukan kekurangan ajar seperti itu, jika kau bersikap kurang ajar seperti itu maka jangan salahkan aku, jika aku melakukan kekasaran padamu." ucap Faisal yang benar-benar sangat tidak menyukai keberadaan wanita muda yang bersikap begitu tidak bermoral sama sekali.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Black Rose
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu