MOMMY

MOMMY
Apakah Aruna akan bahagia



Setelah kabar mengenai Surya di penjara, beberapa orang yang memiliki permasalahan dengan Surya, nampak mereka begitu bahagia. bagaimana tidak, Surya adalah seorang pria yang selalu merendahkan para wanita kini sudah dipenjara. Aruna sedikit bernafas lega karena Surya sudah mendapatkan balasan dari semua kejahatannya.


Kakek Fajar hanya pasrah dengan semua yang terjadi, pria itu tidak bisa menolong putranya karena semua yang dilakukan oleh surya adalah perbuatannya sendiri.


"Apa yang kau lakukan Mas?" tanya Bu Yanti kepada kakek Fajar.


"Semua ini adalah karma atas apa yang dilakukan oleh Surya, semua ini adalah karma karena pria itu sudah berusaha untuk menghancurkan kehidupan orang lain." ucap kakek Fajar.


"Semuanya ini adalah takdir mas, kita tidak bisa menghentikan waktu yang berputar. Surya melakukan kejahatan maka dia pantas mendapatkan ganjaran atas apa yang dia lakukan." jawab Bu Yanti.


"Kau benar Yanti, walaupun dia adalah putraku, Aku tidak akan membantunya. aku sudah berusaha untuk mengatakan apa yang harus dia lakukan, namun kelihatannya dia benar-benar tidak mau menuruti permintaan ku." ucap kakek Fajar.


"Sudahlah, mas. setiap anak memiliki jalan masing-masing. Faisal adalah putra yang begitu baik sedangkan Surya memilih jalannya sendiri. apa yang bisa kita lakukan jika mereka memilih jalan mereka masing-masing." ucap Bu Yanti.


Kakek Fajar terlihat menatap Bu Yanti yang sekarang memiliki sifat yang begitu dewasa, kakek Fajar berjanji akan memberikan seluruh perhatian untuknya. langkah kaki kecil Bilqis sudah mendatangi kakek tua yang tidak lain adalah kakak kandungnya sendiri.


"Kakek, nenek. Bilqis tadi membuat kue sama Mommy. apa kakek sama nenek mau?" tanya Bilqis kepada kakek Fajar.


"Tentu saja mau, bukankah kue buatan Bilqis adalah kue yang paling lezat sedunia." jawab Bu Yanti.


"Nenek bisa saja." ucap Bilqis sambil tersenyum malu.


"Bilqis kalau tersenyum malu-malu gitu tambah cantik deh, kayak siapa sih...," canda Bu Yanti.


"Seperti Mommy dong." jawab Bilqis yang terlihat memberikan ciuman di pipi kakek Fajar dan Bu Yanti.


"Seperti inilah kebahagiaan yang aku inginkan, Mas. aku ingin disayangi, Aku ingin dihargai dan aku ingin dilihat." ucap Bu Yanti yang membuat kakek Fajar tersenyum dan memberikan pelukan kepada istri keduanya itu.


"Maafkan aku Yanti, Maafkan jika selama ini aku telah melukaimu. Maafkan aku jika selama ini aku sudah membuatmu terluka." ucap Kakek Fajar.


"Maafkan aku juga ya mas karena selama ini aku telah menghianatimu." ucap Bu Yanti.


"Mari kita sama-sama saling memiliki, saling mencintai dan saling menghargai." ucap kakek Fajar yang terlihat begitu bahagia dengan seluruh cinta yang diberikan oleh sang suami.


Waktu sudah mulai berlalu, 1 tahun kemudian Aruna dan Faisal mendapatkan kebahagiaan.


"Mas, jangan mondar-mandir." pinta Aruna kepada Faisal.


"Bagaimana aku tidak mondar-mandir, sayang. Lihatlah kau akan melahirkan." jawab Faisal.


"Tentu saja aku mau melahirkan, tapi kalau melihatmu mondar-mandir seperti itu kepalaku jadi pusing, Mas." ucap Aruna kembali.


"Maafkan aku sayang, tapi mas tidak bisa menghentikan kaki Mas. kau tahu sendiri kan Mas benar-benar sangat gelisah." jawab Faisal.


"Tenang Mas." ucap Aruna.


Bu Yanti dan kakek Fajar terlihat menatap Faisal yang dari tadi mondar-mandir tanpa bisa dihentikan sama sekali.


"Faisal, kalau kamu mondar-mandir seperti itu terus nanti malah istrimu jadi pusing." ucap Bu Yanti.


"Maaf bu, tapi aku benar-benar sangat gelisah." jawab Faizal.


"Kalau kamu nggak bisa berhenti Faisal, kakimu itu akan aku ikat." ucap kakek Fajar yang membuat Faisal menatap ayahnya.


"Sudahlah Ayah, Ayah diam saja. aku benar-benar gelisah, Ayah. ini adalah anak pertama aku." jawab Faisal yang tidak mau mendengar perkataan siapapun.


Sesaat kemudian terlihat seorang dokter wanita nampak memeriksa Aruna.


"Baiklah kalau begitu, Ibu Aruna. kita akan ke tempat persalinan, Ibu sudah siapkan?" tanya bu dokter.


"Tentu saja Bu, saya sudah siap." jawab Aruna.


"Mari." ucap bu dokter yang meminta para perawat untuk mendorong ranjang Aruna.


Faisal yang melihat hal itu tentu saja jantungnya berdebar tidak karuan. dia seperti seorang wanita yang akan melahirkan, dia begitu gugup, begitu ketakutan bahkan jantungnya terus berdebar tanpa bisa dikontrol sampai sekali.


"Aku ikut nggak ya?" tanya Faisal kepada ayahnya.


"Ya Ayah nggak tahu, kamu mau melihat istrimu melahirkan atau di sini saja sama ayah?" tanya Kakek Fajar.


"Aku ikut saja deh, kalau ada sesuatu sama istriku dia tidak akan ada yang membantu." ucap Faisal.


"Kamu itu lulusan sekolah tinggi, Faisal. Masa kamu enggak pintar-pintar, di situ kan ada banyak dokter Kalau tidak ada yang menolong istrimu Memangnya istrimu itu melahirkan di hutan." ucap kakej Fajar yang membuat Bu Yanti hanya tersenyum.


"Sudahlah mas, tentu saja Faisal benar-benar gelisah, dia akan menjadi seorang ayah." ucap Bu Yanti yang membuat Faisal nampak berjalan terburu-buru untuk memasuki ruang persalinan sang istri yang berada di dalam ruang persalinan. pria itu terlihat memberikan semangat kepada istrinya, bukan memberikan semangat kepada sang istri malah Faisal benar-benar gemetar.


"Ada apa mas, Kenapa tanganmu gemetar?" tanya Aruna.


"Aku gelisah Sayang." jawab Aruna.


"Sabar Mas, Mas Ini ngapain sih..," ucap Aruna.


"Bu Aruna, tolong ngejang ya, bayinya harus didorong." pinta bu dokter.


Sesaat kemudian Aluna terlihat mengejang, dia memperjuangkan seorang bayi yang akan menjadi kebahagiaannya dan sang suami.


"Sayang, kau harus kuat Sayang." ucap Faisal yang memberikan semangat kepada sang istri.


Sekitar satu jam kemudian bayi itu sudah keluar dengan kelahiran secara normal, wajah Faisal terlihat pucat pasi saat melihat istrinya tergeletak tidak berdaya setelah melahirkan tiga anak yang begitu tampan dan cantik.


"Selamat Tuan, anda mempunyai seorang Putra dan putri!" seru dokter yang membuat Faisal tersenyum.


"Kedua kaki dan tangan Faisal nampak gemetar, pria itu merasakan kegelisahan yang sangat luar biasa.


"Kau baik-baik saja Mas?" tanya Aruna.


"Seharusnya Mas yang mengatakan hal itu, sayang. apakah kau baik-baik saja?" tanya Faisal.


"Tentu saja aku baik-baik saja Sayang." jawab Faisal. Padahal dari tadi pikirannya Entah Kemana dia benar-benar ketakutan, gelisah, kebingungan dan 1000 perasaan bercampur aduk di hati Faisal.


Sekitar satu jam kemudian Aruna sudah dibawa keluar dari ruangan itu, tangis bayi pecah di ruangan itu hingga membuat kakek Fajar terlihat begitu bahagia.


"Bagaimana dokter!!" seru kakek Fajar yang sedang menghentikan dokter.


"Selamat Tuan, anda memiliki 3 cucu sekaligus." ucap sang dokter yang membuat langkah kaki Faisal langsung berhenti.


"Apa dokter, kau bilang kepada Ayahku mempunyai 3 cucu?" tanya Faisal yang kebingungan.


"Iya Tuan, Anda memang mempunyai 3 bayi sekaligus." jawab sang dokter yang membuat Faisal benar-benar kebingungan. entah apa yang terjadi kepada Faisal, padahal dia berada di ruang persalinan. namun pria itu seperti sedang pingsan saat istrinya melahirkan 3 bayi kembar tanpa dia ingat sama sekali.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu