
* Keesokan hari *
"Heh...aku sudah tidak bisa mengatakan apapun." ucap Surya ketika mendengar kabar kalau Aruna tidak mau datang.
"Maaf bos, kelihatannya wanita itu sedang keluar bersama dengan kekasihnya." jawab anak buah Surya.
"Kau tidak usah khawatir, aku juga tau bagaimana sifat dari gadis bar-bar itu." ucap Surya.
Tak lama kemudian akhirnya Surya lebih memilih untuk meninggalkan rumahnya, karena dia tidak ingin terus-menerus mendapatkan makian dari sang ayah. Pria itu terlihat pergi ke suatu tempat yang berada didekat perusahaannya.
"Tuan, apa yang Tuan lakukan di sini?!" seru salah seorang pekerja yang melihat majikannya sedang berdiri menatap bangunan yang belum selesai.
"Butuh berapa lama lagi bangunan ini akan cepat selesai?" tanya Surya.
"Kemungkinan sekitar 3 bulan lagi, tuan." jawab mandor pembangunan.
"Kenapa butuh waktu selama itu, apakah seluruh anak buahmu jumlahnya kurang.. hingga membutuhkan waktu sampai tiga bulan untuk menyelesaikan pembangunan perumahan ini?" tanya Surya kepada mandor pembangunan.
Nampak pria tua itu tidak bisa mengeluarkan kata-katanya, karena jika dia berani membantah perkataan Surya. jika dia melakukan hal itu.., mungkin nyawa dari karirnya akan berakhir saat itu pula.
"Maafkan saya Tuan, karena perumahan elit ini harus kami kerjakan dengan sedemikian rupa. kami tidak ingin mengecewakan Anda." jawab mandor pembangunan.
Nampak Surya menghela nafasnya, sesaat kemudian pria itu hendak keluar dari kawasan perumahan elit yang sedang dia bangun.
Surya adalah seorang pria yang mempunyai begitu banyak musuh di dunia bisnis, bahkan beberapa dari musuh mereka selalu memantau perkembangan perusahaan Surya.
"Ada apa?" tanya Surya kepada salah satu anak buahnya yang tiba-tiba datang.
"Tuan, kita harus segera ke resort yang ada di dekat pantai. karena saya dengar para preman yang dibayar oleh perusahaan GB sedang membuat rusuh di sana." ucap anak buah Surya kepada Surya.
"Mengapa mereka berani melakukan hal itu, padahal sudah aku kerahkan begitu banyak keamanan di sekitar resort itu?" tanya Surya.
"Kelihatannya musuh-musuh anda sudah bergerak untuk merusak resort itu." jawab anak buah Surya.
"Lalu apa yang terjadi Lagi?" tanya Surya.
"Nampak orang-orang yang berada di resort berhamburan keluar saat salah satu dari preman itu membawa pistol." jawab anak buah Surya.
Akhirnya Surya meninggalkan kawasan rumah elit itu dan pergi menuju resort yang ada di dekat pantai, terlihat pria itu sangat marah ketika dirinya mendapat kabar yang sangat menyebalkan. Surya pergi bersama anak buahnya.
* 45 menit kemudian *
Tampak Surya telah sampai di resort yang dia miliki, terlihat di sana banyak sekali para preman yang menduduki resort itu.
"Apa yang kalian lakukan di sini seru!" Surya kepada para orang suruhan untuk merusak resort Surya.
"Kami dibayar untuk merusak resort ini, jadi Mengapa Anda harus bertanya kembali." jawab para preman bayaran.
Tatapan mata Surya langsung tertuju kepada para preman itu, mereka berjumlah hingga puluhan, kalau dihitung mungkin sekitar 35 orang. sedangkan Surya hanya bersama beberapa orang kepercayaannya.
Tanpa mengatakan sepatah kata pun Surya langsung menghajar para preman itu, nampak sekali pria itu kalah jumlah. sesaat kemudian ternyata seorang gadis sedang bersantai ria di sekitaran resort yang dimiliki oleh Surya.
Brakkk..
Aruna... Ternyata Gadis itu berada di dekat resort milik Jimmy. tiba-tiba seorang pria langsung menabraknya hingga membuat ponsel yang ada di tangan Aruna langsung terjatuh ke tanah.
Tatapan mata Aruna nampak menatap ponselnya yang telah terinjak para preman bayaran, marah.. Wanita itu sangat marah ketika ponsel yang dia miliki terinjak oleh para preman yang sedang berkelahi. nampak di sana tatapan Aruna menatap beberapa pria yang sedang dikeroyok oleh puluhan preman.
Aruna yang mempunyai hobi berantem nampak wanita itu langsung mendekati 2 orang yang sedang dikerumuni oleh para preman, tatapan mata Aruna menatap para preman yang sedang menyerang 2 pria tersebut. Sesaat kemudian Aruna langsung menyerang para preman itu, Gadis itu meletakkan tas ranselnya bersama ponsel yang telah terinjak.
"Beraninya kalian menghancurkan ponsel kesayanganku, bagaimana jika putriku menelepon!" seru Aruna yang kemudian menghajar para preman.
"Cepat kalian berikan aku ganti rugi, karena kalian telah menginjak ponselku!" seru Aruna yang terus memukul wajah salah satu preman.
Dug..
buk..
buk..
"Rasakan!!!" seru Aruna.
"Siapa kau!" seru para preman.
"Cepat ganti rugi ponsel yang telah kalian injak, berani sekali kalian merusak ponselku. jika putriku menelpon pasti dia kebingungan!!" teriak Aruna yang terus menghajar para preman itu. tentu saja para preman itu sangat terkejut karena mereka mendapatkan perlawanan dari seorang wanita.
"Lakukan seperti yang Aku perintahkan!!" seru Surya yang terus melawan orang-orang yang sudah mengeroyok dirinya. pria itu tidak akan mau diam saja, tentu saja Surya langsung memberikan perlawanan beberapa bogem mentah sudah melayang di wajah para preman.
BUG..
BUG...
BUG..
"Dasar wanita berengsek!!" seru para preman.
"Apa, berani sekali kalian menghina ku, kalian yang membuat kesalahan. kalian yang mengataiku, jika kalian tidak mau mengganti ponselku maka aku akan memberikan stempel di tubuh kalian lebih banyak!!" seru Aruna. wanita itu seperti wanita kesetanan karena dia kebingungan jika putrinya akan menelepon hari ini.
Aruna memang ada janji dengan salah satu temannya untuk melihat balap motor, Aruna tidak mengajak Bilqis karena Aruna benar-benar tidak ingin melihat putrinya melihat ibunya yang mempunyai dunia yang sedikit keras.
"Akan ku buat kau terluka!!" teriak para preman.
"Coba saja." jawab Aruna.
Beberapa pukulan yang ditunjukkan oleh para preman ditangkis oleh Aruna. tatapan mata Aruna terlihat benar-benar begitu tajam, wanita itu memberikan perlawanan yang begitu hebat. sedangkan di tempat lain terlihat Surya sudah melihat seorang wanita yang menghajar beberapa preman.
"Berani sekali kalian membuang waktuku, seharusnya sekarang aku berada di suatu tempat bersama temanku. Lihatlah gara-gara kelakuan kalian ini aku harus berada disini dan berurusan dengan kalian." ucap Aruna.
"Siapa wanita itu?" tanya surya yang tidak mengetahui Siapa wanita yang memakai jaket hitam dengan tudung di kepalanya.
"Saya kurang tahu bos." jawab anak buah Surya.
"Bagaimana bisa wanita itu melawan para preman itu." ucap Surya.
"Kelihatannya wanita itu mempunyai kekuatan yang luar biasa, Tuan. lihat saja Bahkan dia menghajar mereka semua dengan begitu mudahnya, tapi tubuhnya kelihatannya kecil Tuan." ucap anak buah surya.
"Kita tidak bisa melihat bentuk tubuhnya, tetapi kelihatannya wanita itu benar-benar mempunyai kekuatan yang luar biasa." jawab anak buah Surya.
"Wow ini semuanya benar-benar sangat luar biasa, puluhan preman ini dapat kita kalahkan hanya dengan beberapa serangan saja." ucap salah satu anak buah Surya lagi.
"Sudahlah, lebih baik kita pergi dari tempat ini." jawab Surya yang terlihat mengambil jas yang tadi dia lempar dan meninggalkan tempat itu.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu