MOMMY

MOMMY
S2. Arjuna menjadi pengawal



Setelah kejadian hari itu terlihat Faisal memiliki pemikiran untuk menjadikan Arjuna sebagai pengawal istri dan putrinya. pria itu akan dijadikan supir pribadi untuk dua wanita yang begitu dia cintai.


"Ada apa mas?" tanya Aruna kepada sang suami.


"Begini sayang, mas memikirkan mengenai sesuatu yang mungkin membutuhkan persetujuan mu." ucap Faisal.


"Memangnya ada apa Mas? apa yang membuatmu berfikir akan sesuatu?" tanya Aruna kepada sang suami.


"Setelah kemarin kau mengalami insiden hampir kecelakaan itu mas mulai berfikir untuk mencarikan mu pengawal pribadi dan Putri kita." jawab Faisal.


"Maksud Mas?" tanya Aruna yang melihat wajah sang suami yang begitu serius.


"Mas berpikir untuk mencarikan mu pengawal pribadi bersama dan Putri kita." jawab Faisal.


"Pengawal pribadi, buat apa?" tanya Aruna.


"Untuk menjagamu." jawab Faisal.


"Memangnya siapa kandidat yang kau pilih?" tanya Aruna.


"Seseorang yang sudah menyelamatkan nyawa mu dan Putri kita." jawab Faisal.


"Yang menyelamatkan ku dan putriku?" Aruna yang sedikit kebingungan.


"Ya, bagaimana dengan pria itu?" tanya Faisal.


"Arjuna?" tanya Aruna.


"Benar." jawab Faisal.


Aruna benar-benar dibuat terkejut dengan kata-kata yang diucapkan oleh suaminya. wanita itu terlihat menatap wajah sang suami.


"Kau yakin?" tanya Aruna.


"Tentu saja aku sangat yakin." jawab Faisal.


Terlihat Aruna hanya terdiam, wanita itu nampak menatap wajah sang suami. rencana untuk membuat Juna bertemu dengan Faisal benar-benar membuat Aruna sangat kebingungan. malah sekarang Faisal sendiri ingin menjadikan Juna sebagai sopir sekaligus pengawal Aruna dan putrinya.


"Boleh sayang, silakan." jawab Aruna. padahal dalam hati malah Aruna tidak perlu mencari cara untuk memperkenalkan Juna kepada sang suami, malah sang suami sendiri yang mencari pria itu untuk dia jadikan pekerjaannya.


Keesokan hari Juna sudah berada di perusahaan milik Faisal, pria itu menerima pekerjaan sebagai supir dan pengawal untuk Aruna dan Bilqis.


"Bagaimana, apakah kau menerima pekerjaan ini?" tanya Faisal.


"Saya menerimanya, tuan." jawab Juna.


"Baiklah, kalau suamiku berada di perusahaan..,tolong kau bantu dia." pinta Faisal.


"Baiklah, tuan. saya akan melakukannya." jawab Juna.


Hari ini Juna sudah resmi menjadi supir sekaligus pengawal pribadi Aruna dan Bilqis. saat sore Juna akan mengajar di universitas Bilqis.


"Selamat pagi Nyonya Haruna tanya Siapa Juna kepada Aruna Selamat pagi cuna jawab Aruna Oh ya Juna hari ini tolong ke antar Bilqis dan aku aku ke toko bahan kue karena aku harus mencari bahan-bahan kue untuk pesanan an-nas ada di di toko kue ku ucap Aruna Baiklah Nyonya jawab Juna.


"Oh ya Juna, nanti jangan lupa kau tunggu istriku dan putriku di sana. jangan sampai kau meninggalkan." perintah Faisal.


"Baik Tuan." jawab Juna.


Di sebuah tempat terlihat Fahrul benar-benar begitu marah saat dia mengetahui kalau Faisal mencarikan Putri dan istrinya pengawal sekaligus supir pribadi untuk menjaga mereka berdua.


"Sialan, kurang ajar. Aku tidak akan bisa melakukan sesuatu melebihi ini." Fahrul yang marah karena dia tidak bisa mencelakai Bilqis.


"Maaf bos, kami tidak tau." jawab anak buah Fahrul.


"Lalu, Apakah wanita itu tidak mengetahui wajah kalian?" tanya Fahrul kepada anak buahnya.


"Tidak Tuan, wanita itu fokus dengan kondisinya sendiri." jawab anak buah Fahrul.


"Aku sudah bilang Kan kalau kalian harus berhati-hati, kalian diberi perintah untuk mencelakai wanita itu saja tidak bisa. bagaimana mungkin kalian bisa melakukan sesuatu yang benar-benar mudah seperti itu!" bentak Fahrul.


"Maaf bos." ucap anak buah Fahrul.


"Kalian semua bodoh!" seru Fahrul yang kemudian menyuruh anak buahnya pergi.


Seketika anak buah Fahrul pergi dari kantornya, mereka terlihat menatap bos mereka yang sangat murka.


"Jika sampai wanita itu mengingat mobil mereka, aku yakin wanita itu berusaha mencariku." guman Fahrul.


** Rumah sakit dokter Harlan **


"Sania, tolong telfon Aruna." pinta Surya.


"Tenanglah, aku pasti akan menelponnya." jawab Sania.


"Tolong minta Aruna kemari." pinta Surya.


"Iya mas." jawab Sania.


"Ada apa Aruna, apa yang terjadi?" tanya Surya.


"Tidak apa-apa, Surya. hanya saja kemarin ada insiden kecelakaan kecil." jawab Aruna.


"Tapi kenapa kecelakaan itu seperti kecelakaan yang disengaja?" tanya Surya.


"Entahlah Surya, aku belum mengetahuinya. aku belum menyuruh seseorang untuk menyelidiki mengenai kecelakaan itu." jawab Aruna.


"Apa tidak sebaiknya Aku meminta anak buahku untuk menjagamu dan Bilqis?" tanya Surya.


"Tidak usah, suamiku sudah mencari pengawal untuk kami." jawab Aruna.


"Aku benar-benar takut, apa mungkin ini kelakuan pria itu?" tanya Surya.


"Fahrul?" tanya Aruna.


"Benar," jawab Surya.


"Aku tidak tahu, karena plat mobil yang mau menabrak kami tidak di pasang." jawab Aruna.


"Bagaimana bisa?" tanya Sania.


"Mungkin saja mereka sengaja melakukannya." jawab Aruna.


"Lalu siapa pria yang menjadi pengawalmu dan Putri mu itu, apakah kalian mengenalnya dengan baik karena aku takut jika kalian malah terjebak pada pengawalan orang yang tidak tepat." ucap Surya.


"Kau tenang saja, putrimu sangat mengenal pria itu walaupun kakakmu tidak mengenalnya." jawab Aruna


"Maksudmu?" tanya Surya.


"Kau pikirkan saja kata-kataku itu pasti kau akan mengerti." jawab Aruna.


"Apakah pengawal Bilqis adalah kekasihnya?" tanya Sania yang langsung mengerti kata-kata Aruna.


Terlihat Aruna hanya tersenyum, wanita itu memberikan dua jempol kepada Sania.


"Jadi maksudmu pengawal kalian itu kekasih Bilqis?" tanya Surya.


"Benar." jawab Aruna.


"Lalu, di mana dia?" tanya Surya kepada Aruna.


"Kelihatannya dia sudah pergi, kemungkinan besar nanti dia akan menjemputku karena dia harus mengantarkan Bilqis ke suatu tempat dulu." jawab Aruna.


Surya nampak begitu penasaran dengan sosok yang dikatakan oleh Aruna, seorang pria yang menjadi tambatan hati Bilqis.


"Bagaimana pria itu, apakah dia mempunyai pekerjaan yang layak, dia Putra Siapa dan apa pekerjaannya?" tanya Surya.


"Bahkan kau lebih cerewet dari aku, Surya. kalau kau mengatakan hal itu di depan Bilqis mungkin saja Bilqis tidak akan mau menatap wajahmu. tapi Tenang saja, namanya Arjuna dia adalah dosen di tempat Bilqis belajar. dia juga adalah seorang pria pekerja keras, baik dan dia adalah seorang pria yang bertanggung jawab." jawab Aruna.


"Dari mana kau tahu?" tanya Surya.


"Tentu saja aku tahu, karena aku lebih dahulu mengenal pria itu daripada putrimu." jawab Aruna.


"Bolehkah aku bertemu dengannya suatu saat nanti?" tanya Surya.


"Mengapa harus suatu saat, nanti kalau dia menjemputku aku akan memintanya bertemu denganmu." jawab Aruna.


"Bolehkah aku bertemu dengan Bilqis juga?" tanya Surya kembali.


Aruna menganggukkan kepalanya, Surya benar-benar sangat senang ketika Aruna mau mempertemukannya dengan Bilqis. Sekitar beberapa jam kemudian Bilqis dan Juna sudah berada di depan rumah makan yang dikatakan oleh Aruna. mereka berdua nampak masuk kedalam Rumah makan itu sesuai permintaan Aruna.


"Apa yang dilakukan pria ini?" tanya Bilqis yang tidak senang saat melihat ibunya bersama dengan Surya dan istrinya.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- jangan sakiti aku