MOMMY

MOMMY
S2. Menjenguk Aruna



Faisal benar-benar masakan amarah yang begitu luar biasa, hatinya terus bergemuruh. begitu terluka, kebencian yang begitu besar saat melihat kondisi Isterinya. dia bertekad untuk mendapatkan Siapa orang yang telah berusaha untuk membunuh isterinya. Dia tidak peduli apa yang terjadi, dia akan mencari Siapa orang yang telah membuat istrinya menjadi seperti ini.


Waktu mulai berlalu, Surya secara sembunyi-sembunyi untuk melihat kondisi Aruna. dia masih belum berani untuk bertemu dengan Faisal, dia tahu kalau kakaknya itu sangat membencinya, benci dengan semua yang dia lakukan kepada keluarganya.


Tiga hari kemudian nampak Faisal terus menunggu kondisi sang istri. di tempat lain Surya menunggu kepergian Surya dari kamar Aruna.


"Apakah abangku sudah pergi dari kamar Aruna?" tanya Surya kepada Sania.


"Belum Mas, tadi aku ke sana bahkan yang aku lihat dia tidur di sini tiap hari." jawab Sania.


"Aku ingin melihat kondisi Aruna, tapi kalau ada bang Faisal Aku yakin dia akan sangat murka Saat melihatku." ucap Surya.


"Kenapa kau tidak mencoba untuk berbicara dengannya, Mas?" tanya Sania kepada sang suami.


"Kau tidak tahu bagaimana abangku itu, aku tumbuh bersamanya dia begitu mencintai keluarganya. tapi jika ada seseorang yang sudah mencelakai keluarganya tidak peduli itu keluarganya sendiri, dia tidak akan mau untuk melihatnya seumur hidup. aku masih tidak berani karena aku tahu Abang ku pasti akan menolak kehadiran ku." jawab Surya.


"Kau harus berani melakukan hal itu, mas. jika kau terus-menerus bersembunyi seperti ini lalu sampai kapan kau akan lebih baik?" tanya Sania .


"Tentu saja aku ingin menemuinya, tapi tidak sekarang. kau tahu sendiri kan Bagaimana tatapan matanya saat melihat ku, kau tahu sendiri bagaimana cara dia melihatku ketika dia mendengarku aku akan keluar dari penjara saat aku masih berada di sana." jawab Surya.


"Lalu sampai kapan kau akan main kucing-kucingan dengan abang mu?" tanya Sania.


"mungkin Jika aku sudah berani untuk bertemu dengannya, untuk saat ini aku masih belum berani. Aku yakin dia benar-benar membenciku, dia benar-benar tidak mau bertemu denganku." jawab Surya.


"Ya sudah kalau begitu Mas, Lebih baik kau beristirahatlah dahulu. aku akan bilang kepada suster yang ada di kamar Aruna kalau suaminya sudah pergi aku akan membawamu ke sana." ucap Sania.


Surya menganggukkan kepalanya, dia memang belum berani untuk bertemu dengan Faisal. beberapa saat kemudian terlihat sesuatu yang benar-benar membuat Surya begitu terkejut, ketika dia melihat Bilqis datang ke kamarnya. gadis muda itu diminta oleh Aruna untuk melihat kondisi ayahnya.


Beberapa hari ini kondisi Surya memang tidak stabil, setelah melihat kondisi Aruna yang benar-benar membuatnya drop.


"Bilqis..," panggil Sania.


"Apakah aku mengganggu?" tanya Bilqis kepada Sania.


"Tidak sayang, masuklah..," jawab Sania.


"Ada apa kesini?" tanya Sania kepada Bilqis.


"Tadi aku diminta oleh Mommy Untuk mengantarkan makanan ini." jawab Bilqis.


"Makanan?" tanya Sania kepada Bilqis.


"Mommy bilang kalau Paman Surya sangat menyukai masakan yang dibuat oleh bibi yang ada di rumah." jawab Bilqis.


Terkejut, terharu dan tidak percaya. itulah yang dirasakan oleh Surya saat ini, seorang gadis kecil yang begitu dia rindukan. seorang gadis kecil yang begitu ingin dia temui, namun pagi ini Bilqis sendiri yang menemunya di kamarnya.


"Iya aku memang sangat menyukai masakan yang dibuat oleh ibumu dan salah satu bibi yang bekerja di rumah Ayahku dulu." jawab Surya yang terlihat menatap putrinya.


"Maukah kau duduk di sini sebentar, Bilqis. aku akan mengambilkan piring dan minuman untuk suami Ku?" tanya Sania.


Bilqis hanya menganggukkan kepalanya.


"Aku ambilkan minuman sama teh hangat ya, biar Bilqis yang menemanimu di sini." ucap Sania yang kemudian pergi secara terburu-buru menuju kamarnya yang ada di rumah sakit itu.


Sania sangat bahagia ketika Bilqis mau menemui suaminya, seorang putri yang benar-benar ingin dia temui namun kesalahan di masa lalu membuat putrinya sangat membenci ayahnya. untung Aruna adalah seorang wanita yang begitu bijaksana, bersikap dewasa dan mau membantu Surya.


"Bisakah kau duduk, disana ada kursi, ambillah..," ucap Surya.


Bilqis tidak menjawab, gadis muda itu melakukan tanpa mengeluarkan suara sama sekali.


"Bagaimana kondisi ibumu, Apakah dia sudah baik?" tanya Surya kepada Bilqis.


"Apakah di sana masih ada ayahmu, Bisakah aku menemui ibumu?" tanya Surya kembali.


Bilqis kemudian menggelengkan kepalanya, itu berarti Faisal masih berada di kamar sang istri.


"Aku ingin melihat Bagaimana kondisi ibumu, tapi jika ayahmu masih berada di sana Aku belum berani untuk menemuinya." ucap Surya.


Bilqis menatap Ayah kandungnya itu, memang kesalahan yang dia lakukan begitu besar, Aruna adalah seorang wanita yang benar-benar sangat luar biasa mau memaafkan nya.


Pagi itu terlihat Fahrul sengaja ke rumah sakit untuk menjenguk Aruna, dia harus mencari muka agar Faisal segera menikahkannya dengan putrinya.


"Selamat pagi Paman." sapa Fahrul yang sudah masuk keruangan Aruna.


Faisal menatap seorang pria yang memang ingin dia nikahkan dengan putrinya. "Pagi Fahrul, pagi-pagi seperti ini kau sudah ada disini, ada apa?" tanya Faisal.


"Tidak ada apa-apa paman, aku cuma ingin melihat kondisi istrimu saja." jawab Fahrul.


"Masuklah, istriku sebenarnya sudah bangun tadi tapi dia tidur lagi. Mungkin kecapean..," jawab Faisal.


Fahrul ingin melihat kondisi Aruna, Bahkan dia sudah membayar salah satu petugas rumah sakit untuk memasukkan beberapa obat berbahaya ke tubuh Aruna, agar wanita itu mengalami depresi, luka yang lebih parah atau bagaimanapun caranya agar dia tidak bisa kembali lagi.


Aruna yang mendengar suara Fahrul nampak wanita itu berpura-pura tidur, dia mendengarkan percakapan Fahrul dengan semua kebohongannya.


"Aku benar-benar sangat tidak menyukai keberadaan pria ini, aku yakin dia adalah orang brengsek. bahkan lebih brengsek daripada penjahat." guman Aruna dalam hati.


Sesaat kemudian wanita itu terlihat melakukan sesuatu agar suaminya pergi dan meninggalkan dia bersama dengan Fahrul.


"Fahrul, kau mau menunggu istriku sebentar? Aku mau mencari kopi atau air hangat." pinta Faisal.


"Iya Paman, boleh. aku akan menunggu tante Aruna disini, kau tenang lah." jawab Fahrul. Fahrul memperlihatkan segala kebusukannya. Faisal yang sudah keluar dari tempat itu.., membuat Fahrul tersenyum, dia berputar di kamar Aruna. Fahrul yakin kalau di kamar itu dipasang CCTV atau alat sejenisnya untuk mencari bukti-bukti kecelakaan Aruna.


Beberapa menit kemudian dia yakin kalau di kamar Aruna tidak ada CCTV, dia menatap Aruna dengan tatapan mata yang tajam.


"Tentu saja kau tidak boleh bangun lama-lama, Nyonya Aruna. seharusnya kau sudah mati, seharusnya kau sudah mampus di jalanan waktu itu. Kenapa juga nyawamu pasti panjang, lihat saja supirmu saja masih koma sampai berapa hari ini. Entah mengapa Tuhan masih memberimu nyawa yang panjang, hingga kecelakaan itu tidak mampu merenggut nyawa mu." ucap Fahrul yang bisa didengar oleh Aruna hingga membuat wanita itu benar-benar sangat terkejut.


Ternyata kecelakaan yang dialami adalah ulah dari Fahrul. "Dasar kurang ajar, Lihat saja kalau aku tidak selemah ini aku akan berteriak. Aku akan melakukan sesuatu." ucap Aruna.


Sebuah senyum diperlihatkan oleh Fahrul, pria itu berpikir kalau Aruna masih tertidur lelap karena pengaruh obat yang dia minta untuk disuntikkan.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- jangan sakiti aku