
"Surya!" seru Faisal yang terlihat menatap adiknya sedang bersama dengan Bilqis.
"Ayah, Mommy!!" seru Bilqis yang berlari kearah kedua orangtuanya.
"Bilqis, Sayang." ucap Aruna sembari mencium pipi putrinya.
"Ayah, Mommy. kalian dari mana saja?" tanya Bilqis.
"Maaf sayang, Mommy dan ayah tadi habis dari suatu tempat yang sangat penting." jawab Aruna.
"Sayang, ajak Bilqis ke mobil dahulu. Aku akan berbicara dengan Surya." pinta Faisal.
"Iya, mas." jawab Aruna yang kemudian membawa pergi putrinya.
"Ada apa bang, kenapa kau terlihat begitu tidak senang melihatku." sindir Surya.
"Kau mau apa Surya?" tanya Faisal.
"Aku? aku tidak mau apa-apa. memangnya ada apa." jawab Surya.
"Brengsek, sebenarnya apa yang terjadi di rumah? kenapa aku tidak bisa menghubungi ayah ataupun yang lainnya?" tanya Faisal yang sudah marah.
"Aku tidak tahu apa maksudmu, bang. Memanya apa yang telah aku lakukan?" tanya Surya balik dengan wajah tanpa dosa.
"Kau jangan banyak berakting, Surya. aku tahu kau sudah melakukan sesuatu kepada orang-orang yang ada di rumah, Memangnya Apa yang telah kau lakukan?!" tanya Faisal kepada Surya.
"Aku tidak tahu apa yang kau maksudkan, bang. tapi yang jelas aku tidak akan memberikanmu kabar sedikitpun mengenai orang-orang yang ada di rumah." ucap Surya.
Selasa amarah yang ada di otak Faisal begitu menjadi saat Surya mengatakan hal itu.
"Apa yang telah kau lakukan kepada Ayah?!" seru Faisal.
"Apakah kau ingin tahu atau cuma ingin tahu saja?" tanya surya yang seolah ingin mempermainkan saudaranya itu.
"Apa yang terjadi Surya?!" seru Faisal.
"Baiklah, aku akan memberitahukan sesuatu. tapi kalau kau mau tahu Pergi saja ke rumah agar kau tahu, atau..., kau belum tahu mengenai kabar yang ada di perusahaan?" tanya Surya.
Sebenarnya Faisal belum mengetahui satu berita pun mengenai sesuatu yang terjadi di rumah indah mereka.
"Aku tidak akan memaafkanmu jika kau melakukan sesuatu kepada, Ayah!" seru Faisal.
"Benarkah, Memangnya apa yang akan kau lakukan? apa yang bisa kau lakukan?" tanya Surya dengan nada tanpa ekspresi sama sekali. bahkan kata-kata yang keluar dari mulutnya itu seolah ingin menghina Faisal.
"Aku katakan sekali lagi padamu, Jika kau berani melakukan sesuatu kepada ayah maka aku akan membunuhmu." ucap Faisal yang kemudian berjalan mendekati mobilnya.
"Ada apa Mas?" tanya Aruna kepada Faisal.
"Entah apa yang dilakukan oleh pria brengsek itu, aku belum mengetahui Apapun yang terjadi. tapi apa tidak lebih baik aku ke rumah untuk melihat kondisi di rumah?" tanya Faisal kepada aruna.
"Itu benar Mas, lebih baik Mas mencari tahu bagaimana kondisi yang ada di rumah. aku takut Surya melakukan sesuatu karena aku tidak bisa menelpon ayah ataupun Paman Hadi." jawab Aruna.
"Aku tidak mengerti Bagaimana jalan pikiran Surya. Aku selalu mengalah padanya semenjak kecil hingga dewasa, aku tidak pernah meminta apapun kepada ayah. tapi kenapa dia terus-menerus mencoba untuk menghancurkan kebahagiaan yang aku miliki." ucap Faisal.
"Terkadang saudara itu berbeda pikiran Mas, terkadang mereka iri dengan semua yang kita miliki. Ada pula yang selalu membantu penderitaan kita, kita tidak bisa membaca pikiran orang lain mas. karena hal itu mas harus bertindak dengan hati-hati saat menghadapi Surya." ucap Aruna.
"Kau benar, Sayang." jawab Faisal.
Bilqis yang mendengarkan pembicaraan ayah dan ibunya tentu saja gadis kecil itu benar-benar tidak bisa memikirkan apa yang sedang terjadi.
"Ayah, Mommy. ada apa Memangnya? apa yang terjadi dengan kakek?" tanya Bilqis kepada Faisal.
"Tidak apa-apa, sayang. besok ayah akan ke rumah kakek untuk melihat kondisi kakek, Bilqis di rumah saja ya." pinta Faisal.
"Kenapa Bilqis tidak boleh ikut, ayah?" tanya Bilqis.
"Kalau Bilqis ikut ayah lalu siapa yang akan menjaga Mommy, kau tahu sendiri kan kalau Mommy itu sedang mengandung adik kecil yang benar-benar kami inginkan?" tanya Faisal sembari mencubit pipi Bilqis.
Seribu pertanyaan sudah membayangi otak Faisal dan Aruna, mereka terus memikirkan apa yang terjadi di keluarga kakek Fajar. hampir 1 bulan mereka tidak bisa mencari informasi yang ada di rumah itu.
Di tempat keberadaan surya yang masih berada di kedai es krim terlihat pria itu tersenyum.
"Ada apa Bos?" tanya anak buah Surya.
"Aku benar-benar tidak bisa berpikir mengenai apa yang terjadi, ternyata pria itu menyembunyikan Aruna dan Putri ku disini. pantas saja aku tidak bisa mencari keberadaan mereka." ucap Surya.
"Lalu, apa yang akan kita lakukan, Bos?" tanya anak buah Surya.
"Aku harus mencari cara untuk menekan Faisal, Aku tidak akan membiarkan Kakakku itu terus bersama Aruna." jawab Surya. Surya masih belum mengetahui kalau Aruna sudah mengandung hampir 2 bulan, karena perut Aruna yang masih tidak terlalu terlihat Hal itu membuat Surya benar-benar harus mendapatkan Bilqis dan Aruna.
"Lihat saja, aku pasti akan membuat mereka berdua menjadi milikku." ucap Surya.
"Kita harus mencari keberadaan rumah mereka, Bos. Setelah itu kita akan mudah untuk melakukan sesuatu." ucap anak buah Surya.
"Rencana mudah dibuat, aku harus menekan kakakku untuk mendapatkan apa yang aku inginkan. jika pria itu tidak menyetujui maka aku terpaksa melakukan sesuatu yang selama ini hanya ada di pikiranku tanpa aku lakukan sama sekali." jawab Surya.
Tatapan mata Surya menatap taman yang ada di sebelah rumah. "Apa yang terjadi dengan ku, aku bahkan tidak tahu kalau aku akan jatuh cinta kepada wanita itu." ucap Surya.
Semilir angin serasa membawa sesuatu yang begitu indah, perasaan yang tumbuh saat Aruna sudah menjadi milik pria lain.
"Aku tidak akan tahu kalau aku akan jatuh hati pada wanita yang sudah merawat putriku, bagaimanapun caranya aku harus mendapatkan wanita itu. aku ingin sebuah kebahagiaan walaupun aku harus merebutnya dari orang lain." ucap Surya.
Sebatang rokok dihisap oleh Surya, asap yang mengepul membawa sebuah imajinasi yang ada di fikiran Surya.
** Perkebunan teh **
"Mas." panggil Aruna.
"Ya, sayang." jawab Faisal.
"Nanti mas jad ketempat ayah?" tanya Aruna.
"Ya, mas mau kesana dengan seseorang." jawab Faisal.
"Mas, kemarin aku melihat mas Rudi ada di sekitar sini?" tanya Aruna.
"He?" tanya Aruna.
"Rudi? Oya mas lupa kasih tahu kalau Rudi kerja sama mas." jawab Faisal.
"Jadi mas Rudi tinggal di sekitar sini?" tanya Aruna.
"Iya, di mes perkebunan." jawab Faisal.
"Apakah mas Rudi tahu mengenai rumah ayah?" tanya Aruna.
"Tidak, dia tidak tahu. bahkan Rudi di buang ketempat yang jauh agar tidak memberi kabar padaku." jawab Faisal.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu