
Siang itu Faisal baru mendapat kabar mengenai Pria tua yang datang ke tempatnya secara tiba-tiba.
"Ada apa memangnya?" tanya Faisal kepada salah satu pekerjaannya.
"Saya kurang tahu, Pak Faisal. Tapi kelihatannya pria tua itu mengajak Aruna pergi dan Aruna pun meminta izin kepada saya untuk segera pulang." jawab salah satu pekerjaan Faisal.
"Salah satu rentenir terlihat juga kemari menagih hutang kepada Aruna, bahkan pria itu mengancam Aruna jika tidak mau menikah dengannya maka Aruna akan mendapatkan masalah." jawab Lala. salah satu orang yang dipercaya untuk memegang toko kue milik Faisal.
"Rentenir Siapa?" tanya Faisal.
"Saya tidak tahu Pak Faisal, Tapi kelihatannya Aruna mempunyai hutang yang cukup banyak untuk membiayai biaya rumah sakit untuk putrinya." jawab Lala.
"Apa yang terjadi?" guman Faisal dalam hati.
"Oh Ya pak, apakah Pak Faisal membutuhkan sesuatu lagi?" tanya Lala.
"Tidak, Aku tidak membutuhkan apa-apa. lebih baik sekarang kau berkerja saja, nanti aku akan melakukan sesuatu." jawab Faisal.
Setelah mendengar jawaban dari salah satu pekerjaannya terlihat Faisal mulai mencari tahu apa yang terjadi dengan Aruna, serasa Faisal tidak merelakan jika Aruna tiba-tiba pergi dari tempatnya.
"Aku harus mencari tahu apa yang di inginkan oleh pria itu." ucap Faisal.
Salah satu pekerja Faisal terlihat menghubungi Helena, wanita itu ingin mendapatkan keuntungan dari Helena jika dia memberikan informasi mengenai Faisal.
"Bagus, selalu informasikan kepadaku, karena aku mau tau tentang wanita itu." ucap Helena.
"Baik, nona. aku mau mematikan ponselnya dulu, nanti pak Faisal tahu." jawab si wanita anak buah Faisal.
Ternyata selama ini salah satu anak buah Faisal adalah mata-mata Helena, jadi apapun yang dilakukan Faisal Helena akan tahu.
Di tempat lain terlihat seorang pria sedang memegang ponselnya, Surya terus mencari tahu mengenai keberadaan anaknya. Terlihat Surya melangkahkan kakinya di rumah yang begitu besar itu, pria sedang tersenyum sembari menatap layar ponsel yang ada di tangannya.
"Dasar orang-orang tidak berguna, bisanya hanya memakan gaji buta saja tanpa bisa melakukan hal apapun." Surya terus bergumam tanpa menatap area di sekitarnya.
Di rumah besar itu Kakek Fajar sedang tertawa sembari menceritakan masa mudanya kepada Aruna yang sedang melakukan video call dengan kakek Fajar, pria itu begitu bersemangat saat dirinya membuka lembaran demi lembaran foto yang dia bawa dari kamarnya. kakek fajar menunjukkan fotonya kepada Aruna dan Bilqis.
"Kakek ini memang pria yang sangat tangguh ya, pantas saja istri kakek itu mencintai kakek." ucap Aruna sambil menunjuk salah satu foto melalui ponselnya.
"Kakek benar-benar tampan." ucap Bilqis dari seberang tempat.
Sedangkan sury yang memasuki rumahnya, terlihat pria itu mendengarkan suara ayahnya yang begitu keras, dia mencari asal mula suara yang mengganggu telinganya tersebut.
"Ayah, sedang bersama siapa malam-malam begini." guman Surya dalam hati.
Tatapan mata Surya mengarah pada ruang perpustakaan yang tidak tertutup sama sekali, terlihat di sana sang ayah sedang berbicara dengan seseorang.
CEKLEK..
Surya langsung mengarah pada ruang perpustakaan tersebut, dia menatap ayahnya yang sedang melakukan video call dengan gadis bar-bar.
"Kenapa ayah malam-malam begini belum tidur?" tanya Surya yang memasuki ruang perpustakaan.
Aruna langsung menatap pria yang berada di belakang kakek Surya.
"Apa yang kau lakukan, mengapa malam-malam begini melakukan video call bersama ayahku?" tanya Aruna.
Aruna menatap pria tersebut, sesaat kemudian wanita itu tersenyum sembari melihat kakek Fajar.
"Apa maksudmu?" tanya Surya kepada Aruna. nampak sang kakek langsung berdiri dan menatap putranya.
"Mulai sekarang dia akan tinggal disini bersamaku, karena mulai sekarang dia akan mengurus dan membantu ku untuk mengurus beberapa bisnis yang aku kelola." jawab kakek Fajar.
Tentu saja Surya sangat terkejut dengan kata-kata sang ayah. karena dia tidak mengira kalau Ayahnya akan melakukan hal itu.
"Apa maksud Ayah, kenapa Ayah harus melakukan hal itu. masih banyak wanita yang lebih pandai dari pada dia, lalu Mengapa ayah mempekerjakan dia. apalagi menyuruh dia untuk tinggal di tempat kita." seru Surya.
"Kakek-kakek, Paman galak itu tidak memperbolehkan aku dan mommyku untuk tinggal bersama kakek. jadi mommyi ku tidak akan ku perbolehkan untuk kerja sama kakek, Om galak itu nanti bisa menjahati Mommy Ku." ucap Bilqis yang berada di samping Aruna.
"Tenang saja gadis kecil, Putra Kakek ini akan memperbolehkanmu dan Mommy mu tinggal bersama kakek." ucap kakek Fajar yang kemudian menatap putranya. "Kamu jangan khawatir, Mulai sekarang kamu bebas melakukan hal apapun. Aku tidak akan mengganggumu, Oh ya, bahkan kamu juga tidak pernah memperhatikan ayahmu ini kan. bahkan kau sering sekali bermain-main di luar sana bersama seorang wanita, Apakah kau pernah memikirkan untuk menikah. bahkan usiamu itu sudah tua.." ejek kakek Fajar.
Hal itu membuat Surya melotot kepada ayahnya, karena terlihat pria itu sedikit malu saat dirinya dikatakan seperti itu oleh ayahnya di depan gadis barbar dan putrinya itu.
"Menikah atau tidak Itu urusanku, Ayah. jadi ayah jangan khawatir!!" seru Surya.
Nampak Aruna tersenyum saat mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Surya, sedangkan Bilqis gadis kecil itu hanya menatap kebingungan ke arah laptop yang sedang melakukan video call bersama kakek Fajar.
"Memangnya berapa usia pria itu, kek?" tanya Aruna yang membuat Surya langsung melotot ke arah laptop ayahnya.
"Usianya sudah 35 tahun lebih, bahkan usianya itu sudah tua, lalu berapa usiamu?" tanya kakek Fajar.
"Usiaku 21 tahun Kakek." jawab Aruna sembari tersenyum kepada kakek Fajar.
"Lihatlah bahkan usia kalian sudah terpaut hampir 15 tahun." ucap kakek Fajar.
"Terserah padamu, Ayah." ucap Surya yang kemudian meninggalkan ayahnya yang melakukan video call bersama Aruna. terlihat pria itu melirik Aruna sambil mengeratkan giginya.
Aruna tersenyum kepada Surya yang seolah wanita itu memenangkan sesuatu, sedangkan Surya yang melihat hal itu.. nampak pria itu sangat marah saat menatap Aruna tersenyum seolah mengejeknya.
"Dasar wanita parasit." ucap Surya yang kemudian keluar dari perpustakaan. pria itu sangat marah saat melihat gadis barbar sudah berada di rumahnya,
"Kelihatannya Putra kakek tidak menyukai keberadaan ku." ucap Aruna.
"Sudah jangan hiraukan pria itu, Bahkan dia tidak akan menyukai semua orang di dunia ini." jawab kakek Fajar.
Akhirnya Aruna mengakhiri video call, terlihat Aruna menatap putrinya yang sedang tersenyum kepada dirinya. sedangkan Surya nampak pria itu terus mengomel saat melihat ayahnya melakukan video call dengan gadis barbar.
"Ya Tuhan..., Mengapa gadis bar-bar itu dekat dengan ayahku, bahkan harus bekerja bersama ayahku..,melihat dia saja perutku sudah mulas, apalagi harus Satu atap dengan dia." gerutu Surya yang terus mengomel di dalam kamarnya.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu