MOMMY

MOMMY
Kedatangan kakek Fajar



Aruna sudah keluar dari rumahnya bersama dengan Putri kecilnya. kakek tua yang melihat hal itu tentu saja dia sedikit kebingungan, kakek tua tidak mengetahui kalau wanita yang telah menolongnya sudah mempunyai seorang anak. apalagi kakek tua mengira kalau Aruna masih sendiri.


"Jadi wanita itu sudah mempunyai seorang putri, lalu di mana suaminya?" tanya kakek tua kepada salah satu anak buahnya.


"Saya kurang tahu Tuan, tapi yang Saya dengar kalau wanita itu tidak mempunyai seorang suami." jawab anak buah kakek tua.


Mendengar jawaban seperti itu tentu saja kakek tua kebingungan, ada seorang wanita mempunyai anak tapi tidak mempunyai suami.


"Apakah kau yakin?" tanya kakek tua.


"Benar Tuan, saya sudah menyelidikinya dan bertanya kepada beberapa orang yang ada di sini." jawab anak buah kakek tua.


Kakek tua nampak menganggukkan kepalanya, pria tua itu memantapkan hatinya untuk menjadikan Aruna sebagai anggota keluarganya.


"Lalu, Apakah wanita itu hamil diluar nikah?" tanya kakek tua.


"Tidak tuan, yang Saya dengar dari beberapa warga yang ada di sini itu adalah anak dari saudaranya. Wanita itu sudah meninggal dan tidak mempunyai keluarga, akhirnya Sebelum meninggal bayinya dititipkan kepada wanita itu." jawab anak buah kakek tua.


Kakek tua menganggukkan kepalanya, senyumnya begitu mengembang saat dia mendengarkan cerita dari beberapa anak buahnya.


"Ya sudah kalau begitu, itu lebih baik. berarti wanita itu mempunyai tanggung jawab yang sangat besar. Oh ya, mengenai uang itu apa yang terjadi?" tanya kakek tua.


"Saya tadi meminta anak buah saya untuk menyelidiki di tempat rentenir itu, katanya gadis kecil itu pernah masuk rumah sakit dan membutuhkan biaya yang banyak." jawab anak buah kakek tua.


"Jadi begitu ya." jawab kakek tua sambil menganggukkan kepalanya.


"Masuk dulu kek." pinta Aruna kepada kakek tua. wanita itu mengajak kakek tua untuk masuk ke rumahnya agar dia mengetahui kalau Aruna sudah mempunyai Putri. tidak mungkin bagi Aruna untuk menerima permintaan kakek tua, karena gadis itu mempunyai tanggung jawab yang harus dia emban.


Kakek tua keluar dari mobilnya, pria itu berjalan memasuki rumah Aruna. pandangan kakek tua tertuju pada rumah sederhana milik Aruna, sederhana tapi begitu nyaman. kakek tua sedikit tenang saat berada di rumah sederhana milik Aruna, apalagi Bilqis begitu ramah seperti Aruna.


"Kakek mau minum apa, Mau aku buatkan sesuatu?" tanya Bilqis kepada kakek tua. pria tua itu nampak tersenyum, dia menatap gadis kecil yang bersikap begitu ramah sama seperti ibunya.


"Kakek mau minum air putih saja, boleh tidak?" tanya kakek tua.


"Boleh, Apakah kakek mau aku buatkan teh hangat dikasih rempah rahasia? karena Mommyku selalu membuatkannya untukku, katanya untuk menjaga kesehatan." jawab Bilqis.


"Boleh." jawab kakek tua dengan senyum yang begitu mengembang.


Akhirnya bocah berusia 4 tahun itu memasuki dapur, Aruna nampak menyusul putrinya yang ingin membuatkan sesuatu untuk kakek tua.


"Rumah ini sederhana sekali ya, Tuan." ucap anak buah kakek tua.


"Sederhana tapi penuh dengan cinta, begitu menyenangkan dan begitu hangat." jawab kakek tua.


"Anda benar tuan, rumah ini begitu nyaman. begitu banyak cinta di dalamnya, berbeda dengan di rumah kita penuh dengan Aura yang panas." ucap anak buah kakek tua.


"Kau tahu Hadi, aku sangat menyukai wanita itu. jika wanita itu belum mempunyai suami aku ingin wanita itu menjadi menantu Ku." ucap kakek tua.


Paman Hadi adalah orang kepercayaan dari kakek tua yang bernama kakek Fajar, terlihat Kakek fajar menatap dua wanita berbeda umur itu, mereka begitu hangat. cara mereka memperlakukan kakek Fajar begitu istimewa. Hal itu membuat kakek Fajar seperti mempunyai keluarga yang sesungguhnya.


"Bagaimana Aruna, apakah kau mau pindah ke rumahku?" tanya kakek Fajar.


"Maafkan aku Kakek, aku tidak bisa melakukan hal itu. kakek lihat sendiri kan kalau aku mempunyai seorang putri, jika aku meninggalkan putriku kasihan sekali kan kek." jawab Aruna.


"Kalian pindah saja ke rumahku, aku akan menerima kalian dengan tangan terbuka." ucap kakek tua.


"Kakek, kakek. Kenapa Ibu ku harus pindah ke rumah kakek?" tanya Bilqis kepada kakek Fajar.


"Kakek ingin ibumu bekerja sama kakek." jawab Kak Fajar.


"Tapi ibuku kan sudah bekerja kakek, Jadi kenapa di harus bekerja lagi?" tanya Bilqis dengan 1000 pertanyaan di benak nya. karena gadis kecil itu tahu kalau ibunya sudah bekerja tapi, kenapa pria itu malah meminta ibunya bekerja untuk dirinya.


"Begini sayang, kakek ingin ibumu bekerja sama kakek. karena ibumu begitu baik, kakek ingin ibumu merawat kakek di rumah kakek, Kau boleh ikut dengannya." jawab kakek tua.


Bilqis memeluk ibunya dengan begitu erat, dia takut kalau ibunya akan meninggalkan dirinya.


"Tidak boleh, Mommy tidak boleh meninggalkanku, kakek. aku sangat menyayangi Mommy." ucap Bilqis yang membuat kakek Fajar tersenyum.


Entah mengapa tatapan mata kakek Fajar menatap Bilqis dengan begitu intens, seolah mereka berdua ada hubungan darah. jika sampai pria tua itu menyelidiki secara menyeluruh Aruna tidak akan mampu melakukan apapun, karena kakek Fajar adalah kakek kandung dari Bilqis.


"Kakek, lebih baik kakek ke sini saja kalau kakek merindukan kan ibuku. tapi kalau ibuku ke tempat kakek Bagaimana?" tanya Bilqis.


"Kamu kan juga bisa ikut ke sana, nanti kamu bersama kakek main di rumah kakek. kakek akan menyekolahkanmu dan merawatmu, kakek kesepian di rumah kakek tidak mempunyai siapa-siapa kecuali Putra kakek yang tidak pernah ada di rumah." ucap kakek tua.


Bilqis menatap ibunya, bocah kecil itu nampak mencari tahu apa yang diucapkan oleh pria tua itu. hati Aruna sedikit kebingungan pria tua itu sudah melunasi hutang-hutangnya yang begitu banyak.


"Bolehkah saya memikirkannya Tuan, karena saya juga harus berbicara kepada bos saya." ucap Aruna.


"Apapun akan kulakukan agar kau mau pindah ke rumahku, Aruna." ucap ucap kakek tua.


"Tuan, lebih baik kita memberikannya waktu. tidak secepat ini tentu saja dia kebingungan." ucap Paman Hadi.


Paman Hadi dapat melihat kalau Aruna sedang kebingungan, Bagaimana tidak. tiba-tiba saja wanita muda Itu diminta untuk pindah ke rumah pria tua itu, tentu saja Paman Hadi sedikit bisa merasakan apa yang Aruna rasakan saat ini.


"Baiklah kalau begitu, Aku akan memberikanmu waktu untuk berpikir. tapi kalau bisa aku minta kau untuk pindah ke rumahku dan merawatku, beberapa orang yang telah merawatku mencoba untuk menghabisi ku. mereka tidak mempunyai hati dan pikiran sama sekali." ucap kakek tua.


Aruna benar-benar dibuat kebingungan oleh kakek tua, Dia harus berpikir 1000 kali untuk menjawab pertanyaan dari kakek Fajar.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu