MOMMY

MOMMY
Pergi ke taman



Akhirnya Aruna pergi bersama dengan Bilqis dan Faisal ke tempat pernikahan. sebenarnya Faisal sengaja mengajak Aruna dan Bilqis, karena pria itu mencari alasan untuk membuat Aruna dan putrinya mau keluar bersamanya.


Helena selalu saja membuat ulah saat Faisal bersama dengan Aruna, beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di tempat pesta. di sebuah hotel yang sangat megah Faisal dan beberapa anak buahnya sudah mengantarkan pesanan si pemilik pesta.


"Selamat sore, tuan." sapa Faisal kepada pria yang memiliki pesta pernikahan.


"Tuan Faisal, kau datang dengan siapa?" tanya si punya pesta.


"Saya datang bersama salah satu karyawan saya, tuan." jawab Faisal.


Tatapan mata pemilik pesta itu nampak menatap Aruna dengan begitu intens. seorang wanita muda bersama dengan bocah wanita yang ada bersamanya, bocah kecil itu nampak memegang erat tangan anak buah Faisal.


"Siapa gadis kecil ini?" tanya si pemilik pesta.


"Hai kakek, perkenalkan. nama saya adalah Bilqis, saya putri dari ibu Aruna, Mommy ku." jawab Bilqis dengan senyum yang begitu mengembang.


Nampak Faisal benar-benar menyukai bocah kecil itu, seorang bocah kecil dengan keramahan yang begitu besar sama seperti ibunya.


"Apakah mereka ini Istri dan anakmu, Tuan Faisal?" tanya Tuan pemilik pesta.


Faizal hanya tersenyum, namun Aruna sedikit kebingungan dengan semua kata-kata yang diucapkan oleh pemilik pesta tersebut.


"Bukan tuan, saya adalah salah satu pegawai dari tuan Faisal." jawab Aruna. Aruna sedikit merasa tidak enak dengan perkataan pria tua itu, dia tidak ingin dianggap sebagai wanita yang ingin merusak hubungan orang lain.


"Saya kira Anda adalah istri dari tuan Faisal, karena kalian benar-benar sangat cocok. apalagi gadis kecil itu begitu akrab dengan Tuan Faisal." ucap si pemilik pesta.


Faizal hanya bisa tersenyum, di dalam hatinya pria itu mungkin benar-benar menginginkan kebersamaan dengan Aruna dan putrinya.


"Baiklah kalau begitu Tuan, Saya mohon diri dulu karena kami masih ada beberapa pekerjaan." ucap Faisal yang kemudian pergi meninggalkan hotel tempat diadakan pesta.


Aruna nampak tersenyum ramah kepada pria tua itu.


"Oh ya Bilqis, kamu mau nggak om ajak ke suatu tempat." ucap Faisal.


"Memangnya kita mau ke mana Om?" tanya Bilqis.


"Aku mau mengajakmu dan mommy mu jalan-jalan, Mau tidak?" tanya Faisal yang membuat Bilqis tersenyum begitu lebar.


"Mau-mau, Bilqis mau diajak jalan-jalan Om." jawab Bilqis. gadis kecil itu benar-benar merasakan kehangatan, Dia merasakan kebahagiaan ketika ada seseorang yang memberikan dirinya perhatian.


"Apa tidak akan merepotkan Tuan Faisal?" tanya Aruna.


"Tidak dong, ngapain juga merepotkan. Aku malah senang daripada aku terus-menerus berada di restoran, Aku sangat bosan." jawab Faisal.


Di tempat lain Surya tahu kalau Aruna adalah wanita yang menolong ayahnya, namun pria itu sangat enggan untuk bertemu dengan Aruna kembali. karena sifat Aruna yang sangat barbar bahkan sangat kasar padanya.


Surya adalah seorang pria yang tidak pernah sekalipun ditolak oleh seorang wanita, apalagi mendapatkan perlakuan kasar dari seorang wanita. Hal itu membuat Surya sangat tidak menyukai kehadiran Aruna.


"Mengapa Ayah selalu menyuruhku untuk mencari wanita barbar itu, bahkan melihatnya saja aku enggan." gerutu Surya yang telah diminta oleh ayahnya untuk mencari keberadaan Aruna. Surya memijit dahinya, karena pria itu benar-benar sangat enggan untuk bertemu dengan Aruna yang seorang wanita barbarnya tingkat dewa.


"Ada apa Bos?" tanya anak buah Surya.


"Segera Kalian cari keberadaan wanita itu!" seru Surya.


"Mengapa kita harus mencarinya Bos, sedangkan wanita itu jelas ada di rumahnya." jawab anak buah Surya.


"Karena itu aku minta kalian mencarinya, suruh dia ke kediaman Ayah!" seru Surya kepada anak buahnya.


"Apakah Bos tidak ikut?" tanya anak buah Surya.


"Kalau aku ikut pergi ke tempatnya, bisa-bisa Dia memaki ku sampai aku kehilangan kata-kata. kalian ingin aku dipermalukan oleh wanita barbar itu!" seru Surya yang sangat murka kepada anak buahnya. sedangkan anak buah Surya nampak mereka semua langsung pergi saat bosnya marah tidak karuan.


Di lain tempat, nampak Aruna sedang bersama Faisal dan putri nya, terlihat wanita itu bersandar di kursi taman, hari ini Aruna sedang bersama dengan Faisal dan putrinya. wanita itu nampak begitu bahagia saat melihat senyum Bilqis yang begitu mengembang.


"Hai Yuna." sapa seorang pria yang bernama Yoon Shik.


"Apakah kau senang Bilqis?" tanya Aruna.


"Hari ini aku sangat bahagia." ucap Faisal.


"Memangnya kenapa kau senang?" tanya Aruna.


"Hari ini aku mendapatkan kebahagiaan karena putrimu." jawab Faisal.


"Benarkah?" tanya Aruna.


"Tentu." jawab Faisal.


"Oya, nanti aku harus segera pulang karena aku ada janji." ucap Aruna.


"Memangnya kau ada ada janji apa?" tanya Faisal kepada Aruna.


"Janjian Mau lihat balap motor." jawab Aruna.


"Kau inikan seorang wanita, Kenapa Kau mempunyai hobi yang aneh seperti itu. kalau kau tidak melihat pertarungan Kau Melihat balapan, lebih sedikit feminim apa melihat bioskop kali." ucap Faisal.


"Sudah jangan banyak tanya pak, karena aku akan pergi sebentar lagi." ucap Aruna.


Tak lama kemudian nampak beberapa pria berpakaian serba hitam mendatangi Aruna.


"Nona!" seru para pria kepada Aruna. nampak Aruna menatap para pria itu.


"Kalian? Ada apa kalian kemari?" tanya Aruna kepada anak buah Surya.


"Kami diminta bos besar untuk menjemput anda." ucap anak buah Surya.


"Siapa mereka, Aruna?" tanya Surya.


"Mereka tukang renovasi, om." jawab Bilqis.


"Memangnya Kalian mau apa, dan Memangnya Mengapa Bos besar kalian itu mencari ku?" tanya Aruna kepada anak buah Surya.


"Saya tidak tahu Nona, lebih baik anda menemui Bos kami. karena beliau benar-benar ingin berterima kasih karena Anda telah menyelamatkan dirinya." jawab anak buah Surya.


"Heh...," Aruna menghela nafasnya secara kasar, terlihat wanita itu tidak menyukai kehadiran para anak buah pria yang selalu membuat dirinya mendapatkan kesialan.


"Hari ini aku tidak bisa menemui Bos besar kalian, karena aku sudah ada janji. katakan saja kalau besok aku akan ke sana, kalian jemput di rumahku" ucap Aruna yang kemudian pergi bersama seorang pria yang telah menjemputnya.


Nampak tatapan anak buah Surya saling menatap satu sama lain, Karena yang jelas mereka akan mendapatkan amukan yang sangat besar dari bos besar mereka.


"Bagaimana ini, wanita itu tidak mau menemui bos besar kita." ucap salah satu anak buah Surya.


"Pasti Bos akan sangat marah jika Bos besar memarahinya." ucap anak buah Surya.


"Kita bilang saja kalau hari ini kita tidak menemukannya, besok kita akan mencarinya kembali." ucap salah satu anak buah Surya.


Akhirnya anak buah Surya pergi, sedangkan Faisal nampak menatap Aruna yang sedang mengusir anak buah Surya.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu.