MOMMY

MOMMY
Surya terluka parah, Aruna menjadi isteri Faisal



"Dokter!!" seru kakek Fajar.


"Ya, tuan." jawab dokter.


"Bagaimana kondisi putraku?" tanya kakek Fajar.


"Kondisi tuan Surya sangat kritis, tuan. kita hanya menunggu keajaiban." jawab dokter.


"Apa maksudmu?" tanya kakek Fajar.


"Maaf tuan." jawab dokter yang kemudian pergi meninggalkan Kakek Fajar.


"Apa yang terjadi, Kenapa semuanya ini seperti ini." ucap Kakek Fajar.


"Kakek harus bersabar ya." jawab Aruna yang terlihat berusaha untuk memberikan kekuatan kepada kakek Fajar agar pria tua itu tidak terlalu terpuruk.


Mulai hari itu waktupun berjalan, terlihat Faisal memberikan perhatian yang begitu dalam kepada Aruna dan Bilqis. suatu ketika Faisal benar-benar melamar Aruna, kakek Fajar nampak mengiyakan keinginan putranya itu, karena kakek Fajar juga ingin Aruna dan Bilqis menjadi keluarganya.


Dua bulan kemudian Faisal benar-benar menikah dengan Aruna di sebuah masjid sederhana, Faisal menikahi Aruna, pria itu menjadikan Aruna istri sah-nya. dibalik kesenangan itu ada kesedihan yang dialami oleh kakek Fajar, Putra sulungnya sudah menikah. sedangkan Putra bungsunya masih, dan berada di rumah sakit, dua minggu kemudian waktu sudah mulai berlalu. terlihat Aruna sudah memasak untuk sang suami.


"Selamat pagi sayang!!" seru Faisal.


"Selamat pagi Mas." jawab Aruna.


"Kau sedang memasak apa?" tanya Faisal.


"Ini lho Mas, Ayah tadi memintaku untuk memasakkan sesuatu yang sangat disukai." jawab Aruna.


"Benarkah, Lalu apakah Kau juga memasakkan sesuatu untuk suamimu tercinta Ini?" tanya Faisal.


Aruna tersenyum, wanita itu nampak menatap sang suami yang terlihat begitu rapi dan tampan.


"Selamat pagi, Mommy!!" seru Bilqis.


"Selamat pagi Sayang." jawab Aruna.


"Kok cuma Mommy saja yang sapa, apa Bilqis tidak menyapa Ayah?" tanya Faisal.


"Tentu saja, Selamat pagi Ayah!!" seru Bilqis yang kemudian berlari ke pelukan Faisal.


Dunia Bilqis begitu indah, gadis kecil itu merasakan kebahagiaan yang begitu besar. dia telah mendapatkan sosok Ayah yang begitu dia inginkan.


"Ayah, nanti antar Bilqis pulangnya dijemput tidak?" tanya Bilqis.


"Tentu saja dong sayang, Memangnya kamu ingin dijemput siapa?" tanya Faisal.


"Tentu saja dijemput Ayah." jawab Bilqis.


Terlihat seorang pria tua sudah turun dari lantai dua rumahnya, tatapan matanya menatap putranya yang begitu bahagia bersama keluarga kecil yang sudah bersamanya.


"Oh ya Sayang, nanti mas akan pulang malam ya. soalnya mas mau keluar kota sebentar." ucap Aruna.


"Memangnya Mas mau keluar kota sama siapa?" tanya Aruna kembali.


"Sama Rudi, kau tahu sendiri kan sekarang Rudi bekerja dibawah pimpinan ku. sedangkan Paman Hadi harus fokus untuk menjalankan perusahaan Ayah." jawab Faisal.


"Ya sudah, nanti kalau sudah sampai di sana kabari aku ya." pinta Aruna.


"Tentu saja sayang, mas bakal memberikan kamu kabar, Kalau tidak memberikan kabar nanti dikira Mas ini main ke mana." Jawab Faisal sambil tersenyum.


"Kalau Mas berani main-main sama aku, lihat saja akan kubuat Mas menjadi perkedel. akan ku goreng sampai kering kerontang." jawab Aruna sambil berkacak pinggang.


"Jangan begitu Aruna, Kalau suamimu berani macam-macam sana jemur aja biar jadi keripik, nanti haluskan." canda kakek Fajar yang membuat Aruna malah tersenyum.


Bilqis yang melihat pertengkaran Ayah dan ibunya itu nampak dia hanya tersenyum saja.


"Jangan begitu dong Mommy, nanti ayah kasihan. kalau Ayah berani macam-macam biar Bilqis yang jewer kupingnya." jawab Bilqis sembari menatap wajah Faisal.


"Tidak dong Sayang, masak Ayah berani macam-macam. ayah kan sudah mempunyai putri cantik dan istri seperti bidadari." jawab Faizal yang kemudian mencium pipi Bilqis.


"Ayah, nanti kalau pulang dari luar kota beliin makanan ya." pintar Bilqis.


"Tentu saja, Nanti ayah belikan kamu makanan." jawab Faisal.


"Oh ya Mas, kalau kamu keluar kota hati-hati ya, apalagi kondisi di jalanan sangat ramai." ucap Aruna.


"Kau tenang saja, sayang. mas akan baik-baik saja kok, nanti kita video call ya." jawab Faisal.


"Iya Mas." ucap Aruna yang kemudian melanjutkan ritual makan mereka, Kakak Fajar nampak tidak bisa mengatakan apapun. pria tua itu melihat kebahagiaan yang begitu besar di wajah putranya.


"Oh ya Faisal, besok ayah mau ke rumah sakit untuk menjenguk adik mu." ucap kakek Fajar.


"Ayah Besok Faisal akan ke rumah sakit untuk melihat keadaan Surya. sudah 6 bulan lamanya Surya mengalami koma seperti ini, aku takut jika terjadi sesuatu kepadanya." jawab Faisal.


"Mungkin Tuhan ingin memberikan teguran kepada Surya dengan semua kelakuannya, karena hal itu sekarang Tuhan memberikan Surya cobaan yang begitu berat." ucap kakek Fajar.


"Tuhan tidak memberikan kita cobaan, jika kita tidak bisa melaluinya. kita pasti bisa melaluinya dan kita pasti bisa mendapatkan kebahagiaan kembali." jawab Faisal.


"Tapi bagaimana jika tiba-tiba Tuhan mengambil Surya, Faisal?" tanya kakek Fajar sembari menundukkan kepalanya.


"Ayah, ayah tidak boleh berkata seperti itu dong. Ayah harus menjadi orang yang kuat, selalu memberikan kekuatan kepada ada mas Surya dengan semua kondisinya." jawab Aruna.


Terlihat kakek Fajar menghela nafasnya dengan begitu dalam, pria itu tidak akan membiarkan Putra nya terus-menerus seperti ini. hari ini Faisal pergi ke luar kota untuk mengurus bisnisnya yang sedang berkembang pesat, namun saat mereka sudah mulai melakukan perjalanan..,seorang wanita yang tidak tahu diri nampak mengikuti kepergian Faisal.


"Aku tidak akan membiarkanmu bersenang-senang diatas penderitaan ku, Faisal. aku pasti akan melakukan sesuatu untuk merebutmu dari wanita itu." ucap Helena yang terus mengikuti mobil Faisal dari belakang.


Helena tidak pernah menyerah, di harus mendapatkan semua keinginannya. Helena adalah wanita licik yang luar biasa dengan semua kebusukannya.


"Aku harus mendapatkan semua informasi mengenai wanita itu, lihat saja sebentar lagi Faisal akan menjadi milikku dan wanita itu akan kehilangan semua kebahagiaan nya. sudah Ku pertahankan segalanya Untuk mendapatkan Faisal, namun pria itu lebih memilih untuk bersama dengan wanita nenek sihir itu." ucap Helena.


Sekitar 45 jam kemudian Faisal sudah sampai di sebuah tempat, pria itu menginap di sebuah hotel mewah tempat para rekan bisnisnya berada.


"Pak Faisal, Apakah anda tidak ingin mengabari istri anda dulu kalau anda sudah sampai di sini?" tanya Rudi.


"Kau benar, Rudi. aku harus meneleponnya nanti dikira aku belok ke mana." Jawab Faisal sambil tersenyum kepada Rudi.


Tak berselang lama Faisal menelpon Aruna, pria itu sudah memberikan informasi mengenai keberadaannya. Helena yang berada di tempat itu tentu saja Wanita itu sudah mendaftar untuk menginap di hotel itu, riasan yang tidak terlihat sama sekali serta rambut yang diwarnai Tidak seperti biasanya. Hal itu membuat Faisal tidak mengenali Helena yang sudah berada di satu Hotel dengannya.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu