
Tatapan mata Aruna nampak menatap surya yang sudah pergi dari tempat itu, tentu saja Aruna sedikit emosi. dia habis menolongnya namun pria itu seolah tidak tahu berterima kasih sama sekali.
"Tuh orang gak punya sopan santun sama sekali ya, habis ditolong lalu pergi begitu aja." ucap Yura yang terlihat langsung meninggalkan tempat itu juga. karena dia sangat kesal saat melihat jam tangannya yang menunjukkan waktu yang sangat tidak tepat, Bagaimana tidak dia sudah terlambat hampir satu jam lamanya.
BRETTTT...
bunyi ponsel Aruna.
"Halo!!" seru Aruna. wanita itu menjawab ponselnya dengan nada yang sangat keras. padahal dia mengira kalau ponselnya telah rusak.
"Mommy!!" seru Bilqis dari seberang tempat.
"Ya, Sayang." jawab Aruna.
"Mommy, apakah mommy tidak pulang?" tanya Bilqis kepada ibunya.
"Iya Sayang, sebentar lagi Mommy mau pulang. Memangnya ada apa?" tanya Aruna.
"Mommy, Mommy kepalaku sakit. Bilqis tidak enak badan." jawab Bilqis.
Saat mendengar perkataan putrinya seketika wanita itu langsung berbalik arah dan kembali ke rumahnya.
Sedangkan Bilqis yang berada di rumah, nampak bocah itu tersenyum karena rencananya dan Faisal berjalan. Sebenarnya Hari ini adalah hari ulang tahun Aruna, Faisal, bu RT dan yang lain sengaja membuat acara kejutan untuk Aruna.
Aruna terlihat terburu-buru kembali ke rumahnya, Wanita itu sangat takut jika terjadi sesuatu kepada gadis kecilnya. sekitar 40 menit kemudian dia sudah sampai di depan rumahnya, terlihat rumahnya begitu sepi.
"Apakah Bilqis berada di rumah bu RT ya, Kenapa di rumah sepi sekali." ucap Aruna.
"Bilqis tidak tahu lagi, Aruna benar-benar sangat kebingungan. Gadis itu langsung berlari ke arah rumah bu RT, namun yang terjadi di rumah bu RT juga sepi. "Kok sepi sih, di ketuk nggak ada orang." ucap Aruna kembali.
Aruna benar-benar sangat kebingungan, akhirnya wanita itu membuka pintu rumahnya. di dalam rumah terlihat benar-benar begitu gelap padahal itu masih siang. tirai di rumahnya sudah ditutup semuanya, Aruna benar-benar sangat ketakutan jika terjadi sesuatu kepada putri kecilnya.
"Kenapa tirainya ditutup semua, rumah jadi gelap begini." ucap Aruna yang masuk kedalam rumahnya. wanita itu mencari keberadaan Putri kecilnya yang tidak terlihat di rumah bu RT ataupun di rumahnya.
Sesaat kemudian...
DOR...
DOR...
"Selamat ulang tahun!!" teriak orang-orang yang ada di rumah Aruna.
Hari itu Aruna benar-benar begitu bahagia, karena orang-orang yang ada disekitarnya selalu memberikan perhatian yang sangat besar.
"Terimakasih." ucap Aruna.
"Selamat ulang tahun, Aruna." ucap Faisal yang terlihat memberikan kado kepada Aruna.
"Selamat ulang tahun, Mommy!!" seru Bilqis yang ikut memberikan kejutan kepada ibunya. gadis kecil itu memberikan pelukan hangat kepada ibu tercintanya.
"Terima kasih, semua. karena sudah memberikan aku perhatian yang sangat luar biasa." ucap Aruna yang kemudian memulai acara ulang tahun itu.
* Di tempat lain *
Nampak bos besar ayah dari Park Surya telah menemukan keberadaan Aruna, pria tua itu sudah memutuskan untuk menjemput paksa Aruna.
* keesokan hari *
Saat berada di depan toko kue, nampak Aruna menatap beberapa orang yang berada di depan tempatnya tersebut. beberapa mobil berjajar sembari menunggu kedatangan seseorang.
"Kalian sedang mencari Siapa?" tanya Aruna kepada para pria yang berpakaian serba hitam. sesaat kemudian Sebuah mobil mewah pintunya terbuka dan nampaklah seorang pria tua yang keluar dari mobil tersebut.
"Loh kakek, kakek sudah sembuh?" tanya Aruna kepada kakek tua yang baru keluar dari mobilnya.
Sang kakek menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kepada Aruna. "Bagaimana keadaanmu, gadis cantik?" tanya kakek tua kepada Aruna.
"Aku baik kek." jawab Aruna.
Sesaat kemudian, orang-orang yang ada di toko kue itu langsung menatap Aruna yang sedang berbicara dengan seorang kakek tua.
"Apakah kau berkerja di sini?" tanya kakek tua.
Aruna menganggukkan kepalanya.
"Tentu saja boleh." jawab Aruna.
Tak lama kemudian beberapa pria mendatangi toko tempat Aruna.
"Bagaimana jawabanmu, Aruna?!" seru beberapa pria kepada Aruna.
"Aku sudah bilang padamu, kalau aku tidak mau menikah denganmu. Tenang saja aku akan membayar semua hutang-hutang yang aku miliki, Jadi kalian tidak usah terus mengancam ku!" seru Aruna. nampak kakek tua menatap orang-orang itu sambil beralih menatap Aruna.
"Ada apa gadis cantik?" tanya kakek tua.
"Tidak apa-apa, kek." jawab Aruna dengan senyum yang sangat mengembang.
Sesaat kemudian nampak kakek tua mengeluarkan uang yang begitu banyak dan diberikan kepada paraf rentenir yang sudah menagih pada Aruna.
Hari ini Faisal tidak terlihat berada di toko kue, karena pria itu Sedang membereskan sebuah masalah.
"Apa yang kakek lakukan!" seru Aruna.
"Aku akan melunasi semua hutang-hutang mu." jawab kakek tua.
Nampak Aruna menatap pria tua tersebut, di dunia ini tidak ada yang gratis tentu saja Yuna mengetahui hal itu. Setelah para preman sudah mendapatkan uang mereka, nampak Aruna menatap kakek tua dengan tatapan yang penuh selidik.
"Apa yang kakek inginkan dariku?" tanya Aruna yang langsung pada permasalahannya. kakek tua tersenyum kepada Aruna. sesaat kemudian pria itu menyodorkan beberapa kertas di depan Aruna.
"Mulai sekarang, Aku ingin kau berkerja untukku dan mengurusku, Aruna. karena aku sudah tidak mampu hidup lagi untuk beberapa tahun." jawab kakek tua.
Aruna begitu terkejut dengan kata-kata yang dikeluarkan oleh kakek tua. sedangkan salah satu orang kepercayaan kakek tua nampak pria itu tersenyum saat mendengar drama yang dimainkan oleh tuannya itu.
"Memangnya apa yang terjadi setelah peristiwa itu?" tanya Yuna.
"Kata dokter umurku hanya tinggal beberapa tahun lagi Aruna, mungkin 1 tahun." ucap kakek tua. nampak Aruna begitu tersentuh dengan kata-kata kakek tua itu,
"Lalu.. apa yang harus kulakukan kek?" tanya Aruna kepada kakek tua itu.
"Tutuplah rumah makan ini, dan bekerjalah untukku Aruna. bantulah kakek tua ini." ucap kakak tua. nampak Aruna menatap Pria tua yang umurnya seumuran dengan kakeknya itu.
"Memangnya aku harus membantu kakek apa?" tanya Aruna dengan nada suara yang lembut.
"Ikutlah aku untuk pindah ke rumahku dan rawatlah aku di sana, karena kesehatanku yang sering menurun. hal itu membuatku sering sakit-sakitan." ucap kakek tua.
Terlihat Aruna sedikit kebingungan. namun dia tidak menganggukkan kepalanya. memang dia juga sudah berhutang budi sangat banyak kepada pria tua itu, karena sang kakek telah melunasi hutang hutang gadis itu.
"Aku akan mengantarkan ke rumahmu, dan aku akan menjemputmu. Bagaimana?" tanya kakek tua.
Nampak Aruna menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian Gadis itu membawa kakek tua ke rumahnya. terlihat disana kakek tua sudah menunggu di luar rumah Aruna. pria tua itu masih belum mengetahui kalau Aruna sudah mempunyai Putri.
"Mommy!!" seru Bilqis.
"Sayang." panggil Aruna.
Terlihat kakek tua sangat terkejut saat ada gadis kecil yang menyambut kedatangan Aruna.
"Siapa gadis itu?" tanya kakek tua kepada salah satu anak buahnya.
"Saya tidak tahu, Tuan. tapi yang Saya dengar kalau dia adalah putri dari wanita itu." jawab anak buah kakek tua.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu