MOMMY

MOMMY
Faisal kebingungan



Dengan begitu cepatnya Helena langsung melakukan semua rencananya, semua adegan syur yang dilakukan Helena bersama seorang pria yang mirip dengan Faisal sudah dia sebarkan di sosial media. hari itu benar-benar menjadi pukulan yang sangat telak bagi Faisal.


Pria itu tidak ingin istrinya melihat hal itu, dengan segera Faisal meminta Rudi untuk segera kembali ke rumahnya.


Aruna yang berada di rumah nampak wanita itu merasakan perasaan yang begitu aneh, ada sesuatu yang membuat hatinya benar-benar begitu gelisah.


"Ada apa Aruna?" tanya kakek Fajar.


"Entahlah ayah, ada sesuatu yang membuatku seperti ini. Mas Faisal bilang kalau kemarin dia pulang sampai hari ini, dia belum pulang dan belum memberikan kabar." jawab Aruna.


"Namanya orang lagi kerja, Helena. apalagi berkas berkas menumpuk begitu banyak." jawab kakek Fajar.


"Tapi perasaan Aruna benar-benar tidak enak, Ayah. jawab Aruna.


"Kau tidak boleh seperti itu, berdoa saja kepada Tuhan agar suamimu tidak apa-apa." jawab kakek Fajar.


Aruna menganggukkan kepalanya, wanita itu mencoba untuk bersabar, ada sesuatu yang benar-benar membuat hati Aruna begitu gelisah. ada sesuatu yang membuatnya begitu tidak nyaman.


"Sudahlah Aruna, mungkin nanti siang Faizal sudah pulang." ucap kakek Fajar.


"Iya kek." jawab Aruna.


Satu jam kemudian


Aruna masih belum mengetahui mengenai berita-berita yang sudah tersebar di media sosial mengenai suaminya.


"Assalamualaikum!!" seru Faisal.


"Waalaikumsalam, Mas." jawab Aruna yang kemudian berjalan begitu cepat sembari memeluk suaminya.


"Mas Kenapa tidak bisa dihubungi?" tanya Aruna.


"Maafkan mas ya, ada pekerjaan yang begitu banyak." jawab Faisal. di dalam hati Faisal benar-benar sangat kebingungan dengan apa yang terjadi kepada dirinya. Faisal yakin kalau dirinya tidak melakukan apapun kepada Helena.


Rudi yang bersama Faizal saat itu juga yakin kalau tuannya tidak melakukan apapun.


"Ada apa mas? Kenapa Wajahmu seperti itu?" tanya Aruna.


"Tidak apa-apa, mas cuma capek saja." Jawab Faisal.


"Kalau begitu, Mas Lebih Baik istirahat dulu." ucap Aruna.


"Iya, kalau begitu Mas istirahat dulu ya. Oh ya di mana Bilqis?" tanya Faisal.


"Bilqis sedang belajar Mas, nanti kalau sudah selesai tidur.., nanti mas temui Bilqis." ucap Aruna.


Hari ini Faisal benar-benar sangat kebingungan, apa yang akan dikatakan oleh istrinya jika Aruna mengetahui masalah ini. Faisal sangat yakin kalau dirinya tidak menyentuh Helena sama sekali, tapi semua video dan foto-foto itu begitu mirip dengannya.


"Apa yang harus aku lakukan, apa yang harus aku katakan kepada istriku mengenai hal ini." guman Faisal dalam hati yang terduduk di kamar. pria itu terus memikirkan kejadian kemarin, entah apa yang terjadi. jika Faisal tidak sadar Lalu kenapa Kenapa video video itu sudah tersebar di media sosial. padahal Faisal tidak merasakan apapun, entah apa yang terjadi dan obat apa yang diberikan oleh Helena hingga membuat Faisal merasakan sesuatu dan tertidur. padahal dia memejamkan matanya sekitar 2 sampai 3 jam lamanya.


"Aku benar-benar bodoh, apa yang terjadi kemarin. aku benar-benar tidak ingat." ucap Faisal sembari menjambak rambutnya dengan begitu frustasi.


Sesaat kemudian pintu kamar Faisal diketuk, Faisal sangat kebingungan jika berhadapan dengan sang istri.


TOK..


TOK..


Apa yang harus dia katakan, apa yang harus dia lakukan. "Aku benar-benar tidak bisa berpikir mengenai hal ini. Bagaimana jika istri ku tahu apa yang terjadi, Bagaimana jika dia tiba-tiba meninggalkan ku." ucap Faisal sembari menjambak rambutnya. pria itu masih belum berdiri untuk membuka pintu kamarnya, sesaat kemudian ada suara panggilan Yang berasal Dari pintu luar dan ternyata itu adalah panggilan dari Rudi.


"Tuan." panggil Rudi.


Dengan segera Faisal membuka pintu kamarnya, dia menatap Rudi yang sudah berada disana.


"Rudi." ucap Faisal.


"Boleh saya masuk, Tuan?" tanya Rudi.


"Masuklah Rudi." jawab Faisal.


"Oh ya Rudi, lebih baik kita berbicara di ruang kerja saja. aku takut kalau istriku tiba-tiba masuk." ucap Faisal.


"Baik Tuan." jawab Rudi.


"Apakah tuan yakin kalau tuan tidak melakukan apapun kepada nona Helena?" tanya Rudi.


"Aku yakin Rudi." jawab Faisal.


"Lalu, Kenapa tiba-tiba wanita itu ada di kamar Tuan dan kenapa Tuan tidak menjawab panggilan saya?" tanya Rudi.


"Aku tidak tahu Rudi, tiba-tiba saja aku merasakan sesuatu yang aneh. tubuhku rasanya tidak bisa dikontrol, aku merasakan panas yang luar biasa." jawab Faisal.


Rudi tidak tahu apa yang terjadi dengan tuannya itu, pria itu serasa bermimpi begitu buruk ada sesuatu yang membuat Faisal tidak bisa mengingat semua kejadian itu.


"Lebih baik kita mencari tahu kejadian itu, Tuan. saya yakin kalau ada bukti-bukti mengenai hal itu." ucap Rudi.


"Kau benar Rudi, Aku tidak ingin istriku mengetahui kejadian yang ada di tempat kemarin." ucap Faisal.


Secara tidak sengaja Aruna mendengar perkataan suaminya dan Rudi, ada sesuatu yang disembunyikan oleh Faisal dari Aruna. Hal itu membuat Aruna sedikit kebingungan.


"Apa yang disembunyikan oleh Mas Faisal, Kenapa dia takut kalau aku mengetahui hal itu." ucap Aruna yang terlihat terus memikirkan apa yang dikatakan oleh suaminya itu.


Sesaat kemudian suara panggilan dari gadis kecilnya membuat Aruna yang terus melamun akhirnya tersadar.


"Mommy, katanya Ayah sudah datang?" tanya Bilqis.


"Iya sayang, Ayah sedang berbicara dengan paman Rudi. Memangnya ada apa?" tanya Aruna.


"Bilqis kangen banget sama ayah, Mommy." jawab Bilqis.


"Tunggu sebentar ya, nanti kalau Ayah sudah selesai berbicara dengan paman Rudi Pasti ayah menemui kamu." jawab Aruna.


"Mommy, Ada apa? Kenapa Mommy tadi bengong?" tanya Bilqis.


"Tidak apa-apa, sayang. mungkin saja Mommy sedang yang tidak enak badan." jawab Aruna.


"Mommy, ayo kita buat makanan kesukaan ayah ya. Aku ingin membuat kejutan buat ayah." ucap Bilqis.


"Boleh, Ayo." jawab Aruna yang kemudian menggandeng tangan putrinya menuju dapur. kata-kata yang diucapkan oleh Faisal dan Rudi terus terngiang di telinga Aruna. Hal itu membuat Aruna benar-benar tidak bisa fokus saat memasak.


"Mommy Ada apa, Kenapa Mommy terus bengong seperti itu?" tanya Bilqis.


"Tidak apa-apa sayang, mungkin Mommy agak tidak enak badan." jawab Aruna.


"Minum obat Mommy, jangan sampai mommy sakit. nanti enggak ada yang ngurus Bilqis." canda Bilqis sambil tersenyum dan memeluk ibunya.


Setelah selesai dengan ritual makanya terlihat Faisal sudah turun ke ruang makan bersama Rudi. Kakek Fajar terlihat menatap putranya yang benar-benar begitu lesu.


"Ada apa denganmu, Faisal. Kenapa kau tidak bersemangat seperti itu?" tanya kakek Fajar.


"Tidak apa-apa, Ayah. mungkin aku tidak enak badan saja." Jawab Faisal.


"Ayah Jangan sampai tidak enak badan, Mommy bilang tadi Kalau Mommy juga tidak enak badan. kalau ayah dan Mommy sakit nanti Bilqis gimana." ucap Bilqis sembari memperlihatkan wajahnya yang begitu sedih.


"Tenang saja kan ada kakek." jawab kakek Fajar.


Bilqis tersenyum, tapi raut wajah Faisal masih tetap begitu kebingungan. Aruna yang melihat wajah suaminya seperti itu tentu saja 1000 pertanyaan terus berputar di otak Aruna.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu