MOMMY

MOMMY
Kedatangan Faisal



TOK...


TOK...


terlihat pintu rumah Aruna sudah diketok oleh seseorang.


"Mommy, siapa yang mengetuk pintu rumah kita?" tanya Bilqis.


"Mommy, tidak tahu sayang. memangnya ada apa?" tanya Aruna.


"Apa pintu rumah kita tidak dibuka, Mommy? kasihan orang itu terus mengetuk pintu rumah kita." jawab Bilqis.


"Tentu saja sayang, Mommy akan membuka pintu rumah itu. biar kita tahu siapa yang sedang bertamu." jawab Aruna.


Sesudah mengatakan hal itu akhirnya Aruna berdiri dan berjalan untuk membuka pintu rumahnya. Aruna menatap gagang pintu rumahnya, dia berfikir Siapa yang bertamu di rumahnya pukul 8 malam seperti ini.


CEKLEK..


Aruna membuka pintu rumahnya, terlihat di sana Faisal sudah bertamu di rumahnya.


"Pak Faisal." ucap Aruna.


"Selamat malam Aruna." ucap Faisal malam Pak Faisal jawab Aruna yang sedikit kebingungan saat dia melihat Faisal sudah berada di depan rumahnya.


"Kenapa kau menatapku seperti itu, Apakah kau tidak senang dengan kedatangan ku?" tanya Faisal.


Nampak Aruna sedikit terkejut dengan kata-kata yang diucapkan oleh Faisal, Bagaimana tidak. tiba-tiba saja pria itu sudah berada di depan rumahnya, bukan seperti itu Pak Faisal.


"Maaf, tapi ada apa ya? tumben sekali Pak Faisal ke tempat saya?" tanya Aruna.


"Bolehkah aku masuk dulu?" tanya Faisal.


Aruna nampak sedikit kaku, karena dia tidak mengijinkan Faisal masuk ke dalam rumahnya terlebih dahulu.


"Maaf Pak Faisal, mari." jawab Aruna.


Aruna nampak tidak menutup pintu rumahnya, karena dia tidak ingin menjadi bahan gunjingan dari para tetangga Jika ada seseorang yang masuk. tentu saja mereka akan melihat kalau Aruna ada tamu dan tidak melakukan apapun.


"Dimana Bilqis?" tanya Faisal.


"Bilqis ada di dalam Pak." jawab Aruna.


Akhirnya Faisal masuk di ruang tamu, Bilqis yang berada di dalam rumah tentu saja gadis kecil itu melihat juragan tampan yang ada di rumahnya.


"Om Faisal!!" seru Bilqis.


"Bilqis." Panggil Faisal.


"Apa yang om Faisal lakukan di sini?" tanya Bilqis kepada Faizal.


"Tadi Paman habis dari restoran, Paman ingat kalau suka sekali makan ini." jawab Faisal.


"Terima kasih ya Om, Karena Om baik sama Bilqis." ucap Bilqis.


"Tentu saja." jawab Faisal yang terlihat mencubit pipi Bilqis.


Sekarang gadis kecil itu sudah tidak malu-malu lagi kepada Faisal, dia langsung duduk di pangkuan Faisal sambil bercanda gurau. sesaat kemudian terlihat bu RT datang kerumah Aruna, wanita itu memberikan sesuatu kepada Aruna.


"Aruna!!!" seru bu RT.


"Bu RT." ucap aruna yang melihat bu RT masuk ke dalam rumahnya.


"Juragan tampan, maaf maaf aku tidak tahu kalau ada tamu." ucap bu RT yang terlihat tersenyum kepada Aruna.


"Bu RT." ucap Faisal yang kemudian tersenyum.


Tatapan mata bu RT nampak menatap Bilqis yang sedang duduk di pangkuan Faisal, wanita tua itu tersenyum sembari menatap Bilqis yang sedang bercanda gurau dengan Faizal.


"Ada apa Bu?" tanya Aruna.


"Ini lho Aruna, Ibu tadikan membuat masakan yang banyak, tadi ibu kan habis arisan." ucap bu RT.


"Ada banyak bu, boleh aku minta tidak." ucap Faisal yang secara gamblang. pria itu seolah tidak malu-malu untuk mengatakan hal itu kepada ada bu RT.


"Tentu saja boleh Mas juragan." jawab bu RT yang kemudian meletakkan makanan di meja.


"Aruna, Biar mas juragan yang makan dulu. aku bakal kembali untuk mengambilkan buat kamu sama Bilqis." ucap bu RT yang kemudian berjalan secara cepat sambil tersenyum.


Aruna hanya bisa melongo menatap semua kelakuan bu RT.


"Tadi aku ditelepon sama kakek baik loh Om." ucap Bilqis.


"Kakek baik, Siapa?" tanya Faisal.


"Itu.., kakek baik yang meminta Mommy untuk kerja sama, dia bilang aku boleh tinggal sama kakek itu." jawab Bilqis.


"Faisal langsung menatap Aruna, pria itu seolah meminta penjelasan kepada Aruna mengenai kata-kata yang diucapkan oleh Bilqis. Ada apa Aruna?" tanya Faisal.


"Ini lho Pak, ada sesuatu mengenai....," ucap Aruna yang kemudian dia menghentikannya saat bu RT datang. Aruna kemudian meminta bu RT untuk membawa Putri kecilnya terlebih dahulu, bu RT tahu kalau ada sesuatu yang harus Aruna bicarakan dengan Faisal.


"Oh ya, Kalau begitu ibu bawa Bilqis pulang dulu ya. apalagi Pak RT juga butuh teman bicara." ucap bu RT.


"Mommy, Bilqis pergi dulu ya." ucap Bilqis.


"Y."a jawab Aruna.


* 5 menit kemudian *


Akhirnya Aruna menceritakan semua yang terjadi kepada dirinya, mengenai para rentenir yang datang ke toko Kue Faisal.


"Kenapa kau tidak pernah menceritakannya padaku?" tanya Faisal.


"Maaf Pak, bagaimana mungkin saya bisa menceritakannya. saya masih beberapa bulan bekerja sama Pak Faisal, tidak mungkin saya akan meminjam uang sebesar itu." jawab Aruna.


"Lalu, Kenapa pria itu memintamu untuk menikah dengan nya?" tanya Faisal.


"Dia bilang Kalau saya tidak bisa melunasi hutang-hutang saya maka saya harus menikah dengannya. itu sudah lama dia bicarakan, karena itu saya bekerja keras untuk melunasi hutang-hutang itu." jawab Aruna.


Faisal nampak terdiam, sesaat kemudian pria itu menatap Aruna dan menarik salah satu tangannya.


"Berapa hutang yang kamu miliki kepada rentenir itu?" tanya Faisal.


Aruna menggelengkan kepalanya, wanita itu menatap Faisal dengan tatapan mata yang begitu tajam.


"Ada seorang kakek tua yang begitu baik, Pak Faisal. Saya pernah menolongnya ketika dia dikejar oleh para penjahat. hari ini dia mendatangi saya di toko kue dan melunasi hutang-hutang saya." jawab Aruna.


"Siapa pria itu, lalu mengapa dia tiba-tiba melunasi hutang-hutang mu?" tanya Faisal.


"Saya kan sudah bilang Pak, saya pernah menolongnya jadi dia membayar hutang-hutang saya." jawab Aruna.


"Lalu kenapa dia memintamu untuk bekerja dengan nya?" tanya Faisal.


Aruna mulai menata nafasnya kembali, wanita itu menceritakan apa yang diceritakan oleh kakek tua.


"Jadi dia membutuhkanmu karena orang-orang yang ada disekitarnya tidak bisa dipercaya?" tanya Faisal.


"Aruna menganggukkan kepalanya, Apakah kau mau dengan tawaran kakek tua itu?" tanya Faisal.


"Saya masih membutuhkan waktu untuk menjawab pertanyaan kakek tua itu." jawab Aruna.


"Memangnya siapa nama kakek tua itu?" tanya Faisal kepada Aruna.


"Yang saya tahu namanya kakek Fajar, itu saja Pak." jawab Aruna.


Faisal sedikit terkejut karena nama itu begitu familiar di telinganya, Fajar.. nama itu sangat dikenal oleh Faisal, Bagaimana tidak nama ayahnya juga adalah Fajar.


"Bagaimana ciri-ciri pria itu?" tanya Faisal kepada Aruna.


Akhirnya Aruna mengatakan ciri-ciri pria tua itu, setelah mendengar jawaban dari Aruna tentu saja Faisal tersenyum. karena kakek Fajar yang dimaksud oleh Aruna adalah ayahnya sendiri. pria yang selalu bersikap tidak konsisten sama sekali dan pria yang selalu ingin menang sendiri, kalau begitu berarti surya adalah adik dari Faisal atau kakaknya?


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu