
"Hemm!" ucap Surya Sambil tersenyum, sesaat kemudian pria itu berdiri.
"Apakah kau yakin?" tanya Surya.
"Kalau kau mau kau boleh bawa putriku dan aku." cibir Aruna yang membuat Surya melongo.
Aruna yang melihat hal itu, nampak pria itu mengerutkan keningnya karena pria itu sangat terkejut dengan sikap Aruna.
"Mommy." panggil Bilqis.
"Ada apa, sayang?" tanya Aruna.
"Itu untuk om aneh," ucap Bilqis.
"Untuk apa?" tanya Aruna.
"Tanda terimakasih," jawab Bilqis.
"Untuk apa?" tanya Aruna dan Surya bebarengan.
"Tanda terima kasih karena sudah merenovasi rumah kita, mommy." jawab Bilqis.
"Aku tidak perlu tanda terima kasih, yang aku minta adalah katakan di mana anakku?" tanya Surya.
"Aku tak tau." jawab Aruna.
"Gadis ini....," terlihat Surya agak jengkel dengan perlakuan dari wanita yang ada di depannya.
"Kalau sudah selesai, tolong kalian segera pergi dari tempat ini." pinta Aruna. wanita itu terlihat sangat jengkel dengan perlakuan pria yang ada di hadapannya, seolah pria itu adalah penguasa yang harus menuruti semua kata-katanya.
"Kau adalah wanita yang tidak sopan!" seru Surya.
"Aku tidak peduli, pintunya ada di belakang," jawab Aruna.
Surya terlihat seperti seorang pecundang di depan Aruna, Aruna langsung membuka pintu rumahnya dan mengusir surya beserta anak buahnya.
Surya keluar dari Aruna sambil menggerutu tidak karuan. baru pertama kali pria itu tidak dilirik sama sekali oleh wanita. Bahkan paras tampannya tidak mampu menundukkan wanita yang ada di depannya.
"Mengapa wanita ini sama sekali tidak tertarik padaku, Apakah dia wanita normal atau tidak," guman Surya dalam hati.
* Satu Minggu kemudian *
Terlihat seorang pria tua yang sedang diserang oleh beberapa preman, pria itu tersungkur tidak berdaya. seorang gadis datang menolong kakek tua yang sedang meregang nyawanya, Gadis itu bahkan harus berkelahi dengan 10 pria bertubuh besar.
"Cih! kalian tidak tahu malu menyerang seorang kakek tua!" seru Aruna.
"Jangan ikut campur, Nona?!" seru parah pria yang menyerang kakek tua.
Tak berapa lama kemudian Aruna langsung mengikat baju dan mengikat rambutnya. Wanita itu dengan sangat lincah menggerakkan tubuhnya dan melukai para penjahat yang menyerang kakek tua.
Sebuah senapan dikeluarkan oleh para penjahat itu, namun dengan sangat lihainya.. Kim Yuna langsung melempar pemilik pistol itu dengan sebuah kayu.
"Duk,"
Aruna melempar pria yang membawa pistol dan ingin menembak nya. sesaat kemudian beberapa orang telah datang dihadapan Aruna.
"Dor!!"
Entah dari mana beberapa orang datang dan menembak para penjahat itu, penjahat yang berjumlah 10 orang lebih itu telah dikalahkan kan lah karena sebanyak 7 orang dan beberapa pistol itu menembak 3-5 orang yang tersisa.
Aruna menghampiri kakek tua yang tersungkur di tanah. sedangkan orang-orang yang datang menembak sisa penjahat itu. nampak mendatangi kakek tua yang bersama Aruna.
"Nona?!" seru salah seorang pria yang terlihat mengenal Aruna.
Para anak buah Surya yang melihat seorang wanita muda yang dulu rumahnya mereka hancurkan, nampak Gadis itu sedang menolong kakek tua yang sedang terbujur lemah tak berdaya..
"Nona!!" seru para anak buah Surya saat melihat Aruna menolong Seorang Pria tua yang ternyata adalah pengusaha paling sukses.
"Apa yang kalian lakukan disini!" seru Aruna kepada para pria yang dahulu menghancurkan kedai makannya.
"Ketua, sebaiknya Kami membawa ketua ke rumah sakit!!" seru para anak buah Aruna.
"Hehehe, jangan main-main ya. Kakek ini sedang terluka, Kalian mau apa!!" seru Aruna sambil berdiri berkacak pinggang, dan menghalangi kakek tua yang sedang terluka.
"Tolong.. tolong.. tolong aku gadis muda!" seru kakek tua.
"Mundur kalian! kalau tidak.. akan kuberikan stempel di muka kalian!!" seru Aruna yang kemudian membawa kakek tua yang sedang terluka itu ke sebuah rumah sakit.
"Apa yang akan kita katakan kepada bos Surya, Kalau kita tidak bisa menolong bos besar," ucap para pengawal.
"Kita ikuti saja wanita itu!" seru para pengawal Surya.
Akhirnya para pengawal Surya mengikuti Aruna yang membawa bos besar mereka ke suatu rumah sakit.
"kita harus menelpon bos," ucap salah satu pengawal.
"Kau benar, kalau tidak.. kita akan mendapatkan masalah yang besar," jawab salah satu pengawal.
"Siapa yang akan membayar perawatan Kakek ini?" tanya petugas Rumah sakit.
"Saya yang akan membayarnya, suster!!" seru Aruna. nampak Aruna menandatangani sebuah kertas persetujuan perawatan kakek tua. Sesaat kemudian, kakek tua menarik tangan Aruna.
"Kau ikutlah denganku masuk!!" seru kakek tua.
"Sebaiknya Kakek masuk dengan saya, Karena nona ini tidak boleh masuk ke sana," ucap dokter yang berumuran sekitar 50 tahun.
"Tidak, dia ini cucuku. di harus ikut denganku!!" seru kakek tua. terlihat kakek itu tidak mau berbaring di ranjang kalau Aruna tidak ikut dengannya.
Akhirnya dokter memperbolehkan Aruna ikut masuk ke dalam ruang perawatan, para pengawal Surya yang melihat hal itu, nampak wajah mereka begitu cemas karena terlihat luka-luka yang ada di tubuh bos besar tua lumayan parah.
Sekitar 1 jam kemudian, akhirnya Surya datang bersama dua pengawal pribadi sekaligus tangan kanannya.
"Di mana kakekku!!" seru Surya kepada para pengawalnya.
"Bos besar ada di dalam, Tuan!" seru para pengawal.
Surya langsung memasuki pintu ruangan perawatan, terlihat di sana kakeknya Sudah berbaring di atas ranjang dan ditemani seorang wanita. Surya belum melihat siapa wanita itu, namun Hen mendatangi dokter yang telah merawat kakeknya tersebut.
"Bagaimana keadaan kakekku, dokter?!" seru Jimmy
"Kelihatannya keadaan kakek Tuan baik-baik saja, karena luka-luka yang ada di tubuhnya tidak terlalu parah.. namun cukup parah," ucap dokter tua.
Surya menghela nafasnya, tidak mungkin kalau dia memarahi dokter yang telah merawat kakeknya. akhirnya Surya mempersilahkan dokter tua itu keluar dari ruangan kakeknya.
"Siapa kau! Kenapa kau ada di sini!!" seru Surya kepada Aruna.
Aruna menoleh kepada pria yang berbicara sangat keras itu.
"Kau tidak bisa berbicara dengan pelan apa!!" seru Aruna sambil memutar tubuhnya, nampak tatapan mereka bertemu.
"Kau!!" seru Surya yang terkejut melihat keberadaan wanita liar yang ada di hadapannya.
"Apa yang kau lakukan di tempat ini?!!" seru Aruna saat melihat pria sombong dan sok kaya itu ada di hadapannya.
"Seharusnya aku yang bertanya kepadamu, Apa yang kau lakukan di kamar kakekku!!" seru Surya kepada Yuna.
"Terserah aku dong," jawab Aruna yang kemudian duduk kembali di kursi yang ada di depan kakek tua.
Seketika Surya langsung emosi dan menarik tangan Aruna hingga gadis itu hampir terjatuh ke lantai.
"Cepat pergi dari tempat ini!!" seru Surya yang mengusir Aruna dari ruangan itu.
"Mengapa aku yang harus keluar dari sini, sebaiknya kau yang keluar dari tempat ini," jawab Aruna dengan nada yang ikut ditinggikan juga.
"Dasar wanita miskin tidak tahu diri, cepat pergi dari ruangan kakekku!!" seru Surya.
Sebuah perkataan yang langsung menancap di hati Aruna. kemudian Gadis itu langsung pergi tanpa mengatakan apapun, ditariknya tas yang dia bawa tadi dengan sangat kasar. hingga tas itu terpental ke wajah Surya.
Saat para anak buah Surya melihat hal itu, nampak terlihat jelas kalau bosnya mengusir wanita yang telah menolong kakeknya tersebut.
"Mau kemana, Nona!!" seru para anak buah Surya.
"Mau ke Neraka.'' jawab Aruna.
para anak buah Surya yang mendengar jawaban dari Aruna, nampak mereka langsung terdiam tanpa bertanya kembali. Akhirnya Aruna meninggalkan Rumah sakit dengan emosi yang sudah meninggi.
"Semoga aku tidak pernah bertemu dengan pria brengsek itu, sudah tua gayanya sok-sokan lagi," gerutu Aruna di sepanjang jalan yang dilalui. Gadis itu terus bergumam tidak karuan seperti tidak ada orang yang melihat dirinya.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu.