
"Faisal!!" seru Helena.
"Ayo, Bilqis. kita masuk ke kamar om Faisal." ucap Faisal.
"Faisal!!" teriak Helena.
"...," tak ada suara yang keluar dari mulut Faisal.
"Saya!!" teriak Helena.
Para pembantu yang ada di rumah Kakek Fajar nampak melihat Helena yang berteriak di rumah itu. wanita itu seperti wanita gila yang terus-menerus mencoba untuk mendekati Faisal yang selalu tidak menghiraukan dirinya.
"Om, kenapa wanita itu terus berteriak?" tanya Bilqis.
"Biarin, dia wanita gila." jawab Faisal.
***
* Satu Minggu kemudian **
"Aku ingin wanita itu menandatangani surat ini." ucap Surya sembari memberikan surat perjanjian pernikahan itu kepada ayahnya.
Terlihat pria itu menatap surat perjanjian yang diberikan oleh anaknya, Betapa terkejutnya mata kakek Fajar saat melihat isi dari semua perjanjian kontrak yang diberikan oleh putranya itu.
"Apa maksudmu, Surya!" seru Kakek Fajar kepada putranya.
"Kenapa ayah tidak menerimanya dan Kenapa ayah berteriak seperti itu?" tanya Surya kepada ayahnya.
"Aku sudah bilang Kan, kalau aku sudah tidak menerimamu untuk menikah dengan Aruna!" ucap kakek Fajar.
"Seharusnya aku yang mengatakan hal itu, apakah Ayah ingin membunuhku dengan cara menikahkan aku dengannya!" seru Surya.
"Dia adalah wanita baik-baik, dan aku sudah mengatakan Aku tidak akan menikahkan mudengan Aruna!" seru Kakek Fajar.
"Dia hanyalah wanita miskin yang berkedok baik, ayah. setelah itu dia ingin menjadikanmu tangga untuk mencapai kekayaan." ucap Surya.
"Kau benar-benar pria sinting, Surya." ucap kakek Fajar.
Entah Mengapa Surya masih bersikukuh untuk menikahi Aruna. walaupun ayahnya menolak untuk menikahkan dirinya dan Aruna, entah apa yang dipikirkan oleh Surya pasti pria itu sudah memikirkan mengenai sesuatu untuk menghancurkan Aruna.
Terlihat kakek Fajar begitu marah dengan putranya itu, ingin hati menikahkan putranya dengan Aruna dulu. namun yang terjadi malah seolah dirinya terjebak pada permainan putranya itu. apalagi Faisal juga sudah mengatakan mengenai keinginannya, Hal itu membuat kakek Fajar harus memikirkan mengenai nasib dari wanita yang sudah menyelamatkan hidupnya itu.
Tak lama kemudian nampak Aruna berjalan mendekati kakek Fajar.
"Ada apa, kek. Apakah kakek sudah meminum obat?" tanya Aruna kepada kakek tua itu.
"Sudah Aruna, Aku sudah minum obatnya. tadi Bilqis juga sudah memberikan obat itu untukku." jawab kakek Fajar.
"Lalu mengapa wajah kakek seperti itu?" tanya Aruna.
"Ada sesuatu yang mengganggu pikiranku, karena mungkin kakek harus memikirkan hal itu." jawab Kakek Fajar.
"Tapi kakek tidak boleh terlalu memikirkan hal itu, apalagi Kakek kan masih dalam kondisi sakit, nanti jantung kakek bermasalah lo." ucap Aruna.
Kakek Fajar hanya bisa tersenyum dengan semua kebaikan yang diberikan oleh Aruna. Wanita itu benar-benar sangat luar biasa dan begitu memperhatikannya dengan begitu tulus
"Surat apa ini, kek?" tanya Aruna kepada pria tua itu.
"Sebenarnya..., dulu Aku akan menikahimu dengan Surya. namun ada sesuatu yang membuat kakek harus memikirkannya kembali." ucap kakek Fajar.
"Kenapa kakek harus melakukan hal itu?" tanya Aruna.
"Sebenarnya waktu pertama kali bertemu denganmu kakek merasa kalau kau adalah wanita yang sangat cocok menjadi menantu kakek. memang kakek tidak tahu kalau kau sudah mempunyai Putri, tapi kehadiranmu dan Bilqis serasa membuat dunia kakek berubah." jawab kakek Fajar.
"Tapi tidak harus menikah dengan mas Surya, kan kek." ucap Aruna.
"Itulah yang sedang aku pikirkan, apalagi ada seseorang yang sudah mengancam kakek." jawab kakek Fajar yang terlihat tersenyum kepada Aruna.
Terlihat Aruna hanya bisa menganggukan kepalanya, wanita itu merasakan ada sesuatu yang membuat kakek Fajar begitu Tidak mempercayai seseorang. sekitar 1 jam kemudian tiba-tiba ada seorang wanita setengah baya yang sudah memasuki kamar kakek Fajar. dia adalah istri dari kakek Fajar sendiri, seorang wanita angkuh yang begitu ingin menguasai seluruh harta kekayaan kakek Fajar.
"Selamat pagi suamiku!!" seru seorang wanita yang bernama Bu Yanti.
Tatapan mata kakek Fajar nampak menatap seorang wanita yang hanya suka berjalan-jalan dan menghamburkan uang. Ternyata kau sudah kembali Yanti." ucap kakek Fajar.
"Kenapa kau berkata seperti itu, suamiku. kelihatannya Kau sangat tidak menyukai kehadiran istrimu ini ya?" tanya Bu Yanti yang sudah berada di kamar kakek Fajar. wanita itu nampak menatap seorang gadis muda yang berada di sana.
"Kau sedang bersama siapa?" tanya Bu Yanti kepada suaminya.
"Bersama siapapun itu adalah urusanku, kau tidak usah bertanya mengenai urusan ku." jawab kakek Fajar.
"Kenapa kau harus mengatakan hal itu, suamiku. bukankah kau adalah suamiku, Tentu saja aku harus bertanya kepadamu." jawab Bu Yanti.
"Sekarang semua keperluan ku akan diurus oleh wanita muda ini, namanya adalah Aruna. dia adalah tangan kananku dan orang kepercayaanku, jadi kalau tidak usah melakukan apapun untuk ku." jawab kakek Fajar.
Bu Yanti nampak menatap Aruna dengan tatapan mata yang begitu benci, jika wanita itu tidak bisa melakukan apapun maka rencananya untuk melenyapkan suaminya itu akan sia-sia saja.
"Kau tidak butuh orang lain, Suamiku. aku akan mengurusmu." ucap Bu Yanti.
"Tidak usah, Yanti. mulai sekarang dia adalah orang yang akan mengurusku, lagipula aku tidak harus ke perusahaan. aku akan di rumah untuk mengurus semua kekayaan ku, jadi kau tidak usah khawatir Kalau kau ingin bersenang-senang dan menghambur-hamburkan uang maka Lebih baik kau pikirkan dua kali untuk saat ini. karena aku akan membatasi seluruh pengeluaran mu." jawab kakek Fajar.
Seorang wanita yang berbeda umur sekitar 15 tahun dengan kakek Fajar, seorang wanita yang umurnya tidak terlalu jauh dendam anak-anak Kakek Fajar.
"Aku tidak akan membiarkanmu disentuh orang lain, Kau adalah suamiku." ucap Bu Yanti.
"Semenjak kapan kau perhatian padaku, Yanti. kau hanyalah seorang wanita yang menggerogoti kekayaanku saja, Aku sudah memaafkan seluruh perbuatan mu. aku membiarkanmu berada di sini karena kau pernah menolongku. tapi sekarang aku tidak akan membiarkanmu terus-menerus melakukan sesuatu padaku." jawab kakek Fajar.
DEG..
Bu Yanti nampak terkejut dengan kata-kata suaminya itu, pria itu mengatakan sesuatu yang membuat Bu Yanti wajahnya langsung pucat pasi.
"Apakah pria tua ini sudah mengetahui semua perbuatan ku? Jika dia sudah mengetahuinya Lalu kenapa dia masih membiarkan aku berada di rumah ini." guman Bu Yanti dalam hati.
Wanita itu benar-benar memikirkan semua perkataan dari suaminya itu, ada sesuatu yang disembunyikan oleh kakek Fajar.
"Segeralah keluar dari kamarku, karena aku harus melakukan sesuatu." ucap kakek Fajar.
Bu Yanti nampak terdiam, akhirnya wanita itu meninggalkan kamar suaminya. "Brengsek, aku harus menyingkirkan wanita itu." ucap Bu Yanti.
Sesaat kemudian nampak Faisal sudah datang bersama dengan Bilqis menuju kamar ayahnya.
"Rupanya kau sudah pulang..," ucap Faisal yang sudah melihat Bu Yanti.
"Halo baby boy, Bagaimana kabarmu." sapa Bu Yanti kepada Faisal.
"Tidak usah mengatakan kata-kata yang menjijikkan seperti itu, dasar wanita tidak tahu malu." jawab Faisal yang kemudian mengajak Bilqis masuk ke dalam ruang kerja ayahnya.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu