
"Dasar orang-orang tidak punya sopan santun!" seru Aruna.
Buk!
buk!
buk!"
Aruna langsung menghajar para pria yang bertubuh tegap dan besar itu.
"Kalian kira, aku akan diam saja! saat kalian telah menghancurkan rumah yang kumiliki ini!" seru Aruna. gadis itu sudah kehilangan kesabarannya karena melihat para pria itu menghancurkan rumahnya.
Sedangkan para anak buah Surya mereka berusaha menangkap Aruna, Dengan cekatan gadis itu langsung menangkis semua serangan yang ditujukan untuknya.
Buk!
Duk!
buk!
Brakkk!
Aruna terus memberikan serangan kepada para anak buah Surya. bahkan Gadis itu begitu lihainya, saat menggerakkan tubuh ramping miliknya.
Nampak sosok seorang pria yang berada di dalam mobil menatap semua gerakan yang dilakukan oleh Aruna, pria itu tersenyum saat melihat sosok gadis cantik yang sedang melawan para anak buahnya. Surya tidak mau diam, lalu pria itu turun dari mobil dan menuju tempat Aruna.
"Dia hanya seorang wanita, Kenapa kalian tidak bisa mengalahkannya!" seru Surya.
Aruna menghentikan serangannya, nampak Gadis itu menatap seorang pria tampan yang memasuki rumahnya.
"Siapa kau!" seru Aruna.
"Di mana bayi yang dibawa para musuh-musuhku!" seru Surya kepada Aruna.
"Aku tidak tahu apa yang kau maksud!" seru Aruna.
Sesaat kemudian, pria itu melemparkan dua foto di atas meja. nampak Yuna mengerutkan keningnya sambil menatap pria yang ada di hadapannya.
"Apakah mereka pernah ke sini?!" tanya Surya.
"Mana aku tahu, Memangnya kenapa kau mencari 2 org itu dan mengapa juga kau mencari bayi? Memangnya kau kira di sini tempat penitipan bayi apa!!" seru Aruna.
"Apakah tidak ada sesuatu yang tertinggal di tempatmu?" tanya Surya dengan suara yang begitu keras.
Nampak Aruna mengingat sesuatu, Sedangkan para anak buah Aruna yang ingin menyerang Yuna, nampak pria itu langsung menghentikannya.
"Memangnya apa yang mereka curi darimu?" tanya Aruna kepada Surya.
"Mereka telah membawa kabur bayiku dan mereka telah membawanya pergi dariku. yang aku dengar kalau bayiku dibuang di tempat ini?" tanya Surya.
DEGG...
Aruna sangat tersentak dengan kata-kata yang diucapkan oleh Surya, jika yang dimaksud itu adalah Bilqis maka Aruna benar-benar sangat ketakutan. saat yang di takutkan oleh Aruna datang juga.
"Memangnya Apa untungnya, kalau aku memberikan bayi itu padamu?" tanya Aruna.
"Aku akan memberikanmu uang yang banyak," jawab Surya.
"Jika aku tidak memberikannya?" tanya Aruna balik.
"Akan kubawa polisi ke tempat ini. akan ku tuduh kau sebagai penculik" jawab Aruna sambil duduk di kursi rumah.
"Singkirkan para anak buahmu ini, dan suruh mereka membersihkan rumahku ini. kalau tidak aku tidak akan memberikan barang itu padamu!" seru Aruna.
"Kau ingin bernegosiasi denganku?!" seru Surya.
"Kalau kau tidak melakukan apa yang aku suruh, maka jangan kira aku akan memberikannya padamu. karena aku telah menyembunyikan bayi itu di suatu tempat," jawab Aruna dengan mata yang melotot dan berkacak pinggang. padahal dalam hati Aruna benar-benar sangat ketakutan, Jika benar pria yang ada di depannya itu adalah Ayah dari Bilqis maka dia akan kehilangan bayinya itu.
Sesaat kemudian, nampak Surya langsung mengeluarkan sebuah pistol dari dalam sakunya.
"Kau kira kau bisa mengancamku hanya dengan pistol itu!" seru Aruna.
"Coba saja, lagi pula aku tidak pernah melihat bayi di tempatku. Kalau aku sih memang sudah mempunyai seorang anak, tapi kalau bayi yang dibuang di rumahku aku tidak tahu." jawab Aruna yang mencoba untuk menetralkan debaran jantungnya. agar pria itu tidak mengetahui kalau sekarang Aruna sedang berbohong.
Sesaat kemudian Surya langsung mengarahkan pistol itu ke depan muka Aruna, namun yang paling membuat Surya melongo adalah, tiba-tiba gadis itu sudah berada disampingnya dengan posisi memegang sebuah pisau dan dikalungkan di lehernya. para anak buah Surya yang melihat hal itu, mereka langsung terkejut karena mereka tidak dapat memprediksi semua gerakan gadis itu.
"Coba tebak, lebih cepat mana.. Aku mengoyak lehermu atau pistol mu menembak ku," bisik Aruna ditelinga Surya.
Seketika Surya langsung tersenyum, karena baru kali ini ada seorang wanita yang memperlakukan dirinya seperti itu.
"Cepat bersihkan tempat ini seperti semula, kalau tidak akan ku bereskan kalian bersama gadis ini!" seru Surya yang kemudian memasukkan pistolnya dan membenarkan posisi duduknya seperti seorang bos besar.
Aruna langsung duduk disebelah Surya, entah kenapa Gadis itu malah tidak takut dengan Surya. padahal jantungnya terus berdebar jika sampai Bilqis tiba-tiba datang disaat yang tidak tepat maka dia takut kalau pria itu langsung mengambil Putri kecilnya.
Surya melirik gadis yang ada setelahnya, rambut hitam yang diikat keatas tubuh ramping dan sangat seksi. bibir berwarna pink dan bola mata bulat yang sangat indah.
"Di mana bayiku?" tanya Surya kepada Aruna.
"Kau terus saja bertanya mengenai bayimu, kalau kau bertanya bayimu Aku tidak tahu. kalau pertanyaan mengenai putriku Mungkin aku akan menjawabnya." jawab Aruna yang terlihat tersenyum kepada Surya.
Pria itu memalingkan mukanya, Entah mengapa gadis ini tiba-tiba saja membuatnya merasakan sesuatu.
"Kau kira dengan tersenyum seperti itu padaku aku tidak akan bertanya lagi kepadamu?" tanya Surya.
"Aku tetap saja akan menjawab kalau aku tidak tahu dimana bayimu, tapi jika kau bertanya dimana putriku maka aku akan menunjukkannya." jawab Aruna kembali. Aruna harus berbicara dengan begitu pandai agar dirinya tidak terjebak.
"Tugasmu kan belum selesai," jawab Yuna.
" Apa maksudmu?" tanya
"Aku sudah bilang padamu, kalian harus mengembalikan rumahku seperti semula. jadi barang-barang yang rusak di dalam rumah ku tolong kau belikan yang baru. karena aku tidak ingin rugi sedikitpun karena kelakuan kalian," ucap Aruna. kemudian gadis itu melemparkan lap yang dia bawa ke luar.
"Mommy!!!" seru Bilqis yang tiba-tiba saja pulang ke rumahnya. Hal itu membuat Aruna benar-benar sangat terkejut, rasanya kedua kaki Aruna begitu lemas saat dia melihat putri kecilnya sudah berada di rumah.
Tatapan mata surya menatap bocah kecil yang mendatangi ibunya,
"Mommy, mommy!!" seru Bilqis.
"Iya Sayang." jawab Aruna yang berusaha untuk menetralkan dirinya.
"Siapa mereka semuanya, Mommy?" tanya Bilqis.
Aruna tersenyum, Gadis itu mengelus pipi Putri kecilnya. "Mereka tamu mommy, sayang. mereka mau memesan kue kepada mommy." jawab Aruna.
"Tapi kan mommy sekarang sudah kerja di tempat Om Faisal?" tanya Bilqis yang membuat Aruna tersenyum.
Surya yang berada di dalam rumah Aruna nampak pria itu menatap gadis kecil yang wajahnya nya mirip wanita yang ada di rumah itu.
"Bilqis haus." ucap Bilqis.
"Bentar ya, mommy mau ambilkan minum dulu. Bilqis tunggu di luar ya, karena Om yang ada di dalam rumah sedang membenarkan rumah kita." ucap Aruna yang kemudian meninggalkan Bilqis.
Sedangkan Bilqis.., bocah kecil itu memasuki rumahnya sambil menatap beberapa orang yang sedang membersihkan rumahnya yang berantakan.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu.