
Tak ada yang mampu menjawab pertanyaan Aruna.
"Kenapa kalian diam?" tanya Aruna.
Tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut orang-orang yang ada di perusahaan Faisal, Faisal sendiri hanya terdiam. pria itu ingin mengetahui apa yang akan dilakukan oleh istrinya jika Liliana masih bertindak melebihi batas yang sudah dia katakan.
"Pria itu bohong, Nyonya. dia itu bohong, Tuan Faisal berusaha untuk melecehkan Saya. pasti dia disuruh oleh Tuan Faisal untuk mengatakan hal itu!!" seru Liliana. wanita itu terus ngotot dan mengatakan kalau Faisal berusaha untuk melecehkannya, dia benar-benar berusaha untuk merebut Faisal bahkan menghancurkan rumah tangga Aruna.
"Apakah kau yakin?" tanya Aruna kepada Liliana.
"Kau bisa lihat sendiri kan kalau pakaianku robek seperti ini, ini semua ulah Tuan Faisal!!" seru Liliana yang terus berbohong.
Aruna hanya tersenyum, wanita itu menatap Liliana yang terus berusaha untuk menyudutkan suaminya.
"Apakah kalian percaya dengan kata-kata yang diucapkan oleh wanita ini?" tanya Aruna kepada salah satu pria.
"Baiklah Tuan pengusaha, tolong kau peragakan saat kau berusaha untuk memperkosa wanita ini." pinta Aruna kepada si pengusaha. hal itu nampak membuat si pengusaha langsung terdiam sembari menatap Aruna. "Bisa saya minta tolong kan, Tuan?" tanya Aruna yang membuat pengusaha langsung berdiri.
"Baiklah kalau begitu, saya akan melakukannya." jawab si pengusaha. pria tua itu langsung berdiri, dia berusaha untuk melakukan sesuatu kepada Liliana.
"Apa yang akan kau lakukan, Tuan?!" seru Liliana yang sangat terkejut ketika melihat si pengusaha berusaha untuk menyentuhnya. Tak ada kata yang keluar dari mulut si pengusaha, pria itu nampak menyentuh tubuh Liliana dan membuat Liliana memberontak. dia mendorong tubuh si pengusaha, Liliana berteriak dan mencoba untuk melakukan perlawanan kepada si pengusaha.
"Kalian bisa lihat sendiri kan apa yang terjadi? dan Tuan pengusaha kau lihat sendiri kan apa yang terjadi, bahkan pakaianmu sudah berantakan seperti itu. Jadi apa yang terjadi pada suamiku sangat berbeda kan?" tanya Aruna yang membuat orang-orang yang ada di sana hanya terdiam.
Faisal nampak tersenyum, dia percaya kalau istrinya akan mampu melakukan sesuatu untuknya.
"Aku sudah bilang padamu kan, Liliana. kalau aku tidak akan memaafkan dirimu lagi." ucap Aruna.
Wajah Liliyana langsung pucat ketika Aruna mengatakan hal itu padanya. "Saya hanya mencoba untuk mempertahankan diri saya, Nyonya." ucap Liliana.
"Maksudmu, berusaha untuk mempertahankan diri? bahkan Suamiku belum menyentuhmu sama sekali, lalu kau akan mempertahankan dari apa, mempertahankan kan diri dari siapa?" tanya Aruna.
"Nyonya, saya sudah membawa rekaman CCTV yang ada di sudut toilet perusahaan." ucap salah satu pegawai.
"Tolong tunjukkan rekaman itu melalui ponsel mu, biar mereka semua tahu siapa yang berbohong, Apakah suamiku atau wanita murahan ini." ucap Aruna yang terlihat begitu geram dengan Liliana.
Beberapa saat kemudian akhirnya Liliana sudah tidak mampu untuk mengelak lagi, semua bukti-bukti itu sudah membuatnya malu. dia benar-benar dipermalukan, kebohongannya sudah dibuka oleh Aruna.
"Mulai sekarang aku memecat mu secara tidak hormat, aku pasti akan membuatmu tidak bisa bekerja di manapun bahkan sebagai pelayan pun kau tidak akan diterima." ucap Liliana yang kemudian meminta salah satu petugas keamanan untuk menyeret Liliana pergi dari perusahaan.
"Kalian yang berada di ruangan ini akan aku skor selama 1 minggu, jangan menyebarkan aib yang belum tentu terjadi." ucap Liliana yang kemudian meminta sang suami untuk pergi dari tempat itu.
"Tuan Faisal." panggil si pengusaha.
"Maaf Tuan, saya mohon maaf sebelumnya. tapi untuk kerjasama kita lebih baik tidak kita lanjutkan, tidak ada kepercayaan diantara kita berarti tidak akan ada kerjasama yang terjalin." ucap Liliana yang membuat si pengusaha tua itu langsung terdiam.
Nasib sudah menjadi bubur, Semua yang akan dia lakukan sudah tidak bisa terjadi. Faisal hanya terdiam, pria itu mengikuti kemana kepergian sang istri.
"Tuan Faisal!" seru si pengusaha.
"Maaf tuan istri saya sudah bilang apa yang dia inginkan, Jadi mohon maaf kerjasama kita tidak akan terjadi." jawab Faisal yang membuat si pengusaha nampak menghela nafasnya begitu dalam.
"Ini semua gara-gara wanita kurang ajar itu, Aku tidak tahu kalau ini terjadi. aku kira Faisal adalah pria yang kurang ajar, nyatanya kerja sama ini harus hancur gara-gara wanita murahan itu." ucap si pengusaha yang kemudian pergi dengan raut wajah yang begitu kesal.
"Lepaskan aku, lepaskan aku!!" teriak Liliana yang mencoba untuk memberontak saat dirinya sudah diseret oleh salah satu petugas perusahaan.
"Pergi dari sini, dasar wanita tidak tahu diri!!" seru petugas keamanan.
"Dasar wanita gila." jawab petugas keamanan perusahaan.
Terlihat Liliana benar-benar begitu kesal, dia tidak bisa menjalankan rencananya.
"Lihat saja, aku pasti akan melakukan sesuatu. Aku tidak akan tinggal diam saja aku pasti akan membuat Tuan Faisal menikahiku, aku tidak peduli menjadi istri pertama kedua atau berapa pun yang penting dia menjadi milikku. aku bisa merasakan dan menikmati kekayaan pria itu." ucap Liliana yang kemudian pergi dari perusahaan Faisal.
Rencana sejahat apapun pasti akan tercium juga, buktinya sekarang Liliana sudah merasakan apa yang pantas dia dapatkan. dipermalukan, diusir bahkan dia harus merasakan penolakan Jika dia mencari pekerjaan di manapun.
Ternyata Fahrul sudah mendengar kabar mengenai Faisal yang sudah melakukan sesuatu kepada salah satu karyawan nya.
"Bagaimana?" tanya Fahrul.
"Semua kebohongan wanita itu sudah di bongkar oleh nyonya Aruna." jawab pekerja Fahrul.
"Wow..., ternyata wanita itu sangat pandai." ucap Fahrul.
"Anda harus berhati-hati dengan nyonya Aruna, karena wanita itu sangat pandai." anak buah Fahrul yang mencoba memberi tahu bos nya.
"Tenanglah, aku pasti akan melakukan sesuatu agar semua rencana ku dapat terlaksana dengan baik." jawab Fahrul.
Satu peristiwa yang ada di perusahaan Faisal membuat Fahrul mengerti bagaimana Aruna yang sebenarnya.
"Aku harus berhati-hati dengan wanita itu, jika dia benar-benar sangat pandai Maka aku harus bermain siasat sepandai mungkin karena aku tidak mau terperangkap pada semua rencanaku sendiri." guman Fahrul dalam hati.
Sekitar beberapa jam kemudian acara rapat yang ada di perusahaan sudah selesai, Aruna dan faisal juga harus segera pergi dari perusahaan karena mereka ada rencana untuk pergi ke suatu tempat.
"Oh ya Mas, Hari ini kan ulang tahun si kembar. Memangnya Mas mau memberikan apa?" tanya Aruna kepada sang suami.
"Bagaimana kalau laptop baru?" tanya Faisal yang membuat Aruna melotot sembari menghela nafasnya begitu kasar.
"Apa mas tidak punya hadiah yang lain gitu selain gadget, peralatan elektronik?" tanya Aruna yang membuat Faisal menggelengkan kepalanya.
"Lalu hadiah apa yang harus kita berikan?" tanya Faisal.
"Coba Mas pikirkan sebagai seorang teman, mungkin mas akan tahu jawabannya." jawab Aruna yang membuat Faisal harus memikirkan sesuatu untuk ketiga anaknya.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Black Rose
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu
- jangan sakiti aku