MOMMY

MOMMY
S2. Liliana menjebak Faisal.



Beberapa hari setelah Aruna menjenguk Surya, terlihat sekarang wanita itu fokus dengan Fahrul yang ingin membalas dendam kepada Surya melalui Bilqis.


"Selamat pagi!" sapa Aruna kepada sang suami.


"Pagi, sayang." jawab Faisal.


"Pagi sayang, apakah sudah menyelesaikan beberapa proyek yang ada di desa terpencil itu?" tanya Aruna kepada sang suami.


"Pembangunan desa baru itu ya?" tanya Faisal.


"Iya, pembangunan desa baru itu. Apakah kau sudah menyelesaikannya?" tanya Aruna yang benar-benar ingin mengetahui apakah pembangunan desa baru untuk pengalihan lahan proyek yang dibangun oleh salah satu pengusaha.


"Sudah Sayang, aku sudah memulainya. bahkan sudah berjalan 20%." jawab Faisal.


"Syukurlah kalau begitu." jawab Aruna yang kemudian meletakkan tas kecilnya di meja. kemudian dia duduk di samping sang suami untuk membantu pekerjaan suaminya.


"Oh ya Sayang apa anak-anak sudah berangkat ke sekolah?" tanya Faisal.


"Sudah sayang, mereka sudah berangkat ke sekolah. kau tahu kan sekarang ini mereka harus menyelesaikan semua pekerjaan mereka untuk masuk ke SMA. Jika sampai mereka lalai dengan semua tugas-tugas mereka Maka mereka harus merasakan apa yang pantas mereka dapatkan. berani sekali mereka bersenang-senang tanpa menghiraukan pelajaran mereka." jawab Aruna yang terlihat melirik kepada sang suami.


"Apa salahku sayang, kenapa kau melirikku?" tanya Faisal.


"Tentu saja kau salah Sayang, kau selalu menuruti permintaan anak-anakmu. bahkan kau selalu memberikan apa keinginan mereka, aku kan sudah bilang kalau kau tidak boleh melakukan hal itu." cibir Aruna yang membuat Faisal hanya menganggukkan kepalanya.


"Maaf sayang, aku kan tidak ingin mengecewakan mereka. Mas kan hanya ingin menunjukkan kepada mereka Kalau Mas itu sayang pada anak-anak Mas." jawab Faisal.


"Halah.., kau itu ngeles aja deh Mas. kau tahu kan kalau zaman sekarang itu pelajaran lebih penting. kalau teknologi yang diutamakan maka mereka akan melakukan sesuai keinginan mereka, mereka hanya akan melihat gadget gadget gadget. mereka tidak akan mau berpikir memakai otak mereka, memangnya mereka harus belajar dari mbah Google, dikit-dikit mbah Google, dikit-dikit mbah Google. enak aja pikiran mereka itu terbuat dari Mbah Google apa." ucap Aruna yang terlihat sudah marah marah kepada sang suami.


Anak-anak Aruna dan Faisal memang dilengkapi dengan fasilitas yang begitu mewah, Aruna terkadang merasa kesal kepada sang suami karena Aruna tidak ingin anak-anaknya terlalu fokus kepada gadget dan tidak memakai pikiran mereka sebagai mana mestinya.


"Oh ya Sayang hari ini Mas ada rapat." ucap Faisal.


"Memangnya ada rapat apa?" tanya Aruna yang sedikit penyelidik.


"Itu loh rapat dengan salah satu pengusaha dari Kalimantan, mungkin pembangunan lahan baru atau kawasan elit yang ada di salah satu itu tempat yang sedikit terpencil." jawab Faisal.


"Memangnya kalian itu mau tinggal di hutan? kalian itu tidak berpikir apa kalau hutan terus menerus dihabiskan hanya ladang uang lalu kemana hewan dan satwa yang lainnya akan pergi. Memangnya Kalian mau kalau rumah kalian itu dikunjungi sama satwa-satwa liar." gerutu Aruna yang dari tadi tidak mau diam.


"Kan salah lagi, dari tadi kok perasaan Mas bicara salah terus. Memangnya ada apa sih sayang?" tanya Faisal kepada sang istri.


"Ya tidak gitu Mas, maksudku itu apa kalian tidak mau berpikir.., tentu saja bagi kalian uang adalah segalanya. tolong dipikirkan kembali Jika kalian terus menerus merusak tempat-tempat seperti itu, lalu kemana para satwa itu akan pergi, mereka hidup di sana jika para pengusaha seperti kalian menghabiskan seluruh lahan itu lalu mereka akan tinggal di mana? sama seperti sawah, jika kalian membuat perumahan elit atau apapun Lalu kalian akan makan pakai apa? pakai kerikil kalau sawah dan ladang semuanya dibeli untuk perumahan mewah. perumahan elit atau rumah susun apartemen dan lain-lain, lalu setelah ini kita makan apa, apa mau makan kerikil sama tanah." ucap Aruna yang begitu panjang dan lebar.


Faisal yang mendengar ceramah istrinya nampak pria itu hanya menganggukkan kepalanya.


"Aku yakin Mas hanya menganggukkan kepala saja tanpa mau memasukkan kata-kata aku kepikiran Mas." cibir Aruna yang membuat Faisal tersenyum.


"Baiklah, Mas akan bicara dengan pengusaha yang lain. mungkin Mas akan coba untuk mengalihkan ke tempat lain, memang apa yang kau katakan itu benar sayang. tapi ada benarnya juga mereka berusaha untuk mendapatkan uang tapi tidak dengan jalan seperti ini kan." ucap Faisal yang membuat Aruna menganggukkan kepalanya sembari tersenyum.


"Ya sudah kalau begitu, Mas mau pergi untuk acara rapat dulu ya. kau baik-baik di sini sekitar 2 jam lagi mas akan kembali." ucap Faisal yang kemudian berdiri memberikan kecupan kepada sang istri.


"Hati-hati ya Mas!" seru Aruna yang diangguki oleh Faisal.


Langkah kaki Faisal sudah keluar dari kantornya, seorang wanita nampak terus melihat kepergian Faisal.


"Aku yakin pria itu akan pergi ke tempat rapat, Oke semua rencanaku sudah aku susun sekarang tinggal menjalankannya." ucap Liliana yang terlihat sudah membuat rencana jahat untuk menjebak Faisal.


Sekitar 10 menit kemudian Faisal sudah berada di salah satu tempat menuju lantai enam untuk melakukan rapat dengan beberapa klien. saat Faisal hendak menuju ruangan itu, tiba-tiba saja Faisal merasa sedikit mulas, karena hal itu dia harus mencari toilet.


"Pak Faisal." sapa Liliana.


Faisal menoleh, pria itu terkejut dengan kedatangan Liliana. "Apa yang kau lakukan di toilet pria seperti ini?" tanya Faisal kepada Liliana.


"Tentu saja saya kesini karena saya ingin bertemu dengan Pak Faisal." jawab Liliana.


"Keluar Kau dari tempat ini!" bentak Faisal.


"Tentu saja tidak." jawab Liliana.


Sesaat kemudian terlihat Liliana mulai melakukan aksinya, dia melepas ikat rambutnya. mengacak-ngacak rambutnya, merusak pakaiannya serta merusak make up nya.


"Apa yang kau lakukan!!" bentak Faisal.


"Setelah ini Pak Faisal akan tahu apa yang akan saya lakukan, berani sekali Pak Faisal menolak saya." jawab Liliana. "Tolong!! tolong!! tolong!!" teriak Liliana dengan begitu keras.


Orang-orang yang ada di sekitar tempat itu nampak mereka langsung berdatangan.


"Ada apa ini!!" teriak para karyawan yang ada di sana.


"Tolong saya, tolong saya! Pak Faisal mau melecehkan saya!!" seru Liliana.


Nampak Faisal begitu tenang, dia tidak mengelak ataupun mengeluarkan suara. "Dasar wanita gila." ucap Faisal yang terlihat mendorong tubuh Liliana yang dari tadi terus berusaha untuk mendekatinya.


"Ada apa Pak!" seru salah satu pegawai.


"Tolong saya, Pak Faisal mau melecehkan saya, dia menarik saya ke toilet pria, dia mau melakukan sesuatu kepada saya!!" seru Liliana sambil menangis dan berakting begitu ketakutan.


"Apa yang Bapak lakukan?!" seru para karyawan wanita.


"Kalian gila ya, kalian sama-sama gila nya dengan wanita ini." ucap Faisal yang membuat para karyawan terdiam.


"Ada apa Faisal?!" tanya seorang pengusaha.


"Tolong tuan, tuan Faisal mau memperkosa saya, dia mau melecehkan saya." ucap Liliana sembari menutupi tubuhnya.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- jangan sakiti aku