MOMMY

MOMMY
Di jemput kakek Fajar.



Faisal nampak tersenyum ketika mendengar nama orang yang disebutkan oleh Aruna, ternyata ayahnya juga menginginkan wanita itu untuk menjadi perawat nya.


"Jika itu yang terbaik untukmu Kau bisa bekerja dengan pria itu, Aruna." ucap Faisal.


Tatapan mata Aruna nampak menatap Faisal yang mengatakan hal itu, Aruna berpikir kalau Faisal tidak akan memperbolehkannya untuk keluar dari toko kue yang dia miliki. Namun nyatanya malah Faisal memperbolehkannya, Aruna sadar kalau dia hanyalah seorang pekerja yang ada di toko kue Faisal. walaupun pria itu bersikap baik padanya namun Aruna tidak pernah berani untuk mengharapkan sesuatu yang lebih kepada Faisal.


"Terima kasih ya Pak atas pengertiannya. mungkin besok atau lusa saya akan memberikan jawaban kepada kakek Fajar." jawab Aruna.


Faisal nampak menganggukkan kepalanya, pria itu menatap Aruna dengan tatapan mata yang begitu senduh. beberapa menit kemudian Faisal berpamitan kepada Aruna, akhirnya pria itu pergi dari rumah Aruna. Aruna berfikir kalau Faisal akan menghentikan dirinya, nyatanya pria itu malah memberikan kebebasan kepada Aruna.


* Dua hari kemudian *


Akhirnya Aruna sudah bersiap-siap untuk pindah ke rumah kakek Fajar, di samping untuk melunasi hutang hutangnya kepada kakek Fajar, Aruna juga harus melakukan sesuatu untuk pria yang meminta bantuan kepadanya karena merasa kasihan. memang pria itu mempunyai seorang istri, namun istri kedua yang tidak pernah mempunyai perhatian untuk kakek Fajar.


Sekitar pukul 9 pagi Aruna dan Bilqis sudah bersiap-siap, bu RT dan beberapa warga nampak sudah berkerumun di rumah Aruma.


"Iya Bu, aku akan pulang dua minggu dua kali setiap hari Sabtu aku akan pulang Minggu sore Aku akan kembali." ucap Aruna.


"Ibu pasti kangen banget deh sama Bilqis." ucap bu RT.


"Telepon saja Bilqis, nantikan bu RT bisa video call sama Bilqis." jawab Aruna.


"Ingin sekali Ibu membantumu, Aruna. tapi apalah daya walaupun ibu meminta sumbangan kepada para warga sekitar tetap saja uang itu tidak cukup untuk membantumu." ucap bu RT dengan wajah yang begitu lesu.


"Terima kasih ya Bu Selama ini Ibu dan yang lain selalu membantu Aruna, Aruna tidak akan tahu apa yang akan terjadi pada diri Aruna jika kalian semua tidak ada. terima kasih ya Bu..," ucap Aruna sambil meneteskan air matanya dan memeluk bu RT.


"Jaga baik-baik ibumu, Bilqis. jangan sampai ibumu diperlakukan tidak baik di sana." ucap bu RT.


"Siap bu RT." jawab Bilqis yang kemudian memeluk bu RT. nampak sekali para warga yang ada di tempat itu begitu kehilangan sosok Aruna, gadis manis yang selalu baik kepada semua orang. bahkan Aruna selalu menolong tanpa meminta imbalan sama sekali.


"Hati-hati ya Aruna, selalu kabari kami kalau ada sesuatu. kalau mereka berbuat jahat padamu langsung hubungi Pak RT, biar kami langsung ke sana kami akan mengeroyok orang kaya itu." ucap para warga.


"Terima kasih ya ibu-ibu, terima kasih atas kebaikan kalian semua." ucap Aruna yang kemudian berpamitan kepada para tetangganya .


Mobil mewah sudah menunggu di depan rumah Aruna, beberapa pria berpakaian rapi pun nampak membantu Aruna untuk membawa tas pakaian Aruna.


"Mari Mbak Aruna." ucap para pria itu.


"Mari." jawab Aruna.


Langkah kaki Aruna sudah keluar dari pagar rumahnya, wanita itu memasuki mobil hitam yang sudah menjemputnya.


"Ibu-ibu, Bilqis pergi dulu ya!!" seru Bilqis yang melambaikan tangan kepada para tetangganya.


"Hati-hati ya Bilqis!!" seru para warga.


Beberapa warga memang selalu baik kepada Aruna, walaupun beberapa warga yang lain selalu menghina Aruna karena mempunyai anak tapi belum menikah. walaupun mereka tahu kalau bayi itu dibuang oleh orang tuanya, Aruna sudah mulai menata hatinya. entah apa yang akan terjadi di rumah mewah itu.


"Mommy.., Apakah kita akan baik-baik saja di sana?" tanya Bilqis.


Aruna tersenyum, wanita itu memeluk putrinya dengan begitu erat.


"Kita berjuang bersama ya, sayang. kita tidak boleh menyerah, Mommy dan Bilqis adalah wanita super. jadi kita tidak boleh menyerah begitu saja." ucap Aruna.


"Bilqis menganggukkan kepalanya, gadis kecil itu memeluk ibunya dengan begitu erat.


Sekitar satu jam kemudian mereka sudah sampai di rumah megah milik kakek Fajar, tatapan mata Aruna menatap rumah yang begitu besar dari balik kaca mobil.


"Mommy, Ini rumah siapa?" tanya Bilqis.


"Ini mungkin rumahnya Kakek Fajar." jawab Aruna.


"Iya Sayang." jawab Aruna.


Tatapan mata Aruna terus menatap rumah besar itu, mereka sudah memasuki gerbang dan menghentikan mobilnya. taman yang begitu luas, bahkan pepohonan begitu rindang di rumah besar itu.


Aruna membuka pintu mobilnya, Dia mengulurkan tangan untuk membantu putrinya. dua wanita berbeda usia itu nampak menatap rumah besar yang begitu indah, beberapa pohon buah nampak berjajar disana. beberapa bunga juga tertata rapi di taman itu.


"Mommy, Ini rumah apa istana?" tanya Bilqis. gadis kecil itu nampak menatap rumah yang begitu indah, berbeda dengan rumah sederhana yang dia tempati dan ibunya.


"Ini adalah rumah para orang kaya, sayang. kita ini adalah orang sederhana tapi kita harus bersyukur karena kita masih mempunyai tempat untuk berteduh. kita tidak kehujanan, kepanasan dan kita tidak tinggal di pinggir jalan." jawab Aruna yang kemudian mencubit pipi putrinya.


"Ya Mommy, Alhamdulillah kita masih diberikan kenikmatan dan anugerah dari Yang kuasa." ucap Bilqis dengan bijaksana.


Aruna sangat bersyukur karena Bilqis tidak pernah meminta apapun kepada wanita itu, Bilqis selalu menerima apa yang dimiliki oleh ibunya. gadis kecil itu seolah mengerti bagaimana kebahagiaan dan penderitaan ibunya itu.


Sesaat kemudian terlihat seorang pria tua sudah keluar dari sana, dia adalah pria yang bersama kakek Fajar.


"Selamat pagi, Aruna." Panggil Paman Hadi yang sudah keluar untuk menyambut Aruna.


"Selamat pagi, Paman." jawab Aruna sambil mencium tangan Paman Hadi.


Bilqis pun begitu, gadis kecil itu tidak mau kalah. dia mengulurkan tangannya untuk meminta tangan pria tua itu.


"Bagaimana, Apakah kalian sudah makan?" tanya Paman Hadi.


Aruna tersenyum. "Alhamdulillah sudah, Paman." jawab Aruna.


"Ya sudah kalau begitu, Ayo kita masuk. Tuan Fajar sudah menunggu kalian dari tadi, beliau mondar-mandir seperti bocah kecil yang menunggu makanan matang." canda Paman Hadi yang membuat Aruna dan Bilqis tersenyum.


"Memangnya di mana kakek baik itu?" tanya Bilqis.


"Dia ada didalam Sayang." jawab paman Hadi.


Aruna dan Bilqis memasuki rumah bak istana itu, ornamen dan peralatan yang ada di dalam rumah itu begitu memukau. mata 2 wanita itu mungkin mereka berdua tidak akan bisa membelinya walaupun menabung selama 1 tahun.


"Aruna, gadis kecil!!" seru Kakek Fajar yang sudah menunggu Aruna dan Bilqis Di balik pintu ruang tamu.


"Kakek!!" seru Bilqis.


"Bagaimana, apakah anak buah kakek tidak menyusahkan kalian?" tanya Kakek Fajar.


Aruna menggelengkan kepalanya. "Tidak kakek, mereka semuanya baik."? jawab Aruna.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu