MOMMY

MOMMY
Surya runtuh perlahan



"Aaaa!!" teriak Surya.


"Ada apa, tuan?" tanya sekertaris Surya.


"Brengsek, brengsek!!!" seru Surya.


"Tuan." panggil sekertaris Surya.


Seketika Surya langsung menarik tubuh sekertarisnya, Surya langsung membawa sekertarisnya ke kamar pribadinya yang ada di kantornya.


Krakk...


Surya melepas semua pakaian sekertarisnya, pria itu melepaskan semua hasrat nya yang begitu menggebu saat emosinya memuncak.


"Ahhh, sakit tuan." rintih sekertaris Surya.


"Longakar kan kakimu!" bentak Surya.


"Kau jangan lakukan hal ini padaku, aku mohon!!" seru sekretaris Surya.


"Kau salah karena masuk ke ruangan ku disaat yang tidak tepat, aku benar-benar tidak bisa menahan emosiku. kau salah karena datang disaat yang benar-benar kurang baik untukmu." jawab surya yang sudah mulai melakukan kebejatan nya pada satu anak buahnya.


Terlihat Surya terus menjamah tubuh sekretarisnya dengan begitu kasar.


"Lepaskan saya tuan, lepaskan!!" teriak sekretaris Surya.


"Maaf, aku tidak bisa melakukannya. aku sudah terlanjur menginginkanmu." jawab Surya merintih kesakitan dari seorang wanita yang sudah mendapatkan pelecehan dan tindak asusila dari Surya. pria itu terus menjamah tubuh sekretarisnya, percuma saja sekretaris Surya merintih dan berteriak. tidak akan ada yang mau menolongnya dan tidak ada yang akan mau melakukan hal itu.


Entah berapa wanita yang sudah dihancurkan oleh Surya, saat itu terlihat Aruna atau Felicia nampak mendatangi perusahaan milik Surya. dia ingin membicarakan sesuatu dengan Surya sementara suaminya berada di perusahaan itu namun di salah satu lantai yang berbeda.


"Kenapa tidak ada orang sama sekali di sini?" ucap Aruna yang terlihat mencari keberadaan sekretaris Surya. entah Aruna merasakan ada sesuatu atau bagaimana, tiba-tiba saja Aruna membuka pintu kantor Surya. wanita itu masuk sambil menatap keadaan disekitar.


"Kok kosong, apa pria bejat itu sedang keluar." guman Aruna kembali. saat Aruna hendak keluar dari kantor Surya, dia mendengar suara teriakan yang begitu keras.


"Tolong, tolong!!" teriak sekretaris Surya yang berada di kamar pribadi Surya.


Aruna mencoba memperjelas pendengarannya, dia menatap ke seluruh ruangan itu. Aruna belum mengetahui kalau ruangan Surya memiliki kamar pribadi.


"Apa aku salah dengar ya." guman Aruna sembari berjalan menuju pintu kantor Surya.


Sesaat kemudian Aruna mendengar kembali suara kegaduhan di suatu tempat.


"Tolong!!!" teriak seseorang dengan suara yang begitu keras.


Aruna langsung berbalik mencari asal suara, langkah kaki Aruna terhenti ketika melihat pintu di balik almari buku.


"Ruangan apa ini." guman Aruna.


"Tolong lepaskan aku, lepaskan aku. dasar pria brengsek!!" teriak sekretaris Surya yang terus berusaha untuk menyingkirkan Surya dari atas tubuhnya.


Aruna yang Mendengar hal itu wanita itu langsung mendobrak pintu kamar Surya, Betapa terkejutnya Aruna ketika melihat pemandangan yang begitu memilukan di dalam ruangan itu.


"Apa yang kau lakukan?!!" teriak Aruna dengan suara yang begitu keras.


Surya yang berada di dalam kamar dan sedang melakukan pelecehan itu tentu saja pria itu menoleh ke asal suara yang sudah membuka pintu kamarnya. betapa terkejutnya Surya saat melihat istri dari tuan Hamilton sudah berada di dalam kamar pribadinya.


"Apa yang kau lakukan di tempat ini?!!" seru Surya.


"Seharusnya aku yang melakukan hal itu, aku yang mengatakan hal itu. apa yang kau lakukan kepada wanita itu?!!!" teriak Aruna yang kemudian mendatangi Surya. Aruna tidak bisa lagi menahan emosinya, di depan matanya terjadi sesuatu yang benar-benar sangat menjijikkan.


GREPP...


BUGG...


BUGG..


Aruna langsung memberikan pukulan bertubi-tubi ke tubuh Surya. wanita itu tidak akan membiarkan para wanita terus-menerus dihancurkan oleh Surya.


"Pakai selimut itu, pakai pakaianmu?!!" seru Aruna.


"Berani sekali kau masuk ke dalam kamarku?!!" seru Surya.


"Berani sekali Kau bertindak seperti itu." jawab Aruna dengan suara yang begitu keras. Aruna yang memiliki jiwa barbar Tentu saja tidak dia tidak akan membiarkan ketidakadilan terjadi di depannya. Aruna terus-menerus menghajar Surya hingga berulang kali. "Dasar pria brengsek, dasar pria Kurang ajar, tidak tahu diri!!" seru Aruna yang sudah memberikan pukulan kepada Surya.


Walaupun dikenal dengan sebutan pria perusak wanita, Surya tidak pandai berkelahi. Hal itu membuat Aruna dengan sangat mudahnya menghajar Surya dengan perpuluhan pukulan, bookem mentah dan hadiah yang sangat menyenangkan.


"Keluar dari sini, telepon polisi!!" seru Aruna.


"Apa yang kau lakukan!" jawab Surya dengan suara yang begitu keras.


"Seharusnya aku yang mengatakan hal itu, berani sekali kau melakukan tindak kekejaman seperti ini kepada mereka. dasar pria tidak tahu diri!!" teriak Aruna yang benar-benar sangat marah dengan semua yang dilakukan oleh Surya.


Di tempat lain terlihat Faisal dan Rudi berjalan ke arah kantor Surya, mereka berjalan sembari membicarakan mengenai sesuatu.


"Tuan, Ada apa dengan wanita itu. kenapa dia keluar dari kantor Surya seperti itu?" tanya Rudi kepada Faisal.


"Siapa Rudi?" tanya Faisal.


"Itu lho Mas, Bukankah itu sekretaris Surya." jawab Rudi.


Rudi langsung menghentikan sekretaris Surya, pria itu menatap wanita dengan pakaian yang sudah tidak beraturan.


"Ada apa, apa yang terjadi?" tanya Rudi.


"Tolong saya, Tuan. tolong saya." ucap sekretaris Surya sambil menangis.


"Ada apa?" tanya Faisal.


"Tuan Surya berusaha untuk memperkosa saya." jawab sekretaris Surya. Faisal yang Mendengar hal itu tentu saja pria itu langsung berjalan dengan begitu cepat ke kantor Surya. karena yang dia tahu istrinya juga berada di tempat itu.


"Istriku..," ucap Faisal yang sudah berlari menuju kantor Surya.


"Berani sekali kau melakukan hal itu, dasar pria brengsek!!" seru Aruna terus memberikan pukulan ke tubuh Surya berulangkali.


Beberapa pekerja pria yang berusaha untuk menghentikan Aruna pun nampak mereka tidak bisa melakukannya.


"Ada apa ini?!" seru Faisal atau Tuan Hamilton.


"Tuan, istri anda mengajar Bos kami." jawab anak buah Surya.


Faisal masuk ke dalam ruangan itu, dia menatap istrinya yang benar-benar menghajar habis-habisan Surya hingga wajahnya sudah dipenuhi warna merah.


"Sayang!!" seru Faisal.


Aruna tidak mendengarkan panggilan suaminya, dia terus saja menghajar Surya dengan semua barang yang ada di ruangan itu.


"Sayang!!" seru Faisal kembali.


Tatapan mata Faisal benar-benar disuguhkan dengan pemandangan yang begitu menyilaukan mata. Bagaimana tidak, Surya hanya memakai pakaian atas saja, dia hanya memakai kemeja sedangkan bagian bawah tidak ditutupi apapun.


"Sayang..," Panggil Faisal yang sudah menghentikan istrinya.


"Ada apa?" tanya Faisal.


"Pria brengsek ini berusaha memperkosa sekretarisnya." jawab Aruna yang sudah memberikan pukulan.


Faisal berusaha untuk menghentikan istrinya, Namun kedua kaki Aruna terus saja menendang tubuh Surya hingga tersungkur.


"Dasar pria Kurang ajar, pria...., kau itu tidak pantas Hidup diantara manusia. kau itu pantasnya hidup di neraka. Dasar setan!!" seru Aruna dengan kata-kata yang sudah tidak bisa berpikir lagi.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu.