MOMMY

MOMMY
S2.Rencana jahat Fahrul



"Hahahaha!!!" suara tawa Fahrul. "Bagus, kalian memang hebat!!" seru Fahrul.


"Terima kasih,bos." jawab anak buah Fahrul.


"Bagus, sekarang wanita itu sudah terluka. sebentar lagi aku akan melakukan sesuatu agar aku segera menikahi Bilqis." ucap Fahrul.


Betapa jahat pemikiran Fahrul, pria itu benar-benar begitu obsesi untuk menghancurkan Bilqis. hari ini dia sengaja hidup bersantai-santai..,saat sudah waktunya dia akan memulai seluruh dramanya.


"Setelah mereka semuanya tahu aku akan berpura-pura begitu sedih dan memulai semua dramaku. aku akan berakting sebagus mungkin agar mereka yakin kalau aku adalah pria yang paling tepat untuk Bilqis." ucap Fahrul.


Fahrul masih belum mengetahui kalau Juna adalah kekasih Bilqis, pria itu selalu berpikir kalau dia lah pria paling sempurna yang akan di pilih oleh Faisal.


Setelah beberapa jam kemudian akhirnya malam itu Faisal sudah sampai di rumah sakit, dia keluar dari mobil dengan terburu-buru. Faisal nampak berlari memasuki rumah sakit dokter Harlan, sebuah rumah sakit yang tidak terlalu besar namun memiliki fasilitas yang lengkap.


"Tolong beritahu aku di mana kamar istriku, Aruna Faisal Syah?" tanya Faisal kepada petugas resepsionis Rumah Sakit.


"Sebentar ya Pak, saya lihat dulu." jawab petugas resepsionis.


Sesaat kemudian Rudi menelepon seseorang, ternyata ponsel supir Aruna masih berada di ruang resepsionis.


"Tuan, isteri anda berada di ruang ICU, beberapa jam yang lalu Nyonya Aruna sudah selesai dioperasi." jawab petugas resepsionis yang kemudian meminta salah satu bekerja untuk mengantar Faisal ke ruang ICU tempat Aruna berada.


Jantung Faisal nampak berdebar begitu kencang, nafasnya terasa terputus-putus bahkan rasanya nafasnya sudah tercekat di tenggorokan. Beberapa saat kemudian terlihat Faisal sudah berada di sebuah ruangan, pria itu menatap keempat anaknya yang sudah berada di sana bersama orangtuanya.


"Faisal!" seru ayah Fajar.


"Ayah." jawab Faisal yang kemudian berjalan mendekati ayahnya.


"Yang tabah, Sal." ucap ayah Fajar yang kemudian memeluk putranya.


"Bagaimana kondisi isteriku,ayah?" tanya Faisal.


"Masuklah." pinta ayah Fajar.


Langkah kaki Faisal benar-benar begitu berat saat dia hendak memasuki kamar istrinya, dia takut untuk melihat Bagaimana kondisi istrinya. dia takut melihat kesakitan yang ada di wajah istrinya. perlahan Faisal memasuki ruang ICU tempat sang istri berada, jantungnya bergemuruh begitu hebat mungkin kalau kondisi lain Faisal akan senang karena jantungnya berdebar ketika melihat istrinya yang cantik. tapi sekarang di rumah sakit itu Faisal benar-benar merasakan sesuatu yang begitu pahit, tatapan mata Faisal nampak menatap wanita yang begitu dia cintai terbaring di atas ranjang dengan kondisi yang benar-benar sangat mengenaskan.


Apa yang bisa dikatakan oleh Faisal, air matanya langsung berlinang, nafasnya terasa tercekat di tenggorokan. suaranya tidak bisa keluar, hanya air mata yang mengisyaratkan perasaan Faisal saat ini.


"Oh kekasihku..,apa yang terjadi denganmu sayang." ucap Faisal yang sudah berlinang air mata. pria itu semakin mendekat diranjang sang istri, kedua kakinya terasa gemetar. hatinya benar-benar begitu sakit, beberapa luka nampak menggores wajah cantik istrinya. tubuhnya diperban karena bekas operasi.


Tak ada kata yang keluar dari mulut Faisal, terasa kata-kata itu sudah habis saat melihat kondisi sang istri. detak jantung yang begitu lemah, suara nafas yang begitu lemah bahkan wajah yang begitu pucat. terasa langkah kaki Faisal sudah berhenti, jalan hidupnya, kebahagiaannya, kesedihannya, keberhasilannya, rindu dan dunianya sudah menghilang. dunianya terasa terhempas ketika dia melihat wanita yang begitu dia cintai sudah dah berada di ranjang rumah sakit.


Air mata terus berlinang, Faisal tidak mampu mengeluarkan sepatah katapun, kedua tangannya nampak memegang erat salah satu tangan Aruna. air mata itu terus mengalir, dada Faisal terasa sesak begitu sesaknya hingga suara tangis itu tidak terdengar dari mulut Faisal, sakit, begitu sakit saat melihat wanita yang dia cintai sudah tidak berdaya.


"Ayah..,"Panggil Bilqis yang sudah masuk ke ruang ICU. Faisal menoleh, pria itu menatap putrinya yang berada ada di belakang tubuhnya sembari mengelus pundak Faisal.


"Dunia Ayah sudah hancur, Bilqis. kehidupan Ayah sudah hancur, Lihatlah wanita yang begitu Ayah cintai merasakan kesakitan seperti ini." ucap Faisal. air mata Faisal sudah berlinang, dia benar-benar tidak mampu untuk melihat kondisi Aruna.


"Tenanglah Ayah." ucap Bilqis kembali.


"Ayah tidak akan mampu Bilqis, jika terjadi sesuatu kepada mommymu Ayah tidak akan bisa hidup." ucap Faisal.


"Tidak Ayah, jangan katakan seperti itu. Bilqis tidak akan mampu jika terjadi sesuatu kepada mommy." jawab Bilqis yang sudah berlinang air mata. ayah dan putri itu nampak menangis, mereka tidak mampu melihat wanita yang mereka cintai terbaring tidak berdaya seperti itu .


"Ayah, mommy adalah wanita yang sangat kuat. Bilqis yakin Mommy akan berjuang, mommy tidak akan meninggalkan kita, Ayah." ucap Bilqis.


Bilqis sangat tahu benar bagaimana cinta yang dimiliki oleh ayahnya untuk ibunya, gadis muda itu sangat tahu bagaimana besarnya cinta Faisal kepada Aruna. Bilqis tidak mampu lagi berkata, Dia keluar dari ruangan ibunya sembari menangis.


"Kau baik-baik saja?" tanya Juna.


Bilqis menganggukkan kepalanya. "Apa tidak sebaiknya Tuan dan Nyonya saya antar pulang saja, besok kalian bisa kembali kemari." ucap Juna kepada ayah Fajar dan Bu Yanti.


"Iya paman, lebih baik Paman sama bibi pulang dahulu, nanti aku dan Faisal akan bergantian berjaga." jawab Rudi.


"Baiklah kalau begitu, paman akan pulang dahulu, nanti kalau ada sesuatu tolong kalian kabari aku." pinta ayah Fajar.


"Baik Paman." jawab Rudi. "Setelah mengantarkan Paman Fajar dan istrinya kau beristirahatlah." pinta Rudi kepada Juna.


"Tidak apa-apa Mas, nanti setelah mengantarkan kan Pak Fajar dan istrinya saya akan kembali kesini. takutnya jika kalian membutuhkan sesuatu." jawab Juan.


Faisal dan Rudi masih belum mengetahui kalau Surya juga berada di rumah sakit yang sama dengan istrinya.


"Tolong antarkan kakekku sampai ke rumah ya." pinta Bilqis.


"Aku pergi dulu, Nanti aku kembali." jawab Juan yang kemudian pergi mengantarkan kakek Fajar Bersama sang istri.


Tatapan mata Rudi nampak menatap keakraban Bilqis dan supir sekaligus pengawalnya itu, ada sesuatu hingga membuat mereka berdua begitu akrab.


"Apakah kau sudah makan Bilqis?" tanya Rudi kepada Bilqis.


Bilqis menggelengkan kepalanya, dia tidak ingin makan satu suap pun.


"Paman belikan minuman ya?" tanya Rudi.


"Aku tidak ingin apapun paman, aku hanya ingin mommyku." jawab Bilqis.


Setelah mendengar perkataan Bilqis, Rudi nampak terdiam. pria itu kemudian menelepon sang istri untuk memberikan kabar Kalau Aruna mengalami kecelakaan.


"Kalau begitu Paman beli kopi dulu ya, nanti Paman belikan sesuatu untuk kau makan." ucap Rudi yang kemudian pergi.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- jangan sakiti aku