MOMMY

MOMMY
Ujian cinta Faisal dan Aruna



DEG...


jantung Surya terasa terhenti ketika Faisal mengatakan kalau Aruna adalah istrinya. Hal itu membuat surya yang baru terbangun dari tidur panjang itupun pria itu kembali pingsan.


"Tuan, Saya kan sudah bilang kalau kalian harus menjaga kondisi mental dari Tuan Surya." ucap sang dokter.


"Bagaimana bisa aku harus melakukan hal itu, Apakah kau tidak dengar kalau pria itu mengatakan bahwa Istriku adalah istrinya!!" seru Faisal yang tidak terima.


"Tapi, bagaimana bisa Putraku menjadi seperti itu dokter?" tanya kakek Fajar.


"Saya tidak tahu Tuan, tapi kemungkinan besar memori itu dibangun oleh Tuan Surya ketika dia mengalami koma, mungkin saja beberapa pengalamannya dengan istri Tuan Faisal membuatnya membangun memori itu. memori itu dia bawa sampai dia sadar." jawab dokter.


"Aku tidak akan menerima semua ini, dia adalah istriku!" seru Faisal yang kemudian pergi membawa Aruna dari rumah sakit.


* lima belas menit kemudian *


** Kantin rumah sakit **


Aruna yang melihat emosi suaminya, wanita itu hanya diam tanpa bisa menjawab apapun.


"Kenapa kau harus marah Mas?" tanya Aruna, Faisal dan Aruna sudah berada di kantin rumah sakit. Faisal yang mendengar perkataan Aruna seperti itu seolah Aruna mengatakan semuanya baik-baik saja.


"Apa maksudmu sayang, apakah kau tidak dengar apa yang dikatakan oleh pria itu?!" seru Faisal.


"Apa yang dia katakan tadi Mas?" tanya Aruna yang bersikap begitu santai.


"Apakah kamu tidak dengar kalau pria itu menganggapmu sebagai istrinya." ucap Faisal.


"Dia membangun memorinya ketika dia tidak sadar, Lalu apakah kau melakukan hal itu saat kau sadar?" tanya Aruna yang seolah memberikan pukulan begitu keras kepada Faisal. wanita itu nampak masih mengingat video-video yang disebarkan oleh Helena.


"Demi Tuhan sayang, demi Tuhan aku tidak pernah melakukan hal itu dengan Helena. Aku tidak pernah melakukan apa yang dia tuduhkan!!" seru Faisal.


"Kau harus membuktikannya padaku mas, baru aku percaya." jawab Aruna.


Beberapa jam kemudian akhirnya mereka bertiga kembali ke rumah. Faisal nampak sedikit kebingungan karena sikap Aruna, Surya kembali tidak sadarkan diri karena mendapatkan jawaban dari Faisal. langkah kaki Ketiga orang itu memasuki rumah Mereka terlihat disana. ada seorang tamu yang sudah menunggu kedatangan Faisal dan yang lain.


"Faisal!!" seru Helena yang melihat Faisal sudah kembali.


"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Faisal.


"Tentu saja aku ke sini karena aku harus meminta pertanggung jawaban darimu!!" seru Helena.


"Apa maksudmu, pertanggungjawaban apa?" tanya Faisal yang sangat murka.


"Apa maksudmu, Faisal pertanggungjawaban. apakah kau lupa dengan kejadian yang kau lakukan padaku waktu itu?" tanya Helena.


Ketiga orang itu saling menatap satu sama lain,


"Aku tidak mengerti apa yang kau maksudkan, Helena." ucap Faisal.


"Kau jangan berpura-pura bodoh Faisal, Sekarang aku sudah hamil. kau harus bertanggung jawab dengan semua kelakuanmu waktu itu!!" seru Helena.


DUARRRR...


bagaikan disambar petir disiang hari, Aruna mendapatkan berita yang sangat mengejutkan.


"Apa maksudmu!!" seru Faisal.


"Sekarang aku hamil dan kau harus bertanggung jawab atas semua yang terjadi waktu itu!!" teriak Helena.


Dunia serasa terhenti, kepalanya mulai berputar dengan semua berita yang diberikan oleh Helena. Aruna langsung tumbang di lantai, wanita itu tidak mampu mendengar kabar yang diberikan oleh Helena.


BRAKK


Aruna sudah tidak sadarkan diri


"Sayang!!" seru Faisal yang kemudian membantu sang istri. pria itu mencoba untuk membangunkan istrinya yang sudah tidak sadarkan diri.


"Apa yang kau lakukan sayang, kenapa kau seperti ini. Apakah kau tidak percaya padaku." ucap Faisal yang terus berusaha untuk membangunkan istrinya.


Tak ada kata yang keluar dari mulut Aruna, Wanita itu sudah tidak kadar kan diri karena beban yang begitu berat. terlihat Aruna masih tidak sadarkan diri.


"Tuan, saya akan menjaga Nona Aruna. tuan bicaralah dengan Nona Helena, Saya tidak percaya dengan kata-kata yang diucapkan oleh wanita itu." ucap pembantu wanita.


Akhirnya Faisal pergi meninggalkan kamar Aruna, dia akan membereskan masalah Helena. beberapa menit kemudian Aruna sudah tersadar, dia mencari keberadaan suaminya yang tidak ada di sana.


"Mbak Aruna sudah bangun?" tanya pembantu wanita yang berusia sekitar 45 tahun.


Aruna tidak menjawab pertanyaan wanita tua itu, dia menatap nyalang ke ruangan itu.


"Mas Faisal Sedang membereskan masalah ini, kau jangan khawatir." ucap pembantu wanita.


Aruna menganggukkan kepalanya, wanita itu terasa mendapatkan pukulan yang begitu luar biasa.


"Apa yang sedang kau pikirkan, Aruna?" tanya pembantu wanita yang ada di rumah kakek Fajar.


"Tidak apa-apa bik." jawab Aruna.


"Apakah kau tidak percaya dengan suamimu, Aruna?" tanya si pembantu wanita.


"Aku tidak tahu Bi, dunia ku terasa hancur saat ini." jawab Aruna.


"Kenapa kau tidak bisa berfikir jernih, Aruna. Coba kau pikirkan Mengapa wanita itu sekarang kemari dan mengatakan kalau sekarang dia sedang hamil. apakah kau tidak bisa berpikir secara jernih? Memangnya Berapa hari kejadian itu dan berapa hari kemudian dia ke sini dengan membawa kabar Kalau dia sedang hamil?" tanya bibi pembantu.


Aruna serasa mendapatkan jawaban atas semua kebingungannya itu, dia menatap wanita tua yang bekerja di sana.


"Coba kau pikirkan kembali, apakah kau lebih mempercayai wanita itu atau suamimu? Kejadian ini masih beberapa hari lamanya, sekitar 1 minggu. lalu Kenapa wanita itu bilang kalau sekarang dia sudah hamil, apakah itu masuk akal?" tanya wanita tua.


Aruna serasa mendapatkan kelegaan hati, serasa hatinya yang begitu tertekan itu mendapatkan jawaban atas semua pertanyaannya.


"Benarkan, Coba kau pikirkan apakah mungkin dalam waktu satu minggu seorang bisa hamil?butuh waktu sekitar satu atau dua bulan baru kau mengetahui hamil atau tidak, jika hanya satu minggu dia sudah mengetahui kalau dirinya hamil..,itu berarti kau sudah tahu kan jawabannya." ucap bibi tua yang membuat Aruna seketika tersenyum.


"Bibi benar, betapa bodohnya Aku. Aku tidak mempercayai Mas Faisal, aku lebih memilih mempercayai wanita itu hingga aku membuat Mas Faisal begitu kebingungan." ucap Aruna.


"Ini adalah ujian cintamu dan Faisal, Aruna. Apakah kau bisa melakukan semua yang kau inginkan atau kau tidak bisa percaya kepada suamimu? pria itu bukanlah pria Kurang ajar atau pria dengan kelakuan bejat pada setiap sikapnya." ucap bibi tua itu kembali.


"Terima kasih ya bi, karena bibi membuatku mengerti atas semua kesalahanku. ternyata selama ini aku dibutakan oleh kebodohanku sendiri." ucap Aruna.


"Kau harus mencari tahu mengenai kejadian itu, bantu suamimu. jangan buat dia kebingungan dengan semua sikapmu ini." ucap bibi kembali.


"Hehhh..," Aruna menghela nafasnya. ada seribu kelegaan yang ada di hatinya.


"Turunlah, lawan wanita itu. jangan sampai dia mengalahkan dirimu." ucap bibi tua.


"Bibi benar, terima kasih Bi." Aruna kemudian berjalan ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu