MOMMY

MOMMY
Aruna yang tangguh



Di taman, terlihat Aruna bersama Faisal dan Bilqis sedang bersenang-senang.


"Oya, Aruna. ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu." ucap Faisal.


"Memangnya ada apa Mas?" tanya Aruna kepada Faisal.


"Aruna, maukah kau menjadi istriku? maukah kau menikah denganku?" tanya Faisal kepada Aruna.


DEG...


Aruna benar-benar terkejut dengan kata-kata yang diucapkan oleh Faisal, tiba-tiba saja pria itu mengatakan hal itu kepada Aruna.


"Apa-apaan sih Mas, kalau bercanda itu jangan seperti itu dong." ucap Aruna.


"Aku tidak sedang bercanda Aruna. Aku mengatakan kan semua perasaanku padamu." jawab Faisal.


"Sudahlah mas, mas Faisal tidak usah mengatakan hal itu." ucap Aruna.


"Aruna, Aku sudah bilang kepada Ayahku mengenai perasaanku padamu. aku ingin kau menjadi wanita yang selalu menjagaku. Aku ingin kau dan Bilqis menjadi sosok penopang di setiap langkahku." ucap Faisal.


Aruna kembali terkejut dengan kata-kata Faisal, terlihat Bilqis mendekati Mommy dan om tampan yang selalu baik dengannya.


"Bilqis, Apakah Bilqis mau kalau Bilqis mempunyai ayah?" tanya Faisal.


Bilqis yang mendengar pertanyaan seperti itu tentu saja bocah kecil itu menganggukkan kepalanya. "Tentu Om, Bilqis mau mempunyai seorang ayah." jawab Bilqis.


"Kalau begitu.., Apakah Bilqis mau kalau Om Faisal menjadi di Ayah Bilqis?" tanya Faisal kepada Bilqis.


Gadis kecil itu langsung menganggukkan kepalanya. "Mau Om, Bilqis mau menjadi putri Om Faisal!" seru Bilqis dengan suara yang begitu keras.


Entah Bilqis mengerti apa yang diucapkan oleh dua orang dewasa itu atau tidak, tapi yang penting yang paling diinginkan Bilqis adalah mempunyai seorang ayah. dia benar-benar sudah capek saat dihina oleh teman-teman sebayanya, dia selalu ditanyain mengenai sosok Ayah kandungnya.


Setiap kali bocah kecil itu di hina oleh teman-temannya.., Bilqis nampak terdiam, dia ingin merengek kepada ibunya namun Bilqis tidak ingin melihat ibunya bersedih.


"Kau dengar sendiri kan Aruna, kalau Bilqis mau mempunyai seorang ayah. Apakah kau tidak merasa sedih setiap kali gadis kecil ini bertanya mengenai sosok ayahnya, dia menginginkan sosok Ayah yang bisa menjadi temannya.


"Aruna." panggil Faisal.


Aruna belum bisa mengatakan apapun, namun terlihat kalau Gadis itu terdiam sembari menatap Faisal. memang Faisal adalah sosok yang begitu baik kepada Aruna. pasti pria itu akan menjadi seorang ayah yang sangat sempurna.


"Bolehkah aku meminta waktu, Mas. semuanya ini terlalu mendadak, Aku tidak ingin dibilang sebagai pencuri suami orang." ucap Aruna.


"Aku tidak pernah mencintai Helena. karena aku tidak pernah mempunyai perasaan kepada wanita itu. kami mempunyai masa lalu yang begitu kelam, Aku tidak akan membiarkan semuanya kembali." jawab Faisal.


Entah apa yang dibicarakan oleh Faisal, namun sorot mata Faisal menunjukkan kalau pria itu tidak sedang berbohong.


"Berikan aku waktu satu minggu untuk menjawab pertanyaanmu, Aku butuh waktu aku harus menata hatiku dan aku harus meyakinkan hati ku." ucap Aruna.


"Baiklah kalau begitu, Aku akan memberikanmu waktu 1 minggu. tapi kau tidak boleh menjauh dariku karena kata-kataku tadi, aku ingin kau tetap menjadi wanita seperti ini. seorang wanita yang membuatku jatuh cinta, jatuh cinta setengah mati karena semua keteguhanmu ini." jawab Faisal.


Terlihat Bilqis memeluk erat Faisal, gadis kecil itu seolah mendapatkan sosok Ayah yang selalu dia idam-idamkan.


"Mommy, Mommy tidak boleh begitu. Om Faizal adalah orang yang sangat baik, tidak mungkin Om Faisal akan menyakiti kita." ucap Bilqis yang membuat Aruna tersenyum.


"Tentu sayang Om Faisal adalah orang yang sangat baik, Dia selalu menolongku dan kamu." jawab Aruna.


Setelah itu terlihat Faisal mengajak Aruna dan Bilqis kembali ke rumah kakek Fajar.


"Faisal!!" seru Helena yang berada di rumah kakek Fajar.


"Kau, lagi apa yang kau inginkan di sini? Apakah kau tidak capek terus-menerus berada di rumah ku?" tanya Faisal.


'Apa maksudmu, Faisal. kita ini akan menikah, mengapa sikapmu seperti itu padaku." jawab Helena.


"Apa Karena Wanita itu kau mau melarikan diri dariku!!" seru Helena sambil menunjuk wajah Aruna.


Tentu saja Aruna yang melihat hal itu wanita itu nampak terdiam.


"Sebaiknya aku pergi ke kamar bersama Bilqis, Mas." ucap Aruna.


"Iya, masuklah kedalam. Jangan dengarkan perkataan nenek lampir ini." jawab Faisal yang membuat Bilqis tersenyum.


Saat Aruna berjalan melewati Helena, tiba-tiba saja salah satu tangan Helena langsung menarik tangan Aruna.


"Kau ini.., dasar wanita tidak tahu malu, kau terus membuntuti Faisal. Apakah kau tidak mempunyai pekerjaan lain selain merebut kekasih orang!!" seru Helena.


Aruna mencoba menghembuskan nafasnya, Gadis itu nampak menata hatinya.


"Lepaskan dia Helena!!" seru Faisal.


"Memangnya kenapa, benarkan.., Lihatlah wanita ini bahkan sudah mempunyai seorang anak. dia adalah wanita penghibur yang selalu menjajakan tubuhnya, pantas saja dia terus mengikutimu karena dia tahu kalau kau adalah pria kaya!!" seru Helena.


Aruna yang mendengar perkataan Helena wanita itu langsung terbakar api amarah, seketika satu tamparan langsung mendarat di wajah Helena..


PLAKK...


"Jangan pernah menghina aku ataupun putriku, Jika kau berani melakukan hal itu, jangan salahkan aku jika aku akan membuat tubuh indahmu itu remuk." jawab Aruna yang sudah memberikan satu tamparan di wajah Helena.


Salah satu tangan Helena nampak menyentuh wajahnya yang sudah ditampar oleh Aruna, wanita itu terdiam karena kaget. tatapan matanya menatap Aruna dengan melotot, Helena marah, dia benar-benar ingin mencakar wajah Aruna. wanita yang selalu mendekati Faisal.


"Dasar wanita murahan, kau itu wanita murahan tidak tahu diri!!" seru Helena kembali yang mencoba untuk menjambak rambut Aruna.


Bilqis yang berada ada di depan Aruna nampak gadis kecil itu mencoba membantu ibunya, bukan membantu Mala Helena langsung melempar tubuh Bilqis hingga gadis kecil itu tersungkur di lantai.


Kedua bola mata Bilqis berkaca-kaca, sedangkan Aruna yang melihat hal itu tentu saja Wanita itu sangat marah. berani sekali kau memperlakukan putriku seperti itu, dasar wanita tidak tahu diri!!" seru Aruna.


Sesaat kemudian wanita itu langsung memberikan 3 pukulan di wajah Helena. Hal itu membuat Helena langsung terdiam, kedua pipinya sudah merah merona karena mendapatkan 4 tamparan dari Aruna.


"Aku sudah bilang kan, Jangan pernah melakukan sesuatu yang membuatku marah. Jika kau berani menyentuh Putri ku.., jangan salahkan aku jika aku berulang kali menghajarmu." jawab Aruna.


"Dasar wanita tidak tahu diri!!" teriak Helena.


"Katakan sekali lagi, aku tidak peduli walaupun aku akan masuk penjara, aku pasti menghajarmu." jawab Aruna.


Faisal langsung mengajak Aruna dan Bilqis ke kamar mereka, sesaat kemudian pria itu mendatangi Helena.


"Kau pergi sendiri, atau aku lempar!" bentak Faisal.


Terlihat Helena langsung pergi meninggalkan rumah kakek Fajar, wanita itu dapat melihat kemarahan Faisal.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu