
"Aaaaa!!!!" teriak Aruna.
"Tenanglah, sayang." pinta Faisal. pria itu terus mencoba untuk menenangkan istrinya, hatinya benar-benar begitu perih saat dirinya mengetahui bayi yang begitu dia idam-idamkan sudah tidak ada.
"Hufff...," terlihat kakek Fajar terus mencoba menenangkan dirinya saat pria tua itu mengetahui cucu yang akan lahir beberapa bulan itu sudah tidak ada lagi. Kakek Fajar berusaha untuk menenangkan dirinya, amarahnya terasa membludak saat melihat kesedihan Aruna.
"Kenapa apa semua ini harus terjadi kepadaku, Mas. Kenapa semua ini harus terjadi padaku, bayi kita baik kita sudah tidak ada lagi, Mas!!" seru Aruna.
Sekuat apapun Faisal berusaha untuk menenangkan hatinya namun kesedihan yang dialami oleh Aruna benar-benar membuatnya hancur sehancur hancurnya. Faisal tidak bisa menenangkan istrinya, kesedihan yang ada di hati istrinya benar-benar menghancurkan seluruh pertahanannya.
"Maafkan mas, maafkan mas." ucap Faisal yang meminta maaf kepada Aruna.
"Aku benar-benar membenci pria itu, mas. aku benar-benar membenci pria itu, akan ku balas semua yang telah dia lakukan. Dia telah merenggut anakku, dia telah membuatku kehilangan anak ku!!" teriak Aruna.
Sang dokter yang melihat kondisi Aruna wanita itu langsung memberikan suntikan kepada Aruna.
"Apa yang dokter lakukan?" tanya Faisal.
"Sebaiknya istri anda beristirahat dahulu, Tuan. jika dia terus seperti itu maka kondisinya akan berbahaya." jawab dokter.
Kedua kaki Faisal benar-benar tidak bisa berdiri tegak, dunianya benar-benar sudah hancur melihat sang istri seperti itu. kemudian kehilangan bayi yang ada di kandungan istrinya.
"Faisal." Panggil kakek pacar Faisal menoleh, pria itu menatap ayahnya dengan Tatapan yang begitu sendu.
"Aku benar-benar sangat membenci Surya, Ayah. aku benar-benar sangat membencinya, dia terus-menerus menghancurkan kebahagiaanku. apa salahku kepadanya, Ayah. apa salahku hingga dia terus-menerus melakukan hal ini padaku." ucap Faisal sembari menyandarkan tubuhnya di dinding.
"Sebaiknya kita keluar dahulu, Faisal. biarkan istrimu beristirahat dahulu." pinta kakek Fajar.
Apa yang bisa dilakukan oleh Faisal untuk istrinya, dunianya benar-benar sudah hancur total. tidak ada lagi yang bisa dia lakukan, tidak ada lagi yang bisa membuatnya benar-benar bisa bertahan.
"Ayah, lebih baik aku mengajak isteriku kembali kerumahnya dahulu." ucap Faisal.
"Mungkin itu lebih baik, apalagi di sana adalah tempat yang sangat berarti untuk Aruna." jawab kakek Fajar.
"Huh..," suara helaan nafas Faisal.
"Biar aku yang merawat Aruna." ucap Bu Yanti.
Kakek Fajar dan yang lain sangat terkejut dengan kata-kata yang diucapkan oleh Bu Yanti.
"Memangnya apa yang membuatmu melakukan hal itu?" tanya Kakek Fajar.
"Aku juga ingin mendapatkan kasih sayang, aku juga ingin mendapatkan cinta sepertimu dari orang-orang yang mencintaiku." jawab Bu Yanti.
Raut wajah yang begitu sedih ditampakkan oleh Bu Yanti, mungkin penyesalan selama berpuluh-puluh tahun sudah dirasakan oleh Bu Yanti.
* Beberapa hari kemudian *
Akhirnya Kakek Fajar dan yang lain pindah ke rumah mungil Aruna, di tempat yang sedikit terpencil itu Aruna mulai menata kehidupannya. Faisal harus berusaha sekuat mungkin untuk membuat Aruna melupakan semua rasa sakit karena kehilangan bayinya.
** Satu bulan kemudian **
"Mommy!!" seru Bilqis.
"Ada apa Sayang." jawab Aruna.
"Mommy, tadi bu RT memberi Bilqis makanan ini." jawab Bilqis.
"Makanan apa?" tanya Aruna.
"Tadi bu RT sama Pak RT bilang kalau kakek sama nenek jika tidak ada pekerjaan mereka diminta untuk ke balai pertemuan." jawab Bilqis.
"Memangnya ada rapat apa?" tanya Bu Yanti.
"Nggak tahu." jawab Bilqis.
"Ya sudah kalau begitu, lebih baik kau ikut denganku ke balai pertemuan. mereka kan sudah mengundang kita, tidak enak kalau kita tidak datang." jawab kakek Fajar.
Mulai saat itu kakek Fajar menerima Bu Yanti, mereka sudah menikah kembali, pasangan berusia tua itu mulai menapaki kehidupan mereka. sudah 3 bulan lamanya Aruna kembali ke desa tempat dia tinggal dahulu.
"Mommy!!" seru Bilqis.
"Iya, ada apa Sayang." jawab Aruna.
"Ayah sedang berada di perkebunan teh, Memangnya ada apa?" tanya Bilqis kembali.
"Di perkebunan itu kan ada buah durian, Bilqis boleh minta tidak?" tanya Bilqis.
"Tentu saja boleh, telepon saja Ayah. bilang sama ayah untuk membawa durian sebanyak-banyaknya." jawab Aruna.
"Ya sudah kalau begitu, aku telepon Paman Rudi saja kalau telepon ayah ponselnya selalu menjawab sendiri." jawab Bilqis.
"Maksudnya?" tanya Aruna yang kebingungan.
"Jawabnya gini lho Mommy, telepon yang anda hubungi sedang di luar jangkauan, bilangnya gitu." jawab Bilqis dengan wajah yang begitu marah.
Aruna nampak mencubit pipi Bilqis, memberikan senyum yang begitu cantik kepada putri kecilnya itu.
"Kalau begitu kenapa kamu tidak memarahi yang menjawab telepon itu, bilang sama dia kalau kamu mencari Ayah." canda Aruna.
"Sudah aku bilangin orangnya, jawabnya tetep aja." jawab Bilqis.
Suara canda tawa sudah mulai terdengar, Faisal yang berada di perusahaan teh miliknya nampak pria itu terus mencari tahu mengenai Surya.
"Apakah Mas Faisal sudah menemukan keberadaan pria itu?" tanya Rudi kepada Faisal.
"Kelihatannya pria itu sangat berhati-hati, Rudi. Mungkin dia sudah mengetahui mengenai kepindahan kita." jawab Faisal.
"Apa yang akan saya lakukan?" tanya Rudi kembali.
"Tentu saja aku akan membalas semua yang dilakukan oleh Surya kepadaku, karena dia telah membuatku kehilangan segalanya." jawab Faisal.
Rudi sangat tahu bagaimana perasaan Faisal, setelah kejadian Aruna keguguran karena tabrakan itu.., Faisal serasa sudah berubah total. pria itu sedikit kejam dan tidak memiliki belas kasih sama sekali.
"Oh ya Rudi, tolong kau selidiki salah satu perusahaan milik ayahku. lakukan sesuai perintahku yang sudah aku katakan kemarin." ucap Faisal.
"Baiklah kalau begitu Mas aku pergi dulu. Oh ya nanti kalau pulang tolong bawa buah durian yang banyak ya." ucap Rudi.
"Buah durian? Buat apa?" tanya Faisal.
"Tadi gadis kecil kesayangan kita itu menelponku, dia bilang dia mau membuat cake durian bersama dengan mommynya."'jawab Rudi.
"Baiklah kalau begitu, nanti aku akan membawa satu mobil penuh biar dia tidak marah padaku." canda Faisal yang kemudian pergi dari kantornya.
Sekarang Aruna menjalankan bisnis kue milik Faisal yang dulu, Aruna harus melupakan segalanya tapi dia juga masih mengingat semua yang terjadi. rasa kehilangan nya masih tetap terbayang, siang itu Aruna berada disebuah rumah yang ada di desanya.
"Aruna, Apa kamu tidak ingin melakukan sesuatu?" tanya ibu-ibu tetangga Aruna.
"Memangnya ada apa?" tanya Aruna balik.
"Kau tahu kan Kalau suamimu itu kaya dan kau sekarang kan juga kaya, Bisa tidak Kalau kami meminta bantuan padamu?" tanya ibu ibu.
"Minta bantuan apa Bu? kalau Aruna bisa bakal aku bantu." jawab Aruna.
"Kami ingin mendirikan sekolah darurat, karena kau tahu sendiri kan 1 tahun yang lalu bangunan sekolah itu sudah rusak parah. ada salah satu bangunan kosong yang bisa dibuat untuk sekolah darurat." jawab ibu-ibu.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Black Rose
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu