MOMMY

MOMMY
Surya menemukan keberadaan Aruna



Bu Yanti yang berada di rumah sakit nampak terus menatap keakraban dan kebahagiaan yang terlihat jelas diwajah suaminya bersama anak dan menantunya. berbeda sekali dengan Bu Yanti yang tidak pernah menemukan kebahagiaan yang selalu dia cari, tiba-tiba langkah kaki Bu Yanti memasuki ruangan tempat kakek Fajar dirawat.


"Mas," Panggil Bu Yanti yang membuat orang-orang yang ada di ruangan itu langsung menoleh.


Mereka menatap seorang wanita yang sangat- sangat menyebalkan. "Apa yang kau lakukan disini?!" seru kakek Fajar yang melihat istrinya berada di ruangannya.


"Bagaimana bisa dia menemukan kita di sini, Mas?" tanya Aruna.


"Kalian tidak boleh takut, kalian jangan takut kepadaku seperti itu." ucap Bu Yanti.


"Apa yang kau inginkan, Kenapa kau berada di sini?!" seru Faisal.


"Aku ke sini karena aku ingin memperingatkan kalian, Aku ingin menebus segala dosa-dosaku kepada kalian." jawab Bu Yanti.


Senyum mengejek ditunjukkan oleh kakek Fajar kepada istrinya. Bagaimana tidak, Entah kenapa Bu Yanti tiba-tiba ingin menebus dosa dosanya yang telah dilakukan kepada suaminya.


"Dasar ular berkepala dua, aku tidak akan pernah percaya padamu." ucap kakek Fajar.


Kedua kaki Bu Yanti nampak ditekuk, wanita itu bersujud di hadapan sang suami. "Maafkan aku, suamiku. Maafkan aku, maafkan atas semua kesalahanku, aku memang melakukan dosa yang begitu besar. aku memang tidak pantas dimaafkan, Aku kesini karena aku ingin memperingatkan kalian kalau Surya sudah menemukan keberadaan kalian di sini, segeralah pergi dari tempat ini jika tidak dia akan melakukan sesuatu kepada kalian. pria itu terus-menerus mencari keberadaan istrimu, Faisal. dia begitu terobsesi dengan istrimu." ucap Bu Yanti yang membuat Faisal seketika begitu marah.


"Apa maksudmu?!" seru Faisal.


"Segeralah kalian tinggalkan tempat ini, yang aku dengar mereka sedang menuju ke sini. aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada kalian, Aku ingin menebus dosa-dosa Ku." ucap Bu Yanti.


"Kau kira kami ini bodoh!!" seru kakek Fajar.


"Kau pikir dari mana aku mendapatkan keberadaan kalian, aku menguping pembicaraan Surya bersama dengan anak buahnya. dia memperlakukanku seperti hewan dia tidak pernah memperlakukanku seperti manusia, karena hal itu Aku tidak ingin pria itu melakukan sesuatu kepada kalian. aku mohon.., aku mohon kalian segeralah pergi dari tempat ini." pinta Bu Yanti.


Tatapan mata Aruna menatap Bu Yanti dengan wajah yang benar-benar tersirat sebuah kebenaran.


"Mas, Ayah. Apa tidak sebaiknya kita pergi dari tempat ini, aku lihat kalau Ibu tidak membohongi kita." ucap Aruna.


"Kau kira dia akan berbuat baik kepada kita, Kau kira dia akan menyelamatkan kita." ucap kakek Fajar.


"Aku bisa melihat sebuah kebenaran, Ayah. kelihatannya Ibu tidak berbohong, untuk kali ini Kita percaya saja kepada dia, aku yakin Ibu mengatakan yang sebenarnya." ucap Aruna.


"Sebaiknya kita pergi dari sini, jika tidak mereka akan sampai di tempat ini." ucap Bu Yanti yang terlihat sedikit ketakutan.


Terlihat jelas wajah Bu Yanti penuh dengan memar, kakek Fajar yang melihat hal itu hatinya sedikit teriris. wanita yang dulu diharap bisa menggantikan istrinya itu nyatanya sudah menghianati nya.


"Kita pergi dari tempat ini." pinta kakek Fajar.


Akhirnya mereka bertiga pergi dari tempat itu, Aruna menatap Bu Yanti yang masih diam membeku.


"Ibu, sebaiknya kita pergi dari sini." ucap Aruna.


"Tidak Aruna, pergilah." jawab Bu Yanti.


Aruna berjalan kembali kearah Ibu mertuanya, dia langsung menyeret Bu Yanti untuk segera pergi dari tempat itu. "Kita pergi bersama-sama, jika sampai pria itu menemukan Ibu aku yakin ibu akan mendapatkan masalah yang sangat besar." ucap Aruna.


Apa yang dikatakan Bu Yanti itu memang benar, ternyata surya dan anak buahnya sudah berada di rumah sakit. seketika Faisal menghentikan langkah kakinya, pria itu membawa ayahnya bersembunyi di sebuah ruangan.


"Kita harus berhati-hati, jangan sampai pria brengsek itu menemukan kita." ucap Bu Yanti.


"Kau Tenang saja, aku tidak akan membiarkan pria tidak tahu diri itu mencoba untuk melukaiku lagi." jawab kakek Fajar.


Sekitar 40 menit lamanya Surya terus mencari keberadaan keluarganya di rumah sakit itu, beberapa orang yang ada disana nampak tidak mengetahui siapa sebenarnya orang yang dicari oleh Surya. sebenarnya Faisal meminta bantuan kepada dokter yang sudah merawat ayahnya untuk mengganti semua identitas di rumah sakit agar Surya tidak dapat menemukan dirinya. sekitar 40 menit lamanya Surya tidak bisa menemukan keberadaan mereka.


"Tuan." Panggil Rudi yang benar-benar membuat Faisal dan lain sangat terkejut.


"Kita harus segera pergi dari tempat ini, saya menemukan jalan lewat belakang." ucap Rudi.


"Baiklah kalau begitu, kita pergi lewat sini. jangan sampai ada yang mencurigakan." ucap Faisal yang membuat orang-orang yang bersamanya menganggukkan kepalanya.


Surya benar-benar marah, pria itu terus mencari keberadaan Faisal dan yang lain namun tidak ada hasil.


"Kalian bodoh, Kalian bilang kalau kalian melihat wanita itu disini. lalu di mana?Bagaimana bisa kalian sebodoh itu?!" seru Surya.


"Benar Tuan, beberapa hari yang lalu saya melihat Nyonya Aruna berada di sini. Saya yakin kalau mereka membawa tuan besar untuk berobat." jawab anak buah Surya.


Memang benar Faisal dan Aruna pergi ke rumah sakit untuk merawat kakek Fajar, namun ada sesuatu yang membuat mereka harus ke rumah sakit yaitu memeriksakan kehamilan Aruna.


Sekitar satu jam kemudian akhirnya mereka sudah keluar dari rumah sakit, namun salah satu anak buah Surya mengetahui orang-orang itu keluar. Hal itu membuat pria itu menelepon Surya, sekitar 15 menit kemudian Surya sudah berada di sana dan melihat anak buahnya.


"Kalian bodoh sekali, kenapa kalian tidak mencoba untuk mengejarnya!!' teriak Surya.


"Saya menunggu perintah dari tuan Surya, Karena saya takut jika saya melakukan kesalahan." jawab anak buah Surya.


"Kalian ini bodoh, seharusnya salah satu dari kalian mengejar dia bukannya menunggu!!" teriak Surya.


"Sudah Tuan, salah satu dari kita sudah mengejarnya." jawab anak buah Surya.


Sebuah senyum yang begitu bahagia tersirat di wajah Surya karena salah satu anak buahnya sudah mengejar Faisal. "Aku tidak akan membiarkan mereka lolos begitu saja." ucap Surya.


Adegan kejar-mengejar pun mulai terjadi, Surya harus segera mendapatkan apa yang dia inginkan. dia harus mendapatkan Aruna dan putrinya karena Surya tidak ingin kehilangan kebahagiaan yang selalu dia impi-impikan.


"Mas, ada seseorang yang mengejar kita." ucap Aruna.


Faisal menatap spion mobil, ternyata benar ada beberapa mobil yang mengejarnya.


"Jangan-jangan itu Surya." ucap Bu Yanti.


"Ibu mungkin tidak salah, pasti itu adalah pria brengsek itu." jawab Faisal.


Rudi melajukan mobilnya dengan begitu kencang, dia harus menjauhkan Surya dari dirinya dan yang lain.


"Kita harus mencari jalan pintas untuk lepas dari pria itu, mas." ucap Rudi.


"Tentu saja, Rudi. Apakah kau tahu jalan pintas di dekat sini?" tanya Faizal.


"Kita coba saja dan kita berdoa kepada Tuan." jawab Rudi.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu