
Akhirnya Surya memutuskan untuk menemui Aruna, dia tidak ingin karena dendam masa lalu membuat Bilqis menerima kepahitan dari masa lalu Ayah kandungnya sendiri.
Siang itu Aruna berada di toko kue miliknya, Dia sedang mempersiapkan beberapa pesanan untuk beberapa perusahaan. terlihat Aruna duduk di taman depan toko kue nya, dia meluruskan kakinya sembari menyandarkan punggungnya yang begitu capek.
"Ya ampun.., hari ini panas banget ya, capek banget." ucap Aruna yang terlihat meminta salah satu karyawannya untuk mengambilkan minuman dingin.
"Mbak Aruna." Panggil salah satu karyawan Aruna.
"Ada apa." jawab Aruna.
"Mbak ada tamu wanita yang ingin bertemu dengan mbak Aruna." jawab karyawan Aruna kembali.
"Memangnya siapa?" tanya Aruna yang sedikit kebingungan karena ada seseorang yang mencarinya.
"Tidak tahu Mbak." Jawab pelayan toko.
"Apa kamu tidak pernah melihatnya?" tanya Aruna kembali.
"Tidak Mbak, tapi dia bilang ada sesuatu yang sangat penting." jawab pelayan toko.
"Baiklah kalau begitu, Oh ya tolong kamu buatkan orang jus 2 ya, nanti bawa ke taman samping aku mau menemui tamuku di sana saja." jawab Aruna.
Setelah mengatakan hal itu akhirnya Aruna pergi ke taman samping toko yang biasa digunakan oleh para pembeli untuk mengistirahatkan tubuh mereka.
"Aruna." Panggil Shania yang sudah berada di toko.
"Iya." jawab Aruna yang terlihat kebingungan karena ada seorang wanita yang memanggilnya .
"Kau Aruna kan?" tanya Sania.
"Iya, benar mbak. mbak ini siapa ya?" tanya Aruna sembari menatap Sania.
"Bisakah kita bicara sebentar." pinta Sania.
"Kita bicara di taman samping toko saja, biar kita lebih leluasa." jawab Aruna.
Tak berselang lama akhirnya Sania dan Aruna sudah berada di sana.
"Mbak ini siapa ya?" tanya Aruna yang benar-benar tidak mengetahui wanita yang ada di sampingnya itu.
"Perkenalkan, namaku adalah Sania." jawab Sania.
"Iya mbak Sania, Ada apa ya? apa apa yang kau butuhkan?" tanya Aruna.
"Bisakah kita berbicara secara serius, karena ini menyangkut kehidupan putrimu." jawab Sania.
"Putri ku? maksud kamu?" tanya Aruna yang sedikit terkejut saat Sania mengatakan mengenai putrinya.
"Sebentar." ucap Sania yang kemudian menelepon suaminya.
Tak berselang lama terlihat Surya sudah berada di depannya.
"Surya!!" seru Aruna.
Terlihat Surya sangat terkejut saat Aruna memanggil namanya dengan suara yang begitu keras.
"Tenang Aruna, tenang." ucap Sania.
"Siapa kau, Kenapa kau bersama dengan pria ini!!" seru Aruna.
"Tenanglah Aruna, duduklah dahulu. kita harus berbicara." ucap Sania.
"Tidak, aku tidak ingin berbicara dengan kalian. Aku tidak ingin melihat pria ini!!" seru Aruna.
"Dengarkan aku, Aruna. duduklah kita harus membicarakan mengenai Bilqis, ada sesuatu yang akan mengancam kehidupan Bilqis." ucap Sania yang menarik tangan Aruna.
"Apa maksudmu!!" bentak Aruna.
"Duduklah sebentar, Aku ingin membicarakan sesuatu." pinta Surya.
"Untuk apa kau kemari lagi, apakah kau ingin menghancurkan kehidupan kami semua?!" teriak Aruna.
"Aku mohon Aruna, Aku minta maaf. dengarkanlah sebentar, Aku ingin mengatakan sesuatu." ucap Faisal yang tidak berani mengeraskan suaranya sama sekali.
"Tidak, aku tidak mau melihatmu ataupun aku harus berbicara denganmu." jawab Aruna.
"Aruna,Tenang lah. kita harus berbicara kehidupan Bilqis dalam bahaya!!" seru Sania yang membuat Aruna langsung terdiam.
"Apa maksudmu?" tanya Aruna.
Akhirnya Aruna duduk, dia menatap wanita yang ada di depannya itu yang datang bersama dengan Surya. sedikit demi sedikit Surya menceritakan apa yang terjadi.
"Kau bohong kan!" bentak Aruna.
"Aku tidak bohong Aruna." jawab Surya.
"Dengarkanlah Aruna, dengarkan sedetail mungkin. kau jangan memotong pembicaraan Mas Surya." ucap Sania.
"Aku adalah istri mas Surya, kami menikah Beberapa bulan yang lalu." jawab Sania.
"Oh jadi kamu wanita yang menjadi istri dari pria brengsek ini." ucap Aruna sambil menunjuk wajah Surya.
"Aku tahu kalau aku brengsek, Aruna. Aku mohon dengarkan ceritaku, ini semua demi masa depan Bilqis." jawab Surya.
"Apa maksudmu, Kenapa ini semua harus mengenai Bilqis?" tanya Aruna.
Surya menceritakan sedikit demi sedikit semua yang terjadi, Aruna benar-benar terkejut. wanita itu tidak pernah mengira kalau Fahrul adalah istri dari seorang wanita yang sudah dihancurkan oleh Surya.
"Jadi maksudmu pria itu ingin membalas dendam kepadamu melalui Bilqis?" tanya Aruna .
"Benar." jawab Surya.
"Dia sudah mengetahui kalau Bilqis itu putrimu?" tanya Aruna kembali.
Surya menganggukkan kepalanya.
"Inilah hasil dari semua kebodohan mu, kebejatan mu dan semua tingkah brengsekmu itu. kenapa harus putriku yang menanggungnya, kenapa bukan kau saja yang menanggungnya. kau yang berbuat dosa kenapa putriku yang harus merasakannya, kau yang melakukan kebejatan, kebodohan, kebrengsekan dan semua tingkahmu yang benar-benar menjengkelkan itu Lalu kenapa putriku harus merasakan kesakitan karena semua ulahmu itu!!" bentak Aruna.
Surya menghela nafasnya. Dia sedikit menahan jantungnya yang terasa sakit.
"Aku tahu kalau aku adalah pria brengsek, Aruna. Aku ingin bertobat, Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada putriku. dialah satu-satunya kehidupanku, Aku mohon jagalah Putri ku." pinta Surya.
"Seharusnya kau yang dibunuh oleh pria itu, bukan putriku yang harus menjadi bahan pelampiasan nya!!" seru Aruna.
Tiba-tiba saja Surya tidak bisa menahan kesakitan di jantungnya, pria itu memegang dadanya begitu keras.
"Mas." Panggil Sania.
"Ayo kita pulang Sayang, aku sudah tidak kuat." jawab Surya.
Tatapan mata Aruna menatap surya yang memegang jantungnya, ada sesuatu yang dirasakan oleh Surya. pria itu merasakan kesakitan yang sangat luar biasa, sesaat kemudian ternyata langkah kaki Surya sudah tidak mampu untuk berjalan. pria itu sudah terlalu tersungkur di tanah sebelah toko Aruna.
BRUKK..
Surya sudah pingsan ditanah
.
"Tolong, tolong!!" seru Sania.
"Ada apa, apa yang terjadi?" tanya Aruna.
"Tolong minta salah satu karyawan mu untuk membantu suami Ku." pinta Sania.
Seketika Aruna langsung meminta salah satu anak buahnya untuk membawa Surya ke rumah sakit milik dokter Harlan. sekitar 2 jam kemudian mereka sudah sampai, para perawat dan pekerja yang ada di rumah sakit dokter Harlan dengan sigap membawa Surya keruang UGD.
"Apa yang terjadi dengan Surya?" tanya Aruna.
Sania tidak menjawab pertanyaan Aruna, Wanita itu benar-benar sangat ketakutan. Dia sangat takut jika kehilangan suaminya.
"Apa yang terjadi dengan pria itu?" tanya Aruna kembali.
"Dia mengidap jantung dan kanker kelenjar getah bening." jawab Sania yang membuat Aruna benar-benar terkejut.
"Apa maksudmu?" tanya Aruna.
"Aku takut, aku takut jika kehilangan suamiku, Aruna. Aku benar-benar mencintai pria itu, aku takut jika sendirian." ucap Sania sembari memeluk erat Aruna.
"Kau tidak bercanda kan, Kau tidak berbohong kan kalau Surya sakit kanker kelenjar getah bening dan jantung?" tanya Aruna yang tidak percaya dengan kata-kata yang diucapkan oleh Sania.
"Stadium 3, penyakit itu sudah stadium 3." ucap Sania sembari meneteskan air matanya.
Apa yang bisa dikatakan oleh takdir, ketika pria itu sudah bertobat tapi cobaan begitu berat menghampiri Surya.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Black Rose
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu