
Beberapa hari kemudian setelah insiden itu, hubungan Aruna dan Faisal sudah kembali seperti sedia kala.
* Satu bulan kemudian *
Hari ini kakek Fajar sudah pergi ke rumah sakit, dia akan membawa putranya ke rumah kakek Fajar sudah memutuskan untuk merawat Surya di rumahnya, pria tua itu tidak akan membiarkan putranya berada di rumah sakit.
"Ayah, lebih baik Aruna tidak ikut biar dia di rumah saja, aku tidak ingin Surya terus-menerus menganggap istriku sebagai istrinya." ucap Faisal.
"Baiklah kalau begitu, Faisal. itu lebih baik karena jika kita terlalu kasar kepada Surya itu juga tidak akan baik bagi kesehatannya." jawab kakek Fajar.
"Baiklah Ayah, lagi pulang aku benar-benar tidak menyukai semua yang diucapkan oleh Surya kepada istriku. dia adalah istriku, aku tidak akan membiarkan orang lain berusaha untuk merebut istriku dariku." ucap Faisal.
"Ya sudah kalau begitu, lebih baik kita berangkat berdua saja. biar Aruna di rumah bersama Bilqis." jawab kakek Fajar yang kemudian mengajak Faisal untuk menjemput Surya di rumah sakit.
Karena begitu terkejut dengan kata-kata yang diucapkan oleh Faisal, akhirnya kondisi Surya langsung drop kembali. pria itu harus menginap di rumah sakit selama 1 bulan.
Hari ini Faisal dan kakek Fajar pergi ke rumah sakit untuk menjemput Surya, sebenarnya mereka berdua tidak ingin melakukan hal itu. tapi lebih baik Surya berada dirumah daripada pria itu berada di apartemennya dengan semua wanita yang tidak jelas.
Setelah beberapa menit lamanya akhirnya kakek Fajar sudah sampai ai di rumah sakit, pria itu berjalan beriringan dengan Faisal, seorang pria gagah bertampang alim dan begitu lembut.
"Selamat siang, dokter" ucap kakek Fajar.
"Selamat datang tuan Fajar, Selamat siang." jawab sang dokter.
"Bagaimana kondisi Putra saya?" tanya kakek Fajar kepada dokter.
"Kondisinya sudah lebih baik, semuanya sudah lebih normal dari yang kemarin." jawab dokter.
"Apa yang terjadi dengan Putra saya dok, Apakah ingatannya masih tetap seperti 1 bulan yang lalu?" tanya kakek Fajar.
"Entahlah, tapi semoga saja pemikirannya sudah kembali. yang saya lihat dia sudah tidak mencari keberadaan istrinya." jawab dokter.
"Itu lebih baik, dokter. karena dia menganggap istri saya sebagai istrinya, Saya tidak akan mau menerima hal itu." ucap Faisal.
Sang dokter nampak hanya tersenyum, memangnya siapa yang akan mau istrinya dianggap istri orang lain.
"Baiklah kalau begitu, Tuan Fajar. silakan Anda masuk ke dalam karena semua administrasinya sudah saya urus." ucap dokter yang kemudian meminta kakek Fajar masuk ke dalam kamar Surya.
CEKLEK...
Terlihat jelas raut wajah seorang pria yang berada di dalam kamar itu, dia menatap pemandangan yang ada di luar.
"Selamat siang Surya!!" seru kakek Fajar yang menyapu putranya.
Surya terlihat menatap jendela kaca yang ada di samping kamarnya.
"Ayah sudah datang?" tanya Surya.
"Tentu saja Ayah sudah datang, Memangnya kenapa?" tanya kakek Fajar kembali.
"Apakah aku sudah boleh keluar Ayah?" tanya Surya.
"Tentu saja kau sudah boleh keluar, kondisimu kan sudah lebih baik. aku akan meminta para petugas rumah sakit untuk mengambil kursi roda untukmu." jawab kakek Fajar.
Entah apa yang ada di hati Surya, pria itu nampak memikirkan sesuatu.mungkin saja itu rencana licik Surya.
"Ayah, aku ingin mengatakan sesuatu kepada ayah kalau kita sudah pulang." ucap Surya.
"Baiklah kalau begitu, kita akan berbicara kalau sudah sampai di rumah, kau Tenang saja." Jawab kakek Fajar.
1000 kebisuan yang sudah nampak di wajah Surya membuat Faisal memikirkan apa yang ada dipikiran adiknya itu. seorang pria yang selalu kasar selalu bersikap licik dan benar-benar tidak mempunyai moral sama sekali.
"Apa yang sedang kau lakukan, Aruna?" tanya seorang wanita tua yang ada di rumah kakek Fajar.
"Tidak apa-apa bibi, cuma membereskan pakaian Bilqis saja." Jawab Aruna.
"Pasti ada jalan keluar dari permasalahan ini, Bi. aku yakin ada jalan yang terbaik untuk kami, bibi tahu sendiri kan kalau Mas Faisal tidak akan membiarkan hal itu terjadi." ucap Aruna.
"Tentu saja Aruna, suami Mana yang akan rela melihat istrinya bersama dengan pria lain." jawab bibi tua.
Sekitar satu jam kemudian akhirnya surya dan yang lain sudah sampai di rumah, seorang pria yang dulunya gagah sekarang terlihat duduk di kursi roda dan didorong oleh ayahnya. sekarang Surya terlihat benar-benar begitu menyedihkan, seorang pria yang dijuluki sebagai cassanova selalu bergonta-ganti wanita untuk mendapatkan keinginannya. begitu terkenal di kalangan para wanita, karena hal itu Surya selalu bangga akan dirinya.
"Assalamualaikum!!" seru Faisal yang sudah memasuki rumah.
"Waalaikumsalam." jawab Aruna yang sudah melihat suaminya pulang.
Tatapan mata Surya nampak menatap Aruna yang tersenyum dan berjalan ke arahnya, pria itu nampak mengurutkan senyum yang begitu indah. namun senyumnya seketika langsung sirna saat melihat Aruna mendekati Faisal dan mencium tangannya.
"Aku dan bibi sudah membereskan kamar itu mas." ucap Aruna.
"Baiklah kalau begitu, Aruna. ayah akan membawa Surya ke kamarnya." ucap Kakek Fajar. terlihat pria itu harus menjauhkan Surya dari Aruna, mungkin Kakek Fajar sedikit tidak percaya kalau Surya kehilangan ingatan.
"Dimana Bilqis?" tanya Faisal kepada Aruna.
"Lagi belajar mas, besok kan dia mau kenaikan kelas mau masuk sekolah taman kanak-kanak." ucap Aruna.
"Putriku itu benar-benar sangat lucu, dia mungkin akan begitu bahagia karena dia akan masuk sekolah taman kanak-kanak." jawab Faisal.
"Semangatnya begitu menggebu-gebu, dia benar-benar menginginkan masuk sekolah taman kanak-kanak itu Mas." jawab Aruna.
"Ya sudah kalau begitu, Mas mau menemui Putri Mas dulu. Tolong kamu persiapkan pakaian Mas ya." pinta Faisal yang kemudian mencium kening sang istri.
Terlihat Surya melirik semua yang dilakukan oleh kakaknya itu, ada api yang begitu besar yang membakar hati Surya.
"Apakah ada yang ingin kau lakukan, Surya?" tanya kakek Fajar kepada Surya.
"Tidak ada, biarkan aku sendiri di sini." jawab Surya.
"Apakah kau ingin aku buatkan sesuatu?" tanya kakek Fajar kembali.
"Aku ingin sendirian Ayah." jawab Surya.
Setelah melihat ayahnya telah pergi nampak Surya memutar kursi rodanya, pria itu mengunci pintu kamarnya.
TEK...
sebuah senyum terukir begitu indah di wajah Surya saat dia sudah berada di rumah, terlihat Surya menatap ruangan yang begitu asing baginya karena kamar surya yang sebenarnya berada di lantai dua. sedangkan sekarang dia harus berada di lantai 1 di ruang tamu untuk kebaikannya.
Senyum yang penuh misteri itu nampak benar-benar memenuhi wajah Surya, entah kelicikan apa yang sudah dipikirkan oleh Surya.
entah rencana apa apa yang sudah disusun oleh Surya sebenarnya nya, seperti apakah Surya dibalik hilang ingatan yang dia alami.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu