MOMMY

MOMMY
S2. Menjenguk Surya



Setelah selesai dengan semua acara yang ada di rumah, terlihat Aruna akan pergi ketempat Surya untuk melihat kondisinya. dia juga sudah menghubungi Sania mengenai keadaan Surya.


"Selamat pagi." seru Aruna yang sudah berada di ruangan Surya.


"Pagi, kau sendirian?" tanya Surya.


"Iya, aku belum bisa mengajak Bilqis. kau tau sendiri kan?" ucap Aruna.


"Heh...," Surya menghela nafasnya.


"Ada apa denganmu?" tanya Aruna.


"Aku ingin sekali menemui gadis kecilku." ucap Surya.


"Kau bersabarlah, aku pasti akan mengajak Bilqis. tidak mungkin aku terburu-buru untuk mengajaknya kemari." jawab Aruna.


"Semoga dia mampu menerimaku." jawab Surya.


"Amin." jawab Aruna.


"Tenanglah mas, pasti dia kita di kabulkan oleh Tuhan." ucap Sania yang kemudian menyuapi suaminya.


"Amin." jawab Surya.


"Oh ya Aruna, Bagaimana dengan pria itu? apakah dia masih terus mencoba untuk mendekati Bilqis?" tanya Sania kepada Aruna.


"Tentu, pria itu terus mencoba untuk mendekati putriku. yang aku tahu dia benar-benar berusaha untuk membuat putriku jatuh ke perangkatnya." jawab Aruna.


"Apa yang akan kau lakukan?" tanya Sania.


"Ya mungkin dia tidak bermaksud untuk mencelakai putriku, tapi karena dendam yang begitu besar kepada Surya hal itu mendorongnya untuk terus berusaha untuk melakukan sesuatu kepada Bilqis." jawab Aruna .


"Maafkan aku, Aruna. Semua ini salahku." ucap Surya.


"Sudahlah Surya, semuanya tidak perlu kau katakan, kita hanya harus berdoa kepada Tuhan agar semuanya baik-baik saja." jawab Aruna.


Hari itu supir Aruna nampak menunggu di luar karena sesuai perintah Faisal, sang supir tidak boleh meninggalkan Aruna sendiri.


"Oh ya, kau tadi ke sini sama siapa?" tanya Surya.


"Aku tadi diantar sama supir." jawab Aruna.


"Tumben, biasanya kan kau menyetir sendiri?" tanya Surya kembali.


"Ya..,Ada sesuatu yang membuat kakakmu itu tidak membiarkan aku keluar sendiri." jawab Aruna.


"Pasti kau habis melakukan sesuatu yang membuatnya tidak bisa melepasmu." sindir Surya.


"Tentu, aku habis mengajak anak-anak melihat balap motor dan aku ikut balap motor hingga membuat suami ku benar-benar murka." jawab Aruna yang membuat Surya nampak tertawa.


"Ternyata Dari dulu sampai sekarang tingkahmu itu masih tetap pecicilan, Aruna. kau itu kan seorang wanita yang sudah berumur, anak-anakmu sudah dewasa Mengapa kau masih melakukan hal itu?" tanya surya yang membuat Aruna marah.


"Apa maksudmu, umurku itu masih 35 mau jalan 36. Mengapa kau bilang aku sudah tua, seharusnya yang bilang tua itu aku, umurmu kan sudah 45 tahun Sedangkan kakak mu itu sudah berumur 50 tahun. kalau aku sih berusia 35 itu masih muda, jadi aku masih bisa melakukan melakukan sesuatu." jawab Aruna sambil berkacak pinggang.


"Iya, Iya. aku tahu kau Itu masih muda, bahkan usia mu dan usia istriku saja lebih tua istriku, karena hal itu kau bilang usiamu masih muda." ucap Surya yang membuat Aruna menganggukkan kepalanya.


"Kau betul." jawab Aruna yang kemudian duduk.


Sesaat kemudian ponsel aruna mulai berdering, Hal itu membuat Aruna langsung gelagapan dan salah tingkah.


"Ada apa?" tanya Surya.


"Gawat, gawat. Suamiku sedang melakukan video call dia meneleponku. aduh gimana ini..," ucap Aruna.


"Aduh, gimana ini." jawab Sania yang juga ikut kebingungan.


"Surya, Surya. Kamu tutup wajahmu dengan sesuatu, Mas Faisal kan tidak tahu wajah Sania dan tidak mengenalnya biar aku bersamanya." ucap Aruna.


"Oke," ucap Sania.


Setelah itu Aruna mengangkat ponselnya, dia menatap layar ponsel sambil tersenyum.


"Sayang." panggil Surya.


"Ya, sayang." jawab Aruna.


"Bagaimana kondisi suami temanmu?" tanya Faisal.


"Alhamdulillah mas, dia sudah baikan. isterinya sedang bersamaku?" jawab Aruna.


Terlihat Aruna memperlihatkan Sania pada Faisal.


"Oya, sayang. aku sedang berada di depan rumah sakit yang kau katakan." ucap Faisal.


"Apa!" seru Aruna yang sangat terkejut.


"Kau sedang berada di ruangan mana?" tanya Faisal.


"Apa, sayang?!" seru Aruna yang langsung salah tingkah bersama Sania dan Surya.


"Sebentar sayang, kau berada di mana? aku akan menjemputmu." Aruna nampak kebingungan.


"Kau di ruang mana, aku akan ke sana." ucap Faisal.


"Ruang...,ruang melati." jawab Aruna.


"Ok." jawab Faisal yang kemudian mematikan ponselnya.


"Cepat, lakukan sesuatu." pinta Aruna yang membuat Sania melakukan sesuatu kepada Surya.


* Sepuluh menit kemudian **


KRETEK...


Faisal membuka pintu kamar Surya.


"Hai, sayang." panggil Aruna.


"Hai." jawab Faisal yang sudah berada di ruangan Aruna sembari membawa buah-buahan.


"Bagaimana kondisi suamimu?" tanya Faisal.


"Kondisi suami saya sudah baik," jawab Sania.


"Syukurlah." jawab Faisal yang terlihat mencoba melihat wajah suami teman isterinya.


"Gawat..," guman Aruna yang kemudian mengalihkan pandangan suaminya. "Sayang!" panggil Aruna.


"Ada apa sayang." jawab Faisal.


"Duduklah, biar Sania membersihkan tubuh suaminya." ucap Aruna.


"Baiklah," jawab Faisal yang kemudian tersenyum.


"Oh ya sayang, Apa yang kau lakukan di rumah sakit ini? tumben sekali?" tanya Aruna.


"Tidak apa-apa sayang, Aku hanya ingin melihat kamu. kau tahu sendiri kan Kalau istriku itu habis melakukan kesalahan." jawab Faisal yang membuat Aruna nampak cengengesan.


"Kau ini selalu saja mengingat hal itu, apakah kau ingin aku mengingat sesuatu yang membuatmu terdiam?" tanya Aruna yang membuat Faisal memeluk istrinya.


"Jangan jangan seperti itu, Sayang. aku kan tidak ingin terjadi sesuatu denganmu." jawab Faisal yang kemudian memeluk sang isteri.


Tatapan mata Surya menatap kakaknya dari balik selimut, Entah mengapa tiba-tiba air matanya mengalir saat melihat satu persatu keluarganya menjenguk dirinya.


"Kamu tidak mau pulang apa, kamu mau menunggu disini?" tanya Aruna kepada sang suami.


"Tentu saja aku mau balik ke perusahaan, Sayang. memangnya kenapa?" tanya Faisal kepada sang istri.


"Ya tidak apa-apa, Ayo kita balik dahulu Kau tahu sendiri kan aku sudah lapar." jawab Aruna yang kemudian mengajak sang suami untuk segera keluar dari rumah sakit.


Nampak Aruna mengedipkan matanya kepada Sania dan memberi kode kepada wanita itu. karena terlihat salah satu peralatan yang ada di kamar Surya nampak terbuka.


"Oh ya Mas, Terima kasih karena sudah menjenguk suamiku." ucap Sania.


"Tidak apa-apa, Terima kasih karena kau mau menjadi teman istriku. walaupun dia ini sangat cerewet. Dia adalah wanita yang terbaik." ucap Faisal yang membuat Aruna mencubit pinggang sang suami.


"Ya sudah kalau begitu, Sania. kami harus segera pulang dahulu, Oh ya nanti kalau ada sesuatu kabari aku ya." pinta Aruna.


"Iya, nanti aku akan menghubungimu." jawab Sania.


Entah mengapa Faisal merasakan sesuatu di ruangan itu. Dia merasa ingin sekali melihat pria yang berada di balik tirai tersebut.


"Kenapa Mas?" tanya Aruna yang melihat sang suami terus menatap ranjang surya yang ditutupi dengan gorden.


"Tidak apa-apa sayang." jawab Faisal yang kemudian mengajak sang istri untuk keluar.


Jantung Aruna dan Sania nampak berdebar begitu kencang saat Faisal tiba-tiba saja sudah berada di ruangan itu. hari itu menjadi hari yang sangat mendebarkan karena tiba-tiba saja Faisal sudah berada di ruangan Surya dirawat.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- jangan sakiti aku