MOMMY

MOMMY
Horee... Leana Pulang!



Episode sebelumnya


"Yang, tidak, kelas, itu, olang, yang, tadi," jawab Jihan. Yang dimaksudnya adalah Leana.


"Sudah-sudah. Kita tidur," ujar Devan sembari menyelimuti mereka berdua.


...****************...


Waktu Leana cuti telah tiba, hari ini Leana akan pulang ke rumahnya. Devan menitipkan selembar cek pada Bu Mita agar diberikan pada Leana, Devan teringat dengan perkataan Ghea malam itu yang meminta uang padanya.


"Nak, ini dikasi Devan tadi pagi," ujar Bu Mita sembari memberinya selembar kertas persegi panjang.


"Loh? Aduh Ana ga enak nerima nya, gimana ya Buk?" Tanya Leana sedikit panik.


"Intinya jangan ditolak Nak. Kalo kamu nolak, gak kasian sama Ibu? Nanti Ibu yang dimarahin, gimana?" Bu Mita kembali bertanya pada Leana. Bisa saja itu terjadi.


"Emang Devan bisa marah ke Ibuk?" Tanya Leana yang tidak percaya.


"Bisa kok, kamu... Jihan, Ibuk, kita ini sama. Sama-sama udah dianggep keluarga sama Devan, sekali nya Devan nganggep keluarga dan sayang, dia bakalan marah kalo sesuatu ga sesuai sama yang dia mau," jelas Bu Mita. Ini informasi baru tentang Devan.


"Oh gitu ya," sahut Leana.


"Iya, nih cepet ambil. Kasi Kakak sama Ibu tiri kamu. Cepet balik juga, Ibuk gak yakin bisa ngurus Jihan lama-lama. Ibuk udah tua... Naik tangga aja Ibuk rasanya udah kayak lari maraton...." Ucap Bu Mita seraya memberi cek tersebut pada Leana.


"Ibuk mah bisa aja. Titip sampein makasi ke Devan ya Buk, Ana berangkat dulu..." Leana meraih tangan Bu Mita untuk pamitan.


"Iya, Nak..."


Leana keluar dari halaman mansion dan tengah berdiri di sisi jalan untuk menunggu taksi lewat. Namun sebuah mobil berhenti di depannya, itu adalah Raffa.


"Masuk, Na," suruh Raffa.


"Aku nungguin taksi Raf," jawab Leana.


"Gue disuruh nganter lo pulang," sahut Raffa.


"Serius?"


"Ngapain bohong?"


"Eh iya-iya." Leana segera masuk ke dalam mobil, bahkan ia juga membawa kopernya sekalian tanpa memasukkannya ke dalam bagasi mobil.


"Berapa lama di rumah?" Tanya Raffa sembari menyetir.


"Kurang lebih lima hari," jawab Leana.


"Kelamaan," sahut Raffa.


"Heh! Itu udah di bawah KKM ya. Kalo bukan gara-gara Ana ga enak sama Devan, Ana bakalan minta seminggu. Ada kok baby sitter lain yang minta libur bahkan sebulan. Ini lima hari, apa-apaan? Tapi Ana ga enak sama Devan, beliau baik banget," ceroscos Leana mengeluarkan unek-uneknya.


"Sekarang Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu." Raffa berhenti di menghitung hari di hari Minggu. "Minggu pagi gue jemput," ujar Raffa datar.


"Dih!? Hari kelima gue bahkan ga nyampe setengah!?" Leana tidak terima dengan hitungan Raffa.


"Udah untung hari ini gak gue hitung. Pilih, gue jemput Sabtu sore atau Minggu pagi?" Tanya Raffa memberi pilihan.


"Ck. Minggu," ketus Leana.


Leana dan Raffa memang sering bertemu di mansion jadi bahasa mereka saat mengobrol juga lebih santai dari sebelumnya. Bahkan sudah terlihat seperti kenal lama. Sedangkan dengan Devan masih kaku sebagaimana awal bertemu.


.


.


"Sama-sama," ucap Raffa pada Leana yang baru saja berdiri di sebelah mobil yang dipakai Raffa mengantarnya.


"Dih. Gue belum ngomong." Leana menekuk alisnya.


"Ngomong apa?" Tanya Raffa.


"Nah itu udah," sahut Raffa tersenyum tipis.


"Aduh. Jauh-jauh deh lo." Leana menggelengkan kepalanya.


"Minggu pagi," ujar Raffa lalu pergi dari hadapan Leana.


Leana masuk ke dalam rumahnya, rumah sepi, sepertinya Ghea masih bekerja. Entah Ibu ke mana.


Sampai di rumah, Leana segera meletakkan koper yang ia bawa ke kamarnya. Tidak ia masukkan ke dalam lemari, untuk apa juga,'kan cuman 5 hari. Setelah itu Leana membersihkan kamarnya. Masih rapi, tapi berdebu. Ghea tidak akan masuk ke dalam kamarnya, sejijik itu Ghea terhadap Leana.


Setelah selesai bersih-bersih di kamarnya, Leana mulai membersihkan area lain. Kamar tapi tidak termasuk kamar Ghea dan Ibunya, karena kedua kamar itu sedang terkunci saat ini.


"Huffft..." Leana menghela nafasnya, rumah ini jadi kotor sekali setelah Leana tidak ada di rumah. Entah kapan penghuni rumah bersih-bersih.


"Capeknya..." Leana duduk di kursi yang ada di dapur. Salah satu kursi meja makan. "Tapi gue seneng sih udah sempet pulang. Jam-jam?" Tanya Leana pada dirinya sendiri.


"Yah!" Leana kecewa, hpnya tertinggal di mansion Devan, hadeh... Untung ada jam dinding. Pukul 3 sore.


"Ke pasar dulu deh, bentar lagi kayaknya Kak Ghea sama Ibu pulang," ujar Leana sembari mengambil uang di dompetnya.


Kenapa rumah tidak terkunci? Sebenarnya terkunci, tapi Leana tahu di mana kunci itu disimpan oleh Ibu atau Ghea, Leana tidak bilang pada keduanya kalau akan pulang hari ini. Leana mau memberi kejutan. Hehe.


.


.


Sekitar pukul 4 sore, Leana hampir selesai memasak. Ibu tiba dan segera menuju dapur.


"Leana? Kapan pulang?" Tanya Ibu Mayang.


"Tadi, Bu," jawab Leana sembari tersenyum. Meskipun kelakuan Bu Mayang tidak bisa disebut sebagai Ibu, Leana tetap saja rindu pada wanita paruh baya itu.


"Syukur deh kamu pulang. Ibu mau makan, apa aja yang udah siap?" Tanya Ibu Mayang sembari duduk di kursi meja makan.


Leana mematikan kompor untuk mendatangi Ibu tirinya. Ia ingin melayaninya sebentar. "Ini sup ayam, Bu. Ada lumpia goreng juga," jawab Leana seraya mengambilkan nasi. "Nih, Bu." Leana memberikan piring yang sudah ia tambahkan nasi di atasnya kepada Bu Mayang.


"Aduh... Udah lama Ibu gak makan masakan kamu," ujar Bu Mayang di luar dugaan Leana. Leana kaget, ia senang sekali, ia dirindukan oleh sosok Ibu sambungnya yang dari dulu jahat padanya.


"Haha, iya, Bu. Maaf aku jarang pulang. Sekarang aku masakin yang banyak." Leana kembali menuju kompor untuk melanjutkan menumis sayuran kangkung.


"Na, Ibu minta maaf ya, Ibu emang jahat selama kamu di rumah," ujar Bu Mayang lagi-lagi di luar dugaan Leana.


"Udah aku maafin Bu, Ibu gak mau nungguin kangkungnya?" Tanya Leana?


"Nggak aja deh, ini aja udah enak. Nanti kamu makan juga ya, kangkung,'kan kesukaan kamu sama Ghea," jawab Bu Mayang sambil makan.


"Hehe, iya Bu, tenang aja." Leana fokus pada kegiatannya. "Kak Ghea masih kerja?" Tanya Leana.


"Iya masih, dia bisa aja gak pulang, atau pulang pagi," jawab Ibu yang masih serius makan.


"Oh oke Bu," sahut Leana.


Pukul 6 sore, Leana sudah selesai makan malam karena tidak ada tanda-tanda kedatangan dark Ghea. Setelah makan, Leana mandi lalu lanjut berdiam diri di kamarnya.


Itu karena Leana tidak ingin menampakkan dirinya ketika Ghea baru saja pulang kerja. Ketika masih di rumah, Ghea akan marah ketika melihat Leana saat baru datang dari tempat bekerja. Biarlah aku dan Kak Ghea bertemu besok pagi saja, pikir Leana lalu menonton televisi di kamarnya.


Sebenarnya Leana bosan sekali, hp nya tertinggal di mansion Devan. Ah ada-ada saja.


.........


Bersambung guys...


Kiw dukungannya 🤭


Ayo like, komen, dan subscribe. Vote juga gak sih...😸😸😸