MOMMY

MOMMY
Rencana busuk Helena di hancurkan Aruna



* Keesokan hari *


Di sebuah hotel.., Helena sudah mengumpulkan begitu banyak wartawan. Wanita itu sudah merencanakan untuk menghancurkan Faisal dan kakek Fajar sehancur-hancurnya. hari itu di tempat itu begitu banyak wartawan yang sudah mengerumuni salah satu ruang pertemuan hotel.


Aruna terlihat begitu santai di salah satu ruangan yang ada di hotel itu. Aruna datang bersama dengan suami dan ayah mertuanya.


"Apakah kau takut, Aruna?" tanya kakek Fajar.


"Tentu saja tidak Ayah, aku tidak akan lemah. Aku tidak akan takut, akan ku hancurkan rencana busuk Helena." ucap Aruna.


"Tentu kita akan menghancurkan semua rencana wanita itu, kita tidak akan membiarkan wanita itu hidup dengan semua kebohongan ini. karena kebohongan ini akan membuat kita hancur bersama dengannya." ucap kakek Fajar.


"Tentu saja kita akan membuat wanita itu merasakan apa yang pantas dia rasakan, kita akan membuka semua kedoknya. walaupun kita aku belum menemukan semua informasi itu, namun dapat ku pastikan semuanya tidak mungkin terjadi. aku juga sudah membawa salah satu dokter untuk membuka aib wanita itu." jawab Aruna.


"Ternyata kau benar-benar sudah mempersiapkan segalanya ya?" tanya kakek Faisal.


"Sebenarnya tidak sih, kek. tapi sebagai seorang wanita bibi Ijah sudah mengatakan padaku mengenai kehamilan seorang wanita. jika aku pikir itu benar juga, aku juga sudah mencari informasi di beberapa situs internet dan aku bisa membandingkan semua Perkataan wanita itu." jawab Aruna sambil tersenyum.


Tak ada kata yang keluar dari mulut Faisal, pria itu hanya menampakan wajah yang begitu bahagia karena istrinya sudah mempercayainya.


Kita kembali ke ruang pertemuan yang ada di hotel, Terlihat Helena sudah merencanakan semua kata-katanya. Dia sudah menunjukkan video-video yang sengaja dia lakukan bersama seorang pria yang sedikit mirip dengan Faisal.


"Apakah benar kalau Tuan Faisal tidak mau menikahimu?" tanya para wartawan.


"Aku tidak tahu apa kesalahanku waktu itu, dia menggodaku. membuatku terjebak dengan semua tipu dayanya." jawab Helena sembari menangis dan berakting begitu sedih.


"Lalu, sudah berapa bulan kehamilan mu? yang aku dengar kau sudah hamil?" tanya salah satu reporter yang disuruh oleh Aruna.


Terlihat Helena tidak bisa menjawab pertanyaan seorang reporter.


"Apakah benar kalau kau sudah mengandung?" tanya salah satu reporter. Helena berakting begitu sedih, wanita itu mengusap air matanya sembari mengelus perutnya.


"Faisal adalah orang yang benar-benar tidak bisa aku percaya, dia bilang padaku waktu itu kalau dia akan bertanggungjawab padaku. Dia memberikan sesuatu yang membuatku tidak bisa menolak semua keinginannya, ada rasa sakit dan kebahagiaan saat dia mengatakan hal itu." jawab Helena.


"Kalau begitu Tuan Faisal adalah orang yang benar-benar pandai berakting ya, nona?" tanya salah satu reporter.


"Dulu aku dan dia sudah bertunangan, setelah itu dia membatalkan pertunangan itu untuk bersama dengan seorang wanita. namun sekarang dia kembali padaku dengan semua cerita-ceritanya yang begitu menyayat hatiku. dia bilang kalau dia tidak bahagia dengan istrinya, Dia bilang kalau dia masih merindukanku." jawab Helena sembari menangis tersedu-sedu.


"Lalu, apakah Tuan Faisal sudah tahu kalau kau sudah hamil?" tanya salah satu reporter.


"Tentu saja dia tahu kalau aku sudah hamil. Bahkan aku datang ke tempatnya untuk meminta pertanggungjawaban darinya." jawab Helena yang kemudian memperdengarkan rekaman suara pertengkaran antara dia dan Faisal.


Hal itu membuat para wartawan yang ada di tempat itu begitu heboh, langkah kaki seorang wanita sudah keluar dari ruangannya. dia terus menatap Helena yang sudah berbicara tanpa arah.


PROKK...


PROKK...


PROKK..


"Wow, aktingmu benar-benar sangat hebat, Helena!!" seru Aruna.


Helena nampak menatap seorang wanita yang sudah berada di sana dengan memakai pakaian dress sederhana serta menguncir rambutnya ke atas. para wartawan yang ada di tempat itu mereka mengalihkan pandangan mereka ke arah Aruna.


"Bukankah dia adalah istri dari tuan Faisal?!" seru para wartawan.


"Perkenalkan, namaku adalah Aruna. istri dari tuan Faisal." jawab Aruna dengan nada yang begitu keras.


Para wartawan langsung memotret wajah Aruna yang sudah berada diantara Helena.


"Dasar wanita tidak tahu malu, apa yang kau lakukan di tempat ini, Apakah kurang penderitaanku ini? karena semua kebejatan suamimu itu aku harus menderita seperti ini!!" seru Helena yang melanjutkan aktingnya menangis tersedu-sedu.


"Wow, kau benar-benar sangat luar biasa Nona Helena. kau berakting dengan luar biasa, Kau bilang kalau kau sudah hamil dengan suamiku. sekarang kau mengundang wartawan, setelah ini kau akan mengundang siapa lagi?" tanya Aruna yang berbicara dengan begitu santai.


Wanita itu kemudian duduk di kursi kosong yang ada di sebelah Helena.


"Bagaimana tanggapan Anda mengenai semua berita berita ini, nyonya Aruna?" tanya salah satu wartawan.


"Tanggapan ku? Tentu saja aku tidak akan memberikan jawaban kepada kalian, apa yang harus aku katakan seandainya suamiku benar-benar sudah menghamilinya? maka aku akan menyuruh dia untuk bertanggungjawab, mengambil anaknya dan akan kami besarkan bersama." jawab Aruna.


Kedua tangan Helena nampak mengepal begitu keras. "Apa maksudmu, Jadi kau ingin mengambil anak yang ada di kandunganku ini?!" seru Helena.


"Apa maksudmu, Siapa bilang aku akan mengambil anakmu. Aku kan sudah bilang kalau seandainya suamiku benar-benar melakukan hal itu maka aku akan menyuruhnya untuk bertanggungjawab. aku akan memintanya untuk mengambil anakmu, kami akan merawatnya." jawab Aruna.


Para wartawan sangat terkejut dengan kata-kata yang diucapkan oleh Aruna, wanita itu menjawab dengan semua ketenangan tanpa rasa bersalah sama sekali.


"Apakah anda bermaksud untuk menyingkirkan Nona Helena dan mengambil anak yang ada di kandungan Nona Helena?" tanya salah satu wartawan kembali.


"Mengapa aku harus mengambilnya, Memangnya anak yang ada dikandungannya itu anak suamiku?" tanya Aruna yang membuat para wartawan nampak saling menatap satu sama lain.


"Apa maksudmu, kau ingin bilang kalau anak yang ada di kandunganku ini bukan anak dari suamimu?!" teriak Helena.


"Aku tidak tahu, hanya kau yang tahu siapa ayah dari anak yang ada di kandungan mu. tapi kenapa aku sedikit merasakan keanehan dari setiap kata-kata yang kau ucapkan ya." ucap Aruna yang membuat Helena dan para wartawan menetap Aruna.


"Apa maksud Anda, nyonya Aruna?" tanya salah satu wartawan.


"Kalau tidak salah kejadian itu masih terjadi sekitar 8 hari yang lalu, lalu Mengapa hanya dalam hitungan minggu saja wanita ini sudah hamil? yang aku tahu Kalau suamiku berada di salah satu Hotel itu untuk melakukan pengembangan perusahaan. bahkan anak buah suamiku juga berada di sana waktu itu." jawab Aruna.


Helena sedikit tersentak, wanita itu benar-benar tidak akan pernah mengira kalau kejadian waktu itu sudah terekam di CCTV. kejadian ketika dia memasuki kamar Faisal waktu itu.


"Apa maksud Anda, nyonya Aruna?" tanya salah satu wartawan.


"Kalau begitu mari kita lihat salah satu video yang akan diputar oleh salah satu petugas hotel ini. kalian saksikan rekaman CCTV itu, kalian akan tahu apa jawabannya, sedangkan video itu...,yang saya tahu video itu sudah direkam sebelum kejadian itu. sekitar 1 atau 2 bulan yang lalu, sedangkan dia menjebak suamiku masih sekitar 8 hari." jawab Aruna.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu