MOMMY

MOMMY
S2. Usaha Surya bertemu Bilqis



Setelah kejadian hari itu Aruna selalu meminta Bilqis untuk berhati-hati, sedangkan di tempat lain terlihat Surya sudah memantapkan hatinya untuk menemui keluarganya. dia meminta mereka memberikan kesempatan kedua agar di saat terakhir hidupnya Surya mendapatkan ketenangan. Surya sengaja tidak memberitahukan keluarganya mengenai penyakitnya, Surya ingin semua kesakitannya tetap dia rasakan sendiri.


Siang itu Surya memberanikan diri untuk menemui Ayahnya di suatu tempat.


"Apa yang sebenarnya kau inginkan, Surya. kenapa kau kembali lagi?" tanya kakek Fajar kepada Surya.


"Ayah, aku ingin memperbaiki semuanya. aku ingin hidup berdampingan dengan kalian." jawab Surya.


"Seenak itukah kau mengatakan hal itu, Setelah Kau menghancurkan segalanya. setelah kau memberikan kami penderitaan, seringan itu kah kau mengatakan hal itu?" tanya kakek Fajar kepada putranya. Hal itu membuat Surya hanya bisa terdiam tanpa bisa mengatakan apapun.


"Katakan Yang sejujurnya Surya, Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Kakek Fajar.


"Aku hanya ingin bertemu dengan Ayah." jawab Surya.


"Untuk apa, untuk menyakiti kami lagi?" tanya kakek Fajar yang membuat Surya kembali terdiam. masih ada rasa sakit dihati kakek Fajar saat dia menerima kesakitan yang diberikan oleh putranya.


Terlihat Surya tidak bisa lagi mengatakan apapun, lidahnya terasa Kelu saat mendengar perkataan ayahnya. memang dia selalu memberikan kesakitan kepada keluarganya, namun dia ingin benar-benar bertobat dan meminta maaf kepada orang-orang yang sudah disakitinya.


"Ayah..," ucap Surya.


"Pergilah dari sini, aku tidak ingin mendengar perkataan apapun darimu." jawab Kakek Fajar.


Apalagi yang bisa dilakukan oleh Surya saat dia mendapati penolakan terus-menerus dari ayahnya.


"Aku ingin melakukan sesuatu Ayah." ucap Surya.


"Lakukan apa yang ingin kau lakukan, tapi jangan pernah mengganggu kehidupan kami." jawab kakek Fajar. setelah mengatakan hal itu akhirnya kakek Fajar meninggalkan Surya sendiri.


Surya hanya bisa terdiam, dia menatap kepergian ayahnya. seorang pria tua yang dahulu di celakai hanya karena iri dengan kakaknya dan ingin mendapatkan seluruh harta orang tuanya.


"Aku memang bersalah, Ayah. aku sudah melakukan kesalahan yang tidak pantas dimaafkan." ucap Surya.


Kesedihan yang begitu dalam, hal itu membuat penyakit Surya seketika kambuh. dadanya terasa sakit, jiwanya benar-benar tidak tenang. terlihat Surya mengambil ponselnya..,dia menelpon dokter Harlan agar dijemput di salah satu rumah makan tempat dahulu dia dan ayahnya sering kesana.


Sekitar 2 jam kemudian akhirnya Surya sudah dibawa ke rumah sakit kecil milik dokter Harlan. di sana Surya mendapatkan pengobatan.


"Ada apa Surya?" tanya dokter Harlan kepada Surya. nampak tidak ada jawaban dari Surya, pria itu hanya terdiam sembari menghembuskan nafas berulang kali.


"Kau dari menemui ayahmu?" tanya Dokter Harlan. Surya menganggukkan kepalanya. "Tentu saja kondisi seperti ini karena kau tidak bisa menerima jawaban dari mereka, bukan?" tanya Dokter Harlan.


Surya menganggukkan kepalanya.


"Kau tidak boleh seperti ini, Surya. kalau kau seperti itu berarti kalian sudah menyerah, kalian patah semangat dan kau benar-benar tidak mempunyai jalan yang harus kau perjuangkan." ucap dokter Harlan.


"Penolakan mereka benar-benar membuatku kehilangan arah, dokter. aku tidak mampu melakukan apapun, memang semuanya adalah kesalahan ku tapi bukan seperti ini yang aku inginkan." jawab Surya.


"Apakah di dunia ini semua harus sesuai keinginanmu?" tanya Dokter Harlan.


Surya menggelengkan kepalanya, pria itu nampak menatap langit-langit di kamarnya.


Di rumah besar milik Faisal, Kakek Fajar sudah membicarakan mengenai pertemuannya dengan Surya. Faisal dan Aruna hanya bisa terdiam, mereka tidak akan membiarkan Surya melakukan apapun.


"Apa yang ayah katakan kepada Surya?" tanya Faisal kepada ayahnya.


"Tentu saja aku bilang agar pria itu tidak mengganggu kita, sudah cukup penderitaan yang dia berikan kepada kita. apalagi yang harus Ayah katakan." jawab kakek Fajar.


"Aku tidak akan membiarkan pria itu mendekati keluargaku, ayah. sudah berulang kali dia menyakitiku dan Aruna. Aku tidak akan membiarkan Surya terus melukai kami." jawab Faisal.


"Dari tutur katanya ada penyesalan, ada sesuatu yang membuatnya tertekan." ucap kakek Fajar.


"Itu semua hanya akting pria itu semata, Ayah. sudah berulang kali dia membohongi kita." jawab Aruna.


"Biarkan saja pria itu berusaha untuk menemui kita, Aku ingin lihat apa yang dia inginkan. dari informasi yang aku dapatkan kalau Surya bekerja di salah satu rumah sakit kecil milik seorang dokter bernama dokter Harlan." ucap Faisal.


"Bagaimana Mas tahu?" tanya Aruna.


"Apa yang dia lakukan di sana?" tanya kakek Fajar.


"Dia membantu Rumah Sakit kecil itu, Ayah. kemungkinan besar selama ini dia tinggal di sana." Jawab Faisal.


Bilqis yang berada di tempat itu nampak Gadis itu mempunyai fikiran untuk menemui Surya, dia ingin meminta pria itu agar tidak terus-menerus mengganggunya dan mencoba untuk menghancurkan kebahagiaan mereka.


"Aku tidak akan membiarkan pria itu mencoba untuk mengganggu keluargaku, Aku tidak akan membiarkan dia terus-menerus berusaha untuk menyakiti keluargaku." ucap Bilqis.


Malam itu orang-orang yang ada di rumah Faisal memikirkan rencana untuk menghentikan langkah Surya, mereka selalu takut jika Surya melukai mereka kembali.


** Rumah sakit dokter Harlan **


"Selamat pagi." ucap Bilqis yang sudah berada di rumah sakit dokter Harlan.


"Iya ada apa? Apakah ada sesuatu itu yang bisa kami bantu?" tanya salah satu perawat wanita.


"Begini Mbak, saya ingin bertemu dengan seorang pria yang bernama Surya. Bisakah saya menemuinya." jawab Bilqis


"Surya.., Apakah maksudmu mas Surya seorang pria yang berusia sekitar 45 tahun?" tanya rawat wanita yang membuat Bilqis menganggukkan kepalanya.


"Baiklah kalau begitu, aku akan mencari Mas Surya dahulu Kau tunggulah di sini. Oh ya, siapa kau? Apakah kau keluarga dari mas Surya?" tanya perawat.


Bilqis menggelengkan kepalanya.


"Baiklah kalau begitu, aku akan memanggil mas Surya untuk bertemu denganmu." jawab si perawat yang kemudian pergi.


"Mas!!" seru perawat kepada Surya yang sedang dirawat di suatu ruangan.


"Iya, ada apa apa." jawab Surya.


"Mas ada tamu yang mencarimu." jawab perawat.


"Tamu siapa?" tanya Surya.


"Aku nggak tahu Mas, seorang gadis muda. tapi wajahnya kok mirip denganmu ya." jawab perawat sambil memikirkan mengenai gadis muda yang wajahnya sedikit mirip dengan Surya.


"Gadis muda, wajahnya mirip denganku?" tanya Surya.


"Iya Mas, kalau kau tidak berada di sini pasti aku kira kalau dia putrimu." canda si perawat yang membuat Surya langsung bergegas.


"Mau ke mana Mas?" tanya perawat.


"Tadi kan kau bilang kalau ada tamu untukku, jadi aku akan menemuinya." jawab Surya.


Setelah mengatakan hal itu nampak Surya mencari sosok yang dikatakan oleh perawat yang bekerja di Rumah Sakit Dokter Harlan.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu