
"Aruna, jika suatu saat kamu melihat dan mendapati suamimu sedang berselingkuh dengan seorang wanita lain.., Apa yang kau lakukan?" tanya Lala.
Aruna yang mendengar perkataan sahabatnya itu tentu saja dia kebingungan, dengan senyum yang begitu mengembang Aruna menjawab pertanyaan Lala.
"Aku harus mengetahui penyebabnya dahulu Lala, Mengapa Suamiku berani berselingkuh. Apakah dia sudah tidak mencintaiku atau dia tergoda oleh wanita itu." jawab Aruna dengan begitu bijak.
"Bagaimana jika suamimu tanpa sengaja atau dengan sengaja melakukan hal itu?" tanya Lala kembali.
"Aku akan bertanya kembali kepada suamiku, Mengapa sampai dia bisa melakukan hal itu. Mengapa dia bisa membagi cintanya." jawab Aruna kembali.
"Lalu, apa yang akan kau lakukan jika kamu mendapati suamimu sudah membagi cintamu seluruhnya?" tanya Lala.
Mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Lala, Aruna langsung terdiam. "Cinta bisa dibagi Lala, perasaan juga bisa dibagi. tapi jika suamiku Sudah berani melakukan hal itu maka itu adalah keputusannya, aku bisa menjawab 1 kata saja. berarti suamiku sudah tidak mencintaiku, dia tidak mempercayaiku dan dia tidak bisa bersamaku lagi." jawab Aruna dengan raut wajah yang tenang.
Aruna terdiam, wanita itu begitu tersentak dengan pertanyaan Lala. Aruna yakin ada sesuatu yang disembunyikan oleh temannya itu.
"Lala, Apakah ada sesuatu yang kau sembunyikan? Mengapa kau bertanya seperti itu padaku?" tanya Aruna.
Lala menggelengkan kepalanya, wanita itu takut jika Aruna akan terluka.
"Ada apa Lala, Apakah ada sesuatu yang kau sembunyikan?" tanya Aruna Kembali.
Lala terdiam, wanita itu menatap Aruna dengan Tatapan yang begitu tajam.
"Aruna, Apakah kau percaya dengan suamimu?" tanya Lala kepada Aruna.
"Tentu Tentu saja, aku sangat mempercayai suamiku. Memangnya ada apa?" tanya Aruna.
"Sebegitu percayakah kau kepada suamimu?" tanya Lala kembali.
"Aku mempercayai suamiku, Jika dia melakukan kesalahan aku harus bertanya kenapa dia melakukan hal itu. terkadang manusia bisa melakukan kesalahan tanpa dia sadari tapi, jika kesalahan itu diulangi untuk yang kedua kalinya maka itu tidak bisa dimaafkan." jawab Aruna dengan wajah yang begitu tenang saat menjawab pertanyaan sahabatnya itu.
Sesaat kemudian Lala mengambil ponselnya, dia menunjukkan sesuatu kepada Aruna.
"Ada apa Lala?" tanya Aruna.
"Tunggulah sebentar dan lihatlah, lihatlah dengan seksama tapi kau tidak boleh terlalu percaya." ucap Lala.
Aruna dibuat kebingungan oleh Lala, Karena Wanita itu sepertinya menyembunyikan sesuatu dari Lala. sebuah video sudah diputar oleh Lala, Aruna menatap video itu dengan seksama.
"Ini video siapa, Lala?" tanya Aruna.
"Lihatlah dahulu, Kau boleh mempercayainya dan kau tidak boleh terlalu mempercayainya." jawab Lala.
Terlihat Aruna terus menatap video itu, video adegan mesra dan tidak senonoh dari seorang wanita dan pria. sesaat kemudian terlihat tatapan mata Aruna menatap wanita yang ada di video itu.
"Helena." ucap Aruna.
"Apakah kau mengenal wanita itu?" tanya Lala kepada Aruna.
"Iya dia adalah mantan tunangan suamiku." jawab Aruna.
Tatapan mata Aruna terus menatap video itu, sesaat kemudian tiba-tiba saja Aruna merasakan jantungnya berdebar begitu kencang. sebuah wajah yang begitu Aruna kenal. Aruna terus menatap pria yang ada di video itu, rasanya nafas Aruna langsung tercekat saat melihat pria yang ada di video.
"Mas Faisal." ucap Aruna. seketika nafas Aruna seperti berhenti ketika wanita itu melihat seorang pria yang begitu mirip dengan suaminya.
"Ada apa Aruna?" tanya Lala.
"Ini tidak mungkin." ucap Aruna.
Lala bisa melihat dan merasakan kegelisahan dan kekecewaan yang begitu luar biasa.
"Aruna Panggil Lala.
"Inii tidak mungkin, ini tidak mungkin." ucap Aruna sembari menatap pria yang ada di video itu.
Tatapan mata Aruna menatap pria yang ada di video itu dengan begitu tajam, tiba-tiba saja air matanya sudah mengalir.
"Apa ini." ucap Aruna.
"Aruna." Panggil Lala yang melihat sahabatnya sudah meneteskan air matanya.
"Aruna." Panggil Lala.
Tidak ada kata yang keluar dari mulut Aruna, jantung Aruna berdebar begitu kencang. air matanya terus menetes tanpa bisa dihentikan.
"Aruna." Panggil Lala kembali.
Nampak Aruna menatap wajah sahabatnya itu, tak ada kata yang bisa diucapkan oleh Aruna. namun Lala bisa melihat kekecewaan yang sungguh luar biasa di wajah Aruna.
Di tempat lain di perusahaan kakek Fajar, terlihat pria itu sudah bersama dengan Faisal.
"Bagaimana bisa kau melakukan hal itu, Faisal?!!" seru kakek Fajar.
Terlihat Faisal tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun, pria itu menatap ayahnya sembari menghela nafasnya begitu dalam.
"Aku benar-benar tidak tahu, Ayah. aku benar-benar tidak mengerti Bagaimana itu bisa terjadi. Aku tidak pernah merasakan sesuatu apapun, namun tiba-tiba saja Wanita itu sudah berada di kamarku. sudah tidak memakai pakaian apapun, aku dan Rudi sangat kebingungan." jawab Faisal.
"Lalu, bagaimana bisa wanita itu masuk ke kamarmu?" tanya kakek Fajar kepada putranya.
"Aku juga tidak tahu, Ayah. aku benar-benar tidak tahu, aku sangat kebingungan. aku benar-benar kebingungan." jawab Faisal.
"Lalu Bagaimana jika istrimu tahu? pasti dia akan sangat marah dan langsung meninggalkanmu." ucap Kakek Fajar.
Jantung Faisal seketika terasa terhenti saat ayahnya mengatakan itu.
"Ayah jangan mengatakan hal itu, aku mohon ayah. ayah tidak boleh mengatakan hal itu." ucap Faisal.
"Bagaimana jika istrimu tahu mengenai hal ini? aku yakin dia akan sangat marah, kalian menikah baru beberapa bulan. nyatanya dia akan menerima kenyataan sepahit ini." ucap kakek Fajar.
Kedua kaki Faisal seperti tidak mempunyai tulang, pria itu langsung terduduk di lantai kantor ayahnya. Rudi yang melihat hal itu tentu saja pria itu sangat kasihan kepada Bosnya itu.
"Saya juga sangat terkejut ketika masuk ke dalam kamar tuan Faisal dan mendapatkan wanita itu, Tuan." ucap Rudi.
"Berapa lama kau meninggalkan tuanmu ini?" tanya Kakek Fajar.
"Sekitar 2 atau 3 jam, Tuan." jawab Rudi.
"Di mana kamarmu?" tanya kakek Fajar.
"Saya berada di sebelah kiri kamar tuan Faisal." jawab Rudi.
"Di mana kamar Helena?" tanya kakek Fajar.
"Saya tidak tahu tuan," jawab Rudi.
"Di mana kamar wanita itu, Faisal?" tanya kakek Fajar kepada putranya.
"Aku tidak tahu ayah dan aku benar-benar tidak tahu kalau wanita itu sudah berada di sana. kau tanyakan saja kepada Rudi, Bahkan aku tidak menelponnya, mengabarinya. tiba-tiba saja Wanita itu sudah ada di kamarku." jawab Faisal dengan nada yang benar-benar sangat frustasi.
Pria itu tidak akan pernah mengira kalau dia sudah terjebak di rencana yang sudah dibuat oleh Helena.
"Kau dalam masalah besar Faisal, kita akan lihat bagaimana jika Aruna mengetahui hal ini. sebelum itu terjadi Kau Cari tahu mengenai kejadian itu, jika kau benar-benar sudah meniduri Helena.., aku yakin kalau taruna tidak akan pernah memaafkan mu." ucap kakek Fajar yang membuat Faisal merasakan pukulan yang sangat keras.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu