
Waktu mulai berjalan, Aruna tidak ingin kesedihannya terus berlarut-larut. sudah 7 hari lamanya semua kejadian itu, Faisal terus Mencari tahu siapa orang yang ada di video itu. namun Faisal harus berhati-hati karena Helena Dan Ayahnya adalah orang yang sangat licik.
Pagi itu Aruna sudah bersiap-siap untuk ke sebuah tempat bersama dengan kakek Fajar, namun sebuah telepon masuk dari rumah sakit mencari keberadaan kakek Fajar.
"Tuan-tuan!!" seru salah satu pembantu rumah kakek Fajar.
"Ada apa." jawab kakek Fajar.
"Tuan Ada telepon dari rumah sakit." jawab Salah satu pembantu.
"Ya, Sebentar aku akan ke sana." kakek Fajar yang kemudian menjawab telfon itu.
"Iya halo, dokter." jawab kakek Fajar yang kemudian berbicara dengan dokter yang telah merawat Surya.
"Tuan, Anda harus segera ke rumah sakit. karena putra anda sudah bangun dari koma." jawab dokter.
Kakek Fajar yang mendengar perkataan sang dokter tentu saja pria tua itu langsung terkejut, betapa senangnya kakek Fajar ketika mengetahui putranya sudah terbangun dari tidurnya selama enam bulan.
"Baik, Dokter. Aku akan segera kesana." jawab kakek Fajar yang kemudian mengajak Aruna untuk pergi ke rumah sakit. salah satu pembantu rumah diminta oleh kakek Fajar untuk memberitahu Faisal.
"Aku tidak pernah menyangka kalau Surya akan bangun secepat ini." ucap kakek Fajar yang terlihat pergi dengan terburu-buru.
"Mas surya adalah orang yang sangat kuat kek, jadi pasti keinginannya untuk hidup pun sangat kuat." jawab Aruna.
Pria tua itu sangat menyukai semua sikap Aruna yang begitu dewasa, karena hal itu kakek Fajar selalu mencoba untuk mencari tahu mengenai kejadian yang dilakukan oleh Helena. pria tua itu yakin kalau Putra sulungnya bukanlah orang bejat seperti Putra keduanya.
Sekitar satu jam kemudian mereka sudah sampai di rumah sakit, Kakek Fajar berjalan begitu tergopoh-gopoh. pria itu ingin segera melihat keadaan putranya.
CEKLEK...
Kakek Fajar sudah membuka pintu kamar putranya, dia melihat putranya sudah terduduk di ranjang Rumah Sakit. Faisal yang berada di kantornya juga sudah berangkat, pria itu lebih cepat sampai karena jarak perusahaan dan Rumah Sakit hanya 35/40 menit saja.
"Ayah!" seru Faisal.
"Kamu sudah datang, Faisal." ucap Kakek Fajar.
"Bagaimana kondisi surya, Ayah?" tanya Faisal.
"Lihatlah dia sudah duduk dan tersadar." jawab kakek Fajar. Ketiga orang itu menatap surya yang sudah diperiksa oleh dokter, mereka sangat senang ketika mendengar Surya sudah terbangun dari tidur panjang selama 6 bulan.
Tatapan mata Surya menatap 3 orang yang sudah berada di depannya, pria itu tersenyum begitu menawan.
"Dokter, Bagaimana kondisi Putraku?" tanya kakek Fajar.
"Kondisi putra tuan sudah baik, mungkin butuh beberapa hari untuk memulihkan kesehatannya." jawab dokter.
Kakek Fajar berjalan mendekati Surya, pria tua itu sangat bahagia saat melihat putranya sudah kembali. tatapan mata Surya menatap Aruna yang berada bersama dengan Faisal, Entah mengapa tatapan mata itu begitu sendu. seolah dia begitu merindukan wanita yang berada disebelah saudaranya.
"Apakah kau baik-baik saja, Surya?" tanya kakek Fajar kepada putranya.
Surya menganggukkan kepalanya, pria itu menatap ayahnya yang berada disampingnya. pria menyebalkan yang selalu beradu mulut dengannya.
"Oh ya Tuan, mohon untuk tidak membuat Tuhan Surya mengalami sedikit guncangan. Dia barusan terbangun dari koma. jadi dia kalau mendapatkan kabar yang tidak menyenangkan mungkin saja itu akan membuat mengganggu kesehatannya lagi." sang dokter yang mencoba untuk memperingatkan kakek Fajar.
"Baiklah dokter." jawab kakek Fajar.
Faisal mendekati saudaranya itu, pria itu memeluknya dengan begitu erat.
"Bagaimana keadaanmu, Surya?" tanya Faisal.
"Aku baik-baik saja, bang." jawab Surya.
Ternyata kondisi ingatan Surya masih baik-baik saja, walaupun kecelakaan itu sudah merebut beberapa fungsi dari tubuh Surya.
Kakek Fajar tidak berani menjawab, karena dia belum mengetahui kondisi putranya seluruhnya.
"Maafkan saya tuan Surya, salah satu kaki Anda mengalami kerusakan yang lumayan parah, butuh waktu lama untuk memulihkan salah satu kaki Anda. Jadi anda harus bersabar." jawab dokter.
Raut wajah Surya seketika berubah saat mendengar jawaban dari dokter.
"Lalu, apakah aku Aku tidak akan bisa jalan?" tanya Surya.
"Bisa Tuan, tapi anda harus bersabar. mungkin butuh waktu lama untuk membuat kondisi tubuh anda normal seperti semula." jawab dokter.
"Tapi aku tidak mau seperti ini terus-menerus, aku harus bekerja untuk menghidupi istriku dan anakku." jawab Surya.
Kakek Fajar dan Faisal nampak saling menatap satu sama lain, istri..,itu adalah perkataan dan pertanyaan yang muncul di benak kakek Fajar dan Faisal.
"Maafkan saya tuan, tapi Anda kan masih lajang, Jadi anda harus bersabar untuk memulihkan kondisi tubuh anda." jawab dokter yang juga mengetahui kalau Surya belum menikah, jadi pria itu sedikit kebingungan dengan kata-kata yang diucapkan oleh Surya.
"Apa maksudmu dokter? apa yang kamu katakan tadi, katamu tadi aku masih lajang. kau gila ya, Aku ini sudah mempunyai seorang putri dan seorang seorang istri! bagaimana Kau bisa bilang aku ini lajang!!" seru Surya.
Orang-orang yang ada diruangan itu sedikit kebingungan dengan kata-kata yang diucapkan oleh Surya, karena mereka tidak pernah mengetahui kalau Surya sudah menikah.
"Apa maksudmu Surya, kamu ini kan masih lajang. Kenapa kau bilang kalau kau sudah menikah?" tanya kakek Fajar kepada putranya.
"Apa maksud Ayah, aku kan sudah menikah beberapa tahun yang lalu. bahkan istriku disini, dia menatapku dengan kesedihan yang sangat dalam." jawab Surya.
Seketika kakek Fajar dan Faisal menatap Surya. "Siapa istrimu, Surya?" tanya Faisal yang sedikit kebingungan.
"Apa maksudmu bang, apa kamu lupa kalau aku sudah menikah dengan wanita yang ada di depan pintu itu." jawab Surya sambil menunjuk Aruna.
Orang-orang yang ada di tempat itu langsung menatap kearah tangan Faisal dan ternyata di sana ada Aruna.
DEG...
Betapa terkejutnya kakek Fajar dan Faisal saat Surya mengatakan kalau Aruna adalah istrinya.
"Apa maksudmu, Surya. kamu jangan ngaco, wanita itu bukan istrimu!!" seru Surya yang tidak terima kalau istrinya disebut sebagai istri Surya.
"Apa maksudmu bang, wanita itu adalah istriku. kami sudah mempunyai anak." jawab Surya yang ngotot.
Sang dokter mencoba melerai pertengkaran 2 pria itu, karena kondisi surya yang belum bisa diajak untuk bertengkar. tiba-tiba saja Surya mendorong Faisal karena emosi.
"Kamu ini kenapa sih bang, kenapa kamu bilang kalau dia itu bukan istriku. kami sudah menikah, kami sudah mempunyai anak. Kenapa kau tidak suka dengan kebahagiaan yang aku miliki!!" teriak Surya yang membuat Faisal langsung marah.
"Dia itu bukan istrimu, dia itu Istriku! kamu jangan bicara sembarangan!!" teriak Faisal yang benar-benar sangat marah.
Aruna yang berada di tempat itu, dia juga sedikit kebingungan karena tiba-tiba saja Surya mengatakan kalau dirinya adalah isteri Surya.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu