MOMMY

MOMMY
S2. Liliana yang murahan



Di lantai enam sedang heboh dengan berita mengenai Faisal yang berusaha untuk memperkosa Liliana. sedangkan di kantor Faisal sendiri terlihat Aruna sedang membenarkan semua pekerjaan sang suami.


"Lihatlah, pria itu masa' kerja sama seperti ini kok diterima. apa ini bukannya bunuh diri, pantas saja Mas Rudi selalu menggerutu karena Suamiku itu selalu menandatangani kontrak kerjasama tanpa melihatnya." gerutu Aruna.


Sesaat kemudian salah satu pekerja yang ada di kantor Faisal nampak Wanita itu sudah begitu heboh.


"Nyonya, nyonya!!" seru sekretaris sementara Faisal.


"Ada apa, Kenapa kamu berteriak seperti itu? kamu tidak punya pekerjaan ya selain berteriak seperti itu." jawab Aruna yang terlihat menutup sebelah telinganya.


"Nyonya, ada berita gawat. ada berita gawat!!" teriak sekretaris Faisal.


"Gawat apanya?" tanya Aruna.


"Ada berita gawat, nyonya." jawab sekretaris Faisal kembali yang terlihat mengibas-ngibaskan kedua tangannya.


"Kamu ini kenapa sih, Memangnya ada apa? coba katakan Ada apa, Kenapa kamu heboh seperti itu." ucap Aruna yang terlihat mencubit tangan sekretaris Faisal.


"Nyonya tadi ada kejadian di toilet lantai 6." jawab sekretaris Faisal.


"Ada apaan sih Mona, katakan Yang jelas gitu loh. kamu kok bicaranya berbelit-belit sih?" tanya Aruna.


"Nyonya, Pak Faisal mendapat masalah. katanya Pak Faisal mau memperkosa Liliana wanita yang selalu ingin menjadi sekretaris Tuan Faisal itu loh." ucap Mona.


"Apa!!" teriak Aruna yang begitu terkejut saat Mona mengatakan berita yang begitu heboh di lantai 6. dengan segera Aruna berlari sembari menarik tangan Mona.


"Cepat ikut aku!' perintah Aruna.


Dengan segera Aruna pergi dari kantor sang suami, kabar mengenai Faisal yang ingin memperkosa Liliana sudah tersebar di seluruh perusahaan. salah satu pengusaha nampak membawa Faisal ke sebuah ruangan dan membawa Liliana yang pakaiannya sudah compang-camping.


BRAKK...


Aruna yang sudah masuk sebuah ruangan dengan kondisi yang benar-benar begitu marah.


"Ada apa ini?!" teriak Aruna.


Saat melihat Aruna datang Liliana langsung memulai aktingnya, wanita itu menangis tersedu-sedu sembari memegang erat jas yang diberikan oleh salah satu pengusaha.


"Faisal berusaha untuk memperkosa wanita ini, kelihatannya dia hendak menariknya ke salah satu toilet pria yang ada di lantai 6." ucap seorang pengusaha.


Tatapan mata penuh amarah ditunjukkan oleh Aruna, Sudah cukup Satu kali Aruna mempertanyakan suaminya.


"Jadi kau benar-benar ingin merebut suamiku dari Ku ya." ucap Aruna yang berjalan mendekati Liliyana. wanita itu nampak melipat kedua tangannya di dada.


"Aku tidak ingin kabar ini sampai keluar dari perusahaan, Nyonya Aruna. karena hal itu kita harus menyelesaikan masalah ini secara baik-baik." ucap seorang pengusaha kembali.


"Dengar ya Tuan, kau diam saja karena kau tidak tahu apapun di perusahaan ini. kau hanyalah tamu di sini, kau jangan coba-coba untuk mengeluarkan sepatah katapun!!" seru Aruna yang sudah murka.


Faisal yang melihat sang istri sudah naik pitam Tentu saja dia hanya terdiam.


"Aku tanya sekali lagi Mas, Apakah kau benar-benar berusaha untuk memperkosa wanita ini?" tanya Aruna kepada sang suami.


"Memangnya aku pria seperti itu?" tanya Faisal balik.


Aruna tersenyum, sesaat kemudian wanita itu itu menarik hendak jas yang dipakai oleh Liliana.


"Kumpulkan semua karyawan yang ada di sini, Aku ingin Mereka melihat apa yang aku lakukan!!" seru Aruna.


Dengan segera Mona langsung memanggil para karyawan yang ada di tempat itu.


"Apa yang akan kulakukan Nyonya?" tanya pengusaha yang berada di sana.


"Lebih baik anda diam saja, Tuan. Sebelum saya memberikan pelajaran kepada anda, Kalau anda mempunyai tata krama di rumah orang maka Diamlah!" bentak Aruna yang sudah murka.


"Dengarkan aku baik-baik wanita murahan, aku sudah bilang kan kepadamu kalau kau jangan berusaha untuk merayu suamiku atau mendekatinya. jika sampai kau berani melakukan hal itu maka kau sendirilah yang mencari masalah." ucap Aruna yang kemudian menjambak rambut Liliana.


"Tolong, tolong!!" seru Liliana.


"Jangan sampai ada yang menolongnya, memfitnah suamiku dengan fitnah yang begitu kejam. kau bilang suamiku ingin memperkosa mu kan?" tanya Aruna.


"Benar Nyonya, Tuan Faisal berusaha melakukan hal itu pada saya. Dia menarik tubuh saya, merobek pakaian Saya bahkan dia berusaha menyentuh tubuh saya." jawab Liliana.


"Benarkah, Jika benar itu terjadi lalu Mengapa pakaian suamiku masih tetap utuh, Kenapa tidak ada bekas perlawanan yang kau lakukan kepada suamiku?" tanya Aruna. mata jeli Aruna akan menangkap apa yang dikenakan oleh suaminya, bahkan pakaian yang dipakai oleh Faisal masih tetap utuh.


"Apa maksudmu Nyonya Liliyana?" tanya si pengusaha.


"Berpikirlah dengan bijak Tuan pengusaha, Jika benar suamiku berusaha untuk memperkosa wanita ini. Lalu apa yang Anda lihat?" tanya Aruna.


"Lihatlah sendiri, pakaian wanita itu sudah tidak berbentuk lagi, tentu saja Tuan Faisal benar-benar ingin melakukan hal itu." jawab si pengusaha.


"Jika suamiku hendak memperkosa wanita itu dan wanita itu melawan..,Kenapa pakaian suami saya tidak kusut sama sekali, bahkan pakaian yang dipakai oleh suamiku masih tetap utuh?" tanya Aruna yang membuat si pengusaha langsung menatap Faisal.


"Dengarkan aku baik-baik, jika kalian seorang wanita dan kalian seorang pria coba pikirkan apa yang aku katakan. kalau kalian sebagai seorang wanita yang hendak diperkosa kalian melawan kan? lalu apa yang akan kalian lakukan?" tanya Aruna yang membuat para karyawan yang ada di sana langsung berpikir apa yang dikatakan oleh Aruna.


"Kalian akan melawan kan?" tanya Aruna.


Para karyawan wanita menganggukkan kepalanya. "Tentu saja Nyonya, kami akan melawan." jawab para karyawan.


"Jika kalian melawan apa yang akan kalian lakukan? Coba kalian peragakan." pinta Aruna.


Salah satu karyawan nampak memperagakan apa yang dikatakan oleh Aruna. Tentu saja jika hal itu terjadi maka pakaian Faisal akan kusut atau rusak karena penolakan dari Liliana.


"kalian mengertikan apa yang aku katakan, tapi jika kau mendekati pria itu tiba-tiba.., kau merusak pakaianmu mengacak-acak rambutmu.., Apa yang akan terjadi?" tanya Aruna yang membuat si pengusaha nampak terdiam.


Sedangkan Liliana yang mendengar perkataan Aruna tentu saja wanita itu berusaha untuk mengelak.


"Tidak, Tuan Faisal benar-benar berusaha untuk memperkosa saya!!" seru Liliana.


Tiba-tiba saja salah satu karyawan yang ada di tempat itu nampak mendekati Aruna.


"Dia bohong Nyonya, Waktu itu saya juga berada di toilet umum tempat Pak Faisal disana. saat saya keluar Wanita itu sudah berada di sana dengan kondisi merusak pakaiannya, saya berfikir wanita itu gila namun dia langsung menyerang Tuan Faisal dan berteriak seperti orang gila." ucap salah satu karyawan yang membuat para karyawan yang lain dan pengusaha yang hendak melakukan rapat dengan Faisal langsung terdiam.


"Kalian tahu kan apa yang aku katakan tadi?" tanya Aruna yang membuat para karyawan yang yang mempertanyakan Faisal langsung tertunduk malu.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- jangan sakiti aku