
BRAKKK...
Bu Yanti terlihat menutup pintu kamarnya dengan begitu keras, wanita itu benar-benar tidak diterima oleh suaminya.
"Apa yang terjadi kepada pria itu, tiba-tiba saja dia bersikap seperti itu. apakah dia sudah mengetahui semua rencana ku?" guman Bu Yanti.
Wanita itu nampak menghapus make up yang sudah melekat di wajahnya, dia memandang wajahnya di cermin. "Apakah wajahku ini sudah tidak membuatnya tertarik, lalu kenapa dia berani melakukan hal itu padaku." ucap Bu Yanti.
Salah satu tangan Bu Yanti nampak mengambil ponsel, dia menelepon beberapa orang kepercayaannya. bisa dibilang selingkuhan dari Bu Yanti.
"Halo Sayang." ucap Bu Yanti kepada seorang pria dari seberang tempat.
"Halo baby, kau ada di mana?" tanya seorang pria.
"Aku sudah kembali dari jalan-jalan, Apakah kau tidak merindukanku?" tanya Bu Yanti kepada si pria.
"Tentu baby, aku pasti sangat merindukanmu. lalu apakah kau sedang bersama dengan pria tua itu?" tanya si pria.
"Tidak, pria itu tidak mau melihatku. kelihatannya dia menolakku." jawab Bu Yanti.
"Biarkan saja baby, aku yakin pria itu sedang merasa galau." jawab si Pria.
Di tempat lain Bu Yanti sedang bersama dengan kekasihnya berbicara melalui sambungan telepon. Faisal dan Aruna sedang berpamitan kepada kakek Fajar untuk pergi ke suatu tempat.
"Tapi Mas, aku kan sedang membantu kakek." ucap Aruna.
"Tidak apa-apa, nanti aku akan bantu Ayahku. sekarang aku mau mengajakmu dan Bilqis untuk jalan-jalan, bolehkan ya?" tanya Faisal kepada ayahnya.
"Memangnya kau mau mengajaknya ke mana?" tanya kakek Fajar.
"Aku cuma mengajak mereka berdua jalan-jalan di sekitar taman yang dekat di rumah." jawab Faisal.
"Ya sudah kalau begitu, Bilqis sayang pergilah bersama dengan om Faisal. nanti kalau pulang belikan kakek oleh-oleh, Oke!" pinta kakek Fajar.
"Baik kek, Memangnya kakek mau minta apa?" tanya Bilqis.
"Entahlah, Memangnya kau mau makan apa? Nanti kalau kau makan sesuatu Apa yang kau makan nanti bawa pulang untuk kakek, Oke!" pintar kakek Fajar.
"Baik kek." jawab Bilqis.
Akhirnya hari itu Faisal mengajak Aruna dan Bilqis berjalan-jalan di sekitar taman yang tidak jauh dari rumahnya, seorang mata-mata Helena yang ada di rumah itu tentu saja sudah menelepon Helena dan mengatakan kalau Faisal keluar bersama dengan Aruna.
"Apa-apaan wanita itu, tetap saja dia berusaha untuk mendekati calon suamiku." ucap Helena. setelah mengetahui mengetahui hal itu Helena langsung pergi ke rumah kakek Fajar. dia akan menemui Bu Yanti dan membicarakan mengenai wanita pengganggu yang ada di rumahnya itu.
* 30 menit kemudian *
Helena sudah sampai di rumah Kakek Fajar, wanita itu mencari keberadaan Bu Yanti.
"Helena." Bu Yanti yang sudah melihat Helena ada di rumahnya.
"Halo Tan." jawab Helena.
"Ada apa, tumben sekali kau kemari?" tanya Bu Yanti.
"Tentu saja aku kemari karena harus mengatakan sesuatu kepada dirimu." jawab Helena.
"Memangnya ada apa?" tanya Bu Yanti.
"Kau tahu kan wanita yang ada disini, wanita yang sedang merawat Ayah Fajar." jawab Helena.
"Tentu, Memangnya kenapa?" tanya Bu Yanti.
"Maafkan aku Helena, untuk wanita yang satu ini aku tidak bisa, kelihatannya suamiku sangat mempercayai wanita itu." jawab Bu Yanti.
"Ayolah tante, Apakah tante tidak tahu kalau wanita itu mencoba untuk merayu Faisal." jawab Helena.
"Kita harus hati-hati, Helena. kalau berbicara itu jangan terlalu keras, Apakah kau tahu kalau Suamiku itu sedang ada di rumah. dia sekarang bekerja di rumah, jadi kalau kau mau melakukan sesuatu di rumah ini itu harus hati-hati. Kau tidak inginkan kalau kau mengalami masalah karena kata-katamu itu." ucap Bu Yanti.
"Memangnya kenapa Om Fajar ada di rumah, Seharusnya kan dia berada di perusahaan?" tanya Helena.
Perusahaan sekarang dipegang oleh Faisal dan Hadi, sedangkan suamiku menghandle dari rumah. kondisi kecelakaan terakhir membuatnya tidak bisa bergerak dengan leluasa." jawab Bu Yanti.
"Kalau begitu kau akan mudah untuk menyingkirkan pria tua itu kan?" tanya Helena.
"Kau gila, aku saja sangat kebingungan dengan sikapnya yang sangat kasar sekarang denganku. tiba-tiba saja dia menolak ku." jawab Bu Yanti.
"Maksud tante apa?" tanya Helena.
"Kemarilah, kita harus berbicara di suatu tempat. jika kita berbicara di sini maka telinga-telinga yang ada disini akan menyampaikan kepada suamiku." ucap Bu Yanti yang kemudian mengajak Helena segera keluar dari rumah itu di belakang rumah. Nampak Bu Yanti membicarakan mengenai situasi yang terjadi di rumah itu.
"Bagaimana bisa, biasanya kan Om Fajar selalu mengikuti apapun keinginan tante?" tanya Helena.
"Maka dari itu kau tidak usah terlalu gegabah, kelihatannya suami ku sangat mempercayai wanita itu." jawab Bu Yanti.
"Kalau begitu kita harus segera menyingkirkan wanita itu, tante. jika tidak kita berdua tidak akan bisa melaksanakan rencana kita." ucap Helena.
"Tentu saja, Tentu saja aku akan melakukannya. tapi yang harus kau tahu adalah kalau aku tidak akan membiarkan wanita itu terus menghasut suamiku. jika wanita itu terus melakukannya bisa-bisa aku akan kehilangan seluruh kenyamanan di rumah ini." ucap Bu Yanti yang terlihat begitu tidak menyukai kehadiran Aruna.
"Tentu saja, tan. wanita itu adalah wanita kurang ajar, dengan beraninya dia mencoba mengganggu Faisal. aku sudah melabraknya Tapi kelihatannya wanita itu bukan wanita lemah yang bisa digertak dengan begitu Mudah." ucap Helena.
"Kalau dia wanita seperti itu, kita harus mencari cara untuk membuatnya menyingkir dari tempat ini." jawab Bu Yanti.
"Kalau Tante tidak membantuku aku untuk mendapatkan Faisal maka tante harus tahu aku akan meminta bantuan Ayahku dan menyebarkan semua kejahatan tante." ucap Helena.
"Kau jangan pernah mengancam ku, Helena!" ucap Bu Yanti.
"Tentu saja, jika tante tidak melakukan semua yang Aku perintahkan.., maka tante harus ingat. semua kejahatan tante dan perselingkuhan Tante sudah ada ditangan Ayahku. jika tante menghianati kami maka tante akan tahu akibatnya." jawab Helena yang kemudian pergi meninggalkan Bu Yanti.
Wanita yang berumur sekitar 45 tahun lebih itu nampak menghembuskan nafasnya, ternyata dia benar-benar sudah dipermainkan oleh Helena.
"Dasar sialan, berani sekali wanita itu mengancamku." ucap Bu Yanti yang sudah melihat kepergian Helena. mau tidak mau Bu Yanti harus melakukan semua keinginan Helena, Jika tidak.., Helena benar-benar akan membuat Yanti merasakan dinginnya jeruji penjara. seorang pria nampak menatap semua yang dilakukan oleh Helena dan Bu Yanti kakek Faisal terus memperhatikan 2 wanita itu ternyata Helena mempunyai rencana dengan wanita itu.
"Lihat saja, aku pasti akan memberikan kalian berdua pelajaran. berani sekali kalian berusaha untuk mencelakai ku." ucap kakek Fajar yang kemudian masuk kembali ke dalam kamarnya, pria itu dari tadi nampak memperhatikan gerak-gerik Helena dan Bu Yanti melalui balkon kamarnya.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu