
"Tidak bisa seperti itu, tuan." ucap Liliana.
"Kau keluar atau tetap berkerja?" tanya Faisal.
Liliana tidak mau di keluarkan, dia harus mendapatkan Faisal agar merubah nasibnya.
"Kelihatannya dia tidak mau." ucap Aruna yang kemudian berdiri dan melangkah mendekati Liliana.
"Aku tidak mau dikeluarkan dari perusahaan ini, aku harus bertahan. aku harus berusaha untuk mempertahankan diriku disini, aku harus mendapatkan Pak Faisal. aku harus memilikinya dengan begitu aku akan hidup makmur." guman Liliana dalam hati. wanita itu kelihatannya benar-benar menginginkan sesuatu yang bukan miliknya, wanita itu benar-benar menginginkan sesuatu yang tidak seharusnya dia inginkan.
"Baiklah kalau begitu Liliana, Lebih baik kau keluar dari perusahaan. aku akan memecat mu." ucap Faisal yang membuat Liliana langsung tersentak.
"Baiklah Pak, saya akan bekerja di bagian kebersihan. saya akan di sana, Saya tidak ingin dipecat saya masih membutuhkan pekerjaan ini." jawab Liliana yang membuat Aruna tersenyum.
Bukan maksud Aruna melakukan hal itu, namun semua yang dilakukan oleh Liliana benar-benar membuat Aruna naik pitam.
** Satu Minggu kemudian **
"Selamat pagi!" sapa seorang pria.
Tatapan mata Aruna menatap seorang pria yang sudah memasuki kantor suaminya.
"Selamat pagi Fahrul, Apa yang kau lakukan di kantor suami ku?" tanya Aruna kepada Fahrul.
"Pagi Nyonya Aruna." sapa Fahrul.
"Pagi." jawab Aruna yang tidak terlalu banyak berkata.
"Apa yang ia lakukan di sini pagi-pagi seperti ini, nyonya Aruna?" tanya Fahrul.
"Itu urusanku, Fahrul. aku disini karena aku harus membantu suamiku, kau tahu sendiri kan beberapa hari ini Suamiku akan pergi bersama dengan mas Rudi keluar kota. jadi aku akan menghandle perusahaan ini selama satu bulan penuh." jawab Aruna yang membuat Fahrul tersenyum.
Fahrul mengira kalau Aruna adalah seorang ibu rumah tangga yang tidak akan terlalu mengerti dunia bisnis. namun pria itu salah, Aruna adalah seorang pembisnis wanita yang bisa dikatakan setara dengan suaminya.
"Saya baru tahu kalau anda yang akan memegang perusahaan ini." jawab Fahrul.
"Kau sudah tahu bukan karena hal itu aku minta padamu untuk melakukan pekerjaan sesuai kesepakatan kita, Jadi aku minta padamu untuk melihat beberapa bangunan yang sudah kau rancang di beberapa titik pembangunan." ucap Aruna.
"Baiklah Nyonya, Saya akan melakukan semua yang anda perintahkan. lagi pula saya adalah designer dan kontraktor di beberapa tempat." jawab Fahrul.
"Hem...," Aruna yang tersenyum.
"Sebentar lagi sedikit demi sedikit aku akan memasuki lingkungan kalian, setelah itu aku akan membuat putri dari Surya hancur di tanganku. lihat saja jika aku sudah bisa mendapatkan wanita itu akan ku hancur kan dia perlahan-lahan. sama seperti ayahnya yang sudah menghancurkan ibuku hingga membuat ibuku menjadi gila." guman Fahrul dalam hati yang kemudian pergi meninggalkan kantor yang sekarang dipegang oleh Aruna.
"Aku tidak tahu apa rencanamu Fahrul tapi aku tidak akan membiarkan kau berusaha untuk mendekati putriku atau berusaha untuk melakukan sesuatu kepada keluargaku lihat saja Jika kau berani melakukan hal itu maka akulah yang akan berdiri dan aku akan membunuhmu dengan tanganku ini ucap Aruna yang kemudian pergi meninggalkan kantornya di sebuah tempat taruna akan melakukan melihat beberapa bangunan yang sudah mendapat informasi kalau tempat itu mengalami beberapa masalah.
** 2 jam kemudian **
"Selamat siang, Nyonya Aruna!" seru seorang mandor bangunan.
"Selamat siang pak." jawab Aruna.
"Apakah anda sudah melihat dan membaca semua informasi yang saya berikan?" tanya mandor bangunan.
"Sudah, aku sudah melihat semua video dan beberapa foto yang kau berikan padaku." jawab Aruna.
"Lalu apa yang akan terjadi, Nyonya?" tanya mandor bangunan.
"Tenang saja, aku akan melihat beberapa barang-barang dan material bangunan yang sudah dikirim di tempat ini. aku juga akan melihat kondisi dari pembangunan di proyek ini, Setelah itu kita akan tahu apa yang terjadi di beberapa titik kerusakan yang ada di tempat ini." jawab Aruna.
Mandor bangunan nampak tersenyum, pria tua itu juga baru mengetahui kalau istri dari Faisal adalah seorang wanita yang sangat teliti.
Terlihat Aruna terus memantau tempat pembangunan, wanita itu terus memantau para pekerja yang sedang bekerja. Aruna Bukankah seorang wanita bodoh yang tidak tahu menahu mengenai bangunan dan beberapa pekerjaannya. Aruna nampak diam, setelah itu dia beralih ke beberapa tempat.
"Baik nyonya, Apakah ada sesuatu yang anda temukan?" tanya mandor bangunan kepada Aruna.
"Nanti akan ku jelaskan." jawab Aruna.
Sekitar beberapa jam kemudian Aruna sudah selesai dengan semua yang dia lakukan, nampak wanita itu terus memantau beberapa tempat yang sudah di beri titik hitam.
Di tempat lain terlihat salah satu pekerja bangunan memberikan informasi kepada Fahrul mengenai kedatangan Aruna di proyek pembangunan.
"Apa yang dilakukan oleh wanita itu?" tanya Fahrul kepada pekerja bangunan.
"Kelihatannya Nyonya tidak melakukan apapun, Tuan. tapi dia terus memantau pembangunan di sini." jawab pekerja bangunan.
"Baiklah kalau begitu, lakukan sesuai yang Aku perintahkan. jangan sampai kalian dicurigai, lakukan dengan baik." perintah Fahrul.
"Baik Tuan." jawab anak buah Fahrul.
Entah apa yang telah dilakukan Fahrul, tapi pria itu sudah yakin kalau dia akan menghancurkan Faisal kemudian membantunya untuk mendapatkan kepercayaan penuh. setelah mengetahui kalau Aruna berada di tempat pembangunan, Fahrul terlihat berpura-pura untuk menelepon Aruna dan bertanya di mana keberadaannya.
"Ada apa Fahrul?" tanya Aruna yang sudah menjawab panggilan telepon dari Fahrul.
"Anda di mana Nyonya Aruna?" tanya Fahrul.
"Aku sedang berada di tempat pembangunan zona merah, Memangnya ada apa?" tanya Aruna kembali.
"Tidak apa-apa Nyonya, Saya hanya ingin bertanya karena tadi saya kembali ke perusahaan anda tidak ada disana." jawab Fahrul yang berpura-pura.
"Kalau kau Mau.., kau ke sini saja. aku akan menunggumu untuk berdiskusi mengenai pembangunan di sini." pinta Aruna.
"Baik nyonya, Saya akan kesana." jawab Fahrul. sebuah senyum terukir indah di wajah Fahrul ketika Aruna menyuruhnya ke sana Fahrul mengira kalau wanita adalah makhluk yang begitu mudah dirayu atau begitu mudah diambil hatinya.
35 menit kemudian Fahrul sudah sampai di sebuah pembangunan proyek untuk tempat wisata.
"Apa yang kau lakukan disini, nyonya?" tanya Fahrul kepada Aruna.
"Tentu saja aku kesini karena aku harus melihat beberapa proyek yang sedang dibangun di sini." jawab Aruna.
"Kelihatannya anda sangat mengetahui mengenai perusahaan konstruksi Nyonya?" tanya Fahrul.
"Tidak Fahrul, Aku tidak mengerti apa-apa. aku hanya melihat-lihat perkembangan pembangunan di sini." jawab Aruna sambil tersenyum. Hal itu membuat Fahrul yakin kalau Aruna belum mengetahui rencananya atau belum mengetahui beberapa kerusakan yang sengaja dibuat di tempat itu.
"Bagaimana menurut Anda nyonya, Bukankah tempat hiburan ini sungguh mahakarya yang sangat luar biasa?" tanya Fahrul kepada Aruna.
"Tentu, disini tempatnya begitu mewah dan sangat bagus." jawab Aruna.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Black Rose
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu