
Deg..
Deg..
Jantung Aruna terus berdebar, wanita itu terus memikirkan mengenai perkataan Rudi.
"Aku harus berbicara dengan Rudi, Apa yang sebenarnya disembunyikan oleh Mas Faisal. tidak mungkin tidak terjadi sesuatu, Karena Mas Faisal tiba-tiba sikapnya sedikit berubah." ucap Aruna yang sudah duduk di taman belakang rumah. wanita itu terus memikirkan perkataan Rudi bersama suaminya.
Rahasia apa yang disembunyikan oleh Faisal, hingga tiba-tiba sikap Faisal sedikit berubah kepada Aruna. Aruna yang tidak menyukai media sosial Entah mengapa hari ini tiba-tiba dia membuka ponselnya, jari-jemarinya menyelusuri media sosial beberapa temannya. nampak di sana sebuah informasi mengenai perselingkuhan seorang pengusaha muda. aruna belum membukanya, dia menghela nafasnya sambil memegang jantungnya.
"Kenapa seorang pria begitu mudah tergoda hanya karena wajah cantik seorang wanita dan mengapa pula seorang wanita begitu mudah tergoda dengan kata-kata manis dan kekayaan semata. untuk apa rumah tangga dibangun Kalau tidak ada pondasi yang kokoh." ucap Aruna yang kemudian menghela nafasnya dan mematikan ponselnya. wanita itu terus menatap langit yang dipenuhi dengan bintang-bintang, Aruna memejamkan matanya. tak berselang lama tiba-tiba ponsel Aruna berdering. Aruna meraih ponselnya dan menatap layar ponsel itu, di sana tertera nama Lala salah satu temannya sewaktu bekerja di toko kue.
"Assalamualaikum, Lala." Aruna yang sudah menjawab panggilan dari Lala.
"Waalaikumsalam, Aruna. Kamu sedang ngapain sekarang?" tanya Lala kepada Aruna.
"Aku sedang duduk manis di rumah." jawab Aruna.
"Apakah kau sedang bersama suamimu?" tanya Lala.
"Tentu, memangnya kenapa?" jawab Aruna.
Lala merasa sedikit ketakutan jika temannya dibohongi oleh suaminya, Lala tidak ingin Aruna terburuk suatu saat nanti jika dia sudah mengetahui kebenaran yang sudah tersebar di media sosial.
"Aruna, Bisakah besok kita bertemu?" tanya Lala.
"Tentu, aku juga sangat merindukanmu, Lala." jawab Aruna.
"Bisakah kita bertemu di tempat biasa kita bertemu?" tanya Lala.
"Tentu, setelah mengantar putriku sekolah aku akan menemuimu." jawab Aruna. perbincangan mereka berdua terjadi sampai 30 menit.
Faisal menatap istrinya dari balik kaca di ruangan belakang rumah. Faisal benar-benar sangat ketakutan, jantungnya terus berdebar. ketakutan terbesar Faisal adalah ketika istrinya melihat semua kabar yang ada di media sosial, pria itu terus mencoba untuk mengerahkan seluruh anak buahnya agar menghilangkan informasi yang ada di media sosial.
Sedangkan di tempat lain terlihat kakek Fajar sudah mengetahui berita itu dari Paman Hadi,
"Faisal bukanlah orang seperti itu, kalau dia adalah Surya Mungkin aku akan percaya. tapi ini adalah Faisal, Aku tidak akan percaya jika Putra sulungku itu akan melakukan hal itu." ucap kakek Fajar.
"Saya juga yakin Tuan, kalau Faisal tidak akan melakukan hal itu tapi berita ini benar-benar sudah menyebar, bahkan sangat luas." jawab Paman Hadi.
"Aku yakin kalau semua ini adalah ulah wanita itu, dia tidak akan membiarkan Faisal hidup tenang bersama istrinya." ucap kakek Fajar.
"Tuan, Apa yang harus kita lakukan jika sampai Aruna mendengar kabar Ini. aku yakin wanita itu tidak akan mampu menahan semua tekanan batin ini." ucap Paman Hadi.
"Kau tahu Hadi, aku begitu menyayangi Aruna. Aku benar-benar menyayangi wanita itu melebihi keluargaku sendiri, jika sampai berita ini mempengaruhi Aruna.., tidak akan kubiarkan orang-orang itu hidup." ucap kakek Fajar.
"Baiklah kalau begitu, Tuan. saya mengerti apa yang harus saya lakukan." ucap Paman Hadi.
Kakek Fajar nampak mengusap wajahnya dengan begitu kasar, pria tua itu tidak akan pernah mengira kalau kebahagiaan putranya akan berakhir seperti ini.
"Aku tidak akan membiarkan gadis kecil itu merasakan penderitaan, siapapun yang berani membuat Aruna dan Bilqis menderita dan sedih maka dia harus menerima hasil dari semua perbuatan mereka." ucap kakek Fajar yang kemudian mengambil ponselnya.
Malam ini terlihat Aruna menatap sang suami yang sedang berada di atas ranjang sembari memainkan ponselnya.
"Sedang apa Mas?" tanya Aruna yang sudah masuk ke dalam kamar. Faisal sedikit terkejut, pria itu menatap istrinya sembari tersenyum.
"Aku melihat berkas-berkas perusahaan, Sayang. aku mau mengirim file ini ke laptop." jawab Faisal.
Aruna duduk di samping sang suami, sedangkan Faisal sendiri Entah mengapa pria itu begitu ketakutan. dia merasa bersalah walaupun dia belum benar-benar tahu apakah dia sudah melakukan kesalahan atau itu hanya jebakan Helena semata.
Tiba-tiba saja Faisal langsung berdiri dan menghindar dari Aruna, tatapan mata Aruna menatap suaminya yang semenjak tadi siang sikap Faisal sungguh aneh.
"Ada apa mas?" tanya Aruna.
"Tidak apa-apa sayang, tiba-tiba mas mau ke kamar mandi." jawab Faisal.
"Ya sudah kalau begitu, sana ke kamar mandi nanti mas ngompol disini." canda Aruna sambil tersenyum menatap suaminya yang sudah pergi meninggalkannya.
Ada kejanggalan yang begitu besar, ada kebohongan di mata Faisal. 2 jam kemudian Aruna sudah tertidur, wanita itu menatap ranjang mereka. Faisal tidak ada disana, langkah kaki Aruna berjalan meninggalkan kamarnya. dia ingin mencari tahu di mana suaminya berada.
"Apa Mas Faisal ada di ruang kerja ya, kenapa malam-malam begini mas Faisal terus bekerja." ucap Aruna yang kemudian membuka pintu ruang kerja suaminya.
"Terlihat disana Faisal sudah membuka laptopnya.
"Mas ini kan sudah malam, istirahat sana kamu nggak capek apa tadi siang baru pulang sekarang bergadang." ucap Aruna.
"Iya sayang, maaf ya Mas hanya ingin menyelesaikan pekerjaan Mas saja." Jawab Faisal.
Hati Aruna terus berdebar, Dia sangat yakin kalau suaminya sedang menyembunyikan sesuatu. sedangkan Faisal sendiri nampak pria itu benar-benar merasa bersalah. Jika benar dia sudah melakukan hubungan bersama Helena berarti Faisal sudah menghianati istrinya.
"Maafkan aku, sayang. Aku tidak bermaksud bersikap seperti ini." ucap Faisal sembari menatap istrinya.
"Ada apa sih Mas, kok sikapmu sedikit aneh?" tanya Aruna.
"Tidak ada apa-apa, Mas cuma mau menyelesaikan pekerjaan Mas aja." jawab Faisal.
Aruna dapat melihat kebohongan di mata suaminya, ada sesuatu yang sudah di sembunyikan oleh suaminya.
"Mas, Apakah ada sesuatu yang kau sembunyikan?" tanya Aruna.
"Tidak ada apa-apa, sayang." jawab Faizal yang kemudian berdiri sembari memberikan kecupan di kening sang istri.
"Apakah kau mendapat masalah di sana Mas?" tanya Aruna kembali.
"Tidak apa-apa sayang, tidak ada masalah Yang aku sembunyikan darimu." jawab Faisal.
"Mas, Kenapa sikapmu tiba-tiba berubah seperti ini. apakah aku sudah melakukan kesalahan?" tanya Aruna.
Faisal menggelengkan kepalanya, pria itu menggenggam tangan istrinya dengan begitu erat.
"Maafkan aku istriku, Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. 1000 kali pun aku meminta maaf, Apakah kau akan memaafkan ku." guman Faisal dalam hati sembari menggenggam tangan istrinya dengan begitu erat.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu