
Setelah semua rencana yang sudah dirancang oleh Faisal waktu mulai berjalan.
* Satu Minggu kemudian *
BRAKKK..
BRAKKK...
BUGG..
BUGG...
"Kalian bodoh!!!" seru Surya yang terlihat begitu murka karena satu perusahannya sudah mengalami krisis yang sangat parah. Kedua tangannya terus menghajar satu persatu anak buahnya.
"Maafkan kami, tuan." ucap salah satu anak buah Surya.
"Maaf, minta maaf? berani sekali kau mengatakan hal itu kepadaku!!" seru Surya dengan urat wajah yang sudah keluar. "Aaaaaa!!!!" teriak Surya.
"Kami janji, Kami akan memperbaiki keadaan pabrik." ucap anak buah Surya.
"Apakah kalian ini bodoh, kondisi perusahaan itu sudah sangat parah, kalian bilang mau membuatnya baik? apakah kalian ini sedang membual?!" seru Surya.
Tak ada kata yang bisa keluar dari mulut anak buah Surya, pria itu benar-benar sangat murka karena satu perusahaannya mengalami goncangan yang sangat luar biasa.
"Tuan." panggil salah satu anak buah Surya.
"Cari tahu mengenai semua itu, aku percaya kalau satu persatu perusahaanku mengalami kehancuran seperti ini." ucap Surya.
"Baik, Tuan. kami akan menyelidikinya." jawab anak buah Surya.
"Jangan sampai kalian memperlihatkan wajah kalian jika kalian belum bisa mengetahui semua permasalahan yang terjadi di perusahaan!" seru Surya.
2 kata yang diucapkan oleh Surya membuat anak buahnya benar-benar tidak bisa melakukan apapun. jika mereka tidak mentaati perintah Surya maka mereka akan mendapatkan sesuatu yang benar-benar sangat menakutkan.
Di tempat lain terlihat beberapa orang sedang tertawa begitu lepas.
"Hahaha.., pasti sekarang pria itu benar-benar sangat kebingungan dengan semua yang terjadi. aku yakin dia sekarang sedang memarahi dan mengamuk kepada seluruh anak buahnya." ucap Faisal.
"Kelihatannya kau benar mas, karena salah satu orang yang ada di perusahaan pria itu mengatakan kalau Surya benar-benar sangat murka, ketika mendengar kalau satu persatu perusahaannya mulai mengalami kehancuran." jawab Aruna.
"Kelihatannya kita akan mendapatkan tontonan yang sangat menarik, satu perusahaan yang bekerja sama denganku sudah mengalami kebangkrutan secara total. dia harus mengembalikan seluruh dana yang sudah aku gelontorkan di perusahaannya sebanyak 3 kali lipat." ucap Faisal sembari tersenyum penuh ejekan.
"Kita lihat Apa yang akan terjadi setelah ini, karena aku yakin pria itu tidak akan membiarkan apapun terjadi di perusahaannya." ucap Rudi.
"Kau Tenang saja Rudi, orang-orang itu akan melakukan tugasnya satu persatu. jadi kita tinggal menunggu beritanya, Jika mereka bisa menghancurkan perusahaan Surya satu demi satu itu berarti kita akan mendapatkan kabar yang sangat menyenangkan. dengan begitu Surya akan mulai kehilangan seluruh hartanya sedikit demi sedikit." jawab Faisal.
Ponsel Faisal nampak berdering. Hal itu membuat Aruna mengambil ponsel sang suami .
"Ada apa Sayang?" tanya Faisal kepada sang istri.
"Kelihatannya wanita ini benar-benar ingin mendapatkan mu, Sayang." ucap Aruna.
"Siapa?" tanya Faisal balik.
"Tentu saja kalau bukan Helga, apalagi wanita itu membuatku benar-benar muak." ucap Aruna.
"Kenapa kau tidak melakukan sesuatu, ini adalah urusan wanita. lakukan sesuai dengan keinginanmu, Aku tidak akan mencampuri urusan kalian." ucap Faisal yang terlihat memberikan ciuman di kening sang istri.
Faisal hanya bisa menganggukan kepalanya, Aruna tersenyum dengan begitu cantik setelah mendengar jawaban dari sang suami.
"Tentu saja Mas, aku akan memberikan wanita itu pelajaran yang tidak akan bisa dia lupakan. berani sekali dia terus-menerus berusaha untuk mengambilmu dariku, apa dia tidak tahu kalau dia melakukan hal itu berarti dia sudah berani ini membuat amarahku meledak." jawab Aruna yang kemudian membalas pesan Helga.
"Ada apa Sayang?" tanya Faisal kepada sang istri.
"Nanti siang aku akan berbicara dengan wanita itu, Jadi kau tidak usah melakukan apapun." ucap Aruna.
"Itu terserah padamu, mas tidak akan mencampuri masalah itu." ucap Faisal.
"Baiklah, sayang. kalau begitu suamimu ini mau pergi dulu untuk mengurus masalah Pria gila." ucap Aruna yang kemudian memberikan ciuman kepada sang isteri.
* Satu jam kemudian *
* Restoran Santonio *
"Hemmm, akhirnya pria itu mau menemui aku." ucap Helga yang begitu bahagia karena Hamilton alias Faisal mau menemuinya.
Terlihat Aruna sudah berada di restoran, wanita itu melihat Helga yang sudah duduk disudut restoran dengan wajah yang begitu bahagia. Tak ada kata yang keluar dari mulut Aruna, wanita itu berjalan mendekati Helga sembari menunjukkan senyum yang begitu menakutkan.
Aruna yang melihat Helga duduk di sudut ruangan dia langsung duduk di kursi restoran, Helga yang melihat hal itu tentu saja wanita itu begitu sedikit terkejut.
"Nyonya Felicia Apa yang kau lakukan disini?" tanya Helga kepada Aruna.
"Tentu saja aku kesini karena aku harus bertemu dengan seseorang, tadi dia mengajakku untuk bertemu di sini." ucap Aruna yang membuat Helga menatap wajah wanita itu.
"Jadi kau yang mengangkat pesan dariku?" tanya Helga.
"Tentu saja, memangnya kenapa." Jawab Aruna yang seolah mengatakan kalau wanita itu bebas melakukan apapun. karena pria yang dikejar oleh Helga adalah suaminya.
"Kau adalah wanita yang benar-benar menyebalkan." ucap Aruna.
"Kenapa kau harus mengatakan hal itu, pria yang kau kejar kejar adalah suamiku. Kenapa kau harus mengatakan hal itu, harusnya aku yang bilang padamu kalau kau itu adalah wanita yang benar-benar tidak mempunyai pikiran sama sekali.
"Kau berani menggoda Suamiku di depanku, Apakah kau itu mempunyai pikiran atau tidak." sindir Aruna yang membuat Helga nampak terdiam.
Wanita itu berusaha untuk mengatakan sesuatu kepada Helga, karena Aruna harus mempertegas Dimana posisinya dan apa posisi Helga.
"Selama Tuan Hamilton mau menerimaku, aku bersedia menjadi wanita simpanannya." ucap Helga yang seolah menyindir Aruna dengan kata-kata yang begitu menyebalkan.
"Aku jarang mengatakan hal ini, namun satu kata yang bisa aku katakan padamu. Jika kau masih berani melakukan hal itu maka jangan salahkan aku jika aku melakukan sesuatu yang sangat menakutkan.
"Apa, apa yang kau lakukan!" seru Helga.
"Tentu saja aku akan melakukan sesuatu yang tidak akan pernah kau pikirkan, jika kau berusaha untuk mengambil suamiku dari tanganku.., Maka jangan salahkan aku jika besok tangan yang kau gunakan untuk merayu suami ku itu. akan ku patahkan kedua tanganmu itu." ucap Aruna dengan senyum yang begitu menakutkan. Hal itu membuat Helga menelan ludahnya dengan begitu susah.
"Kau kira aku akan takut." ucap Helga.
"Aku tidak akan mungkin melakukan hal itu, Tentu saja aku akan melakukan sesuatu yang benar-benar membuatmu tidak akan bisa memikirkan untuk berusaha merebut suamiku." ucap Aruna yang kemudian menarik kerah baju Helga.
GREPP...
raut wajah Helga seketika pucat pasi saat melihat Aruna sudah mengancam dirinya, bahkan salah satu tangan Aruna sudah mengeluarkan pisau di sela-sela jari jemarinya.
"Aku bukanlah orang yang sabar, Aku adalah orang kejam yang bisa melakukan apapun jika ada wanita yang berani mengganggu suamiku." ucap Aruna yang kemudian menyuntikkan sesuatu di salah satu paha Helga.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Black Rose
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu