MOMMY

MOMMY
Di labrak Helena



BRAKKK...


Terlihat Helena sudah menggebrak pintu rumah Aruna, bu RT yang berada di situ tentu saja Wanita itu sangat terkejut. tiba-tiba ada seorang wanita yang memasuki rumah Aruna dengan raut wajah yang begitu marah.


"Dasar wanita tidak tau diri, wanita kurang ajar!!" seru Helena yang melihat Faisal berada di rumah Aruna.


Aruna dan Faisal serta Bilqis nampak melihat seorang wanita yang tiba-tiba datang dengan raut wajah yang begitu kesal.


"Helena." ucap Faisal. seketika pria itu langsung berdiri. "Apa yang kau lakukan disini, Helena?" tanya Faisal.


"Apa maksudmu, Kenapa kau bilang apa yang aku lakukan di sini? Tentu saja aku mencari calon suamiku." jawab Helena dengan suara yang diperkeras agar orang-orang yang ada di rumah itu mendengar perkataan Helena.


Bu RT yang melihat hal itu tentu saja wanita itu langsung tersentak, ternyata juragan tampan itu sudah mempunyai calon istri.


"Wanita tidak tahu diri, datang datang langsung marah-marah. Kamu itu siapa sih!!" seru bu RT.


Aruna melihat bu RT yang berada di luar pintu rumahnya.


"Apa-apaan Kau, siapa kau. Apakah kau keluarga dari wanita tidak tahu diri ini? Lihatlah wanita itu benar-benar tidak tahu diri, tidak punya malu, berani sekali dia menggoda calon suamiku!!" seru Helena.


Aruna meminta putrinya masuk ke dalam kamar, dia tidak ingin Bilqis mendengar caci maki wanita yang barusan datang itu.


"Maaf ya, Aku tidak tahu apa yang kau maksudkan. tapi aku mohon kau pergi lah dari sini!!" seru Aruna.


"Kenapa kau harus marah padaku? Seharusnya aku yang marah padamu, tadi aku melabrak mu di pusat-pusat perbelanjaan. sekarang kau malah melakukan hal itu padaku, kau mengajak calon suamiku ke rumahmu. Apakah kau ingin melakukan sesuatu kepadanya, apakah kau ingin menjebaknya?!" seru Helena.


Bu RT yang mendengar caci-maki wanita asing itu nampak dia memasang badan dan menatap wanita yang penampilannya seperti penyanyi dangdut itu.


"Wanita tidak sopan, wanita tidak tahu diri, kalau datang ke rumah orang itu permisi kek, Assalamualaikum kek, datang-datang Kok langsung ngelabrak orang!" seru bu RT.


"Jangan ikut campur ibu-ibu tua, pergi sana!!" seru Helena.


"Apa kau bilang, aku ibu-ibu tua? berani sekali kau mengatakan hal itu padaku, dasar kamu ini seperti sundel bolong, dandanan mu itu loh lihat dulu.., nggak ngaca apa!!" seru bu RT yang tersinggung karena dia dikatakan wanita tua oleh Helena.


"Dasar wanita tua tidak tahu diri, jangan ikut campur. ini bukan masalahmu!!" seru Helena.


Faisal yang mendengar caci maki Helena, nampak pria itu menarik Helena keluar dari rumah Aruna. pria itu benar-benar sangat kesal dengan semua kelakuan Helena, memang wanita itu tidak punya sopan santun sama sekali.


"Bisa kau kunci mulutmu itu, jika tidak aku akan menamparmu." ucap Faisal.


"Apa-apaan kau, kau mau membantu wanita itu? atau gadis kecil itu anak harammu dan wanita itu?" tanya Helena yang membuat Faisal menatap wanita itu.


Sedangkan Aruna yang mendengar caci maki Helena, tentu saja wanita itu langsung keluar. dia sudah tidak bisa menahan geram yang ada di hatinya.


PLAKKK..


satu tamparan langsung mendarat di pipi Helena.


"Jaga ucapanmu!!" seru Aruna.


"Berani sekali Kau menamparku!!" teriak Helena.


"Kenapa, kenapa aku tidak boleh menamparmu, kau saja sudah menghinaku dan putriku. Kenapa aku tidak boleh menampar mulutmu yang busuk itu?!" seru Aruna yang terlihat sudah marah. matanya sudah berwarna merah karena tidak kuat mendengar caci maki Helena kepada gadis kecilnya itu.


"Apa yang kamu dan calon Suamiku itu lakukan?" tanya Helena.


Para tetangga yang mendengar kebisingan itu nampak mereka keluar satu persatu.


"Ada apa ini?!" seru para tetangga.


"Sini tuan-tuan, bapak-bapak, ibu-ibu. sini Lihatlah kedua orang ini sedang berzina di rumah ini!!" teriak Helena.


PLAKKK..


"Apa yang kamu lakukan, Faisal. berani sekali Kau menamparku!!" teriak Helena.


Satu tamparan di pipi kanan Helena dari Aruna, satu tamparan di pipi kiri Helena dari Faisal.


"Tutup mulutmu itu, tidak seharusnya kau menghina orang lain!!" seru Faisal.


"Benar bukan, kalian ini sedang melakukan sesuatu yang tidak senonoh kan?!" seru Helena yang membuat beberapa warga nampak menarik wanita itu.


"Jaga mulutmu ya wanita asing, apa dan siapa Kau?! berani sekali kau menghina tetangga kami!!" teriak ibu-ibu.


"Lihat saja wanita ini memasukkan seorang pria di rumahnya, jangan-jangan dia mau mau menjebak calon suamiku?!" seru Helena yang membuat para tetangga Aruna seketika mereka ikut marah.


"Pergilah dari sini, Nona. jika tidak kami semua akan mengeroyok mu." ucap Aruna.


"Kau berani?" tanya Helena kepada Aruna.


"Kenapa tidak, aku bisa membuat ini semua masuk di media sosial ataupun di media cetak. karena di rumahku ini ada CCTV nya, jadi aku mau tahu apakah jika kasus ini aku masukkan ke kantor polisi pasti aku mendapatkan keuntungan yang banyak. apalagi para tetanggaku juga mendengar kalau kau menghina Aku bahkan kau berusaha untuk melukai Ku." ucap Aruna.


Kedua tangan Helena nampak mengepal, Wanita itu sangat ingin menghajar Aruna dengan kedua tangannya itu.


"Maaf ya Pak Faisal, Bisakah Pak Faisal mengajak calon istri bapak ini pergi dari rumah saya, karena saya merasa terganggu dengan kehadirannya." ucap Aruna yang terlihat tersenyum kepada Faisal. Hal itu membuat Faisal sedikit malu sekaligus benar-benar merasa terhina karena Helena.


"Aku ini calon istrinya, aku lebih berhak daripada kamu.:dasar wanita tidak tahu diri!!" teriak Helena.


"Satu kali kau mencoba untuk menghina ku maka akan kupastikan kalau kepalamu itu pasti berdarah, lihat saja." ucap Aruna yang terlihat melirik tongkat kasti yang ada di ruang tamu.


Memangnya siapa yang mau dipukul dengan tongkat kasti? Pasti orang itu akan babak belur, apalagi Aruna adalah gadis yang sedikit barbar.


"Mommy, Siapa sih wanita itu?" tanya Bilqis yang sudah keluar dari kamarnya.


"Dia orang sinting Bilqis, kamu tidak usah takut. Om akan membawa wanita gila ini pergi agar dia tidak mengganggu kamu dan mommy mu." ucap Faisal yang kemudian menarik Helena dengan paksa.


Para warga yang ada di tempat itu nampak menatap dengan pandangan yang penuh dengan rasa kasihan, karena sudah berulang kali Aruna dihina oleh wanita lain, karena mereka melihat kalau Aruna adalah wanita yang mempunyai seorang anak tanpa suami.


"Yang sabar ya Aruna." ucap bu RT.


"Tidak apa-apa Bu, Aruna sudah terbiasa mendapatkan perlakuan seperti itu." jawab Aruna.


"Kamu tidak boleh menyerah ya." ucap bu RT dan beberapa warga.


"Terima kasih ya Ibu ibu, karena sudah mau menolong Aruna, sudah mau memperhatikan Aruna dan Bilqis." ucap Aruna.


"Tentu saja kami tahu siapa dirimu, Aruna. Jadi kami tidak akan percaya dengan kata-kata siapapun." jawab para warga.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu.