MOMMY

MOMMY
S2. Aruna menyelidiki Fahrul



"Apakah anda mau pulang nyonya Aruna?" tanya Fahrul.


"Tentu," jawab Aruna.


Terlihat Fahrul mulai mendekati Aruna, pria itu mencoba mencari seribu alasan untuk mendekati Bilqis melalui Aruna.


"Boleh saya antarkan pulang, Nyonya Aruna?" tanya Fahrul kepada Aruna.


"Tidak usah, aku tidak mau merepotkan mu." jawab Aruna.


"Saya tidak repot, Nyonya. lagipula rumah Anda dan tempat tinggal saya yang ada di sini tidak terlalu jauh." jawab Fahrul.


Aruna nampak menatap Fahrul, ada sesuatu yang benar-benar membuat Aruna tidak menyukai pemuda yang ada di depannya itu. tapi Aruna harus mengetahui apa yang sebenarnya direncanakan oleh Fahrul karena hal itu Aruna harus bermain akting sebaik mungkin agar dia bisa mengetahui rencana pria muda yang ada di depannya itu.


"Baiklah kalau begitu Fahrul, jika kau memaksa Kau boleh mengantarkanku. tapi aku tidak enak jika harus terus merepotkan mu." jawab Aruna yang membuat Fahrul sangat menyukai semua ucapan wanita yang ada di depannya itu.


"Tidak apa-apa Nyonya, Saya tidak merasa direpotkan sama sekali." jawab Fahrul.


Akhirnya Fahrul mengantar Aruna kembali ke rumah, wanita itu harus benar-benar mendekatkan diri kepada Fahrul agar dia mengetahui Apa rencana pria itu dan Aruna juga harus mengetahui siapa sebenarnya Fahrul.


Tak berselang lama mereka sudah sampai di rumah besar milik Faisal. "Assalamualaikum!!" seru Aruna yang sudah berada di rumahnya.


"Waalaikumsalam, mommy." jawab Bilqis yang sudah udah datang sembari mencium tangan ibunya.


"Dimana adik-adikmu, sayang?" tanya Aruna kepada Bilqis.


"Mereka berada di lantai 2 mom, di kamar mereka masing-masing." jawab Bilqis.


"Ya sudah kalau begitu, Oh iya Fahrul kau mau minum teh sebentar tidak?" tanya Aruna yang membuat Fahrul nampak terdiam.


"Tidak usah, Nyonya. karena saya harus segera kembali ke rumah karen harus menyelesaikan beberapa pekerjaan." jawab Fahrul.


"Tidak apa-apa, hanya Sebentar saja kok." pinta Aruna.


Akhirnya Fahrul menyetujui permintaan Aruna, walaupun di dalam hati Fahrul berpikir kalau rencananya sudah berhasil.


"Ya sudah kalau begitu, aku akan mandi dahulu. Kau tunggulah di sini biar nanti dibuatkan teh sama Bilqis." ucap Aruna.


"Oh ya mommy, tadi ayah telepon katanya Mommy mau dibelikan apa jika Ayah sudah pulang?" tanya Bilqis kepada ibunya.


"Nanti mommy sendiri yang akan menelpon ayah, oh ya tolong kamu buatkan Fahrul minuman dulu ya." pinta Aruna.


"Baiklah mom." jawab Bilqis.


1 kata yang bisa diucapkan oleh Fahrul, umpan kebaikan yang diberikan oleh pria itu sudah disambut oleh Aruna.


** 4 bulan kemudian **


"Saya mau melamar putri pak Faisal." pinta Fahrul.


"Apa kau yakin, Fahrul?" tanya Faisal.


"Tentu." jawab Fahrul.


"Aku tidak bisa memaksa untuk putriku menerima perasaanmu, Fahrul. Jika dia mau menerima perasaanmu itu terserah, Jika dia tidak mau menerima cintamu Aku tidak bisa memaksanya." jawab Faisal.


"Percayalah pada saya, Tuan. saya akan menjadi suami untuk Putri Anda." pinta Fahrul.


"Tentu saja aku percaya dengan semua keinginanmu, tapi kalau bisa tolong kau tanya putriku, cinta tidak bisa di paksa." jawab Faisal.


Fahrul sangat yakin dengan semua rencana yang dia miliki, pria itu sudah mendekati Bilqis semenjak 4 bulan yang lalu. sedikit demi sedikit Fahrul yakin kalau Gadis itu juga memiliki perasaan dengannya.


Keesokan hari terlihat Fahrul sudah menemui Bilqis, pria itu memang sangat pandai berbicara. dia harus meyakinkan Aruna dengan semua yang telah dia rencanakan, dia harus membuat Bilqis mau menerima cintanya.


"Aku tidak tahu Mas, Karena aku belum mengerti Benar Siapa dirimu. memang kita sudah dekat beberapa bulan ini, kau tahu sendiri kan Bagaimana sikap dari orang tuaku." jawab Bilqis.


"Tapi aku ingin segera menjadikanmu istriku, Bilqis. Aku ingin kita hidup bahagia." pinta Fahrul.


"Kelihatannya ada seseorang yang mencoba mendekati Putri Anda, tuan Surya." ucap anak buah Surya.


"Apa maksudmu?" tanya Surya kepada anak buahnya.


"Kelihatannya pria itu ingin menikahi putrimu." jawab anak buah Surya.


"Itu lebih baik, walaupun dia tidak kaya tapi dia mau bertanggung jawab. dia mau melindungi putriku itu sudah cukup." jawab Surya.


Surya benar-benar sangat berbeda dengan dia yang dahulu, sekarang dia bersikap begitu dewasa dan begitu penyayang kepada orang lain.


"Memangnya pria itu siapa?" tanya Sania kepada anak buah Surya.


"Beberapa bulan yang lalu surya dan Sania sudah menikah secara agama, mereka belum menikah secara negara karena Surya takut kalau kebahagiaan itu hanyalah sementara dan bersifat mimpi saja. tapi bagi Sania itu sudah cukup, menikah secara agama sudah cukup baginya untuk merawat Surya.


"Jika saya memberitahu anda mengenai identitas pria itu, mungkin anda akan sangat Syok Tuan." jawab anak buah Surya.


"Apa maksudmu?" tanya Surya.


Akhirnya anak buah Surya menceritakan siapa sebenarnya Fahrul. Hal itu membuat Surya sangat terkejut.


"Apakah kau mengenal wanita itu, mas?" tanya Sania.


Surya nampak terdiam, lidahnya terasa kelu saat nama wanita itu terdengar di telinganya.


"Mas." Panggil Sania.


"....," tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Surya. pria itu terdiam seribu bahasa tanpa bisa mengatakan apapun.


"Mas Panggil Sania kembali sambil menggoyang tubuh Surya hingga membuat pria itu menatap istrinya.


Surya mulai menceritakan Siapa ibu kandung dari Fahrul. nampak pria itu tidak berani menatap istrinya, masa lalunya benar-benar sangat kelam.


"Kalau begitu aku yakin pria itu mendekati putrimu hanya ingin balas dendam, Mas." ucap Sania.


"Aku tidak tahu, aku benar-benar tidak tahu." jawab Surya yang benar-benar merasakan kalau masa lalunya membuat kehidupan putrinya akan hancur. "Ini semua adalah salahku, hasil dari dosaku putriku yang harus menanggungnya." ucap Surya.


"Kau tidak boleh seperti itu, mas. kita harus segera menemui Aruna, kita harus segera melakukan sesuatu untuk menolong putrimu." ucap Sania.


"Aku takut." ucap Surya.


"Kau harus takut apa, apa yang kau takutkan Mas? Jika kau takut untuk menemui mereka apa yang terjadi dengan putrimu?" tanya Sania yang membuat Surya memegang tangan istrinya.


"Kita harus bertemu dengan Aruna, kita ceritakan mengenai siapa Fahrul yang sebenarnya. jangan sampai putrimu dijadikan bahan pelampiasan atas semua masa lalumu." ucap Sania.


Surya menganggukkan kepalanya, pria itu memegang tangan istrinya dengan begitu erat. "Tolong aku, tolong suamimu ini." ucap Surya.


"Aku pasti akan menolongmu, Mas. dia juga putriku, tidak seharusnya dendam itu diarahkan kepada Bilqis." ucap Sania.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu