MOMMY

MOMMY
S2. Katakan yang sejujurnya



Beberapa jam kemudian akhirnya Aruna sudah sampai di rumah, wanita itu nampak benar-benar tidak tenang dengan semua yang dikatakan oleh Bilqis. Jika benar yang dikatakan oleh Bilqis kalau Surya berada di sekitar toko maka Aruna tidak akan membiarkan Surya berusaha untuk mendekati putrinya.


"Jika benar itu Surya, maka aku tidak akan membiarkan pria itu mendekati putriku. Aku yakin dia menginginkan putriku." ucap Aruna sembari berjalan mondar-mandir.


Bilqis yang melihat hal itu nampak gadis muda itu benar-benar sangat bersalah, merasa bersalah kepada ibunya karena sudah mengatakan mengenai Surya.


"Ada apa Sayang?" tanya Faisal yang sudah memasuki rumahnya. dia menatap putrinya yang sedang menatap ibunya mondar-mandir dari tadi.


"Ayah." Panggil Bilqis.


"Ada apa Sayang, kenapa kau dari tadi melihat Mommy mu?" tanya Surya kepada Bilqis.


"Ayah, ada yang harus Bilqis katakan." Jawa Bilqis.


"Sebentar sayang, Ayah harus bertemu dengan Mommy mu terlebih dahulu, kelihatannya Mommy mu ada masalah." jawab Surya yang kemudian pergi meninggalkan putrinya. Hal itu membuat Bilqis yang ingin mengatakan mengenai Surya dia langsung terdiam. Faisal terus menatap istrinya yang begitu tidak tenang dia mondar-mandir tidak karuan.


"Sayang." Panggil Faisal.


Nampak Aruna menoleh, wanita itu menatap suaminya yang sudah berada di sampingnya.


"Mas..," ucap Aruna.


"Ada apa Sayang, kenapa kau mondar-mandir seperti itu? apakah ada yang membuatmu tidak tenang seperti ini?" tanya Surya yang membuat Aruna langsung memeluk suaminya.


"Mas, ada sesuatu yang harus aku katakan padamu." ucap Aruna.


"Ada apa sayang, ada apa..,apa yang terjadi denganmu?" tanya Faisal yang melihat istrinya begitu tidak tenang. Hal itu membuat Faisal juga merasakan ketakutan saat melihat istrinya seperti itu.


"Mas, tadi Bilqis melihat Surya ada di sekitar toko kue. Apakah pria itu sudah keluar dari penjara? Apakah dia sudah dibebaskan?" tanya Aruna yang bertubi-tubi. Hal itu membuat Faisal langsung tersentak, dia memang sengaja tidak mengatakan kepada sang istri. agar Isterinya tidak terlalu khawatir, namun yang terjadi malah Surya tidak menampakan dirinya di depan sang istri dan putrinya.


"Apa yang kau katakan, sayang?" tanya Faisal.


"Katakan Yang sejujurnya Mas, Apakah kau sudah mengetahui kalau Surya sudah keluar dari penjara. Apakah Ayah juga sudah tahu?" tanya Aruna yang membuat Faisal menelan ludahnya sedikit susah. "Mas, katakan sesuatu?" tanya Aruna dengan nada yang sedikit keras.


"Duduklah sebentar, Sayang. aku akan mengambilkan mu minuman." ucap Faisal.


"Aku tidak perlu minum Mas, katakan kepadaku Apakah kau sudah tahu kalau Surya sudah keluar dari penjara?!" tanya Aruna yang masih tetap ingin mengetahui apakah Surya sudah keluar dari penjara atau belum.


"Tenang lah sedikit, kau tidak usah marah seperti itu." jawab Faisal.


"Mas!!" teriak Aruna. hal itu membuat Faisal menghela nafasnya sedikit dalam.


"Mas baru mengetahui kemarin, Sayang. kalau Surya sudah keluar dari penjara." jawab Faisal.


"Tidak mungkin, tidak mungkin kalau dia baru keluar kemarin. Tolong Mas.., tolong katakan Yang sejujurnya padaku, jangan bohong padaku. jangan ada kebohongan, Jangan Ada dusta Mas!!" seru Aruna yang membuat Faisal berusaha untuk menenangkan sang istri. "Aku mohon Mas..," pinta Aruna.


Faisal benar-benar tidak tega saat melihat sang istri yang begitu sedih, kedua bola mata Aruna terlihat berkaca-kaca sebarin memegang tangan sang suami.


"Sebenarnya Ayah dan Aku sudah mengetahui kalau Surya sudah keluar dari penjara 1 bulan yang lalu, kami pikir pria itu akan langsung ke tempat kita dan melakukan sesuatu. aku dan ayah menunggu hal itu, namun tidak ada kabar dari Surya. jadi Mas merasa tenang karena Surya tidak berusaha untuk mendekati kita." jawab Faisal.


"Apa maksudmu Mas, jadi pria itu sudah keluar dari penjara 1 bulan yang lalu?" tanya Aruna.


Faisal menganggukkan kepalanya, Aruna benar-benar dibuat syok dengan berita dari sang suami.


"Mengapa emas tidak mengatakan hal itu padaku?" tanya Aruna.


"Aku takut Mas, aku takut jika pria itu tiba-tiba mengambil putriku." ucap Aruna.


"Dengarkan aku sayang, Bilqis bukanlah gadis kecil lagi. dia sudah dewasa, dia sudah berumur 19 tahun dia pasti bisa menjaga dirinya. Kau adalah sosok ibu yang sangat luar biasa, Kau mengajari anak-anak kita cara bela diri untuk menjaga diri mereka, Mas yakin kalau Surya tidak akan mudah untuk mendapatkan putri kita." jawab Faisal yang mencoba untuk menenangkan istrinya.


"Aku tahu Mas, aku bukanlah orang yang melahirkan Bilqis. Aku tahu aku tidak berhak tapi aku lah yang merawat Gadis itu, akulah yang membawanya, akulah yang merasakan sakit saat dia sakit. akulah gadis muda yang tiba-tiba mendapatkan bayi kecil di depan rumahnya, aku tidak akan membiarkan pria itu untuk mengambil Bilqis, Aku tidak akan membiarkan pria itu untuk merebut gadis kecilku!!" seru Aruna sembari menangis di pelukan sang suami.


Bilqis yang Mendengar hal itu nampak Gadis itu menetaskan air matanya, cinta yang begitu besar dari seorang gadis muda yang menjadi ibunya. dia masih sekolah namun mau merawat Bilqis, seorang gadis muda dengan tekad yang sangat luar biasa.


"Mommy..," Panggil Bilqis yang sudah berada di ruang tengah rumah mereka.


Aruna mengusap air matanya, dia menoleh menatap putrinya.


"Mommy tidak percaya dengan Bilqis ya." ucap Bilqis.


Aruna tiba-tiba menangis dengan sangat keras, dia memeluk Bilqis dengan begitu berat.


"Aku tidak akan bisa kehilanganmu Bilqis, mommy tidak sanggup. Kau adalah kebahagiaan Mommy, Kau adalah segalanya bagi Mommy!!" seru Bilqis yang menangis tersedu-sedu.


Di tempat yang tidak jauh terlihat 3 anak kembar Aruna merasakan apa yang dirasakan oleh ibunya. walaupun mereka tahu kalau Bilqis bukanlah saudara kandung mereka tapi Bilqis adalah putri dari adik ayahnya. Hal itu membuat mereka juga menganggap Bilqis sebagai saudara kandung mereka.


"Tenanglah Mommy, kami ada bersama kalian. kami akan menjaga Kak Bilqis, Kami tidak akan membiarkan pria itu mengambil Kak Bilqis!!" seru Habibie dan Haikal.


Aruna yang mendengar perkataan 3 anaknya itu nampak dia menangis semakin keras, Aruna tidak ingin kebahagiaannya dihancurkan lagi. kebahagiaan yang sudah berada di tangannya.


"Tenanglah Sayang, kau tidak boleh seperti ini. kita akan mendapatkan jalan untuk mempertahankan Putri kita, kita sudah mendapatkan hak penuh kepada putri kita, jadi kau Tenanglah." pinta Faisal yang terlihat menyenangkan istrinya.


Faisal memeluk istrinya dengan begitu erat, memberikan ketenangan agar istrinya tidak semakin hancur karena kedatangan Surya.


"Aku tidak akan membiarkan pria itu mengambil putriku Mas." ucap Aruna.


"Tentu saja aku juga tidak akan membiarkannya." jawab Faisal.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- Jangan sakiti aku